This Is Cinta

This Is Cinta
Three


__ADS_3

“Ayla boleh kenalan gak ?”


“Ayla udah punya pacar belum ?”


“Ayla duduk sini aja sama gue”


Setelah Ayla selesai memerkenalkan diri, suasana kelas sedikit agak ricuh akibat ulah seseorang disana. Sampai pak Heru selaku guru kelas saat itu mengetukkan penghapus ke papan untuk menghentikan kebisingan tersebut.


“sudah diam lanjutkan pelajaran. Kamu boleh duduk dan ikuti pelajaran dengan tertib”


“baik pak”


Setelah tadi sempat memerhatikan kondisi kelas, hanya ada satu sisa bangku yang kosong tepat disebelah jendela yang langsung menghadap ke arah gerbang sekolah. Perlahan tapi pasti Ayla berjalan kearah bangku itu.


“gue boleh duduk disini ?”


“boleh, tapi lo yang didalem ya”


“hm”


Apa yang dimaksud dengan ‘didalem’ ??


Jadi begini, tata letak tempat duduk Ayla saat ini berada diujung kelas dan urutan nomor dua dari belakang, karena letaknya disudut dan harus melewati tempat duduk disebelahnya baru sampai, itu sebabnya memakai istilah ‘didalem’.


“lo Ayla? Gue Tari” Seorang gadis dengan rambut lurus panjang terurai dan pipi chubby mengulurkan tangannya untuk memerkenalkan diri sebagai Tari.

__ADS_1


Yah dialah Tari Kumala Dewi, gadis yang akan menjadi teman sebangku Ayla mulai dari sekarang sampai tahun depan. Memiliki suara yang sangat tidak biasa alias ‘cempreng’ dan bisa dibilang bahwa ia adalah gadis yang sangat aktif. Sangat menyukai laki-laki tampan dan idolanya adalah kakak kelas. Selalu mengutarakan apa yang ada dipikirannya tanpa pernah berpikir panjang.


“iya salam kenal” balas Ayla sambil menerima uluran tangan Tari.


“gue Sita” ucap seorang gadis yang duduk tepat didepan Ayla.


Lebih tepatnya Sita Nursari, seorang gadis polos yang selalu menerima kritikan dari teman-temannya akibat tidak pernah memahami situasi dan terlalu ‘lemot’. Ia merupakan gadis yang selalu menjadi sasaran bulian Tari setiap hari, karena memang tidak ada balasan apapun darinya. Dia juga gadis pertama yang membuat Ayla kesal dihari pertamanya menginjakkan kaki dikelas tersebut.


“Ayla”


“hey kita ketemu lagi, ulang deh kenalannya gue Ica” ucap seorang gadis yang duduk disamping Sita. Dia adalah gadis yang ditemui oleh Ayla dilapangan upacara kemarin.


“Ayla”


“lo pada sibuk kenalan masa gue enggak sih. Kita kenalan dari jauh aja ya, gue Kiran”


Kiran Adisti Shakilla, seorang gadis yang cukup fashionable diantara yang lainnya. Ia duduk berdua dengan seorang gadis bernama Tika, tapi karena ia lebih dekat pada Ica dan lainnya itu sebabnya Kiran jarang keluar main bersama dengan Tika.


“Ayla”


Jawaban singkat yang diberikan Ayla, dengan hanya menyebutkan namanya sudah cukup untuk menerima perkenalan dan tanda pertemanan dari mereka. Setelah selesai berkenalan mereka melanjutkan pelajaran. Meskipun memang sebenarnya pelajaran sudah berlanjut sejak tadi, hanya saja mereka berempat sibuk berkenalan dengan Ayla.


“kerjakan soal yang ada dipapan pada buku tugas masing-masing” seru pak Heru selaku guru Matematika yang terkenal sangat killer.


“baik pak” jawab serempak murid kelas itu.

__ADS_1


Bahkan hanya dari tampangnya saja sudah bisa ditebak bahwa guru satu ini adalah guru killer. Kenapa hampir semua guru dengan mata ajar Matematika terkenal dengan guru yang sangat mengerikan, mungkin semata-mata bukan karena gurunya melainkan mata pelajarannya yang terdiri dari angka dan berbagai rumus membuat kepala menjadi pusing hanya dengan melihatnya.


Pak Heru ini tidak terlalu tinggi bahkan bisa dibilang pendek, memiliki hidung yang cukup besar dengan wajah bulat, rambut hitam pendek yang tertata rapih, juga tubuh yang tidak terlalu kurus. Jangan lupa beliau ini memiliki mata yang sangat tajam.


Ayla mengerjakan soal yang tertulis dipapan dengan sangat mudah karena memang soal tersebut bisa dipecahkan dengan rumus yang pernah ia pelajari sewaktu SMP. Jangan lupakan bahwa gadis ini merupakan murid pintar disekolahnya. Kepintarannya pun masih berguna hingga kini.


Sedang asik mencoret kertas untuk menemukan jawaban dua soal didepan, tanpa sepengetahuan Ayla ternyata Sita sedang menengok kearah lembar jawaban miliknya, dan saat gadis itu mengetahuinya ia langsung naik pitam dan memarahi Sita karena ulahnya.


“ngapain lo liatin kerjaan gue ?” sungut Ayla saat memergoki Sita, membuat Tari dan Ica langsung mengarahkan pandangannya pada Ayla.


“hehe… gak ko Ay”


“jangan boong deh”


“iya-iya liat dikit doang kok”


“kalo mau liat tuh bilang dulu kenapa sih” bukan berarti Ayla tidak ingin memberikan jawabannya, hanya saja gadis itu lebih suka mengajarkan cara yang ia gunakan pada temannya jika bertanya daripada hanya menyalin jawaban tanpa mengerti cara mendapatkan hasilnya.


“iya deh maap”


“huft ya udah, lain kali bilang dulu” kali ini sepertinya gadis itu sudah mulai melunak.


****


‘sebuah perkenalan yang membawa kami pada takdir masa depan tanpa satupun mengetahuinya. Persahabatan tulus tanpa syarat apapun, itulah yang kami temukan’

__ADS_1


__ADS_2