The Lone Hero

The Lone Hero
Ch.14 - Alucard VS Faramis


__ADS_3

Ch.14 – Alucard VS Faramis


Alucard memasuki gua, ia bisa merasakan sisa-sisa aura iblis di dalam sana namun tidak bisa merasakan tanda-tanda keberadaan iblis.


Di samping kiri dan kanan lorong sudah ada obor api yang menerangi jalan. Alucard berjalan santai dengan kewaspadaan penuh. Ia tidak akan pernah menurunkan kewaspadaannya di area kekuasaan iblis seperti ini meskipun ia sudah menghabisi semua iblis di daerah ini.


Gelombang Mana yang Alucard rasakan semakin kuat, ia mempercepat langkahnya hingga ia tiba di sebuah area luas di dalam gua .


Alucard melihat sebuah bola sebesar kepalan tangan yang memancarkan energi kehidupan yang kuat.


“Itu.. sebuah benda zaman kuno. Sepertinya memang benar, Lantis Mountains adalah tempat tinggal para Ancient One di zaman kuno.”


(Note : Bagi kalian yang tidak tau, salah satu Ancient One di ML adalah hero Edith)


Ancient One di katakan sebagai dewa di zaman kuno. Kabarnya, Lantis Mountains adalah daerah tempat tinggal para Ancient One namun entah karena apa, para Ancient One menghilang entah kemana.


Kemungkinan benda yang ada di depan Alucard saat ini adalah peninggalan dari para Ancient One.


Alucard mengambil benda tersebut, ia bisa merasakan gelombang Mana itu sangat kuat, jauh lebih kuat dari pada Kristal Sihir yang di tanamkan di lengan kanannya.


“Aku tidak tau benda apa ini dan bagaimana cara menggunakannya. Mungkin aku harus bertanya pada Silvana nanti.”


Alucard memasukkan benda itu ke dalam kantong dimensinya kemudian berjalan keluar dari gua.


Baru saja Alucard melangkah keluar dari mulut gua, ia melihat seorang pria berlari kemudian berhenti setelah melihatnya.


Pria itu mengenakan pakaian hitam dengan jubah hijau, tedung kepalanya menyembunyikan rambut putih panjangnya.


Alucard merasakan perasaan yang tidak enak pada aura hijau di tubuh pria itu.


“Kau.. apa kau mengambil benda bulat dengan energi kehidupan di dalam tempat itu?” pria itu bertanya dengan nafas sedikit terengah-engah.


“Siapa kau?” Alucard tidak menjawab, justru balik bertanya.


“Aku Faramis, aku datang ke Lantis Mountains karena merasakan energi Mana kehidupan yang sangat kuat. Anak muda, aku sangat membutuhkan benda itu.”


“Benda apa yang kau maksud, aku tidak paham.”


“Aku tau kau memilikinya. Jelas sekali dari tubuh mu yang masih tersisa aura energi kehidupan.”

__ADS_1


“Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ingin menyerahkannya?” Alucard sudah tidak memiliki cara untuk menyembunyikan benda itu.


“Benda itu sangat penting, ini hanya kesempatan sekali seumur hidup, jika kau tidak ingin menyerahkannya maka aku akan merebutnya secara paksa,” Faramis mengeluarkan sebuah tongkat dengan bola berwarna hijau di atasnya.


“Kalau begitu aku pun tidak akan segan,” Alucard mengeluarkan pedangnya, energi Mana petir langsung mengalir menyelimuti pedangnya.


Alucard melompat kemudian menerjang ke arah Faramis.


Shadow Stampede! (Skill 1 Faramis)


Tubuh Faramis di selimuti aura hitam kehijauan hingga tubuhnya seolah menjadi roh. Faramis pun menahan tebasan Alucard menggunakan tongkatnya.


*BAAMM!!


Bentrokan antara pedang Alucard menyebabkan gelombang kejut. Kaki Faramis sampai masuk ke dalam tanah karena sentakan tebasan Alucard.


Ghost Bursters! (Skill 2 Faramis)


Faramis melancarkan serangan balasan, mengeluarkan gelombang energi yang sangat kuat.


Alucard langsung menyelimuti tubuhnya dengan Mana. Ia terkena serangan dan terlempar puluhan meter.


Armor di lengan kanan Alucard sedikit terbuka, memperlihatkan lengan birunya dari celah-celah armor. Aura kuat langsung menyelimuti pemuda itu.


“Setelah sekian lama akhirnya ada lawan yang bisa membuat ku sedikit melepaskan segel pada lengan kanan ku!” Alucard memasang kuda-kuda.


Armor di lengan kanannya memang berfungsi untuk menahan energinya agar tidak menyebar. Jujur, Alucard sekarang masih belum bisa sepenuhnya menahan energi di lengan kanannya.


“Kekuatan pemuda ini meningkat,” Faramis mengerutkan keningnya, menoleh ke arah lengan kanan Alucard, “itu.. apakah ini benar-benar nyata? Apa pemuda ini benar-benar bisa menanamkan kristal sihir di tubuhnya sendiri?”


Faramis adalah seorang Alkemis yang ahli dalam ramuan, ia sudah berusia ratusan tahun dan masih hidup sampai sekarang bahkan tubuhnya selalu muda. Pengetahuannya sangat luas hingga ia bisa langsung mengetahui kondisi Alucard saat ini.


Faramis menarik energi dari bola kristal di ujung tongkatnya hingga auranya juga meningkat.


Ghost Bursters!


Faramis mengibaskan tongkatnya, mengeluarkan belasan gelombang energi putih kehijauan.


Alucard melesat ke depan, menebas semua serangan Faramis dengan mudah.

__ADS_1


Melihat Alucard semakin mendekat, Faramis melompat ke dahan pohon di belakangnya kemudian melancarkan serangan yang sama. Dan hal yang sama pun terjadi, serangannya di tangkis dengan mudah.


Faramis kembali melompat menghindari serangan Alucard dan terus melancarkan serangan.


Hingga pada saat tertentu, Faramis melompat kemudian mengentakkan tongkat sihirnya di tanah.


Cult Altar! (Ulti Faramis)


Alucard berhenti, melihat ke beberapa arah. Ia pun menyadari Faramis tadi menyerang bukan sembarangan. Serangan Ghost Bursters yang ia tangkis menyebar ke berbagai titik tertentu hingga pria itu bisa mengeluarkan teknik andalannya (Cult Altar)


Aura Faramis menjadi lebih kuat, Alucard segera melompat menjauh sambil mengangkat pedangnya. Mana yang kuat keluar melalui lengan kanannya hingga armor lengannya semakin terbuka.


Alucard melesat kedepan begitu juga dengan Faramis. Mereka pun beradu serangan dalam jarak dekat membuat kawah di setiap tempat mereka beradu serangan.


Shadow Stampede!


Faramis melesat melewati Alucard, bersamaan dengan gumpalan aura seperti tangan besar yang menggenggam tubuhnya.


Alucard pun langsung tertarik ke arah Faramis.


Ghost Bursters!


Melihat serangan yang datang, Alucard meledakkan Mana petir dari tubuhnya hingga gumpalan aura yang menggenggam tubuhnya seketika hancur.


Alucard pun melompat menghindari serangan kemudian menerjang ke arah Faramis.


Faramis kembali menahan tebasan Alucard menggunakan tongkatnya. Alucard pun menendang tongkat Faramis sampai terlempar dari tangannya.


Alucard memanfaatkan hal itu melancarkan serangan berputar 360°.


Faramis terkena tebasan tersebut dengan telak, membuatnya terlempar menabrak pohon sampai tumbang.


Aura kuat yang menyelimuti tubuh Faramis menghilang, terlihat ia tidak terluka sama sekali setelah terkena serangan telak dari Alucard.


Cult Altar bisa memberi Faramis nyawa tambahan hingga jika ia terkena serangan yang bisa membuat luka parah atau merenggut nyawa, itu akan langsung di hilangkan.


“Bagaimana dia bisa tidak terluka setelah terkena serangan ku?” Alucard mengerutkan keningnya, padahal ia yakin tebasannya tadi bisa membelah baja sekalipun.


Faramis mengarahkan tangannya ke tempat tongkat sihirnya tergeletak. Seketika tongkat itu terbang kembali ke tangan Faramis.

__ADS_1


Faramis berdiri dengan ekspresi serius. Ini pertama kalinya sihir Cult Altar miliknya sampai hancur dalam sekali serangan olah seorang anak muda belaka.


__ADS_2