
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
Dia tidak video call aku. Atau mungkin
dia tidak kangen padaku makanya
tidak video call.Nggak tau ah. Toh aku bukan siapa-
siapanya, kenapa aku galau dilema
gini."Gue duluan ya la." teriak Jovita.Jovita melambaikan tangannya
dan pergi bers
memboncengnya.ma Bryan yangSeketika aku iri, andai aku bisa
sesering itu bersama Kak Ferdi.
Diantarin pulang, sekolah bisa bareng.
Aku menundukkan kepala lesu sambil
berjalan pulang.Tunggu dulu, aku udah gila. Ngapain
harapin gitu sama Kak Ferdi."Mikirin aku?"
Deg. Aku langsung mengangkat
kepalaku dan melihat sumber suara.Kulihat Kak Ferdi di depan gerbang
rumahku dengan setangkai bunga.Tanpa sadar aku mengembangkan
senyumku. "Kak Ferdi?!" Aku berjalan
menghampirinya."Hehe, jalan yuk. Aku tunggu."
Kak Ferdi menyodorkan bunga itu
kepadaku."Buat aku?""Bukan." Loh, kok bukan?
"Jadi?" Aku pun menyergit bingung.
"Buat Kaila. Sampein ke Kaila, aku ajakjalan."Aku kembali tersenyum danmengambil bunga itu
"Baik kak. Tunggu ya..."Aku segera masuk ke dalam rumah
untuk bersiap. Kak Ferdi melihat
tingkahku dan terkekeh.
-
Kami saat ini berada di sebuah mall.Maksudku, aku dengan Kak Ferdi.Lebih tepatnya lagi, kami berada di
toko es krim. Kami sedang menikmati
es krim."Makasih Kaila." Tiba-tiba Kak Ferdi
berterimakasih padaku.
"Makasih buat apa kak?"
__ADS_1
"Mau kencan sama aku dua kali."Wajahku langsung memerah. Kak Ferdi
terlalu terang-terangan mengatakan
sesuatu.
"Ini oleh-oleh buat kamu." Kak Ferdimenyodorkan sebuah kotak kepadaku."Oleh-oleh?" Aku menatap kotak itu
dan mengambil kotak itu. "Makasih
kak.""Sini, biar aku pakein.""Ini emangnya apa?" Aku membuka
kotaknya dan isinya adalah kalung
berhuruf K disana.Kak Ferdi mengambil kalung itu,
berdiri dan memakaikannya
kepadaku. Jantungku berdetak
kencang melihat Kak Ferdi lebih dekat
denganku.Selesai memakainya, Kak Ferdi
kembali ke tempat duduknya."Terimakasih kak."
Aku tersenyum malu-malu. Kak Ferdi
selalu bisa membuatku tersenyum
tanpa sadar.Aku bercermin di kamar. Melihat
tersenyum senang dan akan selalu
memakainya.Kemudian masuk pesan line.
Dari: Kak Ferdi
Kaila, terimakasih buat hari ini.
Kepada: Kak Ferdi
Terimakasih juga KakJantungku masih sama. Masih
berdebar. Apa ini artinya aku mnulai
menyukai Kak Ferdi? Iya, aku
menyukainya.
Tapi mengenai lamaran.
Aku ragu.
Aku belum mengenalnya.
Entahapa yang harus kujawab
padanya.
Menerima cintanya sama dengan
__ADS_1
menikah dengannya.
Aku kembali
dilema memikirnya.Tiba-tiba, masuk lagi
pesan line.
Dari: Bryan
Besok kita jalan-jalan yuk.
Aku menyergit bingung.
Selama ini,aku dan Bryan tidak ada kemajuan
pesat. Dia hanya selalu ada bersamaku
dan Jovita di sekolah.Ini mungkin saja langkah pedekate
yang baru dia lakukanpadaku.
Kepada: Bryan
Jalan kemana?
Dari: Bryan
Ke toko buku kemarin gimana?
Kepada: Bryan
Oke, sampai ketemu di toko buku.
Bryan tidak menawariku jemputan.
Terpaksa besok aku mesti naik gojek.
- Minggu, 24 Januari 2016-
Aku sudah bersama Bryan di sebuah
toko buku.Kami berdua melihat-lihat buku. Kami
memberi saran dan juga bercerita
tentang Jovita."Jovita kayaknya agak aneh la.""Aneh gimana?""Rasanya aneh aja entah kenapa. Ada
yang beda. Sepertinya dia kayak ada
masalah yang dipendam gitu.""Oh ya? Aku nggak tau juga."
Perasaanku tiba-tiba jadi nggak enak
mengenai Jovita."Coba pikir la. Bokap Jovita jemput dia
telat, dia nggak cerita. Menurutku ini
masalah keluarga."
-
__ADS_1