
Sihir Ultimate Cult Altar yang Faramis keluarkan dengan bantuan Twillight Orb menyebabkan perubahan besar di medan perang.
Semua pasukan Necrokeep bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
Leomord dengan menunggangi Barbiel, bergerak cepat menerobos pasukan iblis sambil menebas semua iblis yang ia lewati.
Iblis badak berlari ke arah Leomord namun Leomord dan Barbiel sama sekali tidak menunjukkan tanda keraguan sedikitpun berlari menuju badak iblis.
Saat mencapai jarak tertentu, Barbiel melompat, mengentakkan kedua kaki depannya hingga membuat tanah di depannya naik.
Iblis badak pun terlempar ke atas, bersamaan dengan Leomord yang melompat dari punggung Barbiel.
Dua tebasan membuat iblis badak itu terpotong dan tewas. Leomord tepat mendarat di punggung Barbiel.
Sementara pasukan garda depan di pimpin oleh Leomord, Vexana sang Ratu Necrokeep melancarkan serangan jarak jauh menggunakan sihir bersama para penyihir kerajaan.
Faramis sendiri segera bergegas menuju benteng setelah berhasil mengaktifkan sihir Ultimate Cult Altar.
“Maafkan saya Yang Mulia Ratu, saya terlambat datang membantu hingga membuat para iblis hampir menerobos benteng,” Faramis langsung berlutut di depan Vexana.
“Angkat kepala mu, Faramis. Kau tidak perlu meminta maaf, kau telah menjalankan tugas dengan baik dan menjadi pahlawan Necrokeep,” Vexana tersenyum lembut, “sekarang berdirilah dan saatnya kita menunjukkan kekuatan Necrokeep pada para iblis itu.”
“Baik Yang Mulia Ratu,” Faramis mengangkat kepalanya dengan ekspresi teguh.
Ia selalu menghormati ratunya dengan segenap jiwa dan raga. Tidak pernah sekalipun ia berpikir untuk mengkhianati wanita di depannya ini.
“Kalau begitu saya akan maju membantu yang lainnya,” Faramis pun lekas bergerak menuju medan perang setelah Vexana mengangguk memberi persetujuan.
Meskipun Faramis menang seorang Penyihir sekaligus Alkemis namun ia memiliki kemampuan bertarung yang sangat mumpuni. Terbukti ia bisa bertarung setara melawan Alucard.
*BAAMM!
Alucard melompat saat Terizla menghantamkan palu besarnya.
“Kekuatannya semakin menggila. Dan senjata itu sepertinya bukan senjata biasa, api hijau itu terus membesar seiring waktu seolah semakin kuat seiring kuatnya emosi iblis ini!”
Alucard mendarat, bersamaan dengan menebaskan pedangnya, mengeluarkan gelombang petir kuat.
Faramis menangkis serangan tersebut. Tanpa ia sadari Alucard sudah berada di hadapannya dengan pedang yang di tebasan mengincar perutnya.
Saat pedang Alucard menghantam baju besar Terizla, itu hanya membuat iblis kekar itu terlempar puluhan meter.
__ADS_1
“Armor yang ia gunakan sepertinya juga sebuah Item kelas atas yang mungkin setara dengan armor lengan ku,” Alucard mengerutkan keningnya.
Ia sudah berkali-kali berhasil menebas Terizla namun setiap serangannya mengenai armor Terizla hingga itu tidak memberikan dampak apapun padanya.
“Kau tidak akan bisa menang melawan ku!” Terizla kembali mengayunkan palu besarnya.
“Kalau begitu..” Alucard melepaskan segel lengan kanannya, seketika pedangnya di selimuti petir ganas.
Untuk pertama kalinya, Alucard menangkis serangan kuat Terizla.
*BAAMM!
Senjata mereka beradu menyebabkan gelombang ledakan kejut keras. Para iblis dan pasukan Necrokeep yang berada cukup dekat dengan mereka berakhir terpental.
Alucard terus mendorong palu Terizla dengan pedangnya, begitu juga sebaliknya.
Tubuh Alucard di selimuti petir, kekuatannya bertambah seiring banyaknya ia menggunakan mana di lengan kanannya.
Alucard memberikan satu sentakan kuat, palu Terizla pun terdorong hingga iblis itu melangkah mundur kehilangan keseimbangan.
Alucard memanfaatkan kesempatan itu, memusatkan Mana petir pada pedangnya kemudian melancarkan satu tebasan.
Kedua kalinya Terizla terkena tebasan pada bagian perutnya hingga armor pada tubuhnya retak dan pedang Alucard berhasil melukainya.
Leomord yang berlari bersama Barbiel, melihat tubuh Terizla terpental ke arahnya.
Tubuhnya di selimuti aura biru kemudian Barbiel melompat, Leomord memberikan satu tusukan pada punggung Terizla hingga iblis itu terpental kembali ke arah Alucard.
Alucard melompat, menyiapkan serangan terkuatnya.
Fission Wave!
Tebasan Alucard mengeluarkan gelombang Mana petir kuat, menghantam Terizla dengan telak hingga armornya hancur berkeping-keping.
“Aaarrrrkkk!!”
Terizla berteriak kesakitan saat aliran Mana petir menjalar ke seluruh tubuhnya, memberikan rasa sakit yang sangat mengerutkan.
Alucard mendarat di tanah, ia memasang kembali armor lengannya agar energi pada lengan kanannya tidak sampai merusak tubuhnya.
“Aku hanya bisa menggunakan Fission Wave sekali saja, setelah itu tubuh ku akan merasakan sakit. Tapi baguslah iblis itu sudah tidak bisa lagi bergerak,” Alucard menoleh ke arah Leomord, ini pertama kalinya ia mendapatkan bantuan saat bertarung melawan Iblis meskipun bantuan itu tidak terlalu banyak.
__ADS_1
Alucard mengangkat pedangnya, berniat memenggal kepala Terizla.
“Jangan di bunuh dulu!” Leomord segera menghentikan Alucard.
“Kenapa? Iblis harus segera di musnahkan!” Alucard menatap tajam Leomord, jelas tidak suka dirinya di larang membunuh iblis.
“Jangan terbawa oleh emosi, kita akan menahannya terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi mengenai Dark Abyys.”
“Ck! Baiklah kalau begitu aku serahkan dia pada mu! Aku akan mengurus iblis-iblis lainnya!” Alucard berbalik, menerjang gerombolan iblis yang masih tersisa.
Alucard tidak memedulikan tubuhnya yang sakit karena membasmi iblis yang paling utama.
Leomord turun dari punggung Barbiel lalu mengambil palu besar Terizla.
“Palu ini cukup berat tapi dia bisa mengayunkannya seperti mainan. Untung saja ia tidak memiliki kecepatan yang mumpuni, jika tidak dia akan sangat menyeramkan,” Leomord bergumam melihat Terizla yang terkapar lemah.
Leomord memanggil beberapa prajurit Necrokeep.
“Ikat dia kemudian bawa ke tahanan!”
“Baik!” Para prajurit itu segera melaksanakan tugas mereka.
Para Iblis yang melibatkan pemimpin mereka telah di kalahkan menjadi panik. Mereka berhamburan menyerang tidak jelas, bahkan ada yang berusaha melarikan diri meskipun tidak bisa karena mereka sudah terkepung dari segala sisi.
Satu demi satu iblis terus terbunuh tanpa bisa memberikan perlawanan yang signifikan.
Selain itu para pasukan Necrokeep yang berhasil mereka bunuh akan bangkit kembali seolah memiliki nyawa yang tidak terbatas.
Seluruh area medan perang sudah di jangkau oleh sihir Ultimate Cult Altar milik Faramis hingga itu akan terus membangkitkan pasukannya selama sihir masih aktif.
Alucard sendiri bertarung dengan sangat mencolok. Tidak ada satu pun iblis yang bisa selamat dari satu tebasan pedangnya, bahkan jika itu iblis commander sekali pun.
Melihat keganasan Alucard membuat para iblis enggan berhadapan dengannya hingga memilih menjauh saja. Tapi jika mereka sudah menjadi incaran Alucard, mereka tidak akan bisa menghindar.
Pasukan iblis yang awalnya berjumlah ribuan kini menjadi ratusan saja.
Tidak ada yang bisa mereka lakukan, menyerah percuma, melawan pun percuma, berusaha kabur juga sangat tidak mungkin.
Namun mereka sudah terpojok sampai seperti ini, dari pada diam menanti kematian, lebih baik bertarung sampai mati.
Semangat bertarung para iblis kembali bangkit, mereka menggila, menyerang dengan ganas.
__ADS_1
Pada akhirnya para iblis tetap tidak bisa membunuh satupun pasukan Necrokeep. Mereka berakhir terbunuh tanpa di sisakan satu pun.