
Pemuda bangsawan langsung menahan nafas melihat tatapan dingin Alucard. Namun ia menahan diri untuk melangkah mundur karena orang-orang sudah melihat kearahnya.
Sebagai seorang bangsawan, ia akan menjaga martabat dan harga dirinya untuk tidak kalah dari seorang rakyat jelata belaka.
Pemuda itu bernama Alex Clue dari keluarga bangsawan kelas Viscount. Bangsawan di bagi menjadi beberapa jelas, mulai dari yang tertinggi adalah bangsawan Duke, Marcuis, Count, Earl, Viscount dan Baron.
“Hm, dari mana kau datang rakyat jelata? Jangan bilang kau menyusup masuk ke dalam pesta besar ini hanya untuk mendapatkan makanan?”
Alucard tidak peduli orang orang itu, meladeninya hanya membuang waktu jadi ia lanjutkan makan kue, sama sekali tidak menatap Alex.
“Kau.. lagi-lagi kau berani mengabaikan ku!” Alex mengepalkan tangannya.
Ia ingin sekali memukul Alucard namun jika ia melakukan itu maka sama saja telah menyinggung Moniyan Empire karena membuat kekacauan di pesta ulang tahun Silvana.
Orang-orang yang menonton mulai menertawakan Alex karena di permainkan oleh rakyat jelata.
“Prajurit!” Alex akhirnya hanya bisa memanggil prajurit.
Beberapa prajurit pun datang menghampirinya.
“Dia adalah rakyat jelata yang berani masuk ke acara pesta ini. Tangkap dia dan usir keluar!” Alex menunjuk Alucard dengan senyum penuh kemenangan.
Para prajurit itu mengangguk kemudian menghampiri Alucard. Mereka berniat menyeret pemuda itu keluar.
“Tidak perlu menyentuh ku, aku bisa keluar sendiri,” Alucard mengangkat tangannya kemudian berjalan pergi tanpa melirik sedikit pun ke arah Alex.
Orang-orang hanya menatapnya, beberapa menatap dengan pandangan merendahkan, beberapa yang lainnya terlihat bingung dan tidak peduli.
Saat Alucard baru melangkahkan kaki ke luar pintu ruangan pesta, ia berpapasan dengan Guinivere yang masih bersama Granger.
“En Alucard, mau ke mana kau? Acara pestanya sudah akan di mulai lho,” Guinivere menaikkan alisnya.
“Aku sudah tidak di terima di sini,” Alucard terus berjalan sambil melambaikan tangannya sejenak tanpa menoleh ke arah Guinivere.
Guinivere ingin menghentikannya namun tidak jadi. Ia pun berjalan masuk, melihat beberapa prajurit yang juga mau keluar, kembali ke tempat berjaga mereka masing-masing.
“Tunggu prajurit, apa terjadi sesuatu tadi?” tanya Guinivere.
“Tadi kami di panggil oleh Tuan Alex Clue, kami di perintahkan untuk mengusir pemuda berambut pirang yang katanya seorang rakyat jelata,” Prajurit itu berkata dengan sopan.
“Oh kalau begitu kau bisa pergi.”
“Saya permisi Nona, Tuan.” Prajurit itu sedikit membungkuk kemudian berjalan pergi.
Dengan ekspresi sedikit muram, Guinivere berjalan menghampiri orang yang bernama Alex Clue.
“Nona Guinivere, senang bisa bertemu dengan mu,” Alex memberi hormat ala bangsawan dengan senyum cerah.
Ia tidak ingin terlihat buruk di depan putri seorang Duke.
__ADS_1
“Apa terjadi sesuatu tadi?”
“Ah hanya masalah kecil Nona. Ada seorang rakyat jelata yang berani masuk dengan berpenampilan seolah bangsawan. Untung saja aku bisa mengenalinya sebagai rakyat jelata jadi aku mengusirnya sebelum dia berbuat kekacauan di acara yang megah ini.”
Orang ini benar-benar berani. Guinivere sungguh tidak tau harus berkata apa pada orang bodoh ini.
Alucard bisa di katakan sebagai tamu paling spesial di acara pesta ulang tahun ini. Bahkan Silvana sampai datang sendiri dengan membawa surat perintah Moniyan Empire untuk mengundangnya datang.
Dan usaha Silvana itu malah menjadi sia-sia karena orang ini.
“Siapa nama mu?”
“Alex Clue, Nona.” Alex memperkenalkan diri dengan bangga.
“Alex Clue, kau sudah tamat.”
Setelah mengatakan itu, Guinivere langsung pergi membawa Granger, meninggalkan Alex yang memasang wajah bingung.
Setelah cukup lama para tamu menunggu, Silvana akhirnya datang.
“Tuan Putri Silvana telah tiba!” pembawa acara menggunakan sihir untuk mengeraskan suaranya, membuat semua tamu bisa mendengar dengan jelas.
Para tamu melihat ke ujung tangga menuju lantai dua. Terlihat Silvana dengan gaun putih yang indah bersama sang Ratu, mulai berjalan menuruni tangga dengan langkah yang anggun.
Silvana berdandan sederhana dengan rambut terurai, senyum sederhana di bibirnya benar-benar bisa membuat hati menjadi hanyut.
Semua tamu langsung membungkuk penuh hormat.
Semua orang pun kembali tegak, mereka semua memasang senyum menyambut putri Silvana dan sang Ratu.
Orang-orang mulai mengucapkan selamat dan memberi hadiah masing-masing pada Silvana.
“Tuan Putri Silvana, aku mewakili keluarga Paxley mengucapkan selamat untuk ulang tahun mu yang ke 20.”
Seorang pria berambut abu-abu dengan emas luka sayatan di pipinya menyerahkan hadiah pada Silvana. Dia adalah pewaris dari salah satu bangsawan Duke di Moniyan Empire yaitu Keluarga Paxley, Aamon Paxley.
“Terima kasih Aamon.”
Orang-orang mulai menyerahkan hadiah mereka masing-masing, hingga tiba giliran seorang pria muda dengan rambut merah. Ia terlihat memiliki ekspresi seperti Granger, datar seolah tidak bisa membuat ekspresi lainnya.
“Selamat yang tahun Tuan Putri Silvana. Saya Julian dari Monastery Of Light, anggota Holy Chruch,” Julian memberikan kotak hadiahnya.
Monastery Of Light merupakan gereja terbesar di Moniyan Empire yang para anggotanya percaya pada Lord Of Light dan menyembahnya.
Gereja Monastery Of Light terletak tidak jauh di tenggara ibu kota Moniyan Empire.
Sementara Holy Chruch sendiri merupakan kelompok yang di bentuk oleh Monastery Of Light, berisikan para penyihir dan ksatria terbaik gereja.
Para tamu terus memberikan kotak hadiah mereka hingga kotak hadiah sampai menggung. Hingga yang terakhir adalah Guinivere.
__ADS_1
“Selamat ulang tahun Tuan Putri, ini hadiah dari ku,” Guinivere memberikan hadiahnya.
“Terima kasih Guinivere,” Silvana tersenyum, “oh ya, apa kau melihat Alucard? Aku sama sekali tidak melihatnya di sini?”
Silvana yakin dengan surat perintah, tidak mungkin Alucard tidak datang.
“Uh.. itu, sebenarnya tadi Alucard sudah datang tapi dia sudah pergi.”
“Pergi? Apa maksud mu? Bagaimana bisa dia pergi sebelum pesta di mulai?” Silvana mengerutkan keningnya.
Guinivere pun menceritakan apa yang terjadi sebelumnya yang menyebabkan Alucard pergi.
Senyum di wajah Silvana luntur.
“Maaf Tuan Putri, aku tidak bisa menghentikan Alucard sebelumnya.”
“Ini bukan salah mu, Guinivere. Apa kau tau yang mana yang bernama Alex Clue?”
Guinivere melihat ke arah para tamu, mencari keberadaan Alex. Ia pun menemukannya dan membawa Silvana ke tempat orang itu berada.
Alex sekarang sedang ngobrol dengan beberapa bangsawan kelas Viscount.
“Tuan Putri.”
Alex dan yang lainnya langsung memberi hormat saat Silvana menghampiri mereka.
“Siapa yang bernama Alex Clue?” tanya Silvana dengan nada monoton.
“Saya Tuan Putri,” Alex tersenyum ramah.
“Alex Clue, mulai sekarang gelar bangsawan keluarga mu akan di cabut, kau sekarang bukan lagi bangsawan Moniyan Empire,” Silvana berbalik kemudian berjalan pergi, meninggalkan Alex dan teman-temannya yang diam tertegun.
“T-tunggu Tuan Putri, bukankah Anda harus menjelaskan pada saya, apa kesalahan yang saya buat hingga gelar bangsawan keluarga saya di cabut?” tubuh Alex sedikit gemetar.
“Kau masih berani bertanya! Apa perlu aku penggal kepala mu?”
Alex langsung diam, ia jatuh berlutut dengan ekspresi tertegun, tidak tau harus berkata apa. Ia mengingat apa yang telah ia lakukan di acara pesta ini, dan ia tidak menemukan satupun kesalahan.
Ia selalu bersikap sopan dan selalu tersenyum pada semua orang, kecuali....
Alex melebarkan matanya saat mengingat dirinya mengusir seorang rakyat jelata sebelumnya. Dan setelah itu Guinivere datang mengatakan dirinya sudah tamat. Apakah rakyat jelata itu sebenarnya adalah orang yang sangat penting?
“Acara pesta sudah berakhir, semuanya bisa pulang sekarang!” Silvana langsung pergi.
Sang Ratu langsung menghampiri putrinya mendengar pernyataan tersebut. Bahkan pesta baru di mulai, kue ulang tahun belum di keluarkan, bagaimana bisa pesta di akhiri begitu saja.
“Silvana, apakah ada masalah?”
“Ibunda, aku lelah dan ingin istirahat.”
__ADS_1
Setelah membungkuk sejenak, Silvana langsung menaiki tangga, pergi ke kamarnya, meninggalkan para tamu yang terdiam tanpa tau harus berkata apa.