This Is Love Story

This Is Love Story
Truk


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


- Senin, 15 Februari 2016 -


Rasanya waktu berjalan lambat.


Rasanya, aku pengen sekarang juga


memberitahu jawabanku kepada Kak


Ferdi.


Aku ingin sekarang langsung


menjelaskan dan menegaskan aku


calon istrinya.Oh iya, kemarin aku mengatakan akan


datang ke apartemen Kak Ferdi hari


ini. Yah, walaupun tadi pagi sudah


bertemu sih.Aku langsung bersiap untuk pergi.


-


Waktu sudah sore menjelang malam.


Kini aku di depan gedung apartemen


Kak Ferdi. Aku membeli buah di dekat


apartemen Kak Ferdi tadi. Sepertinya


Kak Ferdi tidak pernah makan buah.


Makanya dia bisa sakit begitu.


"Kaila!"


Aku mendengar suara teriakan Kak


Ferdi di seberang jalan.Kak Ferdi sedang menunggu lampu lalu


lintas menjadi merah.


Ditangannya sudah ada makanan yang


mungkin dia beli untuk dia makan.Aku berdiri menunggu Kak Ferdi.


Melihat Kak Ferdi, aku menjadi tidak


sabar memberitahu jawabanku.Tapi sepertinya bukan hanya aku yang


tidak sabaran. Kak Ferdi langsung


menyebrang saat lampu lalu lintas

__ADS_1


masih hijau.Emang sih jalan sepi, tidak ada


kendaraan yang berlalu lalang di jalan


ini sekarang.Tapi tiba-tiba, aku melihat truk yang


melintas kencang.Aku terkejut. Mungkin truk itu terburu-


buru karena lampu lalu lintas sebentar


lagi akan merah.Kak Ferdi tidak menyadarinya,


membuatku langsung menjatuhkan


buah yang kubeli dan berlari cepat


ingin menyelamatkan kak Ferdi.


"Aku nggakpapa. Kamu gimana? Ada


yang sakit?""Nggak kak. Ayo kita ke pinggir dulu."Kami berdua berjalan ke pinggir jalan.


Depan apartemen Kak Ferdi.Truk itu melintas tanpa memerdulikan


kami. Mungkin dikiranya kami tidak


kenapa-napa."Kamu yakin nggakpapa? Ayo kita ke


rumah sakit."Nggak kak. Nggakpapa. Kakak"


sepertinya terluka. Ayo kita obati."Ini luka kecil". Syukurlah kamu tidak


Punggungku mulai terasa sakit ketika


disentuh. Tapi aku tahan karena tidak


ingin Kak Ferdi khawatir.Kak Ferdi melepaskan pelukannya.


"Kamu kenapa kesini? Kenapa tidak


menghubungiku dulu?"


"Aku kan sudah janji bakal datang


kemarin kak."


"Aku tersenyum."


"Selain itu, aku mau bilang, kalau


aku."


"Nyeri di punggungku semakin


menjadi."


aku...."

__ADS_1


"aku menerima lamaran ka.kak."


Seketika aku menjadi lemas dan lemah.


Aku tidak dapat menahan tubuhku dan


jatuh.


"KAILA!"


Kak Ferdi berteriak dan


mengguncangkan tubuhku.


"Jangan pingsan Kaila, kita ke rumah


sakit sekarang"


Kak Ferdi panik menggendongku


ala bridal style ke parkiran dan


mengemudikan mobil ke rumah sakit.Aku berusaha untuk tetap sadar


walaupun rasanya tubuh ini


memintaku untuk segera tidur.


- Rabu, 17 Februari 2016-


Sudah 3 hari aku dirawat dirumah


sakit. Dokter bilang aku tidak apa-apa.


Hanya syok ringan karena hampir


kecelakaan.Punggungku hanya terbentur tetapi


semua baik-baik saja karena tidak


memiliki efek apapunAku bisa saja pulang senin kemarin


tanpa dirawat, tapi Kak Ferdi


memaksaku untuk dirawat. Setidaknya


3 hari.Selama di rumah sakit, ayah, ibu, Kak


Ferdi sudah bergantian menjagaku.Kak Ferdi punya jadwal penerbangan


tapi sudah pulang malam hari. Tidak


berhari-hari tidak pulang ke kota ini.Jovita juga datang menjengukku.Hari ini, aku akan membujuk Kak Ferdi


untuk keluar dari rumah sakit.aku


tidak enak hati karena biaya rumah

__ADS_1


sakit ini ditanggung Kak Ferdi.Ibu baru saja kembali dari menjagaku.


__ADS_2