
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
"Kenapa kamu mikir gitu?""Feeling aja haha. Tiap antar ke
rumahnya, Jovita minta gue pelan-
pelan aja bawa motornya. Kayak minta
gue jangan cepat-cepat ke rumahnya.""Kamu agak kencang sih bawanya.
Mungkin dia minta pelan-pelan karena
itu kali.""Oh, gitu ya? Atau gue yang terlalu
kepikiran.""Kurasa gitu haha."Kayaknya tidak ada terjadi sesuatu
sama Jovita, kukira ada sesuatu sama
Jovita."Ada yang mau lu beli la?"
"Nggak ada kayaknya."
Yaudah, kita pulang aja yuk. Aku
antarin." ajak Bryan."Hmm, nggak usah deh Bryan, aku dari
sini mau pergi ke suatu tempat.""Oh, oke. Aku duluan ya." Bryan pergi
meninggalku.Aku berencana mampir ke apartemen
Kak Ferdi, ditasku sudah ada makanan
yang sudah ku masak.Rencananya aku ingin makan bersama
dengan Kak Ferdi.Aku pergi meninggalkan toko buku dan
berjalan menuju ke apartemen Kak
Ferdi.
-
Aku menekan bel apartemen Kak Ferdi."Siapa?"
Terdengar suara wanita menyaut di
dalam apartemen Kak Ferdi. Kenapa
__ADS_1
bisa ada suara wanita di dalam?Kemudian, pintu terbuka dan seorang
wanita muncul di balik pintu.Wanita yang cantik. Lebih cantik dan
dewasa dariku."Ada apa ya? Siapa ya?"Aku gugup. Siapa wanita ini?"Ini kak. Mau antar makanan." Aku
menyerahkan kotak makanan kepada
kakak cantik itu."Oh, catering ya? Makasih ya."Kakak itu mengambil kotak makan itu.
Aku masih berdiri menunggu Kalk Ferdi
yang mungkin akan keluar."Kenapa belum pergi? Perlu bayar ya?"
"Oh, bukan kak. Udah dibayar.
Terimakasih." Aku pergi dan nggak
lama kemudian pintu apartemen
ditutup.Siapa kakak itu? Mengapa kakak
itu ada di dalam apartemen? Dan
mengapa bukan Kak Ferdi yang
Ferdi di dalamnya."Loh? Kaila? Ngapain kesini?"Aku linglung. Aku nggak tau harus
berkata apa."Aku datang ke apart teman. Iya,
apart teman. Ini mau pulang kak."
sautku cepat. Ini alasan yang muncul
dibenakku.Untungnya, Kak Ferdi tidak curiga dan
percaya alasanku.
"Apart teman? Siapa?" Kak Ferdi malah
nampak seperti mengintrogasiku."Kakak nggak kenal""Oh. Hmm, mau mampir apart kakak?"Aku ingin mampir tadi tapi ada kakak
cantik disana. Jika aku disana, pasti
aku akan mengganggu.Lebih baik ku tolak dan pulang saja."Nggak kak. Lain kali aja. Duluan ya
kak."Aku melangkah masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Tapi Kak Ferdi malah ikut aku masuk
ke dalam lift."Kakak mau kemana?" Aku bingung.
Bukannya Kak Ferdi baru pulang dari
suatu tempat. Kenapa turun lagi?"Antarin kamu."
"Ah, nggak usah kak. Aku bisa sendiri
kok.""Nggakpapa Kaila. Apart ku lagi
beresin sama Tuti. Jadi aku antar kamu
aja.""Tuti kak?""Iya, Tuti. Dia anak Bi ljah. Bi ljah lagi
sakit, jadi anaknya gantiin."Astaga. Kenapa aku tadi? Aku seperti
cemburu tidak jelas. Kenapa juga aku
tadi kecewa?Aku berusaha menenangkan diriku
dan aku teringat kotak makan yang
kuberikan kepada Kak Ferdi."Oh, itu Kak Tuti. Tadi aku sebelum
pulang dari apart teman, ada titip
makanan buat kakak. Tadi Kak Tuti
yang terima"
"Makanan? Kamu yang masak?""Iya kak." Ting. Suara pintu lift terbuka.Aku melangkah keluar tapi tangan
bagian siku ku ditarik oleh Kak Ferdi.
Aku berhenti melangkah dan menoleh
ke Kak Ferdi."Kamu nggak sibuk kan? Makan
bareng aja yuk."Jantungku kembali berdetak kencang
lagi. Aku menganggukkan kepalaku
dan tersenyum.Kami kembali naik keatas dan masukke apart Kak Ferdi lagi.
-
__ADS_1