This Is Love Story

This Is Love Story
Bryan


__ADS_3

"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"


bertanya."Kita kan barusan siap makan?" Aku


bingung. Kenapa Bryan bertanya mau


pesan apa. Padahal kita baru selesai


makan."Ah, bukan! Maksud gue, mau pesan


minum gitu.""Oh, nggak, yan. Aku nggak mau pesan


minum.""Oh, gitu. Hmm, habis pulang sekolah,


lu ada acara nggak?""Acara? Aku biasanya langsung pulang


rumah.""Itu.... Gue mau ajak ke toko buku.


Gimana?"Toko buku? Boleh juga. Aku ingin


membeli buku SBMPTN.


"Boleh. Kita naik bus?""Nggak, tebeng gue aja. Gue bawa


motor kok.""Oh, oke." Aku mengangguk setuju.


-


Sepulang sekolah, aku dan Bryan ke


toko buku yang seminggu kemarin aku


datangin. Aku melihat lagi buku yang


ingin ku beli."Mau beli apa La?" Bryan bertanya."Buku buat SBMPTN. Kamu gimana?


Ada yang mau kamu beli?""Gue masih lihat-lihat.""Oh, tapi buku ini mahal ya. Sayang


buat dibeli." Aku terpaksa memakai


uang yang Kak Ferdi berikan. Ini demi


menunjang masa depanku.


"Lu nggak mesti beli buku kok. Di


internet juga ada kok bank-bank soal

__ADS_1


kalau lu cari. Jadi ilmu lu gak cuma


dari buku ini." Bryan memberi saran


kepadaku."Oh, iya juga. Kenapa aku nggak


kepikiran ya? Kalau gitu, aku beli satu


aja. Aku pilih yang terbaik."Benar. Aku bisa menghemat


pengeluaran."Hahaha. Yaudah, gue bantu lihat.""Iya yan, makasih yan." Aku tersenyum


senang."Sama-sama La."Kami kembali melihat buku-bukupersiapan SBMPTN disana."Hmm, La. Gue boleh tanya sesuatu?"


Tiba-tiba Bryan bersuara.


"Boleh, tanya aja."


"Kamu udah punya pacar?"Deg. Apa maksud Bryan bertanya


seperti itu? Kenapa tiba-tiba dia nggak


pake gue lu lagi?"Aku perhatikan kayaknya nggak ada


kan?"Aku menggangguk. Bryan perhatikan


kelas 1."Apa? Kelas 1? Aku terkejut


mendengarnya. Udah lama banget."Aku berani bilang sekarang karena


kamu akhir-akhir ini dekat Jovita.


Jovita bilang kamu single dan bilang


untuk coba nembak kamu. Aku baru


berani sekarang karena takutnya kamnu


udah ada yang punya."Glek. Aku gugup. Aku harus ngapain


sekarang. Aku baru sadar ternyata


Bryan suka aku."Kamu mau kasih aku kesempatan


pedekate sama kamu?"


Rabu, 13 Januari 2016-Aku mengganggukkan kepalaku.

__ADS_1


Bryan tidak mengajaknya pacaran


tapi pedekate. Jadi kenapa aku


melarangnya?"Yes! Terimakasih la!" Bryan tersenyum


gembira. Aku pun jadi ikut tersenyum."Udah nih. Kita pulang aja yuk." ajakku


karena sudah selesai memilih."Nggak mau makan siang bareng


dulu?" Tawar Bryan.Belum sempat menjawab, suara


telepon masuk. Dari Kak Ferdi. Mataku


langsung membinar. Akhirnya, Kak


Ferdi menghubungiku.Aku langsung mengangkat telepon dari


kak Ferdi pada deringan kedua.


"Halo kak""Udah pulang sekolah kan? Aku udah di


depan rumahmu.""Oh, itu kak, aku lagi bareng teman."


Aku melirik Bryan. Bryan menatapku


seakan penasaran siapa yang


meneleponku."Oh kapan pulang?""Ini mau pulang kak. Tapi aku


dikawasan apartemen kakak." Aku


ingat toko buku ini dekat dengan


apartemen Kak Ferdi."Tunggu disana. Biar kakakjemput,


kirimkan alamatnya ke kakak.""Oke kak." Aku mematikan teleponku."Siapa la?" Bryan langsung tertanya


penasaran.


"Ini kak Ferdi." Apa aku harus jelaskan


aja kejadian kecelakaan truk itu


kepada Bryan?"Siapa dia la? Kakak kandung?"


-

__ADS_1


__ADS_2