
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
"Jovita, aku mau bilang sesuatu."Aku kemudian menceritakan kejadian
aku mendorong ibunya kak Ferdi
dan soal uang 25 juta itu. Aku juga
menceritakan bagaimana membalas
budi kak Ferdi dengan memasakkan
dia makanan."Jadi, aku gak bisa kuliah, vit." tuturku
akhirnya."Ya ampun kaila. Kenapa lu gak cerita
sih? Pantesan hari pertama lu nggak
masuk. Gue kira lu jalan-jalan belum
pulang""Sorry vit, aku bingung kemarin.
Sekarang aku udah sedikit lega karena
bisa bantu kak Ferdi.""Jadi gimana nih? Lu kan pengen
banget jadi dokter. Masa lu sia-siain.
Kita nggak jadi dokter bareng dong...
"Jovita menampakkan raut sedihnya
kepadaku."Bisa nanti diraih, vit. Tapi sayangnya
aku nggak bisa bareng kamu, vit.
Sekarang aku hanya ingin fokus
sama UN ini aja. Bisa jadi ini ijazah
terakhirku." Aku berusaha untuk
menyemangati diriku sendiri."Ada jalan lain kok, Kaila. Lu bisa ambil
jalur SNMPTN atau SBMPTN. Ada
beasiswa kok. Ya walaupun kita nggak
sekampus jadinya.""Oh iya. Jalur kuliah negeril Astaga, kok
aku bisa lupa."Aku tertawa senang. Aku kebingungan
kemarin sampai aku lupa ada jalur
beasiswa. Ini harapanku satu-satunya
__ADS_1
untuk kuliah."Wah, vit. Makasih banyak, aku ada
harapan kuliah.""Lu mesti belajar keras Kaila. Jangan
sedih kalau SNMPTN lu gak lulus.
SBMPTN masih ada.""Iya, vit, aku akan ikut keduanya.""Bagus, udah yuk buruan. Kita habis ini
ulangan.""Oke."Kami bersiap dan menuju kelas. Masih
ada waktu untuk belajar beberapa
materi biologi sebelum waktu istirahat
selesai.
-
Hari ini, aku tidak langsung pulang ke
rumah. Aku ke toko buku dulu untuk
membeli kebutuhan SBMPTN. Aku
perlu belajar giat agar bisa kuliah.
Sesampai di toko buku,aku mencari buku seperti kiat-kiat
SBMPTN. Tetapi harganya cukup
minggu depan. Sekarang waktunya aku
pulangAku berjalan keluar dari toko buku.
Aku menatap sekeliling.Area ini sangat familiar, kapan aku
pernah disini ya?Oh, ini daerah apartemen Kak
Ferdi. Apa aku mampir dulu ya?
Apartemennya pasti tidak ada yang
membersihkannya.Baiklah, ini untuk mengurangi rasa
bersalahku.
-
Di apartemen,rupanya rumahnya sudah sangat
bersih ditinggalkan. Untuk apa aku
ke sini? Aku jadi berkeliling melihat
barang-barangnya. Ada paspor di atas
__ADS_1
meja.Aku membuka paspornya. Nama
lengkapnya Ferdi Fernando. Lahir
tanggal 12 Januari 1992. Wah! 5 hari
lagi, kak Ferdi ulang tahun
Selasa, 12 Januari 2016 Sudah jam 11 malam, Ferdi pulang
dengan perasaan lelah. Dia pun
memasukkan password rumahnya
921201.921201. 12 Januari 1992. Hari Ferdi
lahir. Dulu, ibunya tidak hafal satu pun
kode password apartemen selain angka
ini.Jadi dari dulu hingga sekarang,
password apartemennya tetap sama.Ketika masuk, rumah terasa kosong.
Tahun ini, tidak ada yang menunggu
kedatangannya. Tidak ada yang
menyambutnya. Dia sendirian.Ferdi menyesal. Kenapa dia tidak cuti
saat ibunya berada di rumah sakit?
Seharusnya, dia menjaga ibunya.Ibunya pasti tidak familiar disana
dan mencarinya ke luar rumah sakit.
Kejadian ibunya pergi dari rumah sakit
bukan hanya sekali. Ibunya akan pergi
ke apartemen menunggu Ferdi hingga
pulang.Padahal ibunya hanya anemia, tapi
malah meninggal. Ferdi sangat sedih
dan menangis dalam diam. Dia teringat
ibunya.- Flashback on -
Ketika Ferdi masuk ke apartemen,
"Udah pulang, nak?"
"Sudah, bu"Ferdi melangkah dan memeluk ibunya di
__ADS_1
pinggir kasur.