The Lone Hero

The Lone Hero
Ch.20 - Tawaran


__ADS_3

Setelah meminum ramuan pemberian Faramis, Alucard bisa merasakan kekuatannya meningkatkan banyak. Mulai dari tubuhnya yang semakin kuat dan kapasitas Mana semakin banyak serta Mananya semakin murni.


“Benar-benar luar biasa, bisa membuat ramuan seperti ini, aku yakin Faramis adalah Alkemis terhebat di seluruh Land Of Dawn.”


Tiba-tiba Alucard teringat dengan Silvana. Ia sebelumnya pergi dari pesta tanpa bertemu dengan gadis itu terlebih dahulu.


Ia berniat meminta maaf dan memberi gadis itu hadiah namun ia bingung ingin memberikan hadiah apa. Sekarang Alucard tau apa yang akan dia berikan pada Silvana.


Ia akan memberikan Eliksir padanya.


Alucard beranjak turun dari ranjang, ia meregangkan tubuhnya selama beberapa menit sebelum keluar dari kamar tersebut.


Saat Alucard membuka pintu, di sana ternyata sudah ada Faramis yang menunggunya.


“Oh ternyata kau sudah selesai memulihkan diri. Aku juga bisa merasakan aura mu semakin kuat.”


“Ya,” Alucard hanya menjawab singkat, “aku sudah tidak lagi memiliki urusan di sini, jadi aku akan langsung pergi.”


“Setidaknya temui Yang Mulia Ratu terlebih dahulu. Beliau ingin bertemu pahlawan yang telah menyelamatkan Necrokeep.”


Alucard hanya bisa menghela nafas pelan. Ia tau Faramis pasti akan terus membujuknya jika ia menolak dan itu akan sangat merepotkan. Jadi Alucard memutuskan untuk bertemu dengan Ratu Necrokeep sebentar sebelum pergi.


“Tunjukkan jalannya.”


Faramis tersenyum kemudian membawa Alucard menuju Aula Utama Istana Necrokeep.


Saat membuka pintu Aula Utama, Alucard melihat karpet merah yang membentang dari pintu sampai ke kursi kebesaran Ratu yang berada beberapa tangga dari lantai. Belasan kstaria termasuk Leomord berbaris rapi di samping karpet dengan sang Ratu Vexana yang duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Alucard tentu mengetahui etika saat bertemu dengan orang berstatus tinggi namun ia enggan melakukannya. Itu sangat merepotkan baginya jadi ia hanya berjalan di samping Faramis kemudian sedikit membungkuk untuk menyapa.


Berbeda dengan Faramis yang langsung berlutut satu kaki dengan penuh hormat di hadapan sang Ratu.


“Yang Mulia Ratu, saya sudah membawa Alucard.”


Vexana mengangguk pelan dengan senyum ramah, “berdirilah Faramis.”


Faramis pun berdiri namun masih sedikit menunduk, tidak menatap langsung ke arah wajah Vexana.


“Jadi apakah ada masalah lagi hingga aku di panggil ke sini?” Alucard berbicara seolah tidak sedang berada di hadapan seorang Ratu.


“Lamcang sekali! Setidaknya berilah hormat pada Ratu kami!”


Salah seorang ksatria tentu tidak terima dengan tingkah laku Alucard yang menurutnya kurang sopan.


“Dia adalah tamu sekaligus pahlawan Necrokeep, biarkan dia bertindak jika itu memang tidak berlebihan dan tidak merugikan siapapun!”


“Mohin maaf Yang Mulia,” Ksatria itu langsung meminta maaf.


Vexana berdiri kemudian berjalan menuruni tangga hingga ia berada di depan Alucard.


“Alucard sang ksatria pemberani dari Moniyan Empire, aku sebagai Ratu mewakili semua rakyat ku berterima kasih atas bantuan mu, jika tidak maka Necrokeep pasti sudah hancur,” Vexana membungkuk pada Alucard membuat para ksatria tidak tau harus berbuat apa.


“Tidal perlu sampai membungkuk, lagi pula aku membantu juga karena aku mendapatkan keuntungan, bukan karena memang aku dengan suka rela ingin membantu.”


“Tapi itu tidak mengubah fakta kalau kau telah menyelamatkan kami, membuat kami bisa hidup lagi seperti manusia normal sebagaimana dahulu dan mengeluarkan kami dari penderitaan kabut keputusasaan.”

__ADS_1


Vexana memang sangat cantik, senyumannya menawan, Alucard mengakui hal itu. Namun sayangnya ia sama sekali tidak pernah memikirkan hubungan khusus antara pria dan wanita, ia hanya peduli dengan bagaimana ia akan membantai habis para iblis di dunia ini.


“Jadi apakah sekarang aku boleh pulang?”


“Hm.. sebenarnya aku memiliki sebuah penawaran untuk mu.”


“Apa?”


“Apa kau tertarik menjadi Raja di Necrokeep?”


Perkataan Vexana membuat Faramis dan semua ksatria di dalam ruangan itu terkejut.


Menjadi Raja? Bukankah itu artinya pemuda itu harus menikah dengan Ratu mereka? Ini terlalu mendadak.


“Aku tidak tertarik pada sesuatu yang merepotkan seperti itu. Menjadi raja memang memberikan status tinggi tapi banyak hal merepotkan yang harus di lakukan.” Alucard langsung menolak.


“Baiklah jika itu keputusan mu, aku tidak akan memaksa. Jika kau ingin pergi maka aku akan mengantar mu sampai ke luar benteng.”


“Kalau begitu aku pergi,” Alucard pun berbalik kemudian berjalan pergi dengan Vexana di sampingnya.


Faramis dan para ksatria pelindung Vexana berniat mengikuti namun Vexana langsung memberi isyarat untuk tidak perlu pengawalan.


Mereka pun diam di tempat melihat kepergian Ratu mereka bersama seorang pemuda.


“Apakah Ratu benar-benar sudah jatuh cinta pada pemuda itu?” ucap salah satu Kstaria.


“Apakah itu mungkin? Ratu seharusnya baru kali ini bertemu dan berbicara langsung dengan Alucard,” ucap Leomord.

__ADS_1


“Cinta sangat misterius, Leomord.” Faramis menepuk bahu Leomord, “itu bisa datang tanpa kau sadari.”


__ADS_2