
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
Karena penasaran, aku buka pintu
sedikit untuk mendengar lebih jelas."Dia wanita gila. Kaila tidak sengaja.""Jadi kaila gak akan ditangkap?
Maksudku di penjara kan?""Tidak grace. Aku sudah memberi
polisi itu uang. Sekarang sudah aman.""Uang? Berapa?""25 juta."Ayah dan ibu sama-sama diam.
Ternyata ayah mengeluarkan biaya
yang besar untuk kasusku. Aku merasa
bersalah
"Bagaimana kuliah Kaila?"
Ibu tiba-tiba bersuara.
"Apa kita harus meminjam uang lagi?"Ibu kembali bertanya dan ayah diam
saja.Apa mungkin 25 juta kasusku
sebenarnya uang kuliahku?"Kita gak bisa pinjam lagi."Ayah dan ibu sama-sama terdiam.
Ternyata 25 juta juga uang pinjaman.
Apa ini artinya aku nggak bisa kuliah?Aku pusing. Aku merasa bersalah juga.
Aku memilih untuk tidur saat ini. Aku
lelah...Jam sudah menunjukkan pukul 7
malam. Makan malam sudah selesai.Kami semua makan dalam diam."Ayah, ibu. Aku ingin tanya.""Tanya apa la?" Ibu menyautku."Aku berencana langsung bekerja
setelah lulus SMA. Apakah boleh ayah,
ibu?"Benar, aku tak ingin menambah beban
ayah dan ibu.Ayah dan ibu tampak kaget dengan
perkataanku. Mereka saling pandang."Kenapa kamu begitu kaila? Bukannya
kamu ingin kuliah?" Ibu akhirnya
membalasku.Tidak bu. Sebenarnya, aku ingin
langsung bekerja. Kuliah itu harus
__ADS_1
belajar dan bikin aku pusing. Aku
mendaftar kuliah kemarin karena
kupikir itu wajib bu. Boleh ya bu?"Kali ini aku menatap dengan tatapan
memohon. Aku tidak ingin hanya
karena kuliahku, ayah dan ibu
menjadi kerepotan. Kuliah bisa nanti,
tidak harus sekarang. Walau ini agak
melenceng dari rencana hidupku."Kamu yakin Kaila?" Ayah akhirnya
mengeluarkan suaranya.Aku segera menggangguk mantap.
Ayah, ibu, restui keputusanku. Aku
mohon. Aku tidak ingin membebani
ayah dan ibu."Baiklah kalau itu keinginan kamu nak
Ayah setuju saja.""Ibu juga."
"Makasih ayah! Makasih bu!"
benar tidak bisa kuliah selesai SMA.
Tetapi setidaknya, ayah dan ibu tidak
perlu bersusah payah lagi."Iya nak. Lanjutkan makan. Setelah
kamu UN, kita baru bahas lagi kamu
bakal kerja apa dan bagaimana.
Sekarang fokus dengan pelajaran
kamu, Kaila. Karena itu akan menjadi
ijazah terakhir kamu.""Iya ayah." jawabku dengan senyuman
yang kupaksakan.Ijazah terakhir. Ijazah yang akan ku
banggakan untuk mencari pekerjaan
nanti. Aku harus berusaha yang
__ADS_1
terbaik.Kami melanjutkan makan malam
kami. Ini hari yang tidak terduga.
Aku melakukan pembunuhan dan
keputusan tidak kuliah.
-Selasa, 5 Januari 2016-Hari ini adalah hari kedua masuk
sekolah setelah liburan semester. Tapi
bagiku, ini adalah hari pertamaku
masuk sekolah.Waktu berlau dengan cepat, tak terasa
sekarang saatnya aku pulang dari
sekolah.Aku tidak bisa konsentrasi seharian
ini. Peristiwa kemarin masih terngiang
di kepalaku. Aku menjadi merasa
bersalah dengan wanita gila itu.Aku telah merenggut nyawanya.
Apakah aku bisa dimaafkan?Saat ini, aku berada di depan kuburan
wanita gila itu. Aku mendengar
dia baru dikubur pagi ini, dekat
lingkungan rumahku.Aku berdiri dan bingung. Aku tidak
tau ingin menyampaikan apa.
tidak mengenalnya. Kenanganku
bersamanya adalah ditampar olehnya.
Tapi, aku harus menyampaikan
permintaan maafku.Aku berlutut dan bersujud di depan
kuburan wanita gila itu.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja
mendorong." Aku menangis. Semoga
__ADS_1
wanita gila itu bisa hidup tenang di
alam sana.