
...Sreek......
...Darah segar keluar dengan deras, darah tersebut berceceran kemana-mana. Mulai menyeli seluruh permukaan sekitarnya, aroma pekat mulai tercium....
..." Caramel !!!!! " teriak Lia...
...Caramel mulai tumbang akibat tebasan tersebut, ujung mata pisau tersebut menggores habis perut Caramel. Pandangan Caramel mulai kabur, tubuhnya mulai memberat ke belakang....
..." Caramel??!!!? kau baik-baik saja?? " seru Lia panik, dengan cepat Ia langsung menangkap tubuh Caramel yang dipenuhi darah....
..." Beginikah? apa aku akan berakhir disini, maaf kak Shion aku hanya mampu sampai disini " ucap Caramel mulai menutup matanya....
..." Mati kalian !!!! " teriak Haruka yang langsung mengayunkan kanatanya, Lia langsung berdiri dan membentangkan kedua tangannya....
..." Hentikan Haruka!!! " teriak Lia yang ketakutan dan menangis pedih," Lia awasss " teriak Armord berusaha menghentikan....
...Srekkk........
...Tak...Tek..Klenteng.....
..." Aaaaaaaaaa..... Sakit.. Sakit....dasar bedebah " teriak Haruka kesakitan sambil menahan sakit yang luar biasa, tangan kanan Haruka terputus dengan cepat. " Aku tak sangka kau penghianat ya ?" ucap Shion menatap Haruka dingin, " Dasar kurang ajar, aku tak terima " teriak Haruka kembali mengambil kanatanya dengan tangan kirinya....
...Buk..Tak .......
...Dengan cepat Shion menendang Haruka menjauh dari kanatanya, tubuh Haruka terpental jauh seketika mendapatkan serangan tersebut. Haruka yang terserang itu pun tak berkutik, Ia terdiam setelah menerima tendangan yang kuat itu....
...Shion pun menghampiri Caramel yang terluka parah, " Hey, kau jangan bercanda sekarang apa kau akan berakhir disini??? jawab aku bisa-bisa aku kenak marah si gilak itu " ucap Shion menepuk pipi Caramel pelan....
...Armord dan Lia mulai mendekati Shion yang sedang memeriksa keadaan Caramel, " Dia sudah tiada " ucap Lia yang tak kuasa melihatnya....
...Shion membuka baju seragam Caramel dan mencari di mana bekas luka yang didapat Caramel, " Shion apa yang ingin kau lakukan?" tanya Armord yang melihat apa yang dilakukan Shion....
...Shion menutupi luka sayat perut Caramel dengan saku tangan, " Armord pinjam dasi mu " ucap Shion. Armord Tampa berkata apa-apa langsung memberikan dasi miliknya, Shion pun menggunakan dasi miliknya dan dasi Armord sebagai alat untuk menghentikan pengeluaran darah Caramel....
..." Jangan khawatir dia baik-baik saja kok, dia hanya lemas karena kekurangan banyak darah " jelas Shion, " Jika dia kita ke rumah sakit, semua akan baik baik saja kan ? " tanya Armord khawatir, Shion mengangguk menjawab pertanyaan Armord....
..." Aaaa... Dasar pengganggu, sudah ku duga adalah hama pengganggu. Seharusnya aku membunuh mu dari awal, aku ceroboh. Kenapa kau tak membunuhku? bukan nya dari awal kau sudah tau bukan? " ucap Haruka tersenyum polos....
..." Kalo kau bukan sahabat Lia, pasti sudah dari awal aku mencincang mu " ucap Shion kesal, Lia yang mendengarnya sedikit sedih benar apa yang dikatakan Shion. Lia sudah menganggap Hari sebagai sahabat bahkan kakak sendiri, Ia tak menyangka akan seperti ini....
__ADS_1
..." Aku saran kau pergi dari sini saja, tapi jangan kembali ke tempat asalmu. Kembalilah ke tempat yang berbalik dari asalmu ..." ucap Shion memberi peringatan....
..." Cih... awas saja kau Shion, aku pasti akan membunuhmu " ucap Haruka pergi meninggalkan mereka berempat, Haruka pergi dengan meninggalkan banyak bekas darah dilantai....
...Shion dengan cepat mengangkat Caramel dan berlari membawanya ke rumah sakit, " Kita ke rumah sakit terlebih dahulu" ucap Shion yang langsung pergi. Armord dan Lia mulai menyusul Shion, tapi mereka berdua tertinggal jauh, Shion berlari dengan sangat cepat menuju Ruman sakit....
...Sedangkan Haruka yang berjalan perlahan menuju markasnya masih memikirkan apa maksud perkataan Shion, "Aku saran kau pergi dari sini saja, tapi jangan kembali ke tempat asalmu. Kembalilah ke tempat yang berbalik dari asalmu ...". " Apa sih maksudnya? " pikir Haruka yang kesal akan kekalahannya, ini kali pertama Ia gagal....
...Sebuah bangunan tua terlihat, Haruka berjalan menelusuri semak-semak belukar. Sampailah Ia di depan sebuah pintu yang berkarat, Haruka membuka pintunya dengan perlahan dan masuk kedalam. Terlihat banyak barang berkarat yang tergeletak didalamnya, Ia pun terus berjalan dengan penuh darah dan masuk kedalam sebuah ruangan. Kemudian Ia berjalan menelusuri lorong yang dalam, sampai di sebuah pintu besi....
...Clek......
...Haruka masuk perlahan, di depannya sudah ada seseorang yang menunggunya. " Kau kembali? oh...kau gagal ya? " ucap Rex yang sama sekali tak mempedulikan keadaan Haruka....
..." Bos aku... " ucap Haruka....
..." Kau gagal bukan? kalau begitu, selamat tinggal" ucap Rex menyeringai, Haruka yang mendengar itu kaget " Apa aku sudah tak dibutuhkan lagi? kenapa? padahal aku mau melakukan apapun untukmu bos, kenapa? " ucap Haruka dalam hati....
..." Heh .. kau dengar itu? kau tak di butuhkan lagi, oh iya bos adalah milikku ingat itu dasar sampah" ucap Oiri sambil mengarahkan pistol kehadapan Haruka....
...Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!...
...Oiri menembaki Haruka tampa ampun, darah mulai membasahi seluruh ruangan. Haruka terduduk kaku, Ia tak bisa bergerak lagi Ia melihat Oiri dengan perasaan yang sangat kesal Ia tak menyangka ini akan terjadi, jadi selama ini dirinya hanya boneka yang bergerak sesuai perintah saja? sungguh sangat ironis....
...Semua sudah terlambat, inilah nasibnya sangat menyedihkan berkhianat dan terhianat kembali dunia tak pernah bisa tertebak....
..." Good bye stupid doll " ucap Oiri tersenyum....
...DOR.....
...🔑...
...Shion sampai dirumah sakit dan langsung meminta pertolongan pada pihak medis dengan cepat, Lia dan Armord yang baru sampai berusaha mengatur pernapasannya....
...Shion menunggu di luar ruangan rumah sakit, ia berdiri sambil menunggu kabar tentang Caramel. Lia dan Armord menghampiri Shion yang berdiri di lorong sendirian, Shion yang melihat Armord tak bisa berkata banyak....
...Set......
..." Apa maksud semua ini????? " seru Armord meremas kerah baju Shion dengan kuat, Shion hanya diam Ia tak bisa berkata banyak. " Apa ini sebenarnya? apa kau ini benar-benar seorang kriminal??? apa maksud semua ini? apa yang kau sembunyikan dari kami semua? " seru Armord yang menggenggam erat kerah baju Shion....
__ADS_1
..." Armord tenanglah dulu " ucap Lia berusaha menenangkan Armord, " Bukan begitu Lia !! jangan-jangan kau tau apa yang terjadi pada Nata, Yumi dan Max bukan???!! jawab aku Shion" Teriak Armord mendorong Shion ke dinding....
...Shion tetap tak berkata sedikitpun, " Jawab aku Shion, jangan-jangan kau tau siapa yang membunuh ibuku? " ucap Armord mulai berkaca-kaca. Pegangan tangan Armord mulai melemah, Armord menyandarkan kepalanya di dada Shion....
...Air mata mulai membasahi permukaan, Armord mulai menangis Ia terduduk membisu. Shion tetap tak mengatakan apapun, Shion hendak pergi meninggalkan Lia dan Armord. Mau bagaimanapun mereka telah melihat sekilas, tapi tetap saja Shion tak ingin mereka terlibat juga....
...Set ..Buk......
...Armord langsung menarik kerah belakang Shion dan membuat Shion terjatuh hingga terbaring ke lantai, " Kau mau kemana? kau ingin pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun? " ucap Armord menduduki tubuh Shion dan meremas kerah baju Shion dengan kuat, " Armord sudahlah, jangan bertengkar " ucap Lia....
..." Aku juga heran kau mengenal Lia bukan? tapi kenapa Lia tak mengingat apapun dimasa lalunya bersama mu? "...
..." Apa yang ingin kau sembunyikan lagi Shion? jawab semua pertanyaan ku !!!! apa maksud semua ini???!!!" seru Armord....
...Shion memalingkan wajahnya Ia tetap tak tau mau berkata apa, ini akan sangat sulit dijelaskan sedangkan dirinya sendiri bingung siapa sebenarnya keluarganya itu....
...Buk...Buk.....
...Armord menumbuk Shion berkali-kali, Lia yang melihat itu tak tinggal diam ia langsung menarik Armord. Tapi semua usahanya gagal, Armord menumbuk Shion hingga pelipisnya berdarah....
..." Hentikan, apa yang kamu lakukan ! " teriak seorang wanita, Ia pun mendekati mereka bertiga....
..." Apa yang kau lakukan????!!! " seru Alice panik melihat Shion berdarah, Armord yang sudah kehilangan kendali sama sekali tak mempedulikan perkataan Alice. Lia mulai ketakutan melihat kondisi ini, ia ketakutan melihat banyak darah....
...Alice hendak menendang Armord menjauh dari Shion, tapi tuan mudanya ini mengangkat tangan memberikan Isyarat untuk diam dan tak melakukan apa-apa. Alice yang melihat nya berusaha menahan, ia sangat tak sanggup melihat tuannya dipukuli seperti itu....
..." Armord hentikan kumohon, hentikan..." ucap Lia gemetaran....
...Wajah Shion penuh dengan darah segar, Armord berhenti ia mulai kelelahan. Shion tetap tak bergerak dari posisinya, Armord yang melihat darah segar di tangan dan wajah Shion pun merasa sangat menyesal. Sebelumnya ia tak pernah memukuli seseorang bahkan sahabatnya sendiri, Armord menangis sambil menundukkan kepalanya ke dada Shion....
..." Kenapa kau tau melawan? kau tau itu sakit kan? kenapa kau tak membalas ku ..." ucap Armord merintih pedih....
...Shion mengelus kepala Armord pelan, " Aku memang salah, kau berhak memukul ku berkali-kali mau sebanyak apapun itu " ucap Shion pelan....
..." Dasar payah.." ucap Armord yang tak bisa menahan tangisnya, Shion mengelus kepala Armord dengan pelan. Ia paham perasaan ini, perasaan yang pernah Ia rasakan saat kehilangan satu-satunya keluarga yang Ia miliki....
...Rasa emosi, benci, penyesalan,pedih, tangis dan putus asa yang tak terkendali ini mengendalikan pikiran dan hati yang terluka ini dan tampa sadar semua itu mengendalikan diri....
..." Maafkan aku Armord"...
__ADS_1
.............
..........