This Is Love Story

This Is Love Story
Kakak Cantik


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


"Kenapa kamu mikir gitu?""Feeling aja haha. Tiap antar ke


rumahnya, Jovita minta gue pelan-


pelan aja bawa motornya. Kayak minta


gue jangan cepat-cepat ke rumahnya.""Kamu agak kencang sih bawanya.


Mungkin dia minta pelan-pelan karena


itu kali.""Oh, gitu ya? Atau gue yang terlalu


kepikiran.""Kurasa gitu haha."Kayaknya tidak ada terjadi sesuatu


sama Jovita, kukira ada sesuatu sama


Jovita."Ada yang mau lu beli la?"


"Nggak ada kayaknya."


Yaudah, kita pulang aja yuk. Aku


antarin." ajak Bryan."Hmm, nggak usah deh Bryan, aku dari


sini mau pergi ke suatu tempat.""Oh, oke. Aku duluan ya." Bryan pergi


meninggalku.Aku berencana mampir ke apartemen


Kak Ferdi, ditasku sudah ada makanan


yang sudah ku masak.Rencananya aku ingin makan bersama


dengan Kak Ferdi.Aku pergi meninggalkan toko buku dan


berjalan menuju ke apartemen Kak


Ferdi.


-


Aku menekan bel apartemen Kak Ferdi."Siapa?"


Terdengar suara wanita menyaut di


dalam apartemen Kak Ferdi. Kenapa

__ADS_1


bisa ada suara wanita di dalam?Kemudian, pintu terbuka dan seorang


wanita muncul di balik pintu.Wanita yang cantik. Lebih cantik dan


dewasa dariku."Ada apa ya? Siapa ya?"Aku gugup. Siapa wanita ini?"Ini kak. Mau antar makanan." Aku


menyerahkan kotak makanan kepada


kakak cantik itu."Oh, catering ya? Makasih ya."Kakak itu mengambil kotak makan itu.


Aku masih berdiri menunggu Kalk Ferdi


yang mungkin akan keluar."Kenapa belum pergi? Perlu bayar ya?"


"Oh, bukan kak. Udah dibayar.


Terimakasih." Aku pergi dan nggak


lama kemudian pintu apartemen


ditutup.Siapa kakak itu? Mengapa kakak


itu ada di dalam apartemen? Dan


mengapa bukan Kak Ferdi yang


Ferdi di dalamnya."Loh? Kaila? Ngapain kesini?"Aku linglung. Aku nggak tau harus


berkata apa."Aku datang ke apart teman. Iya,


apart teman. Ini mau pulang kak."


sautku cepat. Ini alasan yang muncul


dibenakku.Untungnya, Kak Ferdi tidak curiga dan


percaya alasanku.


"Apart teman? Siapa?" Kak Ferdi malah


nampak seperti mengintrogasiku."Kakak nggak kenal""Oh. Hmm, mau mampir apart kakak?"Aku ingin mampir tadi tapi ada kakak


cantik disana. Jika aku disana, pasti


aku akan mengganggu.Lebih baik ku tolak dan pulang saja."Nggak kak. Lain kali aja. Duluan ya


kak."Aku melangkah masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Tapi Kak Ferdi malah ikut aku masuk


ke dalam lift."Kakak mau kemana?" Aku bingung.


Bukannya Kak Ferdi baru pulang dari


suatu tempat. Kenapa turun lagi?"Antarin kamu."


"Ah, nggak usah kak. Aku bisa sendiri


kok.""Nggakpapa Kaila. Apart ku lagi


beresin sama Tuti. Jadi aku antar kamu


aja.""Tuti kak?""Iya, Tuti. Dia anak Bi ljah. Bi ljah lagi


sakit, jadi anaknya gantiin."Astaga. Kenapa aku tadi? Aku seperti


cemburu tidak jelas. Kenapa juga aku


tadi kecewa?Aku berusaha menenangkan diriku


dan aku teringat kotak makan yang


kuberikan kepada Kak Ferdi."Oh, itu Kak Tuti. Tadi aku sebelum


pulang dari apart teman, ada titip


makanan buat kakak. Tadi Kak Tuti


yang terima"


"Makanan? Kamu yang masak?""Iya kak." Ting. Suara pintu lift terbuka.Aku melangkah keluar tapi tangan


bagian siku ku ditarik oleh Kak Ferdi.


Aku berhenti melangkah dan menoleh


ke Kak Ferdi."Kamu nggak sibuk kan? Makan


bareng aja yuk."Jantungku kembali berdetak kencang


lagi. Aku menganggukkan kepalaku


dan tersenyum.Kami kembali naik keatas dan masukke apart Kak Ferdi lagi.


-

__ADS_1


__ADS_2