
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
"Iya, iya, kakak pulang sana." Aku
mengusir kak Ferdi dan masuk ke
dalam rumah dengan cepat.Aku memegang jantungku yang masih
deg-degan dan mengatur nafas.Aku tidak terbayang, awalnya aku
ingin berkarir dulu, tiba-tiba malah
mempertimbangkan untuk menikah
dalam waktu dekat.Siapa juga yang gak deg-degan dengan
tingkah kak Ferdi?
-
Saat ini, aku sedang makan malam
dengan ayah dan ibu.
"Gimana Kaila? Kamu mau menikah
belum?" tanya ibu kepadaku.
Wajahku langsung memerah. "Ibu! Ibu
ada-ada aja.""Hahaha, ayah udah dengar dari
ibu. Katanya, anak dari korban yang
kecelakaan kemarin melamarmu."Aku terdiam malu dan memilih makan.Tadi pagi, dia memperkenalkan
dirinya dan ngomong sama ibu.
Ternyata dia pramugara ya? Keren
juga. Dia juga serius.""Ibu, aku nggak tau ternyata kak Ferdi
datang kesini. Aku baru mengenalnya
beberapa hari." Aku menjelaskan
kepada ibu agar ibu tidak berpikir aku
memiliki perasaan sama Kak Ferdi.
Apalagi menikah. Itu tidak mungkin
dalam waktu dekat ini."Iya. Dia juga cerita, katanya dia
sendirian sekarang. Dia pengen ada
__ADS_1
yang temani dia saat dirumah. Katanya
dia juga jatuh cinta pandangan
pertama denganmu dan mengajakmu
serius."Ternyata kak Ferdi kesepian. Karena
aku yang tidak sengaja membunuh
ibunya. Kak Ferdi harus sendiri di
dunia ini. Aku masih beruntung, masih
memiliki ayah dan ibu."Ibu sebenarnya terserah kamu nak.
Ibu nggak paksa. Tapi ibu setuju jika
nak Ferdi lamar nanti, kamu terima.
Kamu juga pengennya tidak kuliah
sehabis SMA, jadi apa salahnya
menikah."Aku kaget dengan jawaban ibu. Apa
mungkin ibu udah dipelet sama Kak
Ferdi? Kok ibu setuju aja?"Aku nggak tau bu. Rasanya ini terlalu
"Ayah juga setuju dengan pendapat ibu.
Kamu pikirkan saja baik-baik. Jaman
sekarang susah cari anak sebaik Ferdi.
Mending kamu nikah dari pada hamil
diluar nikah." sahut ayah."iih, ayah, aku juga nggak bakal hamil
luar nikah juga kali.""Hahaha, kan ayah cuma bilang aja.
Keputusan ditangan kamu""Iya ayah. Aku akan memikirkannya."Kami makan selesai dan aku mencuci
semua piring kotor. Kemudian, aku
pergi ke kamar dan merebahkan
badanku.Jawaban apa yang harus ku berikan
pada kak Ferdi? Aku masih belum siap
nikah juga. Apa yang harus ku lakukan.
Sebenarnya jawabannya hanya iya
__ADS_1
atau tidak.
Ayah dan ibu juga tidak melarangku
mengenai jawabanku nantinya.
Mungkin karena mereka berpikir aku
juga tidak berniat lanjut ke jenjang
kuliah. Tapi saat ini, aku sedang
berusaha ingin kuliah.Ah sudahlah, malam ini aku tidak
memilih belajar tetapi tidur.Kemudian ada suara line masuk.Dari: Kak FerdiSelamat tidur Kaila. Mimpi indahAh, pas banget aku mau tidur. Mungkin
karena ucapanku pada saatjalan-jalan
tadi bahwa aku udah tidur jam segini.
Padahal aku tidur karena stres mikirin
jawaban lamaran.
Kepada: Kak Ferdi
Selamat tidur juga kak.
Stiker telah dikirim.
- Jumat, 15 Januari 2016-
Pagi ini kak Ferdi sudah bertengger di
depan rumahku. Aku segera bergegas
keluar, takut ayah dan ibu meledekku."Pagil" Kak Ferdi menyapaku dengan
senyumnya yang lebar. Pagi ini kak
Ferdi nampak berbeda, dia memakai
pakaian seperti pramugara. Eh, tapi
dia emang pramugara sih."Ah, pagi kak." Jantungku berdebar
membalas sapaan kak Ferdi."Aku antarin ke sekolah ya?" tawar kak
Ferdi."Nggak kak, nggak usah. Aku jalan kaki
aja. Kakak mau berangkat kerja kan?
Kakak pergi kerja aja.""Kalau gitu, aku temani kamu jalan
kaki."
__ADS_1
-