This Is Love Story

This Is Love Story
Hari Ulang Tahun Kak Ferdi


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


"Makan, nak.""Tya, bu. Ferdi makan."bunya


tersenyum dan terus melihat


Ferdi makan Seakan pertama kalinya


melihat Ferdi makan selahap ini


Tidak ingin Ferdi direbut atau pergi


meninggalkannya."Saya pulang dulu ya "Perawat ibunya


meminta jin pulang."Tya, terimakasih untuk 2 hari ini. " ucap


Ferdi.Perawat itu pun pergi Ferdi


melanjutkan makanya dan iburya


menatap Ferdi dengan seryum.Jangan lupa belajar, ya, nak. Nanti ayah


marah.""Ayah... Ayah sudah tiada bu. Dan aku


sudah bekerja bu." batin Ferdi. Ferdi


tidak berani menjawab ibunya seperti


ituTika Ferdi berkata seperti itu. ITbunya


akan sedih kembali.


"Baik, bu."jawab Ferdi akhirnya.


Ibunya tersenyum sambil meihat Ferditerus menerus.


- Flashback off-


Ferdi pun bergerak untuk mandi dan


tidur. Dia akan libur selama 2 hari


besok.


- Rabu, 13 Januari 2016-


Jam menunjukkan 6 pagi. Ferdi malas


untuk bangun tetapi perutnya lapar.


Dia belunm makan seharian kemarin.Dia membuka kulkas untuk melihat


sesuatu yang bisa dimakan.


Ferdi menyerngit bingung. Sejak kapan

__ADS_1


ada cupcake ini. Dia tidak pernah


membelinya.Kemudian, dia melihat ada buku yang


terletak ditengah-tengah mejanya.Ferdi pun melihatnya. Ini seperti


notebook.Ferdi membuka isi cover notebooktersebut dan ada sebuah kertas disana.Selamat ulang tahun kak FerdiWish you all the best.


 


\-Kaila\-


 


"Kaila." gumam Ferdi.Jantung Ferdi berdetak kencang.


Ternyata ada yang menunggu


kedatangannya di hari spesialnya


kemarin.


-


Aku memperhatikan handphone sedari


tadi. Kak Ferdi belum menghubungiku


sejak seminggu yang lalu.Sepertinya kak Ferdi belum pulang.


Berarti dia belum melihat kue dan


"Nungguin apa sih lu, la."


"Oh, ini. Aku cuma..."


"Cuma apa?" tanya Jovita penasaran.


"Nggak kenapa-kenapa." elakku.


"Bohong lu. Dari tadi lu cek hape mulu.Fokus dong!"


"Hehe, iya vit."


Aku kembali fokus mendengar PakDamar mengajar di depan.


Fokus, kaila. Ini menyangkut


masa depan. Kak Ferdi pasti akan


menghubungimu. Sekarang, fokus!


- Rabu, 13 Januari 2016-Saat ini jam istirahat. Aku, Jovita dan


Bryan sedang makan bersama di

__ADS_1


kantin. Kami ingin membahas tema


dari ujian praktikum biologi kami."Bagusnya apa ya?" Bryan bertanya."Nggak tau juga nih. Gue dan Kaila juga


bingung" Balas Jovita."Aku ada coba cari semalam. Gimana


kalau membedah gitu? Untuk


mempelajari struktur sistem organ


dalam." Aku menyuarakan ideku."Mau bedah siapa?" tanya Jovita.


"Bedah lu lah vit." Canda Bryan.


"ih, kok gue? Kenapa gak bedah lu aja?""Bukan beda manusia, vit. Tapi kayak


marmut atau tikus gitu." balasku.


"Nggak ah, jangan itu. Kasian marmut


atau tikusnya." Jovita tidak setuju


dengan ideku."Jadi apa dong? Gue sih oke oke aja.


Lu kenapa gak setuju sih vit?" Bryan


membelaku.


"Gue setuju kalau bedah lu. Kalau lu


mah, gue kagak kasian." Jovita tertawa


ringan, mengejek Bryan.Bryan langsung mencubit hidung Jovita


kuat."Aduh sakit!" Jovita memukul tanganBryan hingga lepas."Pesek hidung lu! Biar gue bantumancungin."


"Rese lu!" kesal Jovita.


Bryan seketika senang berhasil


membalas Jovita."Gimana kalau herbarium aja? Kita


keringkan dan awetkan tumbuhan."


Aku menyuarakan ide lainnya. Mereka


pun berhenti bertikai.Itu aja deh, jangan bedah pokoknya."


Jovita menerima ideku kali ini."Oke. Itu aja. Aku ngikut aja." Bryan


juga menerima ideku."Karena udah oke, gue pergi dulu ya


La." Jovita beranjak pergi."Mau kemana?" Aku heran. Biasanya


Jovita selalu menemaninya."Toilet. Mau boker. Bye!"Jovita melesat pergi. Tinggal aku dan

__ADS_1


Bryan berdua."Mau pesan Kaila?" Bryan


-


__ADS_2