This Is Cinta

This Is Cinta
One


__ADS_3

[Bandar Lampung, 16 Agustus 2010]


SMA Bintara adalah salah satu sekolah swasta terbaik di kota Bandar Lampung. Sebuah sekolah elit yang terkenal dengan lulusan berprestasi, mampu meraih berbagai piagam setiap tahun dalam beragam perlombaan.


Dengan prestasi yang begitu cemerlang ini tidak luput dari siswa maupun siswinya yang juga memiliki prestasi bagus. Seperti yang telah dijelaskan bahwa sekolah ini merupakan sekolah elit yang kebanyakan muridnya berasal dari keluarga kelas menengah atas. Tapi tak menutup kemungkinan bagi siswa biasa untuk dapat berkesempatan mencuri ilmu disekolah tersebut, hanya saja hal itu memiliki sedikit kemungkinan, murid beasiswa misalnya.


Sistem belajar yang disiplin juga ketat mampu menghasilkan murid-murid yang cerdas dan beretika baik. Tapi tak andil rupanya jika dalam satu sekolah yang sempurna tidak memiliki murid yang nakal, seperti seorang siswa yang satu ini.


“Bima sudah berapa kali ibu katakan padamu untuk tidak memanjat pagar saat kamu sudah telat masuk. Tunggu sampai ibu datang maka kamu bisa masuk melalui gerbang sekolah !”


Perkenalkan ini dia Bima Aldriansyah, seorang anak laki-laki yang berusia 16 tahun. Memiliki kulit putih, berlipit mata dengan alis tegak meruncing persis seperti orang Jepang, rambut hitam pekat yang lurus seperti landak, bergolongan darah A, badan gempal berisi dengan tinggi semampai sekitar 166 cm dan jangan lupa bahwa dia adalah seorang playboy cap kapak.


“kalo saya ngikutin kata-kata ibu yang ada sekarang saya udah ada di kamar mandi”


“jadi kamu pikir dengan memanjat pagar sekolah tidak akan ketahuan oleh ibu, begitu !”


Kalau yang ini namanya bu Ani Almaheera, namanya cantik tapi tidak seperti kelihatannya. Sifatnya yang tegas membuat beliau bertugas sebagai guru BK. Memiliki kulit sawo matang, tinggi sekitar 150 cm, dengan potongan rambut pendek ikal seperti laki-laki membuat beliau tampak berwibawa.


“bisa jadi bu”


“jangan banyak bicara, sekarang bersihkan toilet laki-laki dan saat jam istirahat temui ibu diruangan”


“yah… bu kan udah dihukum, trus saya mau diapain lagi ke ruangan ibu”


“sudah jangan banyak tanya, lakukan saja apa yang ibu perintahkan !”


“tapi bu saya kan… bu”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, bu Ani sudah meninggalkan seorang murid laki-laki yang bernama Bima. Dengan sangat terpaksa anak itu menuruti perintah dari guru BK nya, karena kalau sampai ia ketahuan tidak mengerjakannya maka hukuman lain sudah pasti akan menghampirinya.


***


“emang bener-bener sial kalo gue ngikutin kata-kata Dion. Begini nih jadinya gue dikamar mandi, lah dia bebas berkeliaran. Awas aja tuh anak nanti ya” umpat Bima disela-sela kegiatannya membersihkan kamar mandi.


Setelah selesai dengan hukumannya, laki-laki itu langsung ngeloyor pergi kedalam kelasnya. Kalian harus tau seorang Bima mungkin nakal dimata guru BK karena kesehariannya yang memang suka terlambat masuk sekolah. Tapi anak ini merupakan anak yang penurut, apalagi jika sudah mengenai pelajaran Olahraga dan juga Keterampilan tidak akan dia lewatkan keduanya.


“oy bro dari mana aja lo, udah lewat satu pelajaran lo baru balik”


Perkenalkan ini dia sahabat dari Bima, siapa lagi kalau bukan Dion Mahendra. Seorang anak laki-laki dengan tinggi sekitar 165 cm, memiliki kulit putih, bermata sipit dengan rambut menjulang seperti landak, jago main basket, jago juga dalam pedekate dengan teman perempuan.


“sial lo, berani ngerjain gue”


“haha sabar mas bro, gue kan bilang yang sebenernya sama lo mana tau gue kalo bu Ani udah ada disana pas gue pergi ke kelas duluan”


“alesan lo”


“hehe… jadi gimana rasanya? Wah pasti kamar mandi kita udah kinclong dong ya”


“kinclong mate lo! Kasih gue minum capek banget gue, mana nanti jam istirahat masih disuruh ngadep BK”


“ngadep BK? Mau ngapain, bukannya hukumannya udah selesai ?”


“mana gue tau, kalo sampe hukumannya diperpanjang lo yang harus gantiin gue !”

__ADS_1


“weh selow mas bro”


Sedang meributkan masalah kejadian di gudang belakang sekolah pagi tadi, tiba-tiba bu Yuna datang dan memulai pelajaran Keterampilan pagi itu.


“sudah semuanya tenang, kita masuk mulai pelajarannya. Ketua kelas tolong siapkan”


Oke kalau guru yang satu ini namanya bu Yuna Iriana, seorang guru wanita yang mengajar Keterampilan di sekolah tersebut. Memiliki tubuh agak gendut, tinggi sekitar 160 cm, memakai hijab dan memiliki sedikit rasa humor (friendly).


“baik bu. Semua siap, beri salam” ucap Khoirul selaku ketua kelas.


“assalammualaikum bu” ucap siswa kelas 10B serentak.


“waalaikumsalam. Masuk ke bab kemarin sebentar untuk mengulas, sekertaris tolong maju lalu tulis materi berikutnya yang akan kita bahas di papan”


“baik bu”


Pelajaran pun dimulai dengan normal, karena yang biasa membuat keributan dikelas adalah seseorang yang sangat menyukai pelajaran ini, jadi tentu saja suasana kelas akan hening.


**


Dua jam telah berlalu dan tiba saatnya untuk istirahat. Bu Yuna selaku guru keterampilan memanggil salah satu murid yang terlihat sedang mengemasi barang-barangnya dan berniat untuk pergi keluar kelas.


“Bima, tadi bu Ani pesan sama ibu untuk memanggil kamu keruangannya setelah jam pelajaran selesai”


“iya bu”


Setelah menyampaikan pesan dari guru BK, bu Yuna segera meninggalkan kelas. Sedangkan yang memiliki urusan masih diam ditempat sambil mengeluarkan kata-kata omelan pada temannya.


“gara-gara lo nih semuanya”


“janji lo ya”


“yaelah iya”


“yaudah, lo duluan aja ke kantin, gue mau ke kantor BK dulu”


“ok”


***


“permisi bu, ada apa ya panggil saya ?”


“duduk, ada yang ingin ibu sampaikan padamu”


“apa masih ada hukuman lain bu selain bersihin toilet. Bu saya janji deh gak bakalan manjat pager lagi lain kali, tapi jangan hukum saya lagi ya bu”


“baiklah kamu sudah berjanji pada ibu ya, kalau sampai ketahuan panjat pagar lagi ibu akan kasih hukuman yang lebih parah dari bersihin toilet”


“iya deh bu saya janji”


“ok”


“yaudah bu kalo gitu saya permisi” anak itu berbalik dari hadapan bu Ani dengan gembira dan percaya diri, mengira bahwa tidak ada hukuman lain untuknya. Tapi nyatanya bu Ani kembali menyuruhnya untuk duduk diruangan itu.

__ADS_1


“eh mau kemana kamu ?”


“lah ya mau kekantin bu, kan jam istirahat belum selesai”


“siapa bilang kamu diizinkan untuk pergi !”


“bukannya ibu panggil saya karena mau kasih hukuman lain? Tapi kan saya udah janji sama ibu gak akan ngulangin hal itu lagi, ibu juga udah setuju jadi saya bisa pergi sekarang kan bu”


“yang guru disini kamu atau ibu sebenarnya !”


“ibu lah”


“kenapa jadi kamu yang ngatur kapan kamu akan pergi, sekarang kamu duduk disana karena ibu belum selesai sama kamu”


Kali ini suasana serius tengah memenuhi seisi ruangan BK, bahkan Bima pun sampai merasakan hal yang mengerikan akan menghampiri dirinya kala itu.


“ada apa bu ?”


“besok ada upacara 17‘an disekolah, ibu ingin kamu datang lebih awal untuk menyiapkan beberapa perlengkapan yang akan dipakai pada perlombaan hari berikutnya”


“ha! Bu, kan ada anak osis kenapa harus saya ?!”


“karena ibu ingin kamu ikut berpartisipasi dalam acara itu”


“berpartisipasi kan bisa dalam kegiatan lain bu gak hanya bantu beres-beres”


“oh jadi kamu gak mau ikutin perintah ibu”


“jadi ini perintah nih bu, bukan permintaan ?”


“kamu boleh anggap seperti itu”


Bu Ani termasuk salah satu guru yang sudah terlanjur ‘gereget’ pada anak yang bernama lengkap Bima Aldriansyah itu, karena beliau selalu memergoki Bima melompati pagar belakang setiap pagi. Kebiasaannya itu sudah terlalu diingat oleh guru BK nya. Itu sebabnya jika ada acara seperti ini, beliau akan langsung memanggil Bima sekedar untuk memberinya hukuman tambahan menggunakan cara lain.


“tapi kalo temen saya ikutan boleh kan bu ?”


“boleh, lebih banyak lebih bagus”


“ok deh bu, kalo gitu saya permisi”


“hari ini kamu ikut ibu beli peralatan yang dibutuhkan untuk acara lomba”


“tapi gimana sama kelas saya bu ?”


“ibu sudah minta izin untuk kamu”


“sekarang nih bu ?”


“minggu depan Bim”


“ok bu”


“sekarang Bima Aldriansyah !”

__ADS_1


“hehe… iya deh bu”


Akhirnya hari itu dihabiskan Bima dengan menemani sang guru berbelanja kebutuhan yang akan dipakai untuk perlombaan pada tanggal 18 Agustus mendatang. Sedangkan besok, sekolah dijadwalkan libur dan hanya akan ada kegiatan pada pagi hari berupa upacara bendera.


__ADS_2