
............
.........
..." Shion, apa kau tak akan datang ke acara pesta sekolah malam ini? " tanya Armord....
..." Tidak itu hanya acara yang sangat membosankan, lagian apa kau ikut malam ini? " tanya Shion sambil membuka bungkus permen....
..." Tentu tidak sekarang aku tak akan pergi selama libur beberapa hari ini, aku harus menjaga Michi " jelas Armord dengan muka sedih....
...Shion menepuk bahu Armord, " apa ini Armord yang ku kenal " ucap Shion tersenyum....
..." Aku baru menyadari sesuatu, Shion bukanlah orang seperti itu. Dia adalah teman yang baik, tapi siapa orang yang pernah menghianatinya " ucap Armord dalam hati....
..." Tapi ini sangat berat bagiku " ucap Armord yang mengusap matanya yang berair, " tenang saja aku ada bersama mu " jelas Shion merangkul bahu Armord....
..." Bagaimana sepulang sekolah nanti kita pergi bersama menemui Michi " usul Shion, " baiklah" ucap Armord menyetujui saran Armord....
...Dari kejauhan Nata memantau Shion dengan seksama, " kau sedang apa? " tanya Caramel. " Ihhh kau mengagetkan ku " seru Nata, " apa yang kau lakukan kak? ya maksud ku Natalia? " ucap Caramel memanggil nama lengkap Nata....
..." Cih jangan panggil nama asliku! " seru Nata kesal, "maaf kan aku, apa kau akan memantaunya? dia bukan orang yang gampang di pantau " jelas Caramel....
..." Walau begitu aku masih penasaran, apakah dia seorang hecher atau apalah.. " seru Nata yang masih memperhatikan Shion....
...Karna terlalu asyik di ajak ngobrol oleh Caramel, Shion yang berada disana sudah menghilang entah kemana....
..."Cih! ilang pulak dianya, ini gara - gara mu " seru Nata kesal, "kok jadi salah ku? " ucap Caramel bingung....
..." Apa kau tidak lelah seperti itu? " tanya Shion dari belakang Caramel dan Nata....
..." Hai kak Shion "sapa Caramel....
..." Kapan kau di sini?!! " seru Nata kaget bukan main....
..." Apa yang ku katakan soal kesepakatan itu? bukankah kau sudah menyetujuinya? " seru Shion yang terlihat tak senang....
...Menurut Shion sebaik apapun seseorang pasti memiliki niat tersembunyi, apalagi seorang kriminal yang telah berubah bukan berarti dia tidak memiliki niat yang buruk....
..." Sudahlah.. sudah masuk, nanti telat loh " seru Shion pergi meninggalkan kan Nata dan Caramel....
..." Bagaimana pun kita harus tetap waspada dengannya " jelas Nata, " tapi aku sudah mempercayai nya " jawab Caramel....
..." Apa??! " seru Nata kesal yang kaget mendengar jawaban Caramel....
...🔑...
...Setelah Shion selesai menhampiri rumah sakit, ia berniat pamit pada Armord. Sedangkan Armord akan berada di rumah sakit sampai besok, " hati - hati di jalan hari sudah gelap " ucap Armord....
..." Ya, kau sama jaga dirimu baik - baik " ucap Shion, pergi meninggalkan Armord....
..." Baik " jawab Armord pelan....
...Shion pun berjalan menelusuri jalan yang gelap, " untuk bawa baju ganti, panas kali make baju sekolah ni sampai malam " pikir Shion....
...Ia pun mampir ke tempat jualan makanan otomatis, "mau beli apa ya? " pikir Shion sambil memperhatikan satu persatu makanan yang ada di mesin otomatis tersebut....
...Dari kejauhan seseorang sedang memantau Shion, " pastikan kau melumpuhkan nya, bukan membunuhnya " ucap seseorang dengan suara berat , " ya aku tau, untuk apa kita menangkapnya hidup - hidup coba? " tanya seseorang lagi....
..." Dasar bodoh pake nanya lagi, ya mana kutau bos besar yang memintanya " jawab pria tersebut....
..."Iyee, ya sudahlah kali begitu " ucap nya mulai mengarahkan sniper nya ke arah Shion....
..." oh bagian mana yang harus ku tembak ni? " tanya seseorang dengan ragu, kedua orang ini adalah anak buah dari Rex. Bernama Zack dan Joy, mereka di beri tugas menangkap Shion hidup - hidup....
..." Sini lah, dasar nggak becus " seru Zack kesal langsung mengambil alih sniper yang dipegang Joy....
Zack mulai membidik bagian perut Shion, di saat sedang membidik dan hendak menembakkannya.
...< Dor >...
...Kress.....
...Yang kenak malah bagian kepala Shion, " hoi kau mau buat target kita mati?!! "seru Joy panik....
..." Dia pun entah apa pulak merunduk " seru Zack kesal, " aku akan mengejarnya kau bidik kakinya " seru Joy langsung pergi....
..." Kalo nggak salah, Oiri bilang harus hati - hati dengan nya.. tapi kenapa ya.. " pikir Zack....
...Shion kaget bukan main, " aku terlalu lengah, siapa yang menembak ku??! " ucap Shion menahan sakit....
...Tembakan tersebut melukai bagian pelipis dan membuat pandangan Shion menjadi kabur, Shion memutus kan untuk kabur dari tempatnya dengan menutup mata sebelah kanannya sambil berlari....
..." Hoi dia lari tu, cepat kejar dia " seru Zack berbicara melalui radio....
__ADS_1
...Joy pun mulai berlari dan menyusul Shion dari belakang, Zack pun mulai membidik bagian kaki agar membuat Shion kesusahan untuk melarikan diri....
..." Aku rasa orang yang mengejarku ini.. bukan, dia bukan penembak nya pasti ada dua orang yang sedang mengawasiku " pikir Shion yakin....
...Shion mulai berlari dengan lincah, sambil mengecoh arah ia berlari....
..." Buset ni orang, dia jago banget " seru Zack tercengang....
...Shion hanya bisa mengandalkan mata kirinya ini, dari kecil Shion memiliki sedikit kelebihan pada indra nya, itulah yang membuatnya bisa memahami keadaan dengan cepat....
..." Sial, kayak mana aku menangkapnya kalo begini " pikir Joy yang masih mengikuti Shion dari belakang....
...Saat Shion menyebrangi jalan, tak disangka sebuah mobil muncul dan bersiap menabraknya....
...Shion langsung melompat ke atas atap mobil, saat Shion hendak melompat dari atap mobil yang melaju. Seketika saja suara tembakan datang, sebuah peluru langsung melesat mengenai perut Shion....
...Shion langsung terjatuh setelah menerima tembakan itu, tapi ia langsung bangkit dan berlari lagi....
...Ia mungkin akan tumbang, tapi setelah melihat orang yang ada di mobil itulah yang membuat Shion tak ingin berhenti....
...Ia tak sangka Rex akan langsung mengambil tindakan dengan cepat....
..." Zack? apa kau yang menembaknya? " tanya Joy dari radio, " bukan, bukan aku itu pasti Oiri . Aku sudah jauh untuk menembaknya " jelas Zack....
...Shion berhenti di suatu tempat kosong, ia menahan sakit yang luar biasa. Peluru yang ia rasakan ini seperti peluru khusus yang sangat langkah, itu mengingatkan nya. Saat kakaknya tertembak hingga terpental....
...Ia pun membaluti lukanya dengan perban yang di berikan Armord, sebelumnya Armord melihat tangan Shion terluka dan menyuruh Shion membawa kotak K3 sebagai cadangan....
..." Sial, tak kusangka aku harus mempercepat rencanaku " ucap Shion kesal....
...Shion pun menyembunyikan barangnya di dalam tong sampah, dan mengambil senjata yang biasa ia bawa untuk berjaga - jaga....
...Shion pun naik keatas untuk menembak mereka satu - satu dari atas, dari sana Shion mengamati hanya ada 5 orang yang sedang mengaicarnya....
...Ia pun keyakini bahwa dari 5 orang tersebut, Rex juga ikut bergabung....
...Shion pun mulai mencari orang satu persatu, muncullah Joy dari balik bangunan....
..." Aku tak menemukan apa - apa, bagaimana dengan mu Zack? " tanya Joy dari radio....
..." Joy awasss dia tas mu!!! " seru Zack berteriak dari radio....
...< Dor.. >...
...< Dor..>...
...Zack pun langsung terjatuh, Shion langsung menembak kepala mereka berdua dengan satu peluru....
..." hanya tinggal tiga lagi, aku harus kelakukannya sekali " pikir Shion yang mengingat peluru pistol biasa hanya punya 6 peluru, sebelumnya Shion sudah memakainya dan tinggal 5 peluru....
...Yang membuat Shion kesal, mereka menembaki siapa saja yang berada atau tak sengaja terlihat oleh mereka akan langsung di tembaki....
...Tiba - tiba seseorang menembak ke arah Shion, walau meleset itu membuat musuh yang lain mengetahui posisi nya....
...Shion pun berencana untuk pindah tempat, tak disangka seorang pria yang bertubuh besar sudah berada di belakangnya....
..." Lebih baik kau menyerah saja nak, aku heran kenapa susah sekali menangkapmu " seru nya mulai mendekati Shion....
...Shion waspada walau pria itu terlihat tidak melakukan gerakan yang mencurigakan, tak di sangka pria itu mencekek leher Shion dan langsung membanting tubuh Shion ke bawah. ...
... Shion mulai memuntahkan darah, " tuan aku sudah selesai, bisakah kau melepaskan aku dan keluargaku? " tanya pria tersebut pada Rex. ...
...Shion berusaha bangkit... ...
..." Tentu saja " jawab Rex. ...
..." Benarkah? berarti aku bebas dari organisasi ini?kalo begitu aku pamit dulu " ucap pria tersebut, " nak aku tak berniat menyakitimu, tapi kalo aku tak melakukan ini aku tak akan bebas " ucap pria tersebut dalam hati. ...
..."Tapi sayang ya... " ucap Rex. ...
...< Dor > ...
...Rex langsung menembak kepala pria tersebut, "kau bebas sekarang " ucap Rex tersenyum sinis. ...
..."Sekarang ada kau dan aku, Shion " ucap Rex menoleh ke arah Shion yang masih berusaha bangkit. ...
..." Aku penasaran apa kau ini bukan manusia? apakah bom luar biasa itu tak membunuh mu? perlukah aku mencincang mu? " ucap Rex tersenyum. ...
..." Mengerikan.. " ucap Shion dalam hati. ...
Rex mulai mendekati Shion secara perlahan, "sebelum itu berikan kunci itu padaku " ucap Rex.
...Tiba - tiba muncullah Zean langsung menyucuk perut Rex, " kenapa kau?! " ucap Rex spontan. Rex pun terdorong mundur. ...
__ADS_1
...Zean langsung menarik tubuh Shion dan membawanya pergi, " dasar penghianat " seru Rex. ...
...Zean langsung membawa Shion ke suatu tempat, "lepaskan aku ! siapa kau? " seru Shion yang berusaha memberontak. ...
...Zean memakai masker hitam dan jubah, membuat Shion tak mengenalinya. Sampailah di suatu tempat, Zean menurunkan Shion dan langsung pergi. ...
...Tapi Shion langsung menarik dan membanting tubuh Zean ke dinding, Shion langsung membuka penutup muka Zean. ...
..." Kau.. " ucap Shion yang tak percaya melihat sahabatnya, " Shion.. aku, minta maaf " ucap Zean yang merasa bersalah. ...
...Shion pun berbalik dan hendak meninggal Zean, "Shion, apa kau tidak membalas perbuatan ku padamu??" tanya Zean menarik pundak Shion. ...
...Shion tak bisa mengatakan apa - apa, di saat suasana tegang di antara mereka berdua. ...
...< Dor >...
...Peluru melesat menuju ke arah Zean, tapi Shion mendorong dan melindungi Zean. ...
..." Kenapa kau menyelamatkan ku Shion? " ucap Zean dalam hati. ...
..." Kita ke atas saja " seru Shion menarik Zean pergi. ...
...Ternyata Rex mengikuti mereka dari belakang, " cih jalan buntuh " seru Shion, " berani sekali kau menghianatiku? dan kau merampas buruan ku " seru Rex. ...
..." Penghianat harus mati, kita selesaikan saja ini langsung. Urusan kita akan kita bahas lain waktu Shion tapi kau harus mati " seru Rex melirik Zean. ...
...Rex mengarahkan pelurunya ke Zean , tapi Shion berlari dan menusuk Rex hingga jatuh dari atas. ...
...Di gedung yang mereka tempati, terdapat sungai yang mengalir dengan deras. Rex pun terjatuh dan hanyut ke sungai tersebut, " kau memang sangat menarik Shion " ucap Rex terjatuh ke bawah. ...
....... ...
..... ...
...Dari kejauhan Oiri berusaha membidik Shion, " dia menyakiti tuan, beraninya dia " seru Oiri kesal. ...
...< Dor.. dor.. dor.. dor >...
...Peluru meluncur pesat menuju Shion, Shion yang sudah lelah tak dapat berdiri lagi untuk menghindar. Tapi Zean langsung berdiri dan langsung melindungi Shion. ...
..." Cih penghianat ini " seru Oiri kesal,Shion pun menembak tiga pelurunya ke arah yang berbeda."Kenapa menembakkan peluru itu semuanya meleset? " seru Oiri bingung. ...
...Ternyata bangunan yang di tempati Oiri meledak seketika. ...
...Sekarang hanya ada Shion dan Zean, malam terlihat sunyi dan dingin. ...
...Zean yang sudah sekarat, terbaring lemah di samping Shion. "Shion aku minta maaf, ini waktu mu membalas dendam mu bukan? bunuh aku sebelum aku mati " ucap Zean. ...
..." Tidak, itu tak perlu " ucap Shion yang tak menoleh ke Zean sama sekali. ...
..." Kenapa? kenapa kau tak ingin melakukannya?"tanya Zean kaget sambil menarik tangan Shion. ...
..." Seseorang pernah berkata padaku, sesuatu yang telah pergi memang tak akan pernah kembali. Memang sedih kehilangannya, tapi fakta memang tak pernah bisa di ubah "...
..." Membalaskan sesuatu yang telah lampau, sama sekali tak ada guna. Setelah membalasnya apa yang akan kita dapat? hanya sesuatu yang tak berguna " ...
..." Lebih baik kita berusaha agar hal yang terjadi pada kita, jangan sampai terjadi lagi pada orang lain " ...
..." Mau bagaimana carapun nya atau berapa kali pun kau berkata ini tidak adil, tapi beginilah dunia bekerja. Aku tak akan pernah melupakan itu Zean.." jelas Shion. ...
...Zean seketika itu menangis, ia tak menyangka bahwa pertemuan nya ini sungguh tak di sangka. "Ku mohon bunuh aku, aku telah membuat banyak kesalahan.. " seru Zean sambil menangis. ...
...Shion memeluk Zean dan berkata " aku sudah memaafkan mu, jangan di pikir kan lagi. Tidurlah dengan tenang, temanku " ucap Shion dengan mata yang berkaca - kaca. ...
...Ini mengingatkan Zean saat mereka pertama kali bertemu dan menjadi sahabat, ini adalah pelukan persahabatan mereka yang kedua kalinya. ...
...Zean sering memberi Shion nasehat, mereka saling bertukar pendapat. Tapi, karna mereka hidup di jalan yang sangat berbeda. hubungan mereka terputus secara tragis, karna beginilah takdir mereka. ...
..." Shion.. aku minta maaf...." ucap Zean yang tak bernafas lagi, Shion menutup muka Zean dengan sapu tangan miliknya. ...
..." Kenapa ini bisa terjadi lagi .. dunia ini memang tak adil, kalo memang begini nasibku, bagaimana cara aku mengubahnya.. " ucap Shion sambil menangis di samping mayat Zean. ...
...Akhir perjumpaan yang sangat singkat, mau bagaimana pun setiap pertemuan pasti ada yang namanya perpisahan bukan? ...
...Selamat tinggal ~...
........ ...
............. ...
....... ...
..... ...
__ADS_1