This Is Love Story

This Is Love Story
Keputusan


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


- Senin, 15 Februari 2016 -


Sesampai di sekolah, aku langsung


duduk di bangkuku. Aku melihat Jovita


sendirian."Bryan kemana? Tumben dia nggakada?"


"Dia sakit. Jadi absen."


Aku ber-oh ria dan kembali galau.


"Kenapa la? Ada masalah?"


Lebih baik aku curhat. Aku saat inibutuh nasehat."Tadi pagi, Kak Ferdi datang kerumah."Jovita membenarkan posisinya untuk


mendengarkanku. "Terus terus?""Kak Ferdi mengutarakan kalau dia


pengen nikahin aku tanggal 7 April


nanti sama orangtuaku.""Serius? Terus terus? Orang tuamu


bilang apa?""Mereka setuju sih. Lalu saat dijalan


tadi, Kak Ferdi bilang dia nikahin aku


cepat karena dia seperti butuh kawan


hidup. Tujuan pulang gitu. Soalnya aku


yang membuat ibu Kak Ferdi pergi


secepat ini."Aku kembali sedih dan merasa sakit didadaku.La, lu jangan sedih. Menurutku


Kak Ferdi hanya mengutarakan


perasaannya. Disini tinggal lu. Lu cinta


nggak sama dia?"Aku otomatis menganggukkan


kepalaku. "Aku mulai deg-degan,


dan juga aku merasa Kak Ferdi jauh


padahal baru aja ketemu dia. Terus

__ADS_1


aku sekarang dengan senang hati mau


menikah dengan dia juga.""Jadi apa yang lu ragukan lagi? Lu


harus yakin"Benar yang dibilang Jovita. Apa yang


kuragukan?"Baiklah, aku akan segera menerima


lamaran Kak Ferdi."Jovita yang mendengar jawabanku


langsung memekik senang."Ciee... Jangan lupa undang gue


ya." Aku tersenyum senang dan


menggangguk malu.Tiba-tiba aku teringat dengan niat


pedekate Bryan padaku.Tapi bagaimana Bryan?"


"oh, Bryan. Hmmm, nanti gue


ngomong sama dia supaya dia ngerti.""Makasih vit. Kamu emang terbaik."


Aku bernafas lega."Lagian si Bryan juga lamban banget


sih jadi orang. Dari kemarin nggak


ada dia ngejar lu nampaknya. Cuma


pasti." Aku membela Bryan."Yeee... Pelan banget sampe lu udah


dipingit sama orang. Mau nikah lagi.


Mending kayak Kak Ferdi kencang gas


pool. Nggak ada rem."Aku tertawa mendengarkannya. Bel


pun berbunyi dan kami kembali fokus


ke pelajaran.


-


"Vit, kamu pulang sama siapa?"


tanyaku."Gue dijemput kok sama bokap." jawab


Jovita meyakinkanku."Yakin? Nanti sampe sore?""Nggakpapa, udah lu pulang sana. Aku

__ADS_1


ramal Kak Ferdi udah nungguin lu di


depan rumah lu." goda Jovita."ih, apaan sih. Yaudah, aku duluan ya.'Aku melambaikan tanganku1


meninggalkan Jovita yang menunggu.Tiba-tiba terdengar suara motor


yang berhenti didepan Jovita. Jovita


menoleh dan melihat Bryan."Bryan? Lu ngapain disini?""Jemput lu. Kan gue selalu antar lu


pulang sekolah." jawab Bryan santai.


"Tapi bukannya lu lagi sakit?""Udah mendingan. Udah cepat naik."Jovita buru-buru naik ke motor


Bryan. Bryan mengemudi motor itu


meninggalkan sekolah.


-


Sesampai di rumah, ramalan Jovita


salah. Kak Ferdi tidak ada di depan


rumahku.Aku mengganti baju dan tiduran diatas


kasur. Aku melihat HP sesekali untuk


melihat apakah ada pesan masuk atau


tidak.Padahal aku ingin menjawab


lamarannya tapi dia nya yang nggak


ada.Aku jadi kangen sama Kak Ferdi.


Padahal pagi ini, kami baru saja


bertemu.


- Senin, 15 Februari 2016 -


Rasanya waktu berjalan lambat.


Rasanya, aku pengen sekarang juga


memberitahu jawabanku kepada Kak

__ADS_1


Ferdi.


-


__ADS_2