The Lone Hero

The Lone Hero
Ch.2 - Nikmati Makanan Terakhir Mu!


__ADS_3

Lingkaran sihir aktif dan kristal sihir yang melayang di depan dada Alucard mulai mengalirkan energi kedalam tubuhnya.


Alucard langsung merasakan tubuhnya dipenuhi dengan energi yang sangat kuat. Di awal tubuhnya terasa nyaman merasakan energi tersebut, namun seiring waktu di mulai merasa tidak nyaman.


Tubuhnya terasa berdenyut seolah ada sesuatu yang akan meledak. Alucard berusaha menahannya, demi kekuatan dan dendam, itulah yang ada di pikirannya.


“Aaarrrkkk!”


Alucard mulai mengerang kesakitan, sulit untuknya menahan energi yang begitu besar dari kristal sihir.


“Ini terlalu banyak, tubuh ku tidak bisa menampungnya,” Alucard bergumam, giginya merapat dengan kuat menahan rasa sakit.


“10 menit, ini adalah yang paling lama, biasanya subjek lain hanya akan bertahan selama 5 menit atau kurang.”


“Apakah kali ini kita akan berhasil?”


“Hahaha, jika kita berhasil, Lord Thamuz pasti akan memberi kita hadiah.”


Para iblis menyeringai, merasa senang dengan apa yang Alucard capai.


Di antara para iblis, hanya sedikit saja yang memiliki gelar tertinggi yaitu ‘Lord’.


Salah satunya adalah Thamuz sang Lord Of Lava, ada juga Helcurd sang Lord Of Darknes, Alice sang Lord Of Blood atau sering disebut Queen Of Apocalypse dan masih ada beberapa Lord lainnya.


“Oh ya, aku dengar bawahan terkuat Queen Of Apocalypse akan datang untuk memeriksa hasil penelitian kita.”


“Maksud mu Balmond? Apakah dia benar-benar akan datang?” iblis itu terlihat ketakutan.


“Aku bertanya kenapa kau malah bertanya balik!”


“Mana ku tau dia akan datang atau tidak, memangnya dari siapa kau mendengarnya?”


Sementara para iblis masih berdebat, Alucard sudah bisa merasakan tubuhnya mencapai batas. Jika terus seperti ini maka tubuhnya bisa meledak.


Akhirnya Alucard secara acak mengalirkan energi kristal sihir ke salah satu anggota tubuhnya. Ia hanya mengalirkan secara acak, tidak menyadari jika energi itu mengalir ke lengan kanannya.


Alucard berpikir dengan mengalirkan energi ke salah satu anggota tubuhnya, itu akan membuat hanya anggota tubuhnya itu saja yang meledak. Setidaknya dengan begitu maka masih ada kemungkinan untuk hidup meskipun kemungkinannya kecil.


Tangan kanan Alucard mengeluarkan cahaya biru, terlihat seperti besi panas namun berwarna biru cerah. Itu karena energi kristal sihir yang mengalir berlebihan di tangan kanannya.


Kristal sihir di depan dada Alucard terlihat mengurai semakin kecil, berubah menjadi energi yang masuk kedalam tubuh pemuda tersebut.


Hingga setengah jam berlalu semenjak ritual dimulai, kristal sihir sepenuhnya bergabung dengan tubuh Alucard.


Ya, dengan tekad yang kuat, Alucard berhasil selamat, tangan kanannya secara mengejutkan juga tidak hancur hanya saja terlihat tangan kanannya seperti besi panas berwarna biru cerah.

__ADS_1


“Kita berhasil! Hahaha, cepat lepaskan pemuda itu!”


Seorang iblis bergegas melepaskan rantai yang mengikat Alucard.


Namun saat baru saja iblis itu akan melepaskan rantai, rantai itu sudah lebih dulu hancur. Sebelum dia sadar, sebuah tangan berwarna biru memegang wajahnya.


“Mati!”


Alucard yang mencengkeram wajah iblis itu dengan tangan kanannya, mencengkeramnya hingga kepala iblis tersebut hancur.


“Akhirnya aku mendapatkan kekuatan, kalian para iblis akan ku bunuh!” Mata Alucard sepenuhnya putih tanpa memiliki iris ataupun pupil.


Alucard sekarang bisa dibilang sedang dalam keadaan tidak sadar, yang menggerakkan tubuhnya adalah rasa keinginan yang besar untuk membunuh para iblis.


Para iblis tidak menduga akan hal ini, mereka awalnya berpikir saat manusia berhasil menyatu, mereka akan pingsan hingga mereka bisa melakukan tindakan pencegahan.


“Hanya manusia belaka sudah berlagak sombong karena baru mendapatkan kekuatan!” seorang iblis mengeluarkan senjatanya, “akan ku buat kau sadar akan tempat mu!”


Iblis itu langsung menerjang menyerang Alucard.


Namun baru saja dia memangkas setengah jarak, sang iblis melebarkan matanya saat tiba-tiba menemukan Alucard berada di hadapannya dengan tangan kanan yang sudah berada di perutnya.


*BAM!


“Tidak baik! Cepat Serang dia secara bersamaan!”


Para iblis langsung menyerang Alucard secara bersamaan menggunakan senjata masing-masing.


Alucard menghindari semua serangan dengan mudah sambil melancarkan serangan balasan.


Tidak ada iblis yang bisa mengenai seinci pun tubuhnya, pun tidak ada dari para iblis itu bisa menghindari serangannya.


Satu serangan dan satu iblis pasti akan tewas.


Dalam waktu kurang dari satu menit saja, sekitar 20 iblis yang berada di dalam ruangan itu tewas oleh Alucard.


Para iblis lain yang berada di luar ruangan, jelas bisa mendengar suara keributan hingga mereka bergegas masuk untuk mengetahui apa yang terjadi.


“Apa yang terjadi?!”


Para iblis terkejut melihat kawanan mereka yang tergeletak tidak bernyawa. Saat mereka melihat seorang manusia yang berdiri diantara mayat kawanan mereka, para iblis itu tidak perlu menduga siapa pelakunya.


“Iblis.. bunuh!” Alucard mulai memandang para iblis dengan matanya yang sepenuhnya putih.


“Dasar manusia rendahan!”

__ADS_1


Para iblis dengan cepat menyerang.


Alucard meladeni semuanya, gerakannya sangat cepat hingga sulit untuk diikuti mata para iblis. Dengan sekali serangan, satu nyawa iblis pasti akan melayang.


Alucard selalu menyerang kepala, dada para iblis atau anggota badan iblis yang memungkinkan bisa membunuh dalam sekali serangan.


Satu persatu iblis mulai tumbang tanpa perlawanan yang berarti, namun para iblis juga terus berdatangan seolah tidak ada habisnya.


Bisa dilihat sekarang Alucard dikepung dari segala arah.


Tangan kanan Alucard memusatkan energi, membentuk bola energi yang terkonsentrasi di tangan kanannya kemudian melemparnya kearah para iblis.


“Menghindar!”


Para iblis sadar energi itu terlalu kuat, mereka mencari kematian jika berusaha menahan energi tersebut.


*Booommm!!


Tidak diduga oleh para iblis, meskipun mereka sudah menghindar namun energi tersebut menyebabkan ledakan kuat hingga menghempaskan mereka yang berada didekat ledakan.


Beberapa iblis terlempar kearah Alucard. Tentunya pemuda itu tidak hanya diam melihat, ia memberikan serangan yang menyebabkan tubuh mereka hancur.


“Cih! Dia lebih berbahaya dari yang diperkirakan. Semuanya tingkatkan kewaspadaan!”


Alucard tidak diam menunggu para iblis menyerang, dia justru lebih sering mengambil inisiatif menyerang, bahkan pemuda itu lebih agresif dari pada para iblis hingga dia justru yang terlihat seperti iblis disini.


Alucard membunuh dengan kejam, satu demi satu iblis terus berkurang.


Para iblis yang menganggap sudah tidak ada harapan menang akhirnya memilih untuk melarikan diri. Akan tetapi Alucard sama sekali tidak membiarkannya.


Tidak ada yang bisa melarikan diri dari Alucard yang sedang menggila.


Hampir setengah jam berlalu dan kini hanya satu saja iblis yang tersisa. Iblis itu gemetar seluruh tubuhnya, baru kali ini dia merasa putus asa didepan seorang manusia.


Iblis tersebut ingin menyerang dengan pedangnya namun tiba-tiba tangannya terpotong. Dia pun menyadari Alucard sudah berada di belakangnya.


Alucard menjambak rambut iblis itu lalu menariknya kebelakang, membuat iblis tersebut mendongak keatas dengan mulut terbuka.


Tangan Alucard sudah memegang sebilah pedang.


“Nikmati makanan terakhir mu!”


Alucard memasukkan bedang di tangannya kedalam mulut sang iblis kemudian merobek mulut iblis itu hingga bagian perut.


Iblis terakhir di tempat ini akhirnya terbunuh oleh Alucard.

__ADS_1


__ADS_2