This Is Love Story

This Is Love Story
Ajakan Kencan


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


"Oke deh kak."Kak Ferdi tersenyum senang dan


mempersilahkanku masuk mobil.


Kemudian, Kak Ferdi berputar


mengintari mobil dan masuk ke kursi


supir."Habis pulang sekolah, aku jemput ya,


Kaila.""Gak usah kak, aku nanti jalan kaki


aja.""Aku sekalian mau ngajak kamu jalan.


Jadi, boleh ya Kaila. Besok aku udah


mau masuk kerja lagi." Kali ini, Kak


Ferdi kembali membuat wajahnya


sedih dibuat-buat lagi.Kalau gini kan, aku jadi makin nggak


tega nolak ajakannya."Hmm, oke deh kak. Tapi, nanti


mampir ke rumah dulu ya. Aku mesti


ganti baju.""Iya, Kaila."Kak Ferdi tersenyum puas dan


melajukan mobilnya pergi ke


sekolahku.


-


Di sekolah, Bryan dan Jovita sedang


asyik membicarakan sesuatu dibangku


mereka.Mereka berdua duduk sebangku.Aku dan Jovita beradu tatap.


"Kayaknya gue bakal jadi nyamuk


deh."Jovita sengaja menggodaku. Sepertinya


Bryan sudah menceritakannya kepada

__ADS_1


Jovita. Aku jadi malu mendengarnya.


"Pagi Kaila." sapa Bryan ketika aku


duduk di bangku belakang Bryan.Aku hanya menggangguk tersenyum."Aduh, disapa. Kalau gue mah,


mana pernah." sindir Jovita dengan


senyumannya yang menggoda kami."Masa? Kayaknya gue selalu sapa lu."


Balas Bryan gak terima."Sapa, sih. Tapi sama gue itu, 'hei',


woy'. Kalau Kaila, Pagi Kaila'" Jovita


semakin gencar menggoda.Aku malu. Jovita mulutnya gak bisa


rem dulu apa."Lu dan Kaila kan beda." balas Bryan


tidak terima lagi."Dimana bedanya hayooo."Aduh, Jovita, stop.


"Hahaha, iya deh. Gue mah cumna


nyamuk di mata lu yan. Jadi beda


lah, ya kan, la?" Jovita tertawa puas


digoda terus.Kringg, Kringg.Suara bel berbunyi. Menyelamatkan


gue dari godaan Jovita."Ah, cepat banget udah bel." Jovita


membalikkan badannya ke depan dan


tidak berapa lama, guru masuk ke


kelas.Aku kemudian mengeluarkan buku


dan fokus pada pelajaran kelas.


- Kamis, 14 Januari 2016-Sepulang sekolah, aku menunggu kak


Ferdi. Untuk Bryan, syukurlah dia tidak


menawarkan tumpangan.Kalau tidak, aku bingung gimana


tolaknya. Gak enak juga bilang kalau


aku jalan-jalan bareng kak Ferdi.Kesannya seperti aku pergi kencan.Bryan di sekolah juga bersikap seperti

__ADS_1


biasa. Dia tidak berlebihan. Bedanya,


biasanya aku berdua dengan Jovita,


kini bertiga dengan Bryan.Hanya itu perubahannya. Kami seperti


berteman dekat.Kemudian, ada mobil berhenti


di depan sekolah. Aku berlari


menghampirinya. Itu mobil kak Ferdi."Udah lama?"


"Nggak kok kak. Baru keluar."Kak Ferdi tersenyum dan


mengemudikan mobilnya ke depan


rumahku.Tak berapa lama sudah sampai di


depan rumahku. Rumahku dekat, jadi


tidak perlu sampai beberapa menit."Sebentar ya kak."Kak Ferdi menggangguk kepalanya


tersenyum. Aku menutup pintu mobil


dan bergegas masuk ke dalam rumah


berganti pakaian.Selesai dandan dan berganti pakaian,


aku ijin pamit kepada ibu."Bu, aku pergi jalan dulu ya.""Sama Ferdi nak?"


Deg."Kok ibu tau? Bukan maksudku, ibu


kenal kak Ferdi?"Tadi nak Ferdi setelah antar kamusekolah, dia datang rumah ngobrol."Apa? Kak Ferdi ngobrol sama ibu?"Ngobrol apa bu?" Aku deg-degan.


Takut ibu marah atau sejenisnya.


Soalnya aku tidak bilang apa-apa ke


ibu perihal kak Ferdi."Dia bilang dia mau nikahin kamu.


Hahaha.. " Ibu tertawa.Deg."Kak Ferdi bilang gitu?" Aku kaget


setengah mati. Aku malu setengah mati


juga."Iya, udah sana, dia udah nungguin,


-

__ADS_1


__ADS_2