
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
bertanya."Kita kan barusan siap makan?" Aku
bingung. Kenapa Bryan bertanya mau
pesan apa. Padahal kita baru selesai
makan."Ah, bukan! Maksud gue, mau pesan
minum gitu.""Oh, nggak, yan. Aku nggak mau pesan
minum.""Oh, gitu. Hmm, habis pulang sekolah,
lu ada acara nggak?""Acara? Aku biasanya langsung pulang
rumah.""Itu.... Gue mau ajak ke toko buku.
Gimana?"Toko buku? Boleh juga. Aku ingin
membeli buku SBMPTN.
"Boleh. Kita naik bus?""Nggak, tebeng gue aja. Gue bawa
motor kok.""Oh, oke." Aku mengangguk setuju.
-
Sepulang sekolah, aku dan Bryan ke
toko buku yang seminggu kemarin aku
datangin. Aku melihat lagi buku yang
ingin ku beli."Mau beli apa La?" Bryan bertanya."Buku buat SBMPTN. Kamu gimana?
Ada yang mau kamu beli?""Gue masih lihat-lihat.""Oh, tapi buku ini mahal ya. Sayang
buat dibeli." Aku terpaksa memakai
uang yang Kak Ferdi berikan. Ini demi
menunjang masa depanku.
"Lu nggak mesti beli buku kok. Di
internet juga ada kok bank-bank soal
__ADS_1
kalau lu cari. Jadi ilmu lu gak cuma
dari buku ini." Bryan memberi saran
kepadaku."Oh, iya juga. Kenapa aku nggak
kepikiran ya? Kalau gitu, aku beli satu
aja. Aku pilih yang terbaik."Benar. Aku bisa menghemat
pengeluaran."Hahaha. Yaudah, gue bantu lihat.""Iya yan, makasih yan." Aku tersenyum
senang."Sama-sama La."Kami kembali melihat buku-bukupersiapan SBMPTN disana."Hmm, La. Gue boleh tanya sesuatu?"
Tiba-tiba Bryan bersuara.
"Boleh, tanya aja."
"Kamu udah punya pacar?"Deg. Apa maksud Bryan bertanya
seperti itu? Kenapa tiba-tiba dia nggak
pake gue lu lagi?"Aku perhatikan kayaknya nggak ada
kan?"Aku menggangguk. Bryan perhatikan
kelas 1."Apa? Kelas 1? Aku terkejut
mendengarnya. Udah lama banget."Aku berani bilang sekarang karena
kamu akhir-akhir ini dekat Jovita.
Jovita bilang kamu single dan bilang
untuk coba nembak kamu. Aku baru
berani sekarang karena takutnya kamnu
udah ada yang punya."Glek. Aku gugup. Aku harus ngapain
sekarang. Aku baru sadar ternyata
Bryan suka aku."Kamu mau kasih aku kesempatan
pedekate sama kamu?"
Rabu, 13 Januari 2016-Aku mengganggukkan kepalaku.
__ADS_1
Bryan tidak mengajaknya pacaran
tapi pedekate. Jadi kenapa aku
melarangnya?"Yes! Terimakasih la!" Bryan tersenyum
gembira. Aku pun jadi ikut tersenyum."Udah nih. Kita pulang aja yuk." ajakku
karena sudah selesai memilih."Nggak mau makan siang bareng
dulu?" Tawar Bryan.Belum sempat menjawab, suara
telepon masuk. Dari Kak Ferdi. Mataku
langsung membinar. Akhirnya, Kak
Ferdi menghubungiku.Aku langsung mengangkat telepon dari
kak Ferdi pada deringan kedua.
"Halo kak""Udah pulang sekolah kan? Aku udah di
depan rumahmu.""Oh, itu kak, aku lagi bareng teman."
Aku melirik Bryan. Bryan menatapku
seakan penasaran siapa yang
meneleponku."Oh kapan pulang?""Ini mau pulang kak. Tapi aku
dikawasan apartemen kakak." Aku
ingat toko buku ini dekat dengan
apartemen Kak Ferdi."Tunggu disana. Biar kakakjemput,
kirimkan alamatnya ke kakak.""Oke kak." Aku mematikan teleponku."Siapa la?" Bryan langsung tertanya
penasaran.
"Ini kak Ferdi." Apa aku harus jelaskan
aja kejadian kecelakaan truk itu
kepada Bryan?"Siapa dia la? Kakak kandung?"
-
__ADS_1