
“Ay lo gak mau kenalan bentar tuh sama Bima, dia ganteng tau Ay”
“apaan deh, gue mau langsung pulang aja”
“cieee Ayla, ekhem gak pernah deh gue denger ada gosip tentang lo, eh sekalinya muncul langsung bersanding sama pangerannya SMA Bintara nih”
“berisik deh, gue mau pulang”
“Ayla jangan ngambek ih, tunggu”
Hari itu ditutup dengan kejahilan antar teman Ayla yang tak ada henti untuk sekedar meledeknya selama perjalanan mencari angkutan umum. Yah, anak sekolah SMA Bintara ini memang terkenal elit, tapi mereka juga tidak melulu diantar jemput oleh supir. Ada kalanya para orangtua mengajarkan anaknya untuk mandiri, salah satunya dengan belajar memanfaatkan kendaraan umum.
****
[Keesokan harinya]
Ayam berkokok, sedang burung berkicau, cahaya mentari telah muncul menampakkan sinar terangnya disegala celah untuk membangunkan siapa saja yang masih terlelap dalam alam mimpinya. Termasuk satu gadis yang masih saja bergumul dengan selimutnya ini.
“Ayla bangun udah pagi nanti kamu telat” terdengar suara ketukan pintu yang disusul dengan suara ibu Ayla dari balik pintu bercat kuning salem.
Gadis itu terbangun saat mendengar suara ketukan pintu, “iya bu udah bangun” jawab Ayla dengan suara parau khas orang baru bangun tidur.
Ayla memiliki kebiasaan yang sangat tidak harus dimiliki oleh seorang gadis yaitu sukar bangun jika tidak ada yang membangunkannya. Jika hanya itu saja tidak masalah, yang menjadi pokok permasalahan adalah jika tidak dihampiri untuk dibangunkan dari kasur maka ia akan kembali tidur dan melanjutkan mimpi indahnya.
“bangun langsung mandi ya” ucap nyonya Fira memastikan bahwa putrinya tidak kembali tidur dan langsung bersiap ke sekolah.
__ADS_1
35 menit sudah cukup untuk Ayla bersiap-siap kesekolah. “bu Ayla pamit ya” ucap Ayla seraya menjabat tangan sang ibu untuk berpamitan.
“sarapan dulu Ay”
“gak ah, udah ya Ayla pamit Assalammualaikum”
“Waalaikumsalam, kebiasaan deh tuh anak disuruh sarapan gak pernah mau dengerin malah langsung berangkat” omel sang ibu sambil melihat punggung Ayla yang kian lama menghilang dibalik tembok.
“udah biarin bu, nanti juga dia bakal makan disekolah kalo laper” ucap sang suami menenangkan istrinya.
“ibu, buatin Dinda roti selai kacang” ucap seorang gadis yang baru saja datang dengan mengenakan seragam merah putih.
“udah ibu buatin sebelumnya” jawab sang ibu sambil menunjuk roti isi diatas piring milik Dinda.
Dinda Asyifa anak bungsu dari pasangan nyonya Fira Asmawati dan juga Aryo Fernigan. Bertubuh tinggi berisi dan berkulit sawo matang tidak seperti Ayla yang memiliki kulit putih, warisan dari keluarga sang ayah.
Memiliki rambut hitam panjang yang lurus sama seperti Ayla hanya saja adiknya ini lebih menjaga panjang rambutnya daripada sang kakak.
Ayla merupakan anak ke-4 di keluarganya, ketiga kakaknya laki-laki dan sudah menikah semuanya. Hanya tersisa Ayla dan juga adiknya yang tinggal dirumah bersama dengan kedua orangtuanya. Karena ketiga kakaknya sudah memiliki rumah masing-masing untuk mengurus rumah tangganya sendiri.
****
Padahal saat ini masih menunjukkan pukul 06.15 pagi, tapi gadis itu sudah berada di sekolah. Bahkan pak satpam baru saja akan berjaga di pos setelah mencari sarapan.
“pagi neng Ayla” sapa seorang satpam yang melihat kedatangan Ayla.
__ADS_1
“pagi pak”
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya Ayla sampai tepat didepan kelasnya, segera ia masuk kedalam untuk mengambil buku absen dan kembali keluar untuk bertengger dibalkon sambil melihat siapa saja murid kelasnya yang sudah datang dan terlihat olehnya.
Karena posisi kelas Ayla ini mengarah langsung pada pintu gerbang utama, jadi jika kalian berdiri di balkon depan kelas maka suasana gerbang akan terlihat dengan jelas.
‘buset dah ini sekolah apa kuburan sepi amat’ pikir Ayla saat memandang seluruh lapangan dan tidak menjumpai satupun murid berkeliaran kecuali dirinya.
“ini gue yang dateng kepagian atau emang hari ini libur ya ?” tanya Ayla pada dirinya sendiri, namun ia tetap melakukan kegiatannya. Akhirnya satu persatu murid mulai berdatangan, saatnya melihat dengan teliti siapa murid dikelasnya yang tertangkap oleh mata gadis itu.
Biar author jelaskan sedikit mengenai denah sekolah Ayla pada kalian…
Sekolah Ayla ini memiliki denah yang cukup unik, kenapa ?
Karena jarak dari gerbang sekolah Ayla kedalam gedung itu sekitar 350 meter dan itupun kalian baru sampai lapangan basket saja. Untuk masuk ke kelas Ayla kalian harus berjalan menaiki anak tangga yang menyilang atau berliku menuju lantai dua. Tentunya sekolah ini hanya memiliki dua lantai utama juga beberapa lapangan yang lumayan luas. Salah, lebih tepatnya sangat luas.
Jika kalian berada tepat diposisi Ayla saat ini maka dengan menengok kebawah kalian akan langsung melihat lapangan basket yang biasanya digunakan untuk upacara setiap hari senin. Disebelahnya ada taman dan tempat duduk dimana siswa-siswi biasanya menghabiskan istirahat mereka dengan bercanda tawa disana.
Sedangkan didepan lapangan basket ada lapangan sepak bola yang cukup luas dan terdapat pohon yang cukup rindang disampingnya, tempat dimana mereka beristirahat setelah lelah bermain. Karena beralas rumput hijau yang cukup membuat mata segar kembali, itu sebabnya tempat ini sangat cocok dijadikan untuk bersantai.
Jika kita lihat didepannya ada lapangan voli lengkap dengan net dan kursi wasit bertengger disana. Juga ada tanaman buah didepannya membuat sekolah itu cukup rimbun. Disamping kedua lapangan itu ditumbuhi juga beberapa pohon rindang yang membuat udara menjadi segar.
Serta beberapa pedagang kaki lima yang biasa nya singgah disana. Yah, anak-anak disekolah ini memang lebih suka jajanan kaki lima meskipun dikantin juga menjual berbagai macam makanan. Tapi, itulah indahnya suasana pada tahun tersebut. Lalu ditengah antar lapangan ada jalan setapak yang dilapisi dengan batu granit berfungsi sebagai jalan utama untuk memasuki arena sekolah.
Bangunan sekolah Ayla juga berbentuk huruf ‘U’ jika kalian melihatnya dari udara. Dengan gedung utama bertuliskan SMA Bintara diatap gedungnya. Yah, kira-kira seperti itulah denah tempat Ayla mengejar ilmu saat ini.
__ADS_1