This Is Love Story

This Is Love Story
Kencan


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


nanti baru bahas.""Iya, bu. Aku pergi dulu ya, ibu jangan


pikir aneh-aneh!"Ibuku tertawa. "Iya, iya."Aku jalan cepat dan masuk ke dalam


mobil Kak Ferdi."Wah, cantik banget Kaila.""Oh iyaa, hahha makasih kak." Aku


yang belum menetralkan jantungku


tadi, kini malah bertambah detaknya.Mukaku semakin memerah dan aku


memalingkan wajahku ke jendela


mobil. Melihat rumahku dari kaca


mobil.Kak Ferdi tertawa melihat tingkahku


dan melajukan mobilnya."Kita mau kemana kak?


"Ke cafe. Kamu belum makan siang kan


Kaila?""Hehe, iya kak, belum."Suasana hening. Aku tidak tau harus


berkata apa. Aku ingin bertanya soal


kunjungan kak Ferdi ke rumah tadi tapi


tidak jadi.Aku pasti tetap malu apapun jawaban


Kak Ferdi. Akhirnya aku melihat


jalanan sambil mendengar musik yang


mengalun di mobil ini.Kami sudah sampai di sebuah cafe.


Suasana cafenya mirip starbuck. Aku


belum pernah kesini."Mau pesan apa Kaila?""Fish and chips aja kak."


"Minumnya?""Air putih aja.""Jangan air putih, kamu mau


menghemat uang? Gakpapa, aku yang


bayar.""Bukan gitu kak, aku biasanya nminum

__ADS_1


air putih aja.""Jus apel gimana? Jangan air putih


Kaila.""Oke deh kak. Terserah kakak aja." Aku


memilih mengalah saja.Pelayan itu mencatat pesanan kami


dan pergi.Tiba-tiba aku kepikiran dengan


lamaran kak Ferdi semalam."Kak, mengenai lamaran kemarin..."


"Jangan sekarang, Kaila. Tunggu


7 kali kencan. Kakak akan dengar


jawabanmu saat kencan ketujuh kita


nanti.""Apa kak? Kencan?""Iya, kita sekarang sedang kencan


pertama."Kak Ferdi mengembangkan


senyumnya. Aku tersenyum canggung"Oh iya, line kamu nggak aktif?""Aktif kok kak.""Kenapa pesanku nggak dibalas?"Oh iya, aku lupa juga mengenai pesan


kak Ferdi."Itu, kak. Aku, aku.. aku udah tidur jam


segitu."


jawabanku. Aku jadi merasa bersalah


tapi biarlah. Aku juga belum siap.Selama kencan pertama kami ini,


ehem..Maksudku jalan-jalan kami ini, kak


Ferdi banyak bertanya tentangku.


Tentang tanggal lahir, bagaimana


sekolah, makanan kesukaan, dan


lainnya.Kami melewati jalanjalan kami ini


dengan saling bercerita tentang diri


kami sendiri.


- Kamis, 14 Januari 2016 -

__ADS_1


Kak Ferdi mengantarku pulang setelah


dari jalanjalan kami."Makasih kak untuk hari ini.""Kaila, kalau kamu menerima


lamaranku. Kita akan nikah sehabis


kamu UN." ujar Kak Ferdi tiba-tiba.Deg.


Aku membulat mataku kaget.


"Secepat itu kak?""Iya." Kak Ferdi menjawab dengan


semangat. "Kamu nanya gitu berarti


ada pertimbangan terima aku ya?"Kak Ferdi tersenyum senang"Bukan itu maksud aku. Maksudku."


"Yah, berarti kamu mau nolak?"


Wajahnya kembali sedih dibuat-buat."Bukan itu juga maksudku."Aku bingung bagaimana


menjelaskannya. Kak Ferdi tiba-tiba


bilang bakal nikahin aku sehari setelah


aku UN, gimana aku tidak kaget."Hahaha. Tapi aku serius bakal nikahin


kamu secepatnya. Aku nggak pengen


kamu diambil yang lain, apalagi teman


kamu kemarin."Teman? Aku diambil teman? Oh,


maksud kak Ferdi itu Bryan."Kak, aku turun duluan ya. Makasih


buat hari ini."Aku segera turun dan menutup pintu


mobil dengan cepat. Aku udah malu


dan deg-degan setengah mati.


"Kaila, pertimbangkan lamaranku."Kak Ferdi tiba-tiba teriak. Aku panik


setengah mati, takut orangtuaku


dengar.

__ADS_1


-


__ADS_2