This Is Love Story

This Is Love Story
Demam


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


- Minggu, 14 Februari 2016 -


Aku menekan password pintu


apartemen Kak Ferdi. 921201. Pintu


terbuka dan aku masuk kedalam.


Ruangan apartemen Kak Ferdi gelap.


Sepertinya, Kak Ferdi sedang bekerja.


Aku pun menghidupkan lampu."Siapa? Bi ljah? Bukannya bibi ijin?"


Terdengar suara lemah Kak Ferdi di


balik selimut kasurnya. Aku terkejut.Ternyata Kak Ferdi ada di apartemen.


Kak Ferdi melirikku untuk memastikan


siapa yang datang."Kaila?" ucap Kak Ferdi setelah


memastikan siapa yang datang."Halo kak. Kakak di apartemen?""Iya, Kaila." Kak Ferdi kembali


terbaring lemas.Merasa tidak ada yang beres. Aku


meletakkan coklatnya di meja dan


menghampiri Kak Ferdi."Kak Ferdi kenapa?" Aku menyentuh


dahi Kak Ferdi. Panas."Kak Ferdi demam?"Kak Ferdi hanya bergumam iya dan


nampak lemas.Aku pun segera mengambil


kain handuk dan baskom untuk


menampung air. Aku tidak berani


bertanya dimana letak kain handuk


dan baskom, Kak Ferdi nampak lemas


untuk bangun bahkan berbicara.Setelah ketemu, aku menampung air ke


baskom. Aku mengkompres Kak Ferdi.


"Kakak udah makan obat?" ucapku


sambil mengkompres Kak Ferdi.


Kak Ferdi menggeleng pelan


kepalanya.Melihat itu, aku segera mencari obat

__ADS_1


tetapi tidak ada obat apapun disini.


Hanya ada obat penenang."Kak, aku pergi beli obat dulu ya."Aku mematikan lampu dan pergi


mencari obat di apotek. Selain membeli


obat demam, aku juga membelikan


bubur yang kebetulan aku lewati.Kak Ferdi pasti belum makan juga.Kemudian, dengan tergesa-gesa, aku


kembali ke apartemen Kak Ferdi.


-


"Kak makan buburnya dulu."Kak Ferdi yang masih lemas


memaksakan dirinya bangkit duduk.


Aku menyuapi Kak Ferdi. Kak Ferdi


dengan pasrah menerima semua


Suapan yang ku berikan.Baru 5 suap, Kak Ferdi sudah


menggeleng tidak mau makan lagi.Aku meletakkan bubur ke meja dan


mengambil segelas air dan obat."Oke Kak. Ini minum obatnya."Kak Ferdi menerima obatnya dan


minum seteguk untuk menelan


bisa reda kalau banyak minum air


putih"Kak Ferdi pun dengan terpaksa


meminum semua air putih yang ada di


gelas yang kuberikan.Kemudian Kak Ferdi berbaring untuk


tidur kembali. Aku pun mengkompres


kembali Kak Ferdi.Setiap 30 menit, aku membangunkan


Kak Ferdi untuk minum air putih.


Sangking banyaknya air putih yang


diminum, Kak Ferdi bolak balik ke


kamar mandi juga.Tak terasa hari sudah sore, aku pun


memberikan bubur yang belum habis


tadi.Kali ini Kak Ferdi menghabiskannya


semua sendiri. Kemudian, aku

__ADS_1


memberi obat untuk diminum."Nanti kalau terbangun tengah malam,


kakak minum lagi ya obatnya."Kak Ferdi menganggukkan kepala.


Terimakasih Kaila.""Sama-sama kak." Aku tersenyum.


Sepertinya Kak Ferdi sudah membaik.


"Besok kakak kerja?"


Kak Ferdi menggelengkan kepalanya.


"Oh, besok aku datang lagi kalaudemam kakak masih ada.""Iya. Kamu datang ada urusan apa


Kaila?"Ah, iya. Aku kan kesini mau kasihcoklat. Aku jadi malu sekarang."Itu kak...Akuu. datang kasih coklat."ucapku akhirnya.


"Coklat?"


"Iya kak. Selamat hari valentine kak."


Kak Ferdi tersenyum senang


"Coklatnya jangan dimakan sekarangya kak. Kakak harus sembuh dulu.""Terimakasih, aku jadi makin cinta


sama kamu, Kaila."Aku menatap manik mata Kak Ferdi.


Kami beradu tatap. Jantungku rasanya


berdetak lebih kencang.Kak Ferdi menggenggam tangan


kananku dengan lembut."Menikahlah denganku Kaila. Aku


butuh kamu. Aku kesepian 1 bulan ini.


Hanya kamu yang mengisi hariku.""Aku janji, aku akan


membahagiakanmu." sambung Kak


Ferdi.Jantungku seakan meledak tapi aku


tidak ingin mengakhiri tatapan ini.Tidak perlu jawab sekarang. Jawab


aku saat jawabannya iya."Raut wajah Kak Ferdi menunjukkan


seperti ragu dan takut kehilangan.


Tiba-tiba, suasana menjadi canggung."Aku pulang dulu ya kak. Besok aku


datang lagi. Kakak minum air putih


yang banyak ya kak."Aku pamit pergi dan Kak Ferdi


tersenyum ke arahku sembari


menjawab iya.

__ADS_1


-


__ADS_2