
Faramis mengambil Twillight Orb yang di berikan Alucard. Ia diam sejenak melihat Alucard berlari ke arah medan perang tanpa rasa takut meskipun ada ribuan iblis di sana.
“Baiklah! Aku juga harus segera mengaktifkan sihir Ultimate Cult Altar!” Faramis langsung berlari ke arah sebuah menara tertinggi di Necrokeep.
Alucard baru saja tiba di medan perang, ia segera menyelamatkan Leomord lalu pergi menjauh dengan menunggangi Barbiel.
Para pasukan Necrokeep terlihat bingung dengan kedatangan Alucard yang merupakan manusia.
Barbiel memang cepat namun belasan iblis terbang lebih cepat mengejar mereka.
Alucard berdiri di atas punggung Berbiel dengan seimbang meskipun kuda itu berlari sekuat tenaga.
Salah satu iblis terbang berniat menyambar mereka namun Alucard lebih dulu menebasnya hingga menjadi dua.
Iblia terbang terus berdatangan, Alucard terus menebas mereka.
Salah satu iblis terbang yang memiliki tingkat cukup tinggi menembakkan bola api dari mulutnya. Alucard yang baru saja menebas salah satu iblis, tidak bisa menangkis serangan tersebut, akhirnya ia pun menahannya menggunakan pedang.
Keseimbangan Alucard hilang hingga ia pun terjatuh dari punggung Barbiel. Alucard langsung pasang badan menahan gempuran para iblis yang begitu banyak tanpa takut sedikitpun.
Sementara Barbiel terus berlari kencang, menyelamatkan tuannya adalah prioritas.
Sementara itu, pasukan Necrokeep di depan benteng mengerutkan kening melihat pemuda itu.
“Siapa pemuda itu?”
Ksatria pelindung Vexana mengerutkan keningnya.
“Tidak peduli siapa manusia itu, dia sepertinya berniat membantu kita jadi kita tidak boleh diam saja!” Vexana langsung mengeluarkan sihirnya.
Cursed Blast!
Gumpalan energi hijau terpusat di atas kumpulan iblis, memberikan tekanan dalam area tertentu hingga para iblis di area itu kesulitan menggerakkan kakinya.
Energi yang terpusat di atas pun jatuh, membuat ledakan gelombang energi yang menghancurkan semua iblis di area jangkauan.
“Sihir yang sangat kuat,” Alucard bergumam pelan melihat kekuatan sihir Vexana.
Iblis badak berlari ke arahnya, Alucard melompat dan mendarat di atas punggung iblis badak. Secara bersamaan belasan iblis dari berbagai arah melompat ke arahnya.
Alucard melompat ke samping, kakinya memihak wajah salah satu iblis kemudian menjadikannya tolakan kaki untuk membuat lompatannya semakin tinggi.
__ADS_1
Alucard mendarat di punggung iblis terbang. Iblis terbang itu langsung berontak karena tidak terima manusia menaiki punggungnya.
Namun Alucard dengan cepat menebas kepalanya. Sebelum tubuh iblis terbang terjatuh, Alucard menjadikannya tolakan, melompat ke arah iblis terbang lainnya dan terus melakukan hal yang sama.
Serangan udara yang paling merepotkan, jadi Alucard berpikir untuk menghabisi iblis terbang terlebih dahulu. Meskipun ia tau tidak bisa sepenuhnya menghabisi mereka sekarang namun setidaknya ia akan mengurangi jumlah mereka.
Para iblis yang berada di darat tidak bisa menjangkau Alucard yang sangat lincah melompat di antara para iblis terbang di udara.
Para iblis pemanah berusaha menyerang Alucard tapi pemuda itu terlalu cepat dan lincah.
Alucard berhasil membunuh puluhan iblis terbang sebelum ia akhirnya jatuh karena tidak lagi memiliki pijakan.
Di bawa sudah ada Terizla yang siap menyambut Alucard. Ia memang sengaja memilih tempat Terizla berada sebagai tempat untuk mendarat karena ia ingin membunuh Iblis General itu.
Pedang Alucard di selimuti energi petir yang sangat kuat kemudian ia menebaskan pedangnya.
*TRANG!
Terizla dengan mudah menahan serangan tersebut menggunakan palu besarnya.
Di sisi lain, Faramis baru saja tiba di puncak tertinggi menara Necrokeep. Di sana adalah tempat pusat dari lingkaran sihir yang sudah ia buat sejak lama.
Faramis mengeluarkan Twillight Orb kemudian mengganti bola sihir tongkat sihirnya dengan Twillight Orb tersebut.
Ultimate Cult Altar!
Seketika Twillight Orb aktif bersamaan dengan lingkaran sihir yang mengeluarkan cahaya hijau. Pilar cahaya melonjak menuju awan, membuat awan hijau mengepul di atas Necrokeep.
Cahaya-cahaya hijau mulai turun dalam jumlah banyak dari pusaran awan hijau. Cahaya-cahaya hijau itu melayang turun kemudian masuk ke dalam tubuh para pasukan Necrokeep yang sudah terkapar.
Tidak hanya masuk ke dalam tubuh pasukan Necrokeep yang tewas namun semua pasukan Necrokeep yang masih segar juga.
Para pasukan Necrokeep yang sebelumnya tumbang kini bangkit kembali. Mereka semua bisa merasakan kekuatan baru dan sesuatu yang berbeda di tubuh mereka.
Wajah mereka yang awalnya pucat seperti tidak memiliki darah kini kembali berwarna, mereka sudah tidak lagi terlihat seperti Undead.
Salah satu cahaya hijau juga masuk ke dalam tubuh Leomord. Ksatria terkuat Necrokeep itu pun bangkit, wajah pucatnya kembali berwarna.
“Sepertinya Faramis telah berhasil,” Leomord menoleh ke arah menara tertinggi Necrokeep.
“Leomord, kau baik-baik saja?”
__ADS_1
Leomord tersentak saat menyadari dirinya sekarang berada di depan Vexana. Ia segera berlutut hormat.
“Mohon maaf yang mulia karena tidak mampu melindungi negeri kita ini.”
“Kau sudah berjuang Leomord,” Vexana menepuk baju Leomord dengan senyum lembut, “Faramis sudah menjalankan sumpahnya , sekarang kita pun harus menepati sumpah kita untuk melindungi Necrokeep.”
“Baik yang mulia!” Leomord memberi hormat sebelum mengambil pedangnya, naik ke punggung Barbiel kemudian bergerak menuju medan perang.
Terizla yang sedang melawan Alucard, mengerutkan keningnya menyaksikan kebangkitan pasukan Necrokeep.
“Kau melihat ke mana!” Alucard menendang perut Terizla hingga pria besar itu terpental beberapa meter.
Terizla melompat, mengayunkan palu besarnya. Alucard tentu tidak berpikir menangkis apa lagi menahan serangan penghancur itu, ia melompat menghindari serangan.
*BAAMM!!
Hantaman palu Terizla membuat tanah retak. Palunya benar-benar kuat hingga Alucard merasa tulangnya bisa hancur jika terkena serangan langsung.
“Kau memang kuat tapi kau sangat lambat,” Alucard bergerak dengan tubuh yang di selimuti Mana petir.
Alucard seketika berada di belakang Terizla lalu menebaskan pedangnya, mengincar leher iblis itu.
Namun Terizla memposisikan palunya di belakang punggung hingga tebasan Alucard mengenai gagang palu.
Terizla dengan cepat berbalik lalu mengayunkan palunya, bersamaan dengan Alucard yang melompat menjauh.
*BAAMM!!
Satu hantaman palu membuat retakan yang luas. Alucard mendarat saat retakan mencapai tanah yang ia pijak hingga ia kehilangan keseimbangan.
Terizla berputar melancarkan tendangan. Alucard menahan serangan itu dengan pedangnya membuatnya terlempar mundur puluhan meter.
“Meskipun dia lambat tapi dia bereaksi sangat cepat,” Alucard kembali memasang kuda-kuda.
“Apa kau dari Moniyan Empire?” Terizla menatap tajam Alucard, seolah memancarkan dendam tertentu namun tidak di arahkan pada pemuda tersebut.
“Aku memang berasal dari saja. Lalu apa?”
“Kalau begitu kau pantas untuk mati!” Terizla terlihat memancarkan kemaran besar setelah mendengar jawaban Alucard.
Ia melompat menyerang pemuda itu dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
Terizla sepertinya memiliki dendam tertentu dengan Moniyan Empire.