This Is Love Story

This Is Love Story
Restu


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


"Iya, iya, kakak pulang sana." Aku


mengusir kak Ferdi dan masuk ke


dalam rumah dengan cepat.Aku memegang jantungku yang masih


deg-degan dan mengatur nafas.Aku tidak terbayang, awalnya aku


ingin berkarir dulu, tiba-tiba malah


mempertimbangkan untuk menikah


dalam waktu dekat.Siapa juga yang gak deg-degan dengan


tingkah kak Ferdi?


-


Saat ini, aku sedang makan malam


dengan ayah dan ibu.


"Gimana Kaila? Kamu mau menikah


belum?" tanya ibu kepadaku.


Wajahku langsung memerah. "Ibu! Ibu


ada-ada aja.""Hahaha, ayah udah dengar dari


ibu. Katanya, anak dari korban yang


kecelakaan kemarin melamarmu."Aku terdiam malu dan memilih makan.Tadi pagi, dia memperkenalkan


dirinya dan ngomong sama ibu.


Ternyata dia pramugara ya? Keren


juga. Dia juga serius.""Ibu, aku nggak tau ternyata kak Ferdi


datang kesini. Aku baru mengenalnya


beberapa hari." Aku menjelaskan


kepada ibu agar ibu tidak berpikir aku


memiliki perasaan sama Kak Ferdi.


Apalagi menikah. Itu tidak mungkin


dalam waktu dekat ini."Iya. Dia juga cerita, katanya dia


sendirian sekarang. Dia pengen ada

__ADS_1


yang temani dia saat dirumah. Katanya


dia juga jatuh cinta pandangan


pertama denganmu dan mengajakmu


serius."Ternyata kak Ferdi kesepian. Karena


aku yang tidak sengaja membunuh


ibunya. Kak Ferdi harus sendiri di


dunia ini. Aku masih beruntung, masih


memiliki ayah dan ibu."Ibu sebenarnya terserah kamu nak.


Ibu nggak paksa. Tapi ibu setuju jika


nak Ferdi lamar nanti, kamu terima.


Kamu juga pengennya tidak kuliah


sehabis SMA, jadi apa salahnya


menikah."Aku kaget dengan jawaban ibu. Apa


mungkin ibu udah dipelet sama Kak


Ferdi? Kok ibu setuju aja?"Aku nggak tau bu. Rasanya ini terlalu


"Ayah juga setuju dengan pendapat ibu.


Kamu pikirkan saja baik-baik. Jaman


sekarang susah cari anak sebaik Ferdi.


Mending kamu nikah dari pada hamil


diluar nikah." sahut ayah."iih, ayah, aku juga nggak bakal hamil


luar nikah juga kali.""Hahaha, kan ayah cuma bilang aja.


Keputusan ditangan kamu""Iya ayah. Aku akan memikirkannya."Kami makan selesai dan aku mencuci


semua piring kotor. Kemudian, aku


pergi ke kamar dan merebahkan


badanku.Jawaban apa yang harus ku berikan


pada kak Ferdi? Aku masih belum siap


nikah juga. Apa yang harus ku lakukan.


Sebenarnya jawabannya hanya iya

__ADS_1


atau tidak.


Ayah dan ibu juga tidak melarangku


mengenai jawabanku nantinya.


Mungkin karena mereka berpikir aku


juga tidak berniat lanjut ke jenjang


kuliah. Tapi saat ini, aku sedang


berusaha ingin kuliah.Ah sudahlah, malam ini aku tidak


memilih belajar tetapi tidur.Kemudian ada suara line masuk.Dari: Kak FerdiSelamat tidur Kaila. Mimpi indahAh, pas banget aku mau tidur. Mungkin


karena ucapanku pada saatjalan-jalan


tadi bahwa aku udah tidur jam segini.


Padahal aku tidur karena stres mikirin


jawaban lamaran.


Kepada: Kak Ferdi


Selamat tidur juga kak.


Stiker telah dikirim.


- Jumat, 15 Januari 2016-


Pagi ini kak Ferdi sudah bertengger di


depan rumahku. Aku segera bergegas


keluar, takut ayah dan ibu meledekku."Pagil" Kak Ferdi menyapaku dengan


senyumnya yang lebar. Pagi ini kak


Ferdi nampak berbeda, dia memakai


pakaian seperti pramugara. Eh, tapi


dia emang pramugara sih."Ah, pagi kak." Jantungku berdebar


membalas sapaan kak Ferdi."Aku antarin ke sekolah ya?" tawar kak


Ferdi."Nggak kak, nggak usah. Aku jalan kaki


aja. Kakak mau berangkat kerja kan?


Kakak pergi kerja aja.""Kalau gitu, aku temani kamu jalan


kaki."

__ADS_1


-


__ADS_2