
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
"Oke deh kak."Kak Ferdi tersenyum senang dan
mempersilahkanku masuk mobil.
Kemudian, Kak Ferdi berputar
mengintari mobil dan masuk ke kursi
supir."Habis pulang sekolah, aku jemput ya,
Kaila.""Gak usah kak, aku nanti jalan kaki
aja.""Aku sekalian mau ngajak kamu jalan.
Jadi, boleh ya Kaila. Besok aku udah
mau masuk kerja lagi." Kali ini, Kak
Ferdi kembali membuat wajahnya
sedih dibuat-buat lagi.Kalau gini kan, aku jadi makin nggak
tega nolak ajakannya."Hmm, oke deh kak. Tapi, nanti
mampir ke rumah dulu ya. Aku mesti
ganti baju.""Iya, Kaila."Kak Ferdi tersenyum puas dan
melajukan mobilnya pergi ke
sekolahku.
-
Di sekolah, Bryan dan Jovita sedang
asyik membicarakan sesuatu dibangku
mereka.Mereka berdua duduk sebangku.Aku dan Jovita beradu tatap.
"Kayaknya gue bakal jadi nyamuk
deh."Jovita sengaja menggodaku. Sepertinya
Bryan sudah menceritakannya kepada
__ADS_1
Jovita. Aku jadi malu mendengarnya.
"Pagi Kaila." sapa Bryan ketika aku
duduk di bangku belakang Bryan.Aku hanya menggangguk tersenyum."Aduh, disapa. Kalau gue mah,
mana pernah." sindir Jovita dengan
senyumannya yang menggoda kami."Masa? Kayaknya gue selalu sapa lu."
Balas Bryan gak terima."Sapa, sih. Tapi sama gue itu, 'hei',
woy'. Kalau Kaila, Pagi Kaila'" Jovita
semakin gencar menggoda.Aku malu. Jovita mulutnya gak bisa
rem dulu apa."Lu dan Kaila kan beda." balas Bryan
tidak terima lagi."Dimana bedanya hayooo."Aduh, Jovita, stop.
"Hahaha, iya deh. Gue mah cumna
nyamuk di mata lu yan. Jadi beda
lah, ya kan, la?" Jovita tertawa puas
digoda terus.Kringg, Kringg.Suara bel berbunyi. Menyelamatkan
gue dari godaan Jovita."Ah, cepat banget udah bel." Jovita
membalikkan badannya ke depan dan
tidak berapa lama, guru masuk ke
kelas.Aku kemudian mengeluarkan buku
dan fokus pada pelajaran kelas.
- Kamis, 14 Januari 2016-Sepulang sekolah, aku menunggu kak
Ferdi. Untuk Bryan, syukurlah dia tidak
menawarkan tumpangan.Kalau tidak, aku bingung gimana
tolaknya. Gak enak juga bilang kalau
aku jalan-jalan bareng kak Ferdi.Kesannya seperti aku pergi kencan.Bryan di sekolah juga bersikap seperti
__ADS_1
biasa. Dia tidak berlebihan. Bedanya,
biasanya aku berdua dengan Jovita,
kini bertiga dengan Bryan.Hanya itu perubahannya. Kami seperti
berteman dekat.Kemudian, ada mobil berhenti
di depan sekolah. Aku berlari
menghampirinya. Itu mobil kak Ferdi."Udah lama?"
"Nggak kok kak. Baru keluar."Kak Ferdi tersenyum dan
mengemudikan mobilnya ke depan
rumahku.Tak berapa lama sudah sampai di
depan rumahku. Rumahku dekat, jadi
tidak perlu sampai beberapa menit."Sebentar ya kak."Kak Ferdi menggangguk kepalanya
tersenyum. Aku menutup pintu mobil
dan bergegas masuk ke dalam rumah
berganti pakaian.Selesai dandan dan berganti pakaian,
aku ijin pamit kepada ibu."Bu, aku pergi jalan dulu ya.""Sama Ferdi nak?"
Deg."Kok ibu tau? Bukan maksudku, ibu
kenal kak Ferdi?"Tadi nak Ferdi setelah antar kamusekolah, dia datang rumah ngobrol."Apa? Kak Ferdi ngobrol sama ibu?"Ngobrol apa bu?" Aku deg-degan.
Takut ibu marah atau sejenisnya.
Soalnya aku tidak bilang apa-apa ke
ibu perihal kak Ferdi."Dia bilang dia mau nikahin kamu.
Hahaha.. " Ibu tertawa.Deg."Kak Ferdi bilang gitu?" Aku kaget
setengah mati. Aku malu setengah mati
juga."Iya, udah sana, dia udah nungguin,
-
__ADS_1