The Key World

The Key World
29 ~ Target


__ADS_3

...Shion dengan laptop didepannya, ia sudah tak tidur hampir dua malam....


..." Tuan, kumohon beristirahat lah. Anda bahkan tak istirahat dari pulang sekolah, dan bahkan tidak tidur " ucap Alice khawatir....


...Akhir - akhir ini terjadi banyak kematian, dan ini membuat Shion tak bisa tidur. Ia yakin ini ada hubungannya dengan kunci itu, dari penyelidikan nya....


...Ia mendapatkan gambaran dari CCTV, ada tiga kunci yang terlihat. Shion berfirasat, Rex mulai mempercepat langkahnya ke depan....


...Shion berpikir jika semua kunci terkumpul pada Rex, itu berarti hanya ia orang yang tersisa, ini akan menjadi pertarungan sengit dan sangat mematikan....


..." Cih sulit sekali mendapatkan info, karna sudah lama. Aku mulai lupa cara membuka jaringan, ini menyebalkan " ucap Shion sambil menguap....


...Shion pun mematikan laptop nya, ia mulai meregangkan tubuhnya. " Alice buat aku teh " ucap Shion, yang sudah sangat kelelahan....


..."Baik tuan " ucap Alice pergi kedapur....


...Tak lama Alice pun datang, dengan membawa secangkir teh hangat dengan cemilan biskuit sebagai pelengkap....


...Tak di sangka Shion tertidur, ia begitu kelelahan. Saking kelelahan nya, ia tertidur di atas tumpukan kertas - kertas di atas meja....


..." Tuan sudah tidur, anda pasti sangat lelah " ucap Alice memakaikan selimut pada Shion....


...Malam pun tiba, Shion pun terbangun dari tidurnya. " Ya ampun bisa - bisanya aku ketiduran " seru Shion sedikit kesal....


..." Tuan, anda sudah bangun? " ucap Alice sambil menghampiri Shion....


...Tapi tubuh Alice penuh dengan darah, Shion sontak kaget melihatnya. " Tuan ada apa? " tanya Alice....


...Tiba - tiba leher Shion di tahan dengan pisau, " siapa yang akan mati duluan kau atau aku? " ucap seorang....


...Shion langsung menoleh ke belakang, tidak ada siapa - siapa, Alice yang berdiri di depannya menghilang entah kemana. Malah muncul Rex di depan hadapannya, dengan menyondongkan pistol ke kepala Shion....


..." Kira - kira siapa yang akan mati duluan kau atau aku? atau kita mati bersama? " ucap Rex yang masih menyondongkan pistol ke kepala Shion....


..." Apa? " seru Shion....


...Dor.. Dor......


............


..........


...Gedebuk.. Bak.. Buk......


..." Apa? dimana aku? " ucap Shion yang sedikit pusing, ia pun mulai melihat ke arah sekeliling nya. Ternyata ia baru terjatuh dari tempat ia tertidur, " itu cuman mimpi? tapi kenapa seperti sebuah pertanda? " pikir Shion....

__ADS_1


..." Tuan?apa anda baik - baik saja saya mendengar ada suara yang jatuh jadi saya kemari " ucap Alice khawatir....


..." Bukan apa - apa, aku hanya terjatuh saja " jawab Shion....


..." Apa ada yang terluka tuan? " tanya Alice....


..." Tidak ada, aku baik - baik saja " ucap Shion mulai bangkit, " mimpi singkat, seperti pertanda yang akan terjadi " ucap Shion....


...🔑...


...Beberapa hari telah berlalu, Shion sedang berdiskusi dengan Owner dan Alice....


..." Tapi tuan, bagaimana dengan anda " seru Alice....


..." Aku ingin kalian kembali, aku akan menyelesaikan ini. Jika ada sesuatu, aku akan menghubungi kalian " ucap Shion....


..." Tapi tuan muda, ini keputusan yang berat. Kami tak ingin meninggalkan mu " ucap Owner....


..." Aku tau, tapi ini adalah keputusanku " ucap Shion....


...Dengan berat hati, akhirnya Alice dan Owner pun menyetujui keputusan Shion....


...Di sisi lain, suasana begitu mencekam di suatu ruangan. " Baiklah ku beri joker " seru Rex, melempar kartu joker....


...Rex sedang di tantang bermain joker oleh kriminalitas kota Lord City, tujuan Rex di bar megah dan mengerikan ini adalah merampas salah satu kunci yang ada pada si penantang kartu ini....


..." Tuan " panggil Oiri dengan pelan, " bagaimana, apa kau menemukan siapa yang memegang kunci itu? " tanya Rex....


..." Ya tuan, kunci itu di pegang oleh pria yang berhadapan dengan anda sekarang " jelas Oiri....


..." Baiklah kerja yang bagus, masukkan benda ini kedalam minumannya aku akan mengajaknya minum bersama, kau siapkan minuman buat kami " jelas Rex sambil berbisik pada Oiri....


..." Baik tuan " jawab Oiri patuh...


...Tak lama kemudian, para kriminal ini sudah menyelesaikan permainannya.Salah satu dari mereka mengajak Rex minum bersama, ini sebuah kesempatan pastinya tak akan di tolak Rex....


...Para kriminal ini memiliki pemikiran yang sangat licik tersendiri, keempat kriminal berbahaya berkumpul menjadi satu....


...Mereka mengetahui bahwasannya Rex sang kriminal kota luar memiliki salah satu kunci tersebut, mereka berempat bekerja untuk menjatuhkannya....


...Justru sebaliknya Rex malah senang melihat keempat kriminal kota Lord City berkumpul di depan hadapannya, ini akan memudahkannya untuk menghabisi mereka tanpa mengejar satu - satu....


..." Oiri, pastikan dirimu selamat.Aku sudah merasakan bau kematian " ucap Rex....


...Oiri langsung memahami apa yang di maksud Rex, bahwasannya akan ada perang besar - besaran yang berarah. Akan ada serang menyerang tanpa melihat musuh , Oiri pun mengangguk pada tuannya....

__ADS_1


..." Kau pergilah cari di mana kunci itu, aku akan meladeni orang - orang payah ini " ucap Rex....


...Yang bener saja tak lama Oiri meninggalkan ruangan tersebut, suara tembakan mulai terdengar....


...Oiri mengambil nafas dalam - dalam,ia mulai menghitung kapan waktunya dia masuk. Oiri pun menunggu Rex di luar sambil menikmati secangkir kopi hangat,sedangkan di dalam terjadi perang saling bunuh membunuh yang sangat tak beraturan....


...Rex meladeni para kriminal ini dengan tenang, hingga akhirnya ia tertembak di bagian dada.Rex mulai menggila, bukannya lemas tertembak ia malah semakin bertenaga....


...Salah satu kriminal tersebut menusuk perut Rex berulang kali, reasik Rex hanyalah tertawa terbahak-bahak....


...Ini membuat kempat kriminal ini gemetar bukan main, mana ada manusia yang masih punya tenaga seperti itu apalagi dengan tubuh terluka di banjiri darah segar....


..." Apa kalian sudah selesai ?" tanya Rex sambil tersenyum tipis, keempat kriminal ini mulai panik di depan mereka bukanlah manusia lagi melainkan Monster....


..." Sekarang giliranku, tetap lah di tempat kalian " ucap Rex dengan hawa yang mengerikan, keempat kriminal tersebut ia habisi dengan tragis....


..." Kau ini siapa kenapa kau ...." ucap seorang pria yang hanya tinggal seorang diri....


..." Menyenangkan sekali bisa bertemu kalian semua di sini, kalian menghemat tenagaku.Berkumpul jadi satu itu sangat luar biasa, tapi ini hari terakhir kalinya kita bertemu " ucap Rex...


..." Kau Monster!!!!! lepaskan aku kau bukan manusia " ucap pria tersebut sambil meronta-ronta dengan lemas dan tak bertenaga....


..." Selamat tinggal " ucap Rex tersenyum dan langsung memecah kan kepala pria tersebut ke lantai....


...Oiri pun selesai menikmati kopinya, ia pun beranjak dan kembali ke ruangan semula dimana tuannya berada....


...Yang benar saja, ruangan tersebut penuh dengan darah.Bahkan tak ada satupun orang yang tersisa di ruang tersebut,Oiripun menghampiri tuannya yang sedang duduk di atas tumpukan mayat....


..." Ya ampun koreknya tidak mau hidup,menyebalkan..." ucap Rex kesal sambil memperhatikan mancisnya yang di selimuti darah....


..." Tuan, ini .." ucap Oiri memberikan sekotak rokok dan mancis pada Rex, " Kau memang yang terbaik, hanya kau saja yang memahamiku " ucap Rex menerima rokok dan mancis dari Oiri....


..." Tuan aku menemukan kunci ini di saku pria itu " ucap Oiri memberikan kuncinya pada Rex, " bagus sekali " ucap Rex....


..." Jadi tuan apa langkah selanjutnya " tanya Oiri....


..." Aku akan mengumpulkan semua kunci, dan menyisakan Shion seorang diri dia akan jadi target terakhir ku. Tapi,entak kenapa aku merasa kematian sangat dekat menghampiri ku" ucap Rex....


..." Maksud anda? " tanya Oiri bingung....


..." Tentu saja aku merasa begitu,pertama kali bertemu dengannya. Shion kau adalah musuh alami ku, aku akan membunuhmu sebelum kau membunuhku " ucap Rex sambil tertawa terbahak-bahak....


..." Argh.."...


...Tangan Shion terluka, ia sedang memotong daging untuk makan malam. " Firasat apa ini, aku tak pernah terluka kecil seperti ini. Apa ada orang yang menyebut nama ku? " pikir Shion sambil memperhatikan luka sayat pada telapak tangannya....

__ADS_1


...🔑...


__ADS_2