This Is Love Story

This Is Love Story
Calon Istri


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


-Minggu, 24 Januari 2016-


Kami kembali ke apart Kak Ferdi. Kak


Ferdi menekan password yang masih


sama. 921201.Pintu terbuka dan Kak Tuti nampak


sudah menyelesaikan pekerjaannya."Loh, orang yang catering tadi? Kenapa


ikut masuk?"Aduh, malu banget aku. Tadi aku


mengiyakan Kak Tuti kalau aku adalah


orang catering."Bukan. Dia calon istriku."Jawaban Kak Ferdi membuat wajahku


memerah dan jantungku berdetak


lebih kencang."Calon istri? Bukannya lu single?""Otw unavailable." Aku hanya bisa


diam saja disana."Hahaha... Selamat yaa, jangan lupa


undang aku. Kursiku dibuat VIP ya..."Mukaku semakin memerah. Aku


memilih diam. Sepertinya Kak


Tuti salah paham kalau aku sudah


menerima lamaran Kak Ferdi."Pasti." jawab Kak Ferdi mantap."Yaudah, gue duluan ya. Langgeng ya


kalian berdua."Kak Tuti pergi meninggalkan kami


berdua. Diatas meja, Kak Tuti udah


menuangkan nasi lauknya ke dalam


piring"Makan yuk."


Aku menganggukkan kepalaku.


"Tadi kenapa ngaku jadi orang8

__ADS_1


catering?"Deg. Ini pertanyaan tersulit. Aku tidak


tau maujawab apa."Hmm, bukan aku yang ngaku tapi tadi


Kak Tuti.""Kamu cemburu ya? Kamu ngira aku


bawa cewek ke rumah?" Kak Ferdi


memotong ucapanku."Bukan kak. Tadi... adi Kak Tuti nggak


dengarin aku bicara selesai, jadi tutup


aja. Aku juga bingung mau ngaku jadi


siapa."Setengah aku jujur, setengah aku


bohong. Dari pada aku dibilang


cemburu, lebih baik bilang ini."Bilang aja kamu calon istriku kalau


bingung." Kak Ferdi tersenyum senang.


Dia seperti tau aku berbohong.


mengalihkan pembicaraan."Sering gantiin Bi ljah sih iya. Kenapa?


Cemburu ya?" Kak Ferdi menggodaku."Bukan kak. Tadi kalian keliatan akrab.Makanya tanya aja.""Terimakasih udah cemburu, Kaila.


Kakak senang"Wajahku semakin memerah."Dibilangin bukan. Udah ah, makan


aja." Janturngku berdetak nggak karuan."Bersihin apartemen cuma setiap


minggu kok. Kadang bisa 2 minggu


sekali. Soalnya aku jarang juga di


apart. Jadi jangan cemburu ya." Kak


Ferdi masih saja menggodaku."Udah ah kak. Aku nggak cemburu. Aku


cuma bertanya aja."


"Hehe, iya Kaila."Kami melanjutkan makan dengan

__ADS_1


Kak Ferdi yang tersenyum senang,


sementara aku berusaha menetralkan


jantung yang masih berdetak kencang.


-


Kak Ferdi mengantarku pulang ke


rumah. Sesampai dirumah,"Terimakasih kak."Aku hendak turun dari mobil."Kaila." Kak Ferdi memanggilku. Aku


tidak jadi turun."Ini bukan dalam hitungan kencan


ketiga ya. Kita kan bertemu tidak


sengaja."Aduh, Kak Ferdi nggak bisa ngomong


pake basa basi dulu apa? Langsung to


the point aja. Kan jantungku lemah lagi."Terserah kakak aja.""Tya, terimakasih ya Kaila. Aku


bukannya nggak bisa ajak kamu


kencan ketiga. Tapi aku ada urusan.""Iya kak. Santai aja. Aku nggak juga


ngebet pengen kencan mulu."Kak Ferdi tersenyum senang."Terimakasih Kaila. Terimakasih juga


makanannya.""Sama-sama kak. Aku duluan ya.""Iya, calon istriku."Aku langsung menutup pintu mobil


dan bergegas masuk ke dalam rumah.


Kalau nggak, mungkin aku udah


serangan jantung di depan Kak Ferdi.


Kak Ferdi emang hobi banget bikin


jantungku berdetak nggak normal.Setelah itu, mobil Kak Ferdi melangkah


jauh dari pagar rumahku.


-

__ADS_1


__ADS_2