This Is Love Story

This Is Love Story
Valentine


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


-Minggu, 14 Februari 2016-


Hari berlalu sangat cepat. Aku dan Kak


Ferdi hanya berkomunikasi lewat chat.


Selama ini juga, Kak Ferdi tidak pernah


meneleponku.Vidcall pun nggak.Rasanya beberapa hari ini aku kangen.


Aku juga suntuk.Kalau Bryan, jangan tanya. Kami


bertiga sering bersama di sekolah. Dia


juga rajin mengantar Jovita.Kami pun kadang berkumpul di luar


jam sekolah untuk sekedar membahas


kelompok ujian praktikum kami.Hari ini, aku sedang berjalan-jalan


dengan Jovita berdua. Kami sudah


lama tidak hang out bersama.


"Eh, la. Ternyata hari ini hari


valentine."Jovita melihat-lihat barang spesial


valentine.Aku teringat Kak Ferdi. Aku pun jadi


ikut melihat barang-barang itu. Cokelat,


boneka, bunga."La, lu nggak ada niat beli buat Kak


Ferdi gitu.""Nggak tau juga Vit. Aku bukan


pacarnya juga." Aku murung. Pasalnya,


aku seperti mempunyai pacar tapi Kak


Ferdi bukan pacarku."Hahaha..Yaudah, jawab aja lamaran

__ADS_1


Kak Ferdi. Yes I will. Gitu, biar jelas.""Eh, kok jadi ngomongin Kak Ferdi?""Terus ngomongin siapa?"


"Kenapa nggak bilang Bryan?""Bryan? Bukannya lu suka Kak Ferdi?


Nampak kok dari kemarin lu senyum


mulu balas chat Kak Ferdi. Murung


kalau nggalk ada chat Kak Ferdi."Aku kaget. Sejak kapan aku begitu."Masa sih?" Aku tergagap."Udah, jawab aja lamaran Kak Ferdi.


Toh kalian nggak akan menikah


sekarang kan?""Bukan gitu Vit. Dia bilang bakal


nikahin aku sehari sehabis UN,


menurutku itu terlalu ce..""Apa? Serius lu? Wah gila! Lu mau


nikah muda?""Bukan mau juga Vit. Aku emang suka


Kak Ferdi tapi menerima Kak Ferdi


sama dengan menikah juga." Aku


menunjukkan muka bimbang kepada


yang mau dibicarakan."Tapi ada bagusnya juga sih la. Lu


langsung nikah tanpa proses pacaran.


Mending lu nikah daripada ujungnya


Married By Accident.""Ah! Kamu sama aja kayak ayah ibu.


Emangnya tampangku gini bakal em bi


ei gitu?" Aku menampakkan raut tidak


senangku.Mereka berkata seperti aku bakal gitu."Bukan la. Maksud gue, misalkan.


Contohnya aja. Gue percaya lu nggak.""Hmm, iya deh. Jadi menurutmu,


bagusnya gimana soal Kak Ferdi?"

__ADS_1


"Kalau lu cinta sama Kak Ferdi, kenapa


nggak terima aja la? Nanti Kak Ferdi


dipicut sama yang lain, nangis darah


loh!""Gitu ya? Hmmm, nanti deh, Kak Ferdi


juga bilang bakal minta jawabanku


pas kencan ketujuh. Kita liat aja nanti.


Pusing aku mikirin itu terus.""Hahaha... Iya deh. Lu beli aja tuh


barang Valentine. Tradisinya harusnya


cewek yang kasih ke cowok."Aku kemudian kembali melihat


barang spesial valentine. Akhirnya aku


memutuskan membeli coklat. Kami


kemudian berpisah.Aku ke apartemen Kak Ferdi,


sedangkan Jovita, katanya masih ingin


jalan-jalan.Aku nggak tau apa Kak Ferdi ada atau


tidak di apartemennya. Jika tidak ada,aku hanya akan meletakkan coklatnya


dikulkas.


- Minggu, 14 Februari 2016 -


Aku menekan password pintu


apartemen Kak Ferdi. 921201. Pintu


terbuka dan aku masuk kedalam.


Ruangan apartemen Kak Ferdi gelap.


Sepertinya, Kak Ferdi sedang bekerja.

__ADS_1


Aku pun menghidupkan lampu."Siapa? Bi ljah? Bukannya bibi ijin?"


-


__ADS_2