
...............
.........
...Tik .. tok... tik.. tok.....
...Malam begitu gelap dan dingin, suasana tampak sunyi tergambarkan pada sebuah ruangan tamu. Caramel duduk rapi sambil menyeduh tehnya, begitu juga Shion....
...Hawa dingin mulai menghampiri, suasana tampak tegang di antara kedua....
...Alice pun datang mendekati mereka berdua dengan membawa camilan, Shionpun melihat ke arah Caramel....
..."Seperti yang aku katakan sebelumnya, ini tentang masalah yang terjadi pada geng besarmu itu " ucap Shion....
..." Yah.. aku memang seorang brandalan tingkat menengah klasifikasi A, tapi itu sudah sangat lama. Nah, apakah ingin ke pembahasan yang menantang ? " ucap Caramel menunjukan muka serius....
...Wuss......
...Alice mengarahkan Mata belati nya pada Caramel yang sedang berbicara, Caramel yang sontak kaget dengan kecepatan itu....
..." Alice hentikan " ucap Shion sambil meminum secangkir teh miliknya....
...Alice pun berhenti, dengan posisi ujung mata belati yang hampir mengenai mata Caramel. Gadis ini hanya bisa menelan air ludahnya, jika ini mengenai matanya mungkin.. akan sangat fatal....
...Caramel melihat tatapan Alice yang penuh kebencian padanya, Caramel pun mundur pelan - pelan dengan gemetaran....
..." Alice aku tau kau sangat membenci para brandalan, tapi orang yang kau serang itu adalah temanku. Aku kau berani membunuhnya di depanku? " tanya Shion dingin....
...Alice pun menurunkan belati nya perlahan dengan perasaan yang tak ikhlas dan kesal, " tidak saya tak berani tuan "jawab Alice sambil berlutut....
..." Kak, aku jujur mulai takut dengan pelayan wanita ini " seru Caramel yang mulai gemetar....
..." Aku minta maaf soal ini, Alice sangat membenci para brandalan " ucap Shion....
..." ooh.. begitu, kenapa begitu. Tidak.. tidak.. seharusnya aku tak bertanya begitu, aku paham kok.. orang brandalan memang sangat kejam bukan? " ucap Caramel yang mengerti mengapa Alice begitu membencinya....
..." Aku sangat membencinya, karna kakakku terbunuh oleh salah satu brandalan " ucap Alice sedih....
..." Aku turun prihatin, dulu memang itu hanya masa lalu. Sekarang aku sudah berubah, kini aku menyadari apa rasanya kehilangan " jelas Caramel....
..." Maksud mu? orang jahat tetaplah jahat mau bagaimana pun itu!!" bentak Alice....
..." Kau salah Alice, kali ini ada yang lebih berbahaya lagi. Apa kau ingat iblis hidup itu, apa kau ingat? " tanya Shion menatap Alice serius....
...Alice tersentak merinding, ia mulai mengingat apa yang terjadi di hari itu. Pada hari itulah yang membuat tuannya pergi meninggalkannya, itu semua karna Rex yang menghancurkan kehidupan tuan Shion dan nyonya Naruka....
..." Apa maksud tuan? "ucap Alice dengan muka pucat....
..." Iblis itu ada di kota ini dan dia sudah mengetahui bahwa aku masih hidup, dan gadis yang depan ku ini adalah salah satu korban. "...
..." Walau dia seorang brandalan, asalkan kau tau saja dia dan kelompoknya habis terbunuh oleh iblis itu " jelas Shion....
..." Jadi maksud kakak? kau ingin mendiskusikan kerja sama dengan ku mengenai pembunuh yang melukaiku waktu itu " tanya Caramel....
..." Yup, tepat sekali.. Awalnya aku ingin mengajak Nata ikut bergabung, tapi mengingat dia kurang percaya dengan ku akan sangat merepotkan. Lagi pula kau sangat bisa di andalkan " jelas Shion....
..." Hais.. Nata memang begitu, dia sangat keras kepala. Tapi dia menyimpang dendam yang sangat kuat pada iblis itu, aku tak menyangka setelah aku pergi meninggalkan nya.. tak kusangka ini akan terjadi " seru Caramel merasa bersalah....
..." oh ya kak, dari mana kau mendapatkan luka seberat ini? Mana mungkinkan akibat brandalan lemah itukan? " tanya Caramel....
..." Bukan, beberapa hari yang lalu aku di serang Rex " ucap Shion sambil meminum teh miliknya....
..." Tuan di serang monster itu " ucap Alice kaget....
..." Ya benar, tapi aku lolos. Padahal aku hampir terbunuh olehnya, tapi aku malah bertemu seseorang yang tak terduga " ucap Shion....
__ADS_1
...Alice terdiam, ia menduga yang di maksudkan tuannya adalah temannya dulu yang sering berkunjung lewat pagar belakang. Karna hanya orang tersebut yang sering bermain dan menemani tuan mudanya saat sedang kesepian....
..." Baiklah Caramel, aku tak akan menyembunyikan apapun darimu. Tapi, dengan kesepakatan kita harus menjaga rahasia ini hanya antara kau dan aku " jelas Shion....
..." Baik, bahkan Nata juga? " tanya Caramel....
..." Iya, jangan beri tau yang lain. Aku tak ingin mereka terlibat, kau harus berusaha menjaga mereka " seru Shion....
..." Aku juga ingin membalas kan dendamku untuk kelompokku dan kedua sahabatku " ucap Caramel berpegang teguh....
..." Balas dendam ya? Hah.. aku sama sekali tidak memikirkan nya, membalas dendam itu sangat lah tidak berguna "...
..." Kalau mungkin pun aku sudah seharusnya membunuh Rex dari awal, tapi ini sangat tak berarti. Setelah membalaskan sebuah dendam, apakah ada sesuatu yang kan terjadi? " tanya Shion....
..." Membunuh nya lebih awal? Maksud kak Shion, apakah terjadi sesuatu? " tanya Caramel....
..." Itu hanya masa lalu, aku kehilangan seseorang yang kusayang. Aku pernah berpikir untuk tidak bertemu dengannya, tapi aku tak ingin orang lain mengalami kesedihan yang kurasakan "...
..."Jika iblis ini terus ada, dia akan merusak banyak kebahagian orang lain. Seperti yang dirasakan Armord sekarang, dia sangat tertekan " jelas Shion....
...Caramel akhirnya menyadari sesuatu, Shion bukan orang yang harus kita perhatikan dari luar melainkan. Kita harus mengetahui perasaan yang tulusnya, disisi yang dingin dan sadisnya masih tersimpan perasaan yang sangat nurani dan keinginan yang baik....
..." Ngomong - ngomong, boleh kah aku bertanya sesuatu " tanya Shion....
..." Tentu kakak " jawab Caramel....
..."Apa guna nya benda ini bagi kalian?" ucap Shion sambil mengeluarkan sesuatu dari kocek nya....
..."Hah??!!! " Caramel kaget bukan main....
..."Kakak dari mana kau mendapat benda ini???! " tanya Caramel, " memang nya apa arti benda ini untuk kalian? " tanya Shion penasaran setelah melihat ekspresi muka Caramel yang kaget bukan main....
..." Ini adalah benda yang sangat langkah, biar aku jelaskan pada kakak " ucap Caramel....
..." Iya beneran, menurut legenda.. Kunci ini tak memiliki pintu untuk membuka sesuatu. Melainkan punya tujuan lain, jumlah kunci ini ada sepuluh "...
..." Menurut legenda, kesepuluh kunci ini memiliki kekuatan yang sangat dasyat. Tapi ini hanya mitos, awalnya hanya terkenal sebagai cerita fiksi belakangan. Tapi pada suatu hari, terjadilah sesuatu hal yang tak terduga. Kejadian ini terjadi pada 4 tahun yang lalu, seorang berandalan bernama Shimer "...
..." Ia menemukan salah satu kunci tersebut, awalnya Ia berpikir hanya sebuah benda kuno biasa.Tapi , ada sebuah kertas kusam yang tersangkut pada kunci itu "...
..." Di kertas itu tertulis sebuah petunjuk, berandalan tersebut pernah mendengar mitos ini ia tak percaya. Cerita fiksi belakangan ini ada, dan ia mendapatkan petunjuk kesepuluh kunci tersebut ada di kota Lord City ini "...
..." Tapi saat Shimer membaca petunjuk pada kertas kusam itu, ia tak menyadari ada seseorang yang sedang menguping nya "...
..." Dan oleh karna ketidak sengajaan Shimer menemukan benda tersebut, berita ini pun menyebar ke seluruh penjuru dunia kriminalisasi"...
..." Orang - orang biasa yang mulai mengetahui masalah ini,dan pernah mendengar mitos kecil jika kesepuluh kunci ini berkumpul menjadi satu maka bisa mengabulkan keinginan orang tersebut. Tapi , menurut mitos yang diketahui para kriminalis .. kunci malah bisa mengntrol dunia dan memberikan kekuatan yang sangadasyat "...
..." Sampai sekarang, tidak ada yang siapa - siapa saja yang memegang atau di mana sisa kunci lain nya " jelas Caramel panjang lebar....
..." Mitos yang aneh, tapi sangat nyata. . Menarik " ucap Shion....
..." Aku punya salah satu kunci ini juga, tapi Rex merebutnya dariku " seru Caramel....
..." Mungkin inilah alasan mengapa Rex mengejarku waktu itu, saat aku menolong mu aku memakai ini sebaiknya kalung. Munkin saja Rex melihatnya saat aku menendangnya jatuh dari gedung " jelas Shion....
..." Mungkin saja, tapi yang baru kulihat belangan ini hanya iblis itu yang berkerja keras mendapatkan benda ini dan aku sama sekali tak melihat ada pergerakan pada brandalan dan para kriminalis yang lain " seru Caramel....
..." Tentu saja, Rex merupakan Kriminal yang sangat terkenal di benua Angle bagian timur. Dia pernah menghancurkan suatu negara besar, dulu negara itu adalah negara terbesar di dunia "...
" Tapi semenjak kehancuran negara tersebut, makanya Lord City akhirnya di angkat menjadi ibu kota terbesar di negara Lord Angle " jelas Shion.
..." Bagaimana kakak mengetahuinya? " tanya Caramel....
" Itu rahasia aku mengetahuinya dari mana, nah sekarang mari kita bahas rencana kita yang pertama " seru Shion mengalihkan topik pembicaraan.
__ADS_1
...Tak heran jika Shion mengetahuinya, ia membaca banyak kertas lusuh yang tertempel pada gudang kakaknya. Sebelum ia membaca buku tulis milik kakaknya,ia malah melihat banyak tempelan koran dan catatan data di dinding....
..." Baiklah, kakak bilang kita akan melawan bukan? Bukan kah memerlukan senjata dan rencana yang matang? " tanya Caramel....
..." Kita hanya perlu memikirkan masalah perencanaan yang sempurna saja, soal senjata urusan nanti saja " usul Shion....
..." Tapi kakak, senjata sangat lah penting " ucap Caramel yang sedikit kecewa....
..." Itu hanya masalah kecil, aku bisa membuatnya " ucap Shion santai....
..."What's??!!! kakak bisa membuatnya? " tanya Caramel kaget mengherankan heran bukan main....
..." Ya beneran, aku nggak bercanda .. kau perhatikan saja belati Alice yang hampir mengenai mata mu, itu aku yang buat dan bahan nya bukan sembarangan bahkan tidak akan terdeteksi saat kau pergi keluar kota dengan pesawat " jelas Shion....
..." Benarkah? Keren sekali,aku mau satu dong belati seperti itu "seru Caramel dengan mata yang berbinar - binar dengan penuh harapan....
..." Baiklah ini " ucap Shion sambil memberikan sebuah belati pada Caramel....
..." Waaah! ...keren sekali " ucap Caramel sambil memeluk belati itu dengan gembira....
..." Cewek yang aneh, biasanya anak seumurannya lebih senang di kasih boneka atau coklat bukan? Ini malah senang dikasih yang gituan " pikir Shion geleng - geleng kepala....
..." Tapi, sebelum itu maukah kakak berjanji sesuatu hal padaku sebelum kita memulai ini " seru Caramel....
..." Janji? Baiklah aku akan berusaha untuk menepatinya, apa itu? "tanya Shion....
..." Maukah kakak tetap bertahan sampai akhir untuk rencana ini jangan sampai salah satu dari kita ada yang gugur " ucap Caramel....
..." Kenapa kau langsung berpikir kesana? " tanya Shion....
..." Karna aku tak ingin kak Lia sedih akan kehilanganmu, aku malah berharap jika kakak tidak keberatan mau kah kakak dimasa depan menikah dengan kak Lia " seru Caramel sambil tersenyum polos....
..." Hah??! tuan muda anda sudah memiliki pasangan? " tanya Alice dengan muka yang memerah mendengarnya, karna dari awal sampai akhir Alice juga ikut mendengarkan pada perencanaan ini....
..." Apa yang sedang kau bicarakan Caramel? " ucap Shion yang sedikit terkejut dan bingung harus berkata apa pada Caramel....
..." Mueehehe, bukan apa - apa kok " ucap Caramel tertawa kecil....
..." Berhentilah bercanda " ucap Shion....
..." Hoh.. tuan akhirnya mencintai seseorang, ini sungguh keajaiban " ucap Alice....
..." Ayolah berhentilah, berhentilah bercanda " ucap Shion yang mulai kesal....
..." Apakah anda yakin? " ucap Alice berbisik pada Caramel....
..." Tentu saja, aku yakin di masa depan mereka akan berjodoh. Apa kau setuju? " tanya Caramel....
..." Sejak kapan kalian seakrab ini? " tanya Shion mulai curiga....
..." Apakah menurut anda begitu, jika itu benar terjadi aku akan merasa sangat senang " seru Alice berbisik pada Caramel....
..." Kalau begitu mari kita lihat kedepannya, berjanjilah bertahan sampai akhir dan mari kita lihat masa depan yang akan datang " ucap Caramel....
..." Baik, aku mulai menyukai anda memang tak salah tuan menganggap anda temannya " ucap Alice....
..." Ayolah berhenti untuk bercanda, kita harus lebih serius lagi " ucap Shion....
..." Hehehehehe.. ayoklah kakak, aku cuman bercanda. Baiklah aku akan serius, kita akan mulai dari mana? " tanya Caramel....
.... .. .. .. . . .....
..... . .....
........
__ADS_1