
............
........
...Malam yang dingin dan sunyi, suasana tampak tenang menyelimuti malam. Di tengah lelah nya orang - orang yang terlelap, Shion masih terduduk lemah di samping mayat Zean....
..." Hosh... hosh.. " nafas Shion tak beraturan, ia sudah banyak kehilangan darah. Ia berusaha untuk bangkit tapi sayang nya ia sama sekali tidak kuat, Shion mengingat perkataan Armord....
...~ Jika butuh bantuan panggil saja aku, Shion mengeluarkan handphone dari saku celananya. Tapi sesaat, ia tak ingin melibatkan Armord yang sedang berada di rumah sakit bersama adiknya....
...Shion pun berusaha untuk bangkit, ia mulai muntah darah. " Tubuh ku sakit sekali, kalo bukan karna pria itu yang membanting ku aku tak akan terluka sampai begini " seru Shion dalam hati....
...Akhirnya Shion berdiri dengan tubuh yang kaku dan lemah, ia ingin pergi. Tapi , ia tak mungkin meninggal kan Zean begitu saja....
...Shion pun mencoba membawa Zean, ia pun memaksa kan tubuhnya untuk bergerak....
...Di malam yang sunyi, Shion berjalan dengan pelan dan kaku. Shion berjalan sambil menahan sakit yang luar biasa dengan membawa Zean di punggung nya....
..." Zean, seandainya kita bisa bersama lebih lama tapi jalan yang kita hadapi sangatlah berbeda. Mau bagaimanapun, aku akan menghancurkan Rex.. aku tak ingin banyak orang lagi menjadi korban "...
..." Mungkin saja kita akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya ya " ucap Shion....
...........
.........
........
...🔑...
...Suasana tampak ramai dengan murid-murid yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, " hm..Shion mana ya? " seru Lia yang mengintip dari jendela kelas ....
..." Eh? kau sedang apa Lia? " tanya Nori....
..." Eh?!! " seru Lia yang kaget, " biasa nunggu calon suaminya " jawab Haruka. Muka Lia merah bukan main, " oh? benarkah " tanya Nori....
..." Yup, bener sekali Lia sangat menyukai Shion " jelas Haruka tampa ragu dengan senyuman lebar....
..." Tidak kok, bukan aku tidak menyukainya kok " seru Lia berusaha mengelak....
..." Sebenarnya Shion tak datang dari semalam, bahkan acara pesta besar 3 malam itu aja dia nggak datang " jelas Shaki yang datang tiba - tiba....
..." Hm.. kenapa kau bisa suka dengan pria seperti itu coba? " tanya Nori....
..."Sudah kukatakan aku sama sekali tak menyukainya " seru Lia....
..." Jangan bohong, muka merah tu " seru Haruka....
..." Huh " seru Lia pergi meninggalkan mereka bertiga....
..." Tapi aku penasaran kemana dia " seru Shaki, " siapa Shion? " tanya Haruka....
..." Ya siapa lagi coba, dia sama sekali nggak ngasih kabar di telepon nggak ngangkat. Aku masih tetap belum bisa percaya padanya " seru Nori....
..." Kalo aku sih percaya, karna Lia pernah bilang mereka adalah teman masa kecil dan telah lama berpisah " jelas Haruka....
..." Mungkin kita harus coba percaya pada nya?? yang benar saja " ucap Nori...
..." Sudahlah nggak usah bahas hal yang nggak penting, uda mau masuk ni " ucap Shaki....
...Mereka pun masuk ke kelas masing - masing....
__ADS_1
...Sepulang sekolah kemudian, Haruka hendak mengajak Lia pulang bersama. Tapi Lia menolak karna ada urusan yang lebih penting dan pergi meninggalkan Haruka, Lia pun mampir ke sebuah mini market....
...Ia pun membeli beberapa makanan, setelah selesai ia langsung bergegas menuju rumah Shion....
..."Apa aku pergi saja atau mampir? " pikir Lia yang sudah berada di depan pintu rumah Shion, ia begitu ragu untuk masuk....
...Saking lama Lia berpikir, Shion membuka pintu dan keluar dengan membawa seplastik sampah. " Eh? Lia ada apa kemari " tanya Shion yang melihat Lia yang sudah berada di depan pintu rumahnya....
..." Anu aku hanya ingin mampir dan menemui mu, soalnya beberapa hari ini kau tak datang tampa kabar jadi aku.. " jelas Lia dengan muka yang merah merona....
..." Aku baik - baik saja " jawab Shion sambil membuang sampah....
..." Shion kau terluka??! " seru Lia khawatir setelah melihat banyak perban di di lengan, kepala dan kaki....
..." Kenapa kau terluka begitu parah? apa kah ini sakit, apa perlu ku panggilkan dokter? " seru Lia dengan khawatir....
..." Ini hanya luka biasa, aku kecelakan waktu malam pesta jadinya aku memutuskan memulihkan diri di rumah " jelas Shion yang mengarang cerita....
..." Kalo begitu kenapa kau masih disini? ayok masuk aku akan mengobati mu, perban mu mulai lepas! biarkan aku mengobati mu " seru Lia mendorong tubuh Shion kedalam....
..." Lia aku baik - baik saja, ini bukan masalah besar jangan khawatir " jawab Shion yang tak ingin masuk....
...Shion pun duduk di sofa, Lia pun mencari kotak obat untuk mengobati Shion. Lia pun memutuskan untuk pergi membeli beberapa obat, " Shion kau tunggu disini, aku akan pergi sebentar.. jangan kemana - mana sampai aku kembali ya "seru Lia yang langsung berlari keluar....
...Shion hanya terdiam melihat tingkah Lia, malahan gadis ini mirip sekali dengan kakaknya. Cara Lia memperlakuaknnya sangat mirip dengan kakaknya yang selalu khawatir padanya....
..." Tidak, ini mungkin hanya betulan. Kenapa dia mengkhawatirkan ku, padahala aku sangat.. " ucap Shion tak bisa melanjutkan kata - kata nya lagi....
...Shion tak berharap bertemu dengan Lia untuk selamanya, tapi dunia berkata lain. Mereka seperti sudah di takdirkan untuk bertemu, dengan ingatan Lia yang sangat kabur....
...Tak lama kemudian, Lia datang dengan nafas yang terengah-engah. Sambil membawa seplastik obat, " gadis ini beneran pergi mencari obat?? " ucap Shion dalam hati....
..." Biarkan aku mengobati mu Shion, kumohon "pinta Lia, " ini tak perlu, aku serius aku baik - baik saja " jelas Shion yang ingin beranjak....
..." Kenapa kau sangat peduli padaku? padahal banyak sekali orang yang tak mempercayai ku, kenapa kau begitu peduli padaku? " tanya Shion....
..." Aku tidak tau, tapi aku mengingat ada seseorang berkata padaku untuk menjagamu apapun yang terjadi. Kau itu sangat baik dan peduli, walau sifatmu yang gitu dingin.. aku sangat percaya padamu, lagi pula saling mengenal bukan? andai tak kehilangan ingatan ku ini.. " jelas Lia....
..." Seseorang berkata padanya untuk menjagamu? apakah itu kakak?? " ucap Shion dalam hati....
..."Kumohon biarkan aku mengobatimu " seru Lia yang masih memegang erat lengan Shion....
..." Baiklah, aku akan duduk " ucap Shion, ia pun duduk dengan tenang....
...Lia pun membuka semua perban Shion, " seandainya aku bisa mengingat beberapa hal, mungkin aku .. "ucap Lia sedih....
...Puk.. puk.....
...Shion mengelus kepala Lia dengan lembut, " kau tak perlu mengingatnya terlalu keras, lupakan saja yang lalu dan mulai saja yang baru " ucap Shion....
...Muka Lia seketika itu merah merona bukan main, " Shion mengelus kepalaku dengan lembut... apakah ini mimpi " ucap Lia dalam hati sambil tersipu - sipu malu....
...Tiba - tiba Shion mintak darah.....
..." Ukhuk.. ukhuk.. "...
..." Sial, tubuh sangat terluka parah. Ini akibat dari pria waktu itu " ucap Shion dalam hati sambil terbatuk - batuk dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan membuka luka yang ada di perutnya terbukak....
..." Shion apa kau baik - baik saja? " tanya Lia yang sangat khawatir sambil memberikan sarung tangannya pada Shion....
..." Aku tak apa, ukhuk.. ukhuk.. " jawab Shion lemas....
__ADS_1
...........
........
...Lia pun mengobati Shion dengan baik, Shion kelehan dan tertidur pulas di sofa setelah Lia mengganti semua perban nya. Shion sangat lemas akibat kekurangan darah pada pertarungan itu....
..." Dia tertidur pulak, Shion terluka sangat parah tapi dia bilang dia kecelakaan. Tapi luka yang ia dapat pada perutnya itu sertifikasi luka senjata tajam, apa yang sebenarnya terjadi pada mu Shion " ucap Lia sambil memandangi Shion yang sedang tertidur pulas....
...Tiba - tiba muka Lia menjadi merah, ia mengingat sebelumnya ia menarik lengan Shion dengan kuat tampa ragu. Dan mengingat soal mengobati tubuh Shion... itu sangat membuatnya maluu bukan main....
..." Kenapa aku tak memikirkannya, apa karna aku terlalu khawatir dengannya? " pikir Lia dengan muka merah merona....
...Lia minggu Shion bangun, sebelum itu ia menyimpan makan malam untuk Shion dan memasak di dapur....
...Shion pun terbangun, " ya ampun sudah berapa lama aku tertidur, tubuhku lemas sekali " pikir nya sambil melihat sekeliling....
..."Kau sudah bangun apa kau.. sudah merasa lebih baik? " tanya Lia sambil mendekati Shion. " Ya aku baik - baik saja, Terima kasih atas perhatianmu " jelas Shion....
...Kring.. kring.....
..." Halo bu? ada apa? " tanya Lia menjawab telepon dan mencari tempat sunyi, " kenapa kamu belum pulang? nak? " tanya ibu dari telepon, " bu, apa ibu tak keberatan kalo aku pulang telat.. ku sedang menjaga temanku yang sedang sakit, aku hanya akan makan malam bersamanya setelah itu aku akan pulang " jelas Lia....
..." Baiklah kalo begitu, jangan lama - lama hati - hati ya " seru ibu, " baik bu, aku akan pulang sesegera mungkin pulang ibu, jangan khawatir " jelas Lia....
..." Ini sudah malam, apa kau tidak pulang? apa ibumu tidak khwatir padamu? " tanya Shion....
..." Tidak apa, oh ya ngomong - ngomong aku sudah menyiapkan makan malam. Ayok kita makan sama - sama, nanti dingin " ucap Lia....
..." Baiklah " ucap Shion....
...Shion dan Lia makan malam bersama, " ini enak sekali, kau sangat berbakat " puji Shion. " Terima kasih, Shion " ucap Lia dengan muka memerah....
...Setelah selesai, Lia hendak pamit pulang. Tapi hujan turun, " gerimis? " ucap Lia dalam Hati....
..." Aku akan mengantarmu " jelas Shion mendekati Lia sambil menyarung kan jaket ke Lia, " ta.. tapi.. kau masih terluka, tidak apa aku bisa sendiri.. " jelas Lia....
..." Aku tak bisa membiarkan nya pergi sendiri, dia sudah merawatku. Sangat tidak baik membiarkan nya pulang sendiri " pikir Shion dalam hati. ...
...Pada akhirnya, Lia tidak bisa membantah dan Shion pun mengantarnya pulang. Shion memakaikan Lia jaket miliknya dan mengantarkan Lia dengan payung, " ini sangat dekat, aku dan Shion sangat dekat.. " ucap Lia dengan muka memerah....
...Sampailah Lia dan Shion di depan rumah Lia, " hati - hati, jaga kesehatan mu jangan sampai demam ya " jelas Lia " iya, ...terima kasih " ucap Lia dengan muka memerah....
..." Jangan lupa hangatkan dirimu, jangan sampai demam. Aku pergi dulu ya, " ucap Shion meninggakan Lia....
...Lia masih terdiam dengan muka yang memerah, "ah! aku lupa jaket Shion, Shion jaket mu!! " teriak Lia, Shion sudah pergi jauh dan tak mendengarkan teriakkan Lia....
..." Dia sudah pergi, Shion suatu hari.. aku pasti akan mengungkapkan perasaan ku padamu " ucap Lia dalam hati sambil memeluk erat jaket Shion....
..." Aku mencintai mu.. "...
...🔑...
...Shion berjalan dengan menggunakan payung, ia berjalan di antara hamparan hujan yang turun membasahi permukaan. ...
...Dijalan Shion bertemu dengan sekelompok brandalan yang tak jelas, dan disitu ada Caramel yang sedang melawan berandalan yang berjumlah belasan orang itu. Caremel sedang berusaha melindungi Shaki yang terluka patah. ...
..." Gadis kecil gaya bertarung mu hebat juga, tapi posisi mun sangat tidak unggul melindungi sampah seperti ini " ucap salah satu brandalan tersebut. ...
...Caramel sangat tidak unggul, dia tak bisa bertarung sambil melindungi seseorang yang terluka. ...
.............. ...
__ADS_1
........ ...
...... ...