This Is Love Story

This Is Love Story
Kencan Kedua


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


Dia tidak video call aku. Atau mungkin


dia tidak kangen padaku makanya


tidak video call.Nggak tau ah. Toh aku bukan siapa-


siapanya, kenapa aku galau dilema


gini."Gue duluan ya la." teriak Jovita.Jovita melambaikan tangannya


dan pergi bers


memboncengnya.ma Bryan yangSeketika aku iri, andai aku bisa


sesering itu bersama Kak Ferdi.


Diantarin pulang, sekolah bisa bareng.


Aku menundukkan kepala lesu sambil


berjalan pulang.Tunggu dulu, aku udah gila. Ngapain


harapin gitu sama Kak Ferdi."Mikirin aku?"


Deg. Aku langsung mengangkat


kepalaku dan melihat sumber suara.Kulihat Kak Ferdi di depan gerbang


rumahku dengan setangkai bunga.Tanpa sadar aku mengembangkan


senyumku. "Kak Ferdi?!" Aku berjalan


menghampirinya."Hehe, jalan yuk. Aku tunggu."


Kak Ferdi menyodorkan bunga itu


kepadaku."Buat aku?""Bukan." Loh, kok bukan?


"Jadi?" Aku pun menyergit bingung.


"Buat Kaila. Sampein ke Kaila, aku ajakjalan."Aku kembali tersenyum danmengambil bunga itu


"Baik kak. Tunggu ya..."Aku segera masuk ke dalam rumah


untuk bersiap. Kak Ferdi melihat


tingkahku dan terkekeh.


-


Kami saat ini berada di sebuah mall.Maksudku, aku dengan Kak Ferdi.Lebih tepatnya lagi, kami berada di


toko es krim. Kami sedang menikmati


es krim."Makasih Kaila." Tiba-tiba Kak Ferdi


berterimakasih padaku.


"Makasih buat apa kak?"

__ADS_1


"Mau kencan sama aku dua kali."Wajahku langsung memerah. Kak Ferdi


terlalu terang-terangan mengatakan


sesuatu.


"Ini oleh-oleh buat kamu." Kak Ferdimenyodorkan sebuah kotak kepadaku."Oleh-oleh?" Aku menatap kotak itu


dan mengambil kotak itu. "Makasih


kak.""Sini, biar aku pakein.""Ini emangnya apa?" Aku membuka


kotaknya dan isinya adalah kalung


berhuruf K disana.Kak Ferdi mengambil kalung itu,


berdiri dan memakaikannya


kepadaku. Jantungku berdetak


kencang melihat Kak Ferdi lebih dekat


denganku.Selesai memakainya, Kak Ferdi


kembali ke tempat duduknya."Terimakasih kak."


Aku tersenyum malu-malu. Kak Ferdi


selalu bisa membuatku tersenyum


tanpa sadar.Aku bercermin di kamar. Melihat


tersenyum senang dan akan selalu


memakainya.Kemudian masuk pesan line.


Dari: Kak Ferdi


Kaila, terimakasih buat hari ini.


Kepada: Kak Ferdi


Terimakasih juga KakJantungku masih sama. Masih


berdebar. Apa ini artinya aku mnulai


menyukai Kak Ferdi? Iya, aku


menyukainya.


Tapi mengenai lamaran.


Aku ragu.


Aku belum mengenalnya.


Entahapa yang harus kujawab


padanya.


Menerima cintanya sama dengan

__ADS_1


menikah dengannya.


Aku kembali


dilema memikirnya.Tiba-tiba, masuk lagi


pesan line.


Dari: Bryan


Besok kita jalan-jalan yuk.


Aku menyergit bingung.


Selama ini,aku dan Bryan tidak ada kemajuan


pesat. Dia hanya selalu ada bersamaku


dan Jovita di sekolah.Ini mungkin saja langkah pedekate


yang baru dia lakukanpadaku.


Kepada: Bryan


Jalan kemana?


Dari: Bryan


Ke toko buku kemarin gimana?


Kepada: Bryan


Oke, sampai ketemu di toko buku.


Bryan tidak menawariku jemputan.


Terpaksa besok aku mesti naik gojek.


- Minggu, 24 Januari 2016-


Aku sudah bersama Bryan di sebuah


toko buku.Kami berdua melihat-lihat buku. Kami


memberi saran dan juga bercerita


tentang Jovita."Jovita kayaknya agak aneh la.""Aneh gimana?""Rasanya aneh aja entah kenapa. Ada


yang beda. Sepertinya dia kayak ada


masalah yang dipendam gitu.""Oh ya? Aku nggak tau juga."


Perasaanku tiba-tiba jadi nggak enak


mengenai Jovita."Coba pikir la. Bokap Jovita jemput dia


telat, dia nggak cerita. Menurutku ini


masalah keluarga."


-

__ADS_1


__ADS_2