The Key World

The Key World
32 ~ SANG RAVEN DAN SANG PENCURI


__ADS_3

" Kenapa kau ada disini ??!!!" seru Kiroyu kaget.


" Seterahku lah, kemanapun aku pergi apa urusannya denganmu pencuri " ucap Shion duduk sambil memperhatikan Kiroyu yang terluka dan tak berdaya.


" Kenapa aku harus bertemu orang sialan sepertimu " keluh Kiroyu yang berusaha untuk bangkit.


" Dasar kau tak pernah berubah,setelah ketangkap olehku " ucap Shion mengejek.


" Diamlah kau sialan !! pergi sana jangan ganggu aku, apa kau tidak ada kerjaan lain ??!!!" seru Kiroyu kesal sambil berusaha untuk bangkit.


" Nah...kebetulan sekali kita bertemu,aku ingin membuat kesepakatan dengan...jika kau menolak aku mempunyai kenalan seorang polisi, apa kau keberatan jika aku melaporkan dirimu padanya?" tanya Shion dingin.


Seketika itu Kiroyu beku," Dia semakin mengerikan ...apa ada sesuatu ???" pikir Kiroyu yang tak enak.


Akhirnya Kiroyu menyetujuinya walau ia tak tau apa kesempatannya, melihat muka Shion yang serius hanya bisa membuat Kiroyu diam. Shionpun membawa Kiroyu ke rumahnya.


Dimasa lalu, pernah ada sebuah kejadian. Itu adalah awal pertemuan Shion dan Kiroyu, mereka bukan teman melainkan rival dari kecil. Usia mereka hanya beda setahun, Kiroyu adalah keluarga dari para pencuri terkenal di kota Shine.


Kiroyu hanya meneruskan pekerjaan keluarganya, tak disangka orang pertama yang menangkap dan mengetahui seluruh identitas keluarga Kiroyu adalah Shion,ini membuat Kiroyu ingin bertanding untuk tidak tertangkap oleh Shion.


Sampailah di rumah Shion...


Pagi pun tiba, matahari menyinari kota. Orang - orang mulai aktivitasnya masing-masing, suasana kota mulai sibuk dan ramai.


" Aduhhhh ... sakit !!" seru Kiroyu.


" Tidak bisakah kau menahannya sedikit " ucap Shion sambil mengoleskan obat pada tubuh Kiroyu.


" Ini tak akan terjadi, aku bertemu dengan moster berwujud manusia ini menyebalkan. Apa pria itu selamat ya .." ucap Kiroyu mengingat kejadian malam itu.


" Apa dia memakai topeng sebelah wajah ?" tanya Shion ingin meyakinkan," Dari mana kau tau?" seru Kiroyu. " Apa yang kau mencuri sesuatu yang berharga?" tanya Shion serius.


" Lah apa kau polisi ?? kenapa kau seperti mengintrogasi diriku " ucap Kiroyu.


" Jawab aja lah ini penting " ucap Shion dengan tatapan yang sangat serius, " Ya aku berniat mencuri berlian tujuh warna, tapi aku mencuri satu benda yang menarik perhatianku ".


" Aku tak sengaja bertemu dengan orang aneh, dia bilang dia menginginkan benda yang kucari " jelas Kiroyu.


" Kiroyu aku ingin mengajak mu kerja sama " ucap Shion.


Shion pun mulai menjelaskan semua masalah kunci tersebut, dan mengajukan kesepakatan bersama dengan bantuan Kiroyu yang ahli dalam mencuri ini akan sedikit memudahkan rencana Shion melengkapi semua kunci legendaris tersebut.


" Jadi dia kriminal yang mengerikan ya, apa yang kau tawarkan untukku pada kesempatan ini ?" tanya Kiroyu.


" Sudah kuduga kau akan bertanya begitu " ucap Shion yang sudah mengerti apa yang akan Kiroyu inginkan, Shion pun sudah selesai mengobati luka.


Shion pun menyiapkan teh hangat dan beberapa camilan, " Wah..kebetulan sekali aku belum makan " ucap Kiroyu cengengesan.


" Bagaimana aku memberikan benda yang paling kau cari?" ucap Shion sambil menuangkan teh kecangkir, " Benarkah? apa kau yakin ?" ucap Kiroyu ragu.


" Bukankah kau telah lama mencari benda itu, kau baru mengatakan bendanya " ucap Shion, " Eh? benarkah? " seru Kiroyu kaget, dia sedikit terkejut apa dia mengatakannya ?.


" Ini kau ambil saja sebagai kesempatan kita " ucap Shion memberikan kotak kecil berwarna hitam, Kiroyu menerimanya dan langsung membukanya." Ini kan berlian langkah itu , dan... ini asli bukan kalengan, kau memberikannya pada ku ? sungguh ? " seru Kiroyu tak percaya rivalnya memberikannya sesuatu yang berharga.

__ADS_1


" Ya aku serius, terimalah anggap saja sebagai hadiah kau tertangkap ke - 50 kalinya " ucap Shion.


" Kau meledekku ya ?" seru Kiroyu kesal.


Mereka mulai berteman lebih dekat, walau status mereka berbeda. Tidak masalah seperti apapun bentuknya, persahabatan yang setia adalah menerima apa adanya.


Shion pun mulai menjelas semua masalah yang terjadi, dan menjelaskan seluruh rencananya. Karena, Kiroyu akan sangat dia butuhkan, lagi pula Caramel tak ahli dalam mencuri justru pekerjaan ini sangat cocok dengan Kiroyu.


Kiroyu menyetujuinya, mendengar bahwa yang akan di sebabkan kunci itu membuat Kiroyu ikut bergabung. Bahaya yang akan datang lebih besar dari perkiraan Shion, oleh sebab itu Shion mencoba langkah ke depan mengejar rencana Rex.


Dari semua masalah, Rex lah masalah terbesarnya. Shion masih belum tau apa status sebenarnya dari Rex.


" Ngomong-ngomong apa kau tak keberatan kalo aku tinggal sementara disini " ucap Kiroyu dengan muka polos.


" Asalkan kau tak mengambil sesuatu dari rumahku " ucap Shion.


" Ayolah rival ku, aku ini memang pencuri tapi aku tak selicik itu pada temannya. Kau telah menolong nyawaku, tentu aku juga akan menolongku "


" Kalo memang kau orang jahat mungkin saja aku sudah masuk penjara lebih awal, sangat mengasyikkan bermain kejar-kejaran bersama. Bukankah begitu rival ku ?" seru Kiroyu tersenyum.


" Serah mu saja, aku pasti akan menangkapmu suatu hari nanti ...jika aku seorang polisi " ucap Shion berjalan menuju dapur.


" Hehe hehe aku tunggu, itu ...." ucap Kiroyu tersenyum.


🔑


Beberapa hari kemudian, keadaan Shion mulai membaik sedangkan Kiroyu masih dalam masa pemulihan. Pada saat ini Shion sedang mengecek beberapa rekaman Cctv di berbagai tempat.


" Keren, ni orang hecher ternyata... kalo dia polisi di jamin aku langsung tertangkap Tampa adanya hambatan sedikit pun " ucap Kiroyu dalam hati dengan perasaan kagum dan sedikit takut.


" Apa kau tak tidur semalam?" tanya Kiroyu penasaran.


" Aku tak bisa tidur, mendengar barang yang kau curi itu adalah targetku. Aku harus bisa menemukan yang lainnya, Rex akan memulai permainannya " ucap Shion kembali mengotak-atik laptopnya.


" Ngomong-ngomong, dimana temanmu itu? dulu aku selalu tertangkap oleh kalian " ucap Kiroyu.


Shion berhenti mengetik,ia terdiam sejenak. " Ada apa ? apa ada sesuatu?" tanya Kiroyu bingung,"Dia sudah meninggal beberapa bulan lalu, dia mati mengenaskan di hadapanku " ucap Shion pelan.


" Maaf, aku tak bermaksud membuatmu sedih...kalian sangat akrab dulu jadi kukira kalian masih bersama " ucap Kiroyu yang merasa tak enak.


" Tak apa, dia juga punya kesalahan...sebelum dia pergi,ia mengatakan permintaan maaf berkali-kali padaku hingga nafas terakhirnya " jelas Shion.


" Apa itu? apa maksudmu nafas terakhirnya?" seru Kiroyu penasaran," Dia seorang kriminal, kami harus berpisah karena jalur hidup kami yang berbeda. Masa lalu tetap lah lalu, sekarang yang di lihat masa sekarang bukan dulu...aku sudah memaafkan semua kesalahannya walau sangat berat rasanya " jelas Shion.


Mendengar itu, Kiroyu menyadari telah terjadi sesuatu yang tak terduga di antara mereka. Kiroyu tak menanyakan lebih lanjut apa yang terjadi pada Shion dan sahabatnya itu, tapi dia malah kagum Shion memiliki kesetiaan yang luar biasa.


" Aku yakin kaulah yang akan mengubah masa depan " ucap Kiroyu dalam hati, Kiroyu pernah mendengar ramalan yang ia anggap aneh, ramalan itu berkait dengan kunci yang masih ia belum mengerti apa itu.


Menurut firasat Kiroyu, Shion akan menjadi jawaban dari ramalan yang ia dengar itu.


🔑


Beberapa hari kemudian, Caramel datang ke rumah untuk memastikan keadaan Shion. Alangkah kaget Caramel melihat Kiroyu ada di rumah Shion.

__ADS_1


Dan terjadi beberapa pertengkaran hebat,yang mana Kiroyu mengenal siapa Caramel sebenarnya. Sedangkan Caramel merasa curiga berlebihan pada Kiroyu, ini membantu Shion geleng kepala.


" Biasakan kalian berhenti bertengkar " ucap Shion yang merasa pusing melihat kedua orang ini bertengkar tampa henti


" Shion... kau berteman dengan kriminal kota ini apa kau ini ******* atau semacamnya juga " ucap Kiroyu dengan panik - panikan.


" Apa ??!! apa maksudmu?? kau siapa, jangan - jangan kau ini posisi atau semacamnya kenapa kau tau identitas ku ??!!!!" seru Caramel kesal.


Shion pun mengeluarkan tatapan dinginnya,ini membuat Caramel dan Kiroyu merinding dan membuat mereka duduk mematung.


" Akhirnya kalian diam juga " ucap Shion yang sedikit kesal.


Caramel dan Kiroyu hanya bisa menatap satu sama lain, dan bertanya - tanya mengapa mereka serupa terdiam.


" Nah, mati kita mengenal sesama. Caramel, perkenalkan ini Kiroyu sang pencuri cahaya bulan purnama " ucap Shion.


" Apa kau adalah pencuri terkenal itu ???!!!" seru Caramel kaget terkagum-kagum.


" Shion kenapa kau mengatakan asal ceplos, ini kan rahasia bukan ??" seru Kiroyu yang kaget mendengar Shion mengungkap identitasnya didepan orang lain.


" Nah, Kiroyu perkenalkan ini Caramel... dia seorang wakil geng besar di kota ini, Raven " ucap Shion.


" Kakak !!! jangan identitas ku " ucap Caramel lemas mendengar ucapan Shion,yah Shion cukup kesal melihat orang yang didepannya ini adalah sang pencuri dan kriminal terkenal di kota.


Walaupun begitu, Shion merasakan mereka ini adalah orang yang baik dari beberapa sisi.


" Kali ini bertambah satu anggota, aku ingin kita mempercepat langkah kita kedepannya..." ucap Shion serius.


" Kakak jika benar kita harus mulai dari mana ?" tanya Caramel," Nah, ini sedikit sulit di terka .. kita akan saling mencari informasi masing-masing. Kebetulan ada seseorang yang ahli merampas informasi secara langsung di sini " ucap Shion melirik Kiroyu.


" Aku berfirasat buruk tentang ini " ucap Kiroyu ketakutan.


Mereka pun membahas seluruh rencana dan strategi yang akan di lakukan, " Kenapa kau begitu merencanakan hal yang merepot seperti ini, buang - buang tenaga kenapa nggak langsung ke rencana lebih cepat saja ...aku yakin kau bisa bukan ini bukan gaya strategi mu kawan " ucap Kiroyu.


" Memang rencana ini merepotkan, tapi dengan rencana seperti ini akan mendapat keberhasilan 50 % kemenangan saja. Jumlah kita sangat sedikit, kita belum tau ada berapa banyak musuh di depan sana, jika gegabah sedikit saja akan sangat fatal akibatnya " jelas Shion.


" Aku setuju dengan kak Shion " seru Caramel.


" Fatal ya...berarti nyawa juga taruhannya " ucap Kiroyu memahami maksud Shion.


Malam pun tiba, Shion sedang berada di dapur ia sedang memasak. Caramel dan Kiroyu masih berdebat tentang hal yang tak Shion mengerti, kelihatannya mereka masih belum bisa akrab satu sama lain.


" Bisakah kalian berhenti bertengkar? " ucap Shion sambil menghidangkan makanan di atas meja.


" Kesel kalo aku lihat ni bocah, tak sangka aku dia itu Raven. Apa pasal kau ganti nama?" seru Kiroyu.


" Lah emang masalah buat loh??!!! sukak ku lah" jawab Caramel emosi.


" Kalo berantam terus entar jodoh loh " ucap Shion sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


" KATA SIAPA???" seru Kiroyu dan Caramel serentak.


Beginilah pertemuan Kiroyu dan Caramel, Shion masih berusaha mengumpulkan beberapa orang yang handal untuk mematangkan rencananya.

__ADS_1


Memang tak semudah yang ia kira, dengan adanya Kiroyu, Shion sudah bisa menjalan kan beberapa rencananya.


Permainan akan di mulai, pertarungan Shion dan Rex mulai dekat. Bisakah Shion bertahan untuk melindungi teman - temannya dan bisakah ia mengumpul ke sepuluh kunci tersebut?, siapa yang tau ..seperti apa masa depan itu.


__ADS_2