This Is Love Story

This Is Love Story
SNMPTN


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


"Jovita, aku mau bilang sesuatu."Aku kemudian menceritakan kejadian


aku mendorong ibunya kak Ferdi


dan soal uang 25 juta itu. Aku juga


menceritakan bagaimana membalas


budi kak Ferdi dengan memasakkan


dia makanan."Jadi, aku gak bisa kuliah, vit." tuturku


akhirnya."Ya ampun kaila. Kenapa lu gak cerita


sih? Pantesan hari pertama lu nggak


masuk. Gue kira lu jalan-jalan belum


pulang""Sorry vit, aku bingung kemarin.


Sekarang aku udah sedikit lega karena


bisa bantu kak Ferdi.""Jadi gimana nih? Lu kan pengen


banget jadi dokter. Masa lu sia-siain.


Kita nggak jadi dokter bareng dong...


"Jovita menampakkan raut sedihnya


kepadaku."Bisa nanti diraih, vit. Tapi sayangnya


aku nggak bisa bareng kamu, vit.


Sekarang aku hanya ingin fokus


sama UN ini aja. Bisa jadi ini ijazah


terakhirku." Aku berusaha untuk


menyemangati diriku sendiri."Ada jalan lain kok, Kaila. Lu bisa ambil


jalur SNMPTN atau SBMPTN. Ada


beasiswa kok. Ya walaupun kita nggak


sekampus jadinya.""Oh iya. Jalur kuliah negeril Astaga, kok


aku bisa lupa."Aku tertawa senang. Aku kebingungan


kemarin sampai aku lupa ada jalur


beasiswa. Ini harapanku satu-satunya

__ADS_1


untuk kuliah."Wah, vit. Makasih banyak, aku ada


harapan kuliah.""Lu mesti belajar keras Kaila. Jangan


sedih kalau SNMPTN lu gak lulus.


SBMPTN masih ada.""Iya, vit, aku akan ikut keduanya.""Bagus, udah yuk buruan. Kita habis ini


ulangan.""Oke."Kami bersiap dan menuju kelas. Masih


ada waktu untuk belajar beberapa


materi biologi sebelum waktu istirahat


selesai.


-


Hari ini, aku tidak langsung pulang ke


rumah. Aku ke toko buku dulu untuk


membeli kebutuhan SBMPTN. Aku


perlu belajar giat agar bisa kuliah.


Sesampai di toko buku,aku mencari buku seperti kiat-kiat


SBMPTN. Tetapi harganya cukup


minggu depan. Sekarang waktunya aku


pulangAku berjalan keluar dari toko buku.


Aku menatap sekeliling.Area ini sangat familiar, kapan aku


pernah disini ya?Oh, ini daerah apartemen Kak


Ferdi. Apa aku mampir dulu ya?


Apartemennya pasti tidak ada yang


membersihkannya.Baiklah, ini untuk mengurangi rasa


bersalahku.


-


Di apartemen,rupanya rumahnya sudah sangat


bersih ditinggalkan. Untuk apa aku


ke sini? Aku jadi berkeliling melihat


barang-barangnya. Ada paspor di atas

__ADS_1


meja.Aku membuka paspornya. Nama


lengkapnya Ferdi Fernando. Lahir


tanggal 12 Januari 1992. Wah! 5 hari


lagi, kak Ferdi ulang tahun


Selasa, 12 Januari 2016 Sudah jam 11 malam, Ferdi pulang


dengan perasaan lelah. Dia pun


memasukkan password rumahnya


921201.921201. 12 Januari 1992. Hari Ferdi


lahir. Dulu, ibunya tidak hafal satu pun


kode password apartemen selain angka


ini.Jadi dari dulu hingga sekarang,


password apartemennya tetap sama.Ketika masuk, rumah terasa kosong.


Tahun ini, tidak ada yang menunggu


kedatangannya. Tidak ada yang


menyambutnya. Dia sendirian.Ferdi menyesal. Kenapa dia tidak cuti


saat ibunya berada di rumah sakit?


Seharusnya, dia menjaga ibunya.Ibunya pasti tidak familiar disana


dan mencarinya ke luar rumah sakit.


Kejadian ibunya pergi dari rumah sakit


bukan hanya sekali. Ibunya akan pergi


ke apartemen menunggu Ferdi hingga


pulang.Padahal ibunya hanya anemia, tapi


malah meninggal. Ferdi sangat sedih


dan menangis dalam diam. Dia teringat


ibunya.- Flashback on -


Ketika Ferdi masuk ke apartemen,


"Udah pulang, nak?"


"Sudah, bu"Ferdi melangkah dan memeluk ibunya di

__ADS_1


pinggir kasur.


__ADS_2