
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
-Minggu, 14 Februari 2016-
Hari berlalu sangat cepat. Aku dan Kak
Ferdi hanya berkomunikasi lewat chat.
Selama ini juga, Kak Ferdi tidak pernah
meneleponku.Vidcall pun nggak.Rasanya beberapa hari ini aku kangen.
Aku juga suntuk.Kalau Bryan, jangan tanya. Kami
bertiga sering bersama di sekolah. Dia
juga rajin mengantar Jovita.Kami pun kadang berkumpul di luar
jam sekolah untuk sekedar membahas
kelompok ujian praktikum kami.Hari ini, aku sedang berjalan-jalan
dengan Jovita berdua. Kami sudah
lama tidak hang out bersama.
"Eh, la. Ternyata hari ini hari
valentine."Jovita melihat-lihat barang spesial
valentine.Aku teringat Kak Ferdi. Aku pun jadi
ikut melihat barang-barang itu. Cokelat,
boneka, bunga."La, lu nggak ada niat beli buat Kak
Ferdi gitu.""Nggak tau juga Vit. Aku bukan
pacarnya juga." Aku murung. Pasalnya,
aku seperti mempunyai pacar tapi Kak
Ferdi bukan pacarku."Hahaha..Yaudah, jawab aja lamaran
__ADS_1
Kak Ferdi. Yes I will. Gitu, biar jelas.""Eh, kok jadi ngomongin Kak Ferdi?""Terus ngomongin siapa?"
"Kenapa nggak bilang Bryan?""Bryan? Bukannya lu suka Kak Ferdi?
Nampak kok dari kemarin lu senyum
mulu balas chat Kak Ferdi. Murung
kalau nggalk ada chat Kak Ferdi."Aku kaget. Sejak kapan aku begitu."Masa sih?" Aku tergagap."Udah, jawab aja lamaran Kak Ferdi.
Toh kalian nggak akan menikah
sekarang kan?""Bukan gitu Vit. Dia bilang bakal
nikahin aku sehari sehabis UN,
menurutku itu terlalu ce..""Apa? Serius lu? Wah gila! Lu mau
nikah muda?""Bukan mau juga Vit. Aku emang suka
Kak Ferdi tapi menerima Kak Ferdi
sama dengan menikah juga." Aku
menunjukkan muka bimbang kepada
yang mau dibicarakan."Tapi ada bagusnya juga sih la. Lu
langsung nikah tanpa proses pacaran.
Mending lu nikah daripada ujungnya
Married By Accident.""Ah! Kamu sama aja kayak ayah ibu.
Emangnya tampangku gini bakal em bi
ei gitu?" Aku menampakkan raut tidak
senangku.Mereka berkata seperti aku bakal gitu."Bukan la. Maksud gue, misalkan.
Contohnya aja. Gue percaya lu nggak.""Hmm, iya deh. Jadi menurutmu,
bagusnya gimana soal Kak Ferdi?"
__ADS_1
"Kalau lu cinta sama Kak Ferdi, kenapa
nggak terima aja la? Nanti Kak Ferdi
dipicut sama yang lain, nangis darah
loh!""Gitu ya? Hmmm, nanti deh, Kak Ferdi
juga bilang bakal minta jawabanku
pas kencan ketujuh. Kita liat aja nanti.
Pusing aku mikirin itu terus.""Hahaha... Iya deh. Lu beli aja tuh
barang Valentine. Tradisinya harusnya
cewek yang kasih ke cowok."Aku kemudian kembali melihat
barang spesial valentine. Akhirnya aku
memutuskan membeli coklat. Kami
kemudian berpisah.Aku ke apartemen Kak Ferdi,
sedangkan Jovita, katanya masih ingin
jalan-jalan.Aku nggak tau apa Kak Ferdi ada atau
tidak di apartemennya. Jika tidak ada,aku hanya akan meletakkan coklatnya
dikulkas.
- Minggu, 14 Februari 2016 -
Aku menekan password pintu
apartemen Kak Ferdi. 921201. Pintu
terbuka dan aku masuk kedalam.
Ruangan apartemen Kak Ferdi gelap.
Sepertinya, Kak Ferdi sedang bekerja.
__ADS_1
Aku pun menghidupkan lampu."Siapa? Bi ljah? Bukannya bibi ijin?"
-