The Lone Hero

The Lone Hero
Ch.3 - Melawan Balmond


__ADS_3

Aku awalnya ingin melihat hasil penelitian para iblis di sini, tidak disangka akan ada hal yang tidak terduga.”


Saat baru saja Alucard membunuh iblis terakhir di sana, terdengar sebuah suara berat dari arah tertentu.


Alucard menoleh, matanya yang sepenuhnya putih sama sekali tidak berkedip.


Terlihat sosok setinggi 2,5 meter, tubuhnya berotot dengan kulit warna kemerahan. Sosok itu bertelanjang dada dengan taring yang seperti babi.


Dia adalah Balmond yang dijuluki Tirany Orc, bawahan terkuat dari Alice sang Lord Of Blood.


Balmond merupakan orc terkuat dengan senjata kapal.


“Iblis.. Bunuh!”


Alucard tanpa pikir panjang menerjang menyerang Balmond dengan pedang di tangannya.


“Manusia bodoh.”


Meskipun Balmond bertubuh besar, namun kecepatannya tidak bisa dianggap remeh.


Dengan gerakan cepat, Balmond menabrak Alucard hingga pemuda itu terpental menabrak dinding sampai retak.


“Aku akui kau kuat hanya saja kemampuan mu masih mentah. Energi sihir di tubuh mu sangat besar karena eksperimen penggabungan telah berhasil, tapi kau tidak tau cara menggunakannya,” Balmond mengambil kapak yang tersemat di punggungnya, “jika aku membawa mu ke hadapan Ratu Alice sebagai hadiah, aku yakin dia akan senang.”


Balmond tidak ingin membunuh Alucard, pemuda itu merupakan subjek eksperimen yang sangat penting. Lord Of Blood akan memberinya hadiah jika membawa pemuda itu ke hadapannya.


“Untung saja Ratu Alice memerintahkan ku memeriksa tempat ini, jika tidak kau pasti akan akan menjadi masalah untuk iblis jika berhasil kabur.”


Tempat ini memang merupakan lab penelitian dari Thamuz sang Lord Of Lava. Jika itu iblis bawahan Lord lain, mereka pasti tidak akan berani datang kemari karena Thamuz pasti akan marah besar jika ketahuan.


Namun Balmond sama sekali tidak takut dengan Lord Of Lava meskipun Thamuz jauh lebih kuat dari dirinya. Yang dia takuti hanya satu yaitu Alice.


Alucard kembali bangkit, tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan energi yang lebih besar sampai pedang ditangannya mengeluarkan cahaya biru.


“Hyaaaaa!!” Alucard menebaskan pedangnya.


Beberapa gelombang energi keluar mengincar Balmond.


Balmond dengan sigap menangkis semua gelombang energi tersebut.


“Gelombang mana, meskipun ini sangat murni namun itu tidak akan terlalu kuat jika tidak di ubah menjadi elemen.”

__ADS_1


Balmond tidak membiarkan Alucard yang terus menyerang, dia juga bergerak menyerang pemuda itu dengan kapak besarnya.


Pertarungan sengit pun terjadi antara Alucard melawan Balmond.


Gerakan mereka sangat cepat hingga orang biasa pasti akan sulit melihatnya. Mereka terus beradu senjata menyebabkan gelombang kejut hingga retakan tercipta dimana-mana.


Pedang Alucard sudah mulai retak, meskipun dia sudah memperkuat senjatanya dengan Mana, namun tetap saja itu tidak akan mengubah kenyataan bawa yang dia gunakan adalah senjata biasa.


Sementara musuhnya menggunakan senjata kelas atas. Jelas pedang biasa tidak akan bisa dibandingkan dengan senjata milik Balmond.


Hantaman demi hantaman terus mengenai lantai dan dinding ruangan akibat bertarung mereka, hingga ruangan itu terlihat bisa runtuh kapan saja.


“Manusia ini, meskipun tubuhnya hanya bergerak berdasarkan insting buas namun dia tidak mengabaikan pertahanannya. Ini akan menjadi lebih sulit,” Balmond bergumam dalam hati.


Jika saja bukan karena dia harus menahan diri agar tidak membunuh Alucard, dia pasti sudah mencincang tubuh pemuda itu dari tadi.


Dia adalah Tirany Orc yang kejam dan tidak kenal ampun pada musuh-musuhnya, entah seperti apapun bentuknya. Bertarung dengan setengah-setengah seperti ini sama sekali bukan gayanya.


*Krak!


Pedang Alucard akhirnya patah dan tendangan Balmond menyusul menghantam pinggangnya.


Meskipun sudah ditahan, Alucard tetap terhempas namun kali ini dia tidak sampai menghantam dinding.


“Manusia ini, dia tidak hanya bergerak berdasarkan insting, tapi tubuhnya bisa dengan cepat membiasakan diri dengan pertarungan, bahkan semakin baik dalam mengendalikan Mana,” wajah Balmond terlihat semakin serius.


“Kalau begini aku tidak akan menahan diri, biarpun tangan dan kakinya terpotong, asalkan dia masih hidup, itu sudah cukup untuk ku bawa ke hadapan Ratu Alice.”


Tubuh Balmond mulai mengeluarkan aura merah seperti darah. Itu adalah aura bertarung yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup.


Meskipun aura bertarung dimiliki oleh semua makhluk hidup namun tidak semua makhluk hidup dapat mengeluarkan dan menggunakannya dengan benar.


Hanya makhluk yang telah mengalami pertarungan sebenarnya saja yang bisa mengeluarkan aura bertarung. Semakin sering seseorang bertarung maka aura mereka akan semakin kuat.


Ada banyak macam aura bertarung dan memiliki efek yang berbeda. Aura bertarung milik Balmond adalah aura tirany yang haus darah, membuat Balmond tidak akan kenal ampun dalam bertarung.


“Bersiaplah untuk hancur!”


Satu tolakan kaki Balmond membuat retakan di tanah, tubuhnya melesat kedepan dengan kecepatan tinggi, mengayunkan kapak besarnya kearah Alucard.


Alucard dengan sigap melompat ke samping, berguling lalu mengambil posisi siaga.

__ADS_1


Kapak Balmond akhirnya menghantam tanah, membuat retakan memanjang hingga dinding serta langit-langit ruangan.


Balmond tidak berhenti dalam satu serangan, dia kembali melancarkan serangan lanjutan, menghantamkan kapaknya ke tanah.


Gelombang kuat dari hantaman itu membuat gundukan tanah naik seperti ombak.


Jangkauan serangan itu sangat luas, Alucard tidak mungkin bisa menghindar. Jadi pemuda itu menggunakan tangan kanannya, melakukan hal yang sama dengan Balmond.


*BAAMM!


Dua serangan berbenturan, membuat gelombang ledakan, menghempaskan Alucard ke belakang.


Balmond sendiri memiliki kuda-kuda yang kokoh hingga dia bisa tetap berdiri tegak di tempat.


Balmond berlari menembus kepulan debu dari ledakan tadi, setiap langkahnya membuat retakan pada tanah.


Alucard baru saja melihat kedepan saat merasakan getaran pada tanah, pandangannya langsung di sambut oleh tubuh besar Balmond yang mengayunkan kapaknya.


Alucard secara refleks menahan serangan itu dengan tangan kanannya yang masih terlihat seperti besi panas berwarna biru.


Alucard berhasil menahan serangan itu, namun dia tetap terhempas keras ke samping, menghantam dinding kemudian jatuh ketanah dalam posisi tengkurap.


Alucard terbaring lemah, dia berusaha bergerak namun kesulitan.


Aura yang menyelimuti tubuh Balmond pun menghilang.


“Tangan kanan mu sepertinya sudah menjadi sangat keras karena kelebihan dalam menampung Mana dari kristal sihir, sampai bisa menahan kapak ku tanpa cedera,” Balmond tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada bocah manusia itu.


Balmond berjalan santai mendekati Alucard.


“Kau sepertinya sangat membenci iblis ya, bocah. Bagaimana jika kau menjadi salah satu dari kami? Ratu ku memiliki cara untuk membuat manusia menjadi iblis,” Balmond menyeringai lebar, membuat wajahnya yang menyeramkan menjadi semakin menyeramkan.


“Lebih baik.. aku mati...” Alucard sekarang sangat lemah, bahkan tidak mampu menuntaskan kalimatnya.


Dia sudah terlalu memaksakan tubuhnya hingga ia tidak bisa bergerak.


Baru saja Balmond ingin mengambil tubuh Alucard, dia melompat ke belakang karena bisa merasakan sesuatu melesat kearahnya.


*BAM!


Sebuah palu besar menghantam tepat di tempat Balmond berdiri sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2