
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
nanti baru bahas.""Iya, bu. Aku pergi dulu ya, ibu jangan
pikir aneh-aneh!"Ibuku tertawa. "Iya, iya."Aku jalan cepat dan masuk ke dalam
mobil Kak Ferdi."Wah, cantik banget Kaila.""Oh iyaa, hahha makasih kak." Aku
yang belum menetralkan jantungku
tadi, kini malah bertambah detaknya.Mukaku semakin memerah dan aku
memalingkan wajahku ke jendela
mobil. Melihat rumahku dari kaca
mobil.Kak Ferdi tertawa melihat tingkahku
dan melajukan mobilnya."Kita mau kemana kak?
"Ke cafe. Kamu belum makan siang kan
Kaila?""Hehe, iya kak, belum."Suasana hening. Aku tidak tau harus
berkata apa. Aku ingin bertanya soal
kunjungan kak Ferdi ke rumah tadi tapi
tidak jadi.Aku pasti tetap malu apapun jawaban
Kak Ferdi. Akhirnya aku melihat
jalanan sambil mendengar musik yang
mengalun di mobil ini.Kami sudah sampai di sebuah cafe.
Suasana cafenya mirip starbuck. Aku
belum pernah kesini."Mau pesan apa Kaila?""Fish and chips aja kak."
"Minumnya?""Air putih aja.""Jangan air putih, kamu mau
menghemat uang? Gakpapa, aku yang
bayar.""Bukan gitu kak, aku biasanya nminum
__ADS_1
air putih aja.""Jus apel gimana? Jangan air putih
Kaila.""Oke deh kak. Terserah kakak aja." Aku
memilih mengalah saja.Pelayan itu mencatat pesanan kami
dan pergi.Tiba-tiba aku kepikiran dengan
lamaran kak Ferdi semalam."Kak, mengenai lamaran kemarin..."
"Jangan sekarang, Kaila. Tunggu
7 kali kencan. Kakak akan dengar
jawabanmu saat kencan ketujuh kita
nanti.""Apa kak? Kencan?""Iya, kita sekarang sedang kencan
pertama."Kak Ferdi mengembangkan
senyumnya. Aku tersenyum canggung"Oh iya, line kamu nggak aktif?""Aktif kok kak.""Kenapa pesanku nggak dibalas?"Oh iya, aku lupa juga mengenai pesan
kak Ferdi."Itu, kak. Aku, aku.. aku udah tidur jam
segitu."
jawabanku. Aku jadi merasa bersalah
tapi biarlah. Aku juga belum siap.Selama kencan pertama kami ini,
ehem..Maksudku jalan-jalan kami ini, kak
Ferdi banyak bertanya tentangku.
Tentang tanggal lahir, bagaimana
sekolah, makanan kesukaan, dan
lainnya.Kami melewati jalanjalan kami ini
dengan saling bercerita tentang diri
kami sendiri.
- Kamis, 14 Januari 2016 -
__ADS_1
Kak Ferdi mengantarku pulang setelah
dari jalanjalan kami."Makasih kak untuk hari ini.""Kaila, kalau kamu menerima
lamaranku. Kita akan nikah sehabis
kamu UN." ujar Kak Ferdi tiba-tiba.Deg.
Aku membulat mataku kaget.
"Secepat itu kak?""Iya." Kak Ferdi menjawab dengan
semangat. "Kamu nanya gitu berarti
ada pertimbangan terima aku ya?"Kak Ferdi tersenyum senang"Bukan itu maksud aku. Maksudku."
"Yah, berarti kamu mau nolak?"
Wajahnya kembali sedih dibuat-buat."Bukan itu juga maksudku."Aku bingung bagaimana
menjelaskannya. Kak Ferdi tiba-tiba
bilang bakal nikahin aku sehari setelah
aku UN, gimana aku tidak kaget."Hahaha. Tapi aku serius bakal nikahin
kamu secepatnya. Aku nggak pengen
kamu diambil yang lain, apalagi teman
kamu kemarin."Teman? Aku diambil teman? Oh,
maksud kak Ferdi itu Bryan."Kak, aku turun duluan ya. Makasih
buat hari ini."Aku segera turun dan menutup pintu
mobil dengan cepat. Aku udah malu
dan deg-degan setengah mati.
"Kaila, pertimbangkan lamaranku."Kak Ferdi tiba-tiba teriak. Aku panik
setengah mati, takut orangtuaku
dengar.
__ADS_1
-