
...Hisk..Hisk.....
..." Kenapa kau tak memberi tau ku apa-apa?" ucap Armord pelan sambil menahan tangisnya, " Ada beberapa hal yang tak ingin ku katakan padamu dan itu juga masalah pribadiku, di tambah aku juga tak ingin membahayakan kau dan yang lainnya" jelas Armord....
...Armord berusaha untuk tegar, ia tak bisa berkata banyak. Semua mulai tergambar kembali hal yang di alami Armord beberapa bulan lalu, kondisi dirinya mulai tak stabil di tambah adiknya mengalami ganggu jiwa....
...Memang berat rasanya, Ia juga merasa bersalah telah memukuli Shion hingga terluka. Semua emosi mengendalikan dirinya ini, ia kehilangan kontrol atas dirinya sendiri....
...Suasana tampak tenang, terlihat makanan manis tersedia di atas meja. Lia tertidur lelap di sofa, Alice menemaninya sambil menikmati secangkir teh hangat. Sedangkan Shion tertekan menjawab semua pertanyataan Armord, mereka berdebat hebat di kamar....
..." Tuan muda, aku harap ramalan itu tak benar. Waktu semakin dekat, ketika usia anda mencapai 17 atau 18 tahun ...Apa anda akan pergi meninggalkan aku dan Owner? " ucap Alice dalam hati....
...Brak....Buk......
...Terdengar suara benturan yang kuat, di kamar Shion, Alice yang mendengar berusaha menahan diri untuk tidak kesana. Shion sudah memberi tahukan pada Alice, apapun yang terjadi jangan mencampuri masalahnya dengan Armord....
..." Apa tuan akan di pukuli habis-habisan oleh anak itu? tapi wajah bocah itu... Terlihat sangat menderita " pikir Alice khawatir....
...Ukhuk...ukhuk.....
..." Benar apa yang di katakan kakak, manusia itu lemah dalam perasaan...Ketika perasaan mengalahkan akal sehat, dia akan melakukan apapun " pikir Shion yang mengingat perkataan kakanya....
...Armord mulai kehilangan kendali pikirannya bercampur-campur aduk, bahkan dirinya sulit mengendalikan dirinya sendiri....
..." Dia meminta ku menjelaskan, belum apa-apa aku sudah kenak pukul. Dia sudah sangat terluka.." ucap Shion dalam hati....
...Ketika Armord mulai tenang, " Aku tak tau aku kenapa begini, ini di luar kendali aku bahkan memukuli mu " ucap Armord berusah berpikir waras....
...Plak......
..." Sadarlah jangan seperti itu, kendalikan dirimu jika begini terus tau akan kehilangan apa yang ingin kau cari " ucap Shion menampar pipi Armord....
........
...........
.........
..." Maaf aku sudah memukulmu, aku sudah berlebihan sekali ini sangat gila... Maafkan aku " ucap Armord pelan....
..." Bukan masalah, aku akan jujur pada temanku apa masalah yang ku sembunyikan padamu. Aku juga butuh bantuan yang banyak, tapi aku tak akan memaksa karena ini berbahaya " jelas Shion duduk bersilang di lantai....
...Armord menundukkan kepalanya, mereka duduk berhadapan di lantai yg di alasi karpet dan meja bundar kecil sebagai penengahnya....
__ADS_1
..." Sejujurnya aku bingung mau mulai dari mana dulu, apa lebih baik kau yang bertanya saja? " tawar Shion sambil menghela nafas....
..." Baiklah... pertama, apa yang terjadi pada kejadian Caramel saat kecelakaan bersama kedua temannya? kedua, apa yg terjadi pada Nata? ketiga, siapa orang yang membunuh ibuku? keempat apa yg kau sembunyikan dari ku dan siapa sebenarnya kau? " ucap Armord tegas....
..." Pertanyaan yang agak sulit dijelaskan dan sulit dijawab " ucap Shion yang bingung harus menjelaskannya bagaimana, " Cukup kau jawab sesuai urutan saja " seru Armord....
..." Tentu tapi aku tak bisa menjawab pertanyaan terakhir, okey? " ucap Shion sambil tersenyum paksa. Armord termenung sejenak, tak lama ia mengangguk setuju tentang hal itu....
..." Baiklah, sebelum itu aku menjelaskan induk masalahnya terlebih dahulu " ucap Shion sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, ia mengeluarkan sebuah kunci berwarna hitam dengan kristal permata berwarna hijau yg berbentuk belah ketupat....
..." Benda ini ...." ucap Armord yang terdiam sesaat melihat benda yang di tunjukkan Shion padanya, " Ya jadi, kau ingin bilang kau punya yang serupa dengaku tapi warna yg berbeda bukan? " cetus Shion. Armord spontan kaget mendengarnya, seperti Shion sudah mengetahui banyak hal tampa sepengetahuannya....
..." Tenanglah jangan bawa tegang begitu, aku bukan penguntit dan mata-mata atau apalah itu. Aku tak sengaja melihat mu memakai di leher setiap pelajaran olahraga " jelas Shion menangkan Armord yang terlihat tegang....
..." Terus apa maksudmu? hubungan benda ini dan pertanyaan yang aku ajukan padamu?" ucap Armord pelan, Shion mulai mengubah posisi duduknya dan menatap Armord serius....
..." Ini adalah benda mematikan " ucap Shion pelan....
..." Tunggu... tunggu dulu, jangan-jangan Haruka itu memang mata-matai ku dari awal? karena benda ini? " seru Armord yang mulai memahami sesuatu, Shion mengangguk sambil tersenyum tipis....
..." Aku mau saja memberi tau mu, tapi kau harus terima sedikit kenyataan ya? aku akan beri tau beberapa hal tentang diriku " ucap Shion yang tak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka berdua....
..." Baik, aku akan mendengar " jawab Armord....
..." Jadi begini, kunci ini adalah pemberian dari kakakku dan dia bilang ini adalah hadiah ulang tahun yang bisa ia berikan padaku. Ku kira ini hanya kunci kuno atau aksesoris antik dan semacamnya "...
..." Tapi aku tak menyangka ini benda kotor yang seharusnya menghilangkan dari dunia ini, aku dengar dari seseorang kunci ini bisa mengabulkan apapun keinginan si peminta nya "...
..." Awalnya ku kira ini konyol, seperti cerita fantasi belaka. Asal kau tau saja ini benda yang sangat di inginkan para kriminal-kriminal dunia, tapi dari semua makhluk mengerikan itu ada satu yang di luar nalar " jelas Shion yang terdiam sejenak....
..." Apa maksudmu? diluar nalar?? " ucap Armord yang mendengar kalimat yang menarik....
..." Walaupun aku tak pernah bertemu banyak kriminal di kotaku, tapi hanya dia yang tak bisa ku anggap sebagai manusia tak waras. Aku rasa bukan manusia ataupun hewan, aku rasa di itu iblis "...
..." Kenapa aku bilang begitu? dialah yang membunuh ibumu, dia juga yang membunuh kedua teman Caramel. Dan Nata bukan hilang melainkan mati terbunuh juga, aku sempat bertarung dan berselisih dengannya. Aku sampai menjatuhkannya dari ketinggian, ya kira- kira 4 lantai. Kalo dipikir-pikir, manusia seperti apapun pastikan akan mendapatkan luka fatal, tapi aku bertemu lagi dan berselisih belum selak beberapa minggu... " jelas Shion yang berhenti menjelaskan setelah melihat ekspresi yang sangat mengerikan dari Armord....
...Armord menundukkan kepalanya ia menangis bisu mendengar kalimat " Ibu " penderita mulai terasa menghantuinya, mengingat apa yang sedang terjadi padanya. Tubuh Armord gemetaran, ia mulai terbayang hari itu, dimana ia melihat sendiri bagaimana Ibunya meninggal di tempat....
...Shion terdiam sejenak, seperti yang terjadi ia tak sengaja menyebut kalimat yang sensitif. Shion mengerti apa yang di rasakan oleh Armord, Shion juga berpikir untuk balas dendam sebagai bentuk pembelaan dari kematian kakaknya....
...Tapi kalau di pikir sekali lagi, apakah dengan melakukan pembelaan apa membuat kakaknya tenang disana. Bahkan kakaknya sudah melakukan kejahatan tampa sepengetahuan dirinya, bahkan ia sendiri bisa menyebut dirinya sebagai penjahat. Dia bahkan pernah membunuh beberapa orang, jika orang itu kembali kepada Rex....
...Sama saja mereka akan terbunuh saat bertatap mata, itu bisa dilihat dan diingatnya saat Zean ingin menembak dirinya....
__ADS_1
...Melihat Armord yang tak berkata sepatah katapun, Shion bangkit menarik kerah baju Armord. Ia menariknya ke atas ranjang, Armord tak berkata apa-apa. Armord menutup mukanya dengan bantal yang ada di sampingnya, Shion menarik selimut menutupi tubuh Armord....
...Ia pun pergi meninggalkan lelaki malang tersebut, dan pergi keluar kamar. Alice yang mendengar suara pintu dari kamar tuannya langsung pergi menghampiri, melihat Shion yang diam Alice tak bisa berkata banyak....
..." Bagaimana keadaan Lia? " tanya Shion khawatir, Alice menundukkan kepalanya " Nona itu hanya mengalami luka sedang yang tidak terlalu parah, ia sudah tertidur di sofa ruang tamu " jelasnya....
..." Oh begitu ya, baiklah kalo begitu biarkan mereka berdua istirahat " ucap Shion pelan dan pergi menuju kamar mandi," baik tuan " jawab Alice pelan....
..." Katakanlah sejujurnya walaupun itu pahit, aku bahkan belum selesai mengatakan kebenarannya dan bocah itu sudah tak sanggup" ucap Shion menggaruk-garuk kepalanya, ia bercermin sambil mengingat masa terpuruknya dulu dan saat itu usianya terlalu muda untuk menerima semua itu....
..." Kakak....kau kenapa? kenapa kelihatan sangat sedih? apa terjadi sesuatu? apa kau menangis? " ucap seorang anak kecil di dalam cermin tersebut, Shion menoleh pada gadis kecil tersebut....
..." Lama-lama aku bisa gila melihatmu, aku bertanya-tanya apa yang ku lihat ini hanya sekedar halusinasi saja? " ucap Shion membasuh wajah, ia hanya memperhatikan gadis tersebut yang berusaha menarik perhatian Shion....
..." Kau ini apa sebenarnya " ucap Shion sambil menarik nafasnya dalam-dalam....
..." Kakak hari itu akan tiba, hari itu akan tiba, hari itu akan tiba, semua akan terjadi, semua akan terjadi " ucap gadis kecil tersebut dengan tatapan bisu, sekeras apapun Shion menanyakan maksud perkataan anak kecil tersebut....
...Jawabannya tetap sama.......
..." Hari itu akan tiba "...
..." Kakak kenapa? "...
..." Lari kakak "...
..." Tolong aku, ini pedih"...
..." Semua akan terjadi "...
..." Mereka datang "...
...Itulah kalimat yang akan terucap oleh gadis kecil itu, gadis ini menampakkan diri seperti makhluk gaib atau biasa di sebut hantu. Setiap ia menampakkan dirinya pada Shion, ia selalu datang dengan wujud berbeda-beda. Shion memang tak percaya hal bodoh seperti itu, tapi makhluk ini seperti memberikan peringatan yang keras padanya....
...Dari kalimat yang sering ia ucapkan diantaranya ada kalimat yang akan memiliki sambungan ucapan dengan suara seseorang yang sangat menyeramkan....
...Pada suatu kesempatan, ketika Shion menanyakan sesuatu pada gadis kecil itu. Malah muncul sebuah jawaban yang tak sesuai pertanyaan, tapi ucapannya seperti sebuah peringatan yang akan datang pada waktunya....
..." Waktu itu akan tiba tak lama lagi, semua akan bertumpah jiwa dan roh akan bertebaran. Semua akan menjadi gelap, rasa takut dan putus asa menghantui....Harapan akan lenyap seketika, siapapun tolong, kumohon...tolong kami "...
...Tak lama lagi hari itu akan tiba, untuk mengungkap sebuah kebenaran....
......Benarkah itu?......
__ADS_1