The Lone Hero

The Lone Hero
Ch.5 - Queen Of Apocalypse


__ADS_3

Silvana menganggap Alucard sebagai pemuda yang aneh. Saat mengungkapkan identitasnya, bahkan pemuda itu sama sekali tidak terkejut.


Namun keanehan Alucard justru membuat Silvana merasa pemuda itu sangat menarik.


Biasanya orang-orang akan terkejut dan langsung meminta maaf, menundukkan kepala, tersenyum ramah dan akan bersikap sangat formal. Silvana tidak suka jika orang-orang selalu bersikap formal padanya.


Dia juga ingin berbicara seperti orang normal pada orang lain. Namun mengingat identitasnya sebagai seorang putri, sepertinya itu adalah hal yang sulit dibayangkan.


Namun kini dia bertemu dengan seorang pemuda biasa ia ajak bicara seperti orang normal. Meskipun sikap Alucard cukup dingin namun ia tidak membencinya.


“Baiklah Alucard, aku sudah menjawab semua pertanyaan mu, sekarang giliran mu untuk menjawab pertanyaan ku. Bagaimana kau bisa bertarung melawan iblis sebelumnya? Apa benar kau yang membunuh para iblis itu?”


“Aku tidak ingat dengan jelas tapi yang pasti..” Alucard mulai menceritakan apa yang dia alami dimana para tahanan dibuat menjadi subjek eksperimen oleh para iblis.


“Aku hanya ingat sampai proses penyatuan kristal sihir, aku tidak ingat pernah bertarung melawan iblis apa lagi sampai membunuh mereka.”


Silvana mengerutkan keningnya, jelas terlihat marah dengan apa yang para iblis itu lakukan namun dia dengan cepat mengendalikan dirinya.


“Belakangan ini para iblis memang sering bertindak lebih agresif. Tapi kali ini mereka sangat berlebihan sampai mencoba eksperimen menggabungkan tubuh makhluk hidup dengan kristal sihir, itu terlalu..” Silvana tidak melanjutkan kata-katanya karena menyadari satu hal.


“Tunggu, kau bilang tadi jika para iblis itu sudah mulai menggabungkan kristal sihir ke tubuh mu kan?”


“Ya, tapi aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya.”


“Diam sebentar!” Silvana meraih tangan kanan Alucard lalu membuka perbannya.


Saat perban sepenuhnya dibuka, Alucard mengerutkan keningnya saat melihat dari tangan sampai sikunya memancarkan warna biru seperti besi panas berwarna biru.


“Kenapa tangan ku bisa seperti ini?”


“Tangan kanan mu selalu memancarkan energi Mana, kemungkinan proses penggabungan berhasil, kau benar-benar telah menyatu dengan kristal sihir, Alucard,” Silvana berkata dengan ekspresi serius menatap tangan kanan Alucard.


“Lalu apakah ini sesuatu yang buruk?”


Silvana menggeleng pelan, “justru ini adalah hal yang baik. Manusia biasanya hanya bisa menampung Mana sesuai dengan kekuatan tubuh mereka, semakin kuat tubuh manusia maka semakin banyak Mana yang bisa ditampung. Tapi karena tubuh mu sudah menyatu dengan kristal sihir, kemungkinan tubuh mu bisa menampung Mana yang tidak terbatas.”

__ADS_1


“Tidak terbatas?” Alucard sama sekali tidak paham.


“Itu hanya spekulasi ku saja, aku tidak tau apakah...”


“Ternyata anda disini tuan putri!”


Sebelum Silvana bisa menuntaskan kalimatnya, pintu kamar terbuka dan seorang wanita berpakaian maid memasuki ruangan.


“Eh! Luna, apa yang kau lakukan disini?” Silvana terlihat gugup.


“Seharusnya saya yang bertanya, apa yang tuan putri lakukan disini?” Maind bernama Luna berjalan mendekati Silvana dengan wajah tegas “sekarang adalah waktunya latihan penjamuan minum teh, anda malah pergi entah kemana, ayo sekarang ikuti saya!”


“Eh.. latihan itu membosankan, lagi pula untuk apa latihan penjamuan minum teh, semua orang tau bagaimana caranya minum teh,” Silvana mulai merengek.


Sebenarnya Silvana pergi menemui Alucard karena tidak ingin menghadiri latihan penjamuan minum teh. Menurut Silvana itu sangat membosankan dan tidak ada gunanya.


“Anda adalah tuan putri Monian Empire, jika anda terus seperti ini, bisa-bisa nama kekaisaran kita bisa menjadi Sunda Empire,” Luna meraih tangan Silvana, “ayo tuan putri, kalau yang mulia raja atau ratu mengetahui hal ini, bisa-bisa saya yang dimarahi.”


“Baiklah-baiklah cerewet sekali,” Silvana mendengus kesal, “Alucard, aku pergi dulu, besok aku akan mengunjungi mu lagi, jangan lupa istirahat ya!”


“Apakah seorang tuan putri memang aneh seperti itu? Aku kira seorang putri selalu bersikap anggun dan cantik, tapi dia malah cerewet,” Alucard bergumam, “yah, meskipun aku akui, dia cukup cantik.”


Alucard pun tidur, istirahat agar kondisinya bisa pulih kembali.


***


Hari demi hari berlalu, Silvana selalu mengunjungi Alucard sekali setiap hari. Gadis itu tidak hanya datang dengan membawa makanan melainkan obat-obatan untuk membantu pemulihan kondisi Alucard.


Alucard tidak mengerti kenapa Silvana begitu baik padanya padahal mereka tidak saling kenal sebelumnya. Dirinya juga hanya seorang pemuda desa biasa, tapi Silvana yang merupakan seorang putri sama sekali tidak ragu dekat-dekat dengannya.


Meskipun Alucard tidak pernah mengungkapkan dan selalu bersikap datar, tidak pernah tersenyum saat bersama Silvana, namun dia cukup menikmati kebersamaan mereka.


Setidaknya dia tidak merasa bosan tidur terus di dalam ruangan luas ini dengan berbicara bersama gadis cantik itu.


Jika orang-orang luar mengetahui kalau putri Silvana sangat dekat dengan seorang pria bahkan sampai menyuapinya, pasti akan terjadi kehebohan.

__ADS_1


***


Dark Abyss


Dark Abyss merupakan tempat tinggal para iblis, disana suasana selalu gelap meskipun masih siang. Energi kegelapan yang menyelimuti Dark Abyss membuat sinar matahari sulit masuk kedalam.


Disana banyak sekali tempat-tempat menyeramkan yang ditinggali makhluk menyeramkan pula.


Salah satunya adalah sebuah tempat yang pepohonannya kering tanpa daun, mulai dari batang, dahan sampai ranting pepohonan disana semuanya berwarna hitam.


Di sebuah area lapang di hutan tersebut, terdapat sebuah istana megah yang diatasnya terbang ribuan kelelawar.


Istana itu merupakan tempat tinggal dari salah satu iblis terkuat Dark Abyss, Alice sang Lord Of Blood atau Queen Of Apocalypse.


Alice saat ini sedang duduk di singgasananya dengan posisi yang elegan, menatap seorang Orc yang berlutut beberapa meter di depannya dengan mata merah darah.


Alice merupakan iblis berparas sangat cantik, kulitnya putih pucat sangat selaras dengan tubuhnya yang bisa menggoda siapa saja yang memiliki nafsu. Alice memiliki rambut putih keunguan, dua tanduk di kepalanya sama sekali tidak mengurangi daya tarik Alice.


Alice tersenyum tipis setelah mendengar apa yang Balmond laporkan.


“Jadi ada seorang bocah manusia yang berhasil bergabung dengan kristal sihir. Benar-benar luar biasa,” jelas Alice kagum karena bahkan dirinya yang merupakan salah satu iblis terkuat saja tidak akan berani memasukkan kristal sihir kedalam tubuhnya.


“Sekali lagi, saya mohon maaf Ratu, karena tidak bisa membawa bocah itu kehadapan mu.”


Alice sama sekali tidak marah meskipun Balmond tidak dapat membawa Alucard. Dia paham kekuatan Tigreal yang tidak mungkin bisa Balmond tandingi.


“Tidak masalah, Balmond, kau bisa pergi!”


“Baik yang mulia,” Balmond pun keluar dari ruangan itu.


“Seorang bocah manusia yang berhasil bergabung dengan kristal sihir. Ah~ mendengarnya saja sudah membuat ku bergairah,” Alice menjilat bibirnya, “sepertinya apa yang akan terjadi kedepannya nanti akan menarik!..


Hahahaha...!”


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2