
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
"Makan, nak.""Tya, bu. Ferdi makan."bunya
tersenyum dan terus melihat
Ferdi makan Seakan pertama kalinya
melihat Ferdi makan selahap ini
Tidak ingin Ferdi direbut atau pergi
meninggalkannya."Saya pulang dulu ya "Perawat ibunya
meminta jin pulang."Tya, terimakasih untuk 2 hari ini. " ucap
Ferdi.Perawat itu pun pergi Ferdi
melanjutkan makanya dan iburya
menatap Ferdi dengan seryum.Jangan lupa belajar, ya, nak. Nanti ayah
marah.""Ayah... Ayah sudah tiada bu. Dan aku
sudah bekerja bu." batin Ferdi. Ferdi
tidak berani menjawab ibunya seperti
ituTika Ferdi berkata seperti itu. ITbunya
akan sedih kembali.
"Baik, bu."jawab Ferdi akhirnya.
Ibunya tersenyum sambil meihat Ferditerus menerus.
- Flashback off-
Ferdi pun bergerak untuk mandi dan
tidur. Dia akan libur selama 2 hari
besok.
- Rabu, 13 Januari 2016-
Jam menunjukkan 6 pagi. Ferdi malas
untuk bangun tetapi perutnya lapar.
Dia belunm makan seharian kemarin.Dia membuka kulkas untuk melihat
sesuatu yang bisa dimakan.
Ferdi menyerngit bingung. Sejak kapan
__ADS_1
ada cupcake ini. Dia tidak pernah
membelinya.Kemudian, dia melihat ada buku yang
terletak ditengah-tengah mejanya.Ferdi pun melihatnya. Ini seperti
notebook.Ferdi membuka isi cover notebooktersebut dan ada sebuah kertas disana.Selamat ulang tahun kak FerdiWish you all the best.
\-Kaila\-
"Kaila." gumam Ferdi.Jantung Ferdi berdetak kencang.
Ternyata ada yang menunggu
kedatangannya di hari spesialnya
kemarin.
-
Aku memperhatikan handphone sedari
tadi. Kak Ferdi belum menghubungiku
sejak seminggu yang lalu.Sepertinya kak Ferdi belum pulang.
Berarti dia belum melihat kue dan
"Nungguin apa sih lu, la."
"Oh, ini. Aku cuma..."
"Cuma apa?" tanya Jovita penasaran.
"Nggak kenapa-kenapa." elakku.
"Bohong lu. Dari tadi lu cek hape mulu.Fokus dong!"
"Hehe, iya vit."
Aku kembali fokus mendengar PakDamar mengajar di depan.
Fokus, kaila. Ini menyangkut
masa depan. Kak Ferdi pasti akan
menghubungimu. Sekarang, fokus!
- Rabu, 13 Januari 2016-Saat ini jam istirahat. Aku, Jovita dan
Bryan sedang makan bersama di
__ADS_1
kantin. Kami ingin membahas tema
dari ujian praktikum biologi kami."Bagusnya apa ya?" Bryan bertanya."Nggak tau juga nih. Gue dan Kaila juga
bingung" Balas Jovita."Aku ada coba cari semalam. Gimana
kalau membedah gitu? Untuk
mempelajari struktur sistem organ
dalam." Aku menyuarakan ideku."Mau bedah siapa?" tanya Jovita.
"Bedah lu lah vit." Canda Bryan.
"ih, kok gue? Kenapa gak bedah lu aja?""Bukan beda manusia, vit. Tapi kayak
marmut atau tikus gitu." balasku.
"Nggak ah, jangan itu. Kasian marmut
atau tikusnya." Jovita tidak setuju
dengan ideku."Jadi apa dong? Gue sih oke oke aja.
Lu kenapa gak setuju sih vit?" Bryan
membelaku.
"Gue setuju kalau bedah lu. Kalau lu
mah, gue kagak kasian." Jovita tertawa
ringan, mengejek Bryan.Bryan langsung mencubit hidung Jovita
kuat."Aduh sakit!" Jovita memukul tanganBryan hingga lepas."Pesek hidung lu! Biar gue bantumancungin."
"Rese lu!" kesal Jovita.
Bryan seketika senang berhasil
membalas Jovita."Gimana kalau herbarium aja? Kita
keringkan dan awetkan tumbuhan."
Aku menyuarakan ide lainnya. Mereka
pun berhenti bertikai.Itu aja deh, jangan bedah pokoknya."
Jovita menerima ideku kali ini."Oke. Itu aja. Aku ngikut aja." Bryan
juga menerima ideku."Karena udah oke, gue pergi dulu ya
La." Jovita beranjak pergi."Mau kemana?" Aku heran. Biasanya
Jovita selalu menemaninya."Toilet. Mau boker. Bye!"Jovita melesat pergi. Tinggal aku dan
__ADS_1
Bryan berdua."Mau pesan Kaila?" Bryan
-