The Lone Hero

The Lone Hero
Ch.15 - Kesepakatan


__ADS_3

Pertarungan antara Alucard melawan Faramis terus berlanjut hingga keduanya tidak sadar telah berada di kaki gunung Lantis Mountains.


Tidak peduli dengan di mana tempat mereka berada, keduanya terus bertarung.


Faramis benar-benar tidak menyerah meskipun sudah mendapatkan luka dan Mana miliknya terkuras banyak. Benda yang ada pada Alucard sangat ia butuhkan, bahkan jika nyawa taruhannya ia akan mendapatkannya.


Alucard pertama kalinya mengeluarkan kekuatan penuhnya dalam bertarung. Ia merasa tubuhnya terasa sakit setiap kali mengalirkan Mana.


Meskipun sudah bertahun-tahun, Alucard sampai sekarang belum bisa sepenuhnya menguasai kekuatan di lengan kanannya. Energi dari lengan kanannya sangat kuat hingga jika ia menggunakannya terlalu berlebihan maka tubuhnya akan terasa sakit.


Bahkan paling buruk bisa menyebabkan tubuh Alucard meledak.


“Kenapa kau tidak menyerah saja. Benda ini aku temukan dan sudah menjadi milik ku! Kau bisa mati jika terus melanjutkan pertarungan ini,” Alucard berdiri dengan nafas terengah-engah.


“Heh, aku kembalikan kata-kata mu. Kau bisa mati jika terus melanjutkan pertarungan jadi sebaiknya serahkan benda itu agar pertarungan ini cepat berakhir.”


“Baiklah aku sudah muak!” Alucard melepaskan armor di lengan kanannya kemudian energi yang melimpah terpusat pada pedangnya, “akan aku akhiri ini dalam sekali serangan!”


Alucard mengangkat pedangnya, aliran petir berkilat menyambar area sekitar Alucard.


“Satu serangan ini akan menentukannya!” Faramis juga menarik lebih banyak energi pada tongkat sihirnya.


Fission Wave! (Ulti Alucard)


Alucard melakukan satu tebasan tunggal secara horizontal, melepaskan semua energi yang sudah ia himpun dalam satu tebasan tersebut.


Ultimate Ghost Bursters!


Faramis juga melakukan hal yang sama.


Dua serangan kuat melesat kemudian bertabrakan, gelombang kejut langsung menyebar dan kedua serangan tersebut terus saling mendorong satu sama lain.


*Boooommmm!!


Pada akhirnya kedua serangan itu meledak sangat keras hingga Alucard dan Faramis sampai terlempar karena gelombang ledakan.


Alucard berguling-guling di tanah sebelum mendapatkan momentumnya. Ia menancapkan pedangnya ke tanah agar ia tidak terlempar semakin jauh.


Tangan Alucard gemetar, ia dengan cepat mengeluarkan armor lalu memasangnya kembali pada lengan kanannya.

__ADS_1


“Gouhk!” Alucard memuntahkan seteguk darah.


“Tubuh ku terasa di remas dari dalam. Menggunakan Fission Wave memang selalu memberikan banyak beban pada tubuh ku.”


(Di dalam game, ulti Alucard bisa buat darahnya penuh. Ini malah jadi sekarat)


Saat ledakan mereda, terlihat kawah besar di depan Alucard. Ini pertama kalinya ada serangan yang bisa sebanding dengan Fission Wave.


Alucard berdiri dengan pedang sebagai tumpuan lalu ia berjalan tertatih-tatih untuk melihat bagaimana kondisi lawannya.


Alucard berjalan melewati tepi kawah, ia berhenti saat melihat Faramis juga berjalan ke arahnya dalam keadaan terluka.


“Tekad mu ternyata kuat juga ya,” Alucard bersiap untuk pertarungan berikutnya.


“Anak muda.. aku ingin bertanya. Kau akan gunakan untuk apa benda itu?”


Alucard mengerutkan keningnya, ia tidak tau untuk apa Faramis bertanya demikian namun karena tidak ada masalah jika ia mengatakannya.


“Aku pun tidak tau benda apa ini, tapi jika ini berguna untuk meningkatkan kekuatan ku maka aku akan menggunakannya.”


“Jadi begitu ya,” Faramis menghela nafas, “benda itu adalah Twillight Orb yang mengandung Mana kehidupan, sama sekali tidak bisa di gunakan untuk meningkatkan kekuatan.”


Ribuan tahun lalu pernah terjadi perang besar antara manusia dan iblis. Para iblis yang di pimpin oleh 9 Raja Iblis berperang dengan manusia yang menggunakan Twilight Orb.


Perang itu berakhir seri, tidak di ketahui bagaimana nasib 9 Raja Iblis sementara untuk Twilight Orb tersebar ke berbagai penjuru.


(Note : Di ML ada satu Hero yang memiliki Twilight Orb yaitu Lunox. Dia memiliki dua Twilight Orb sekaligus yaitu Orb Of Light dan Orb Of Chaos.)


Tidak di sangka ternyata salah satu dari Twilight Orb sekarang berada di tangan Alucard. Jika Moniyan Empire mengetahui tentang Twilight Orb ini, mereka pasti akan segera mendatangi Alucard untuk menyita Twilight Orb tersebut.


“Lalu apa yang kau inginkan dengan Twilight Orb ini?”


“Aku sangat membutuhkannya untuk kepentingan rakyat negeri ku,” Faramis menghela nafas, “seharusnya aku sadar dari awal tidak ada gunanya melakukan pertarungan, seharusnya kita membicarakan ini baik-baik! Oh ya anak muda, siapa nama mu?”


“Alucard.”


“Alucard, Twillight Orb itu tidak bisa kau gunakan jadi tidak akan ada gunanya untuk mu. Aku akan memberikan sebuah penawaran!..


Kau ingin meningkatkan kekuatan mu kan. Aku adalah seorang Alkemis dan memiliki sebuah ramuan yang bisa membantu mu dalam hal itu. Aku akan memberi mu ramuan itu kemudian kau akan meminjamkan Twillight Orb itu untuk aku gunakan sekali saja.”

__ADS_1


“Bagaimana aku bisa percaya pada mu?” Tentu saja Alucard tidak akan percaya begitu saja.


“Kau bisa mengikuti ku langsung untuk mengunjungi negeri ku.”


“Bagaimana aku bisa tau kau kau mungkin saja berniat membawa ku ke suatu tempat untuk mengepung ku bersama rekan-rekan mu.”


“Astaga..” Faramis mulai kesal karena dia sudah jujur namun masih tidak di percaya.


Namun jika di pikir, kecurigaan Alucard memang hal yang wajar, sama sekali tidak ada yang salah dengannya.


Faramis mengeluarkan sebuah botol kaca hijau lalu melemparnya.


Alucard langsung menangkap botol tersebut.


“Itu adalah ramuan yang aku buat sendiri, kau bisa mencium baunya agar kau bisa yakin kalau itu bukan racun. Jika kau bisa meminjamkan Twillight Orb itu pada ku, aku akan memberi mu 5 lagi ramuan seperti itu.”


Alucard membuka tutup botol lalu mencium baunya. Aromanya memang menyegarkan dan kaya akan mana yang murni. Jelas itu memang bukan racun dan merupakan ramuan terbaik yang pernah Alucard lihat.


“Kau bisa meminum itu untuk memulihkan luka-luka mu, aku juga akan memulihkan diri ku,” Faramis duduk kemudian meminum Eliksir.


Melihat itu, Alucard pun melakukan hal yang sama.


Hanya dalam beberapa jam, luka Alucard yang ia kira akan sembuh selama seminggu ternyata bisa sembuh dalam beberapa jam saja.


Bahkan Alucard merasakan kapasitas Mananya meningkat.


“Luar biasa,” Alucard baru kali ini meminum ramuan yang sangat luar biasa.


“Bagaimana? Apa kau sekarang percaya pada ku?” Faramis juga sudah selesai memulihkan diri, “jika kau meminjamkan Twillight Orb itu pada ku sekali saja, kau bisa mendapatkan 5 lagi yang seperti itu.”


“Aku rasa aku bisa percaya pada mu. Tapi seperti yang kau katakan, aku akan mengikuti mu dan setelah kau selesai menggunakannya, aku akan mengambilnya kembali.”


“Ya tidak masalah. Karena kita berdua sudah pulih, sebaiknya kita segera bergegas. Aku ingin segera membebaskan rakyat negeri ku dari penderitaan ratusan tahun ini.”


**Di dua novel Author yaitu PDK dan RSP saya memasukkan Twillight Orb itu sebenarnya terinspirasi dari ML. Sejauh ini di ML ada 4 Twilight Orb yang di perlihatkan. Orb Of Light, Orb Of Chaos, Heart Of Anima dan Heart Of Aurora.


Sementara Twillight Orb yang di dapatkan Alucard sama sekali tidak ada dalam cerita ML. Ini murni dari Author.


Kemudian untuk 9 Raja Iblis juga ada 4 yang di perlihatkan di cerita ML namun semuanya berada dalam bentuk senjata.

__ADS_1


Ame No Habakiri milik Hanzo, pedang milik Argus, senjata milik Phoveus dan terakhir ada di Keluarga Paxley yang membuat kontrak dengan Valentina**


__ADS_2