
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
"Oh, bukan. Dia itu anak dari ibu
yang aku bunuh." Aku pun akhirnya
menceritakan semua kejadiannya
kepada Bryan sambil membayar buku
di kasir dan menunggu kak Ferdi."Jadi, sebagai hutang budi, setiap dia
ada ada dikota ini, aku masakin dia
makanan."Bryan menggangguk mengerti.
Oke la. Aku temani kamu disini. Nanti
kalau udah pulang ke rumah, hubungi
aku ya. Line aku." pinta Bryan."Oh iya, oke."
Kami berdua duduk menunggu kak
Ferdi. Tak berapa lama, kak Ferdi
memarkirkan mobilnya di depanku."Duluan ya yan."Bryan malah ikut aku mendekati mobil
kak Ferdi."Kak, tolong antar Kaila sampai rumah
dengan selamat dan jangan malam-
malam." Bryan tiba-tiba ngomong
seperti itu dan pergi.Aku tersenyum canggung dan menutup
pintu mobil. Kak Ferdi melajukan
mobilnya."Siapa dia la?""Dia Bryan kak, temanku."Oh, tema... Tapi kenapa kayak pacar
gitu?" Aku terdiam. Sepertinya kak
Ferdi kurang suka dengan tingkah laku
Bryan."Hmm, dia suka aku kak."Kak Ferdi diam beberapa saat. Kami
diam sampai tiba-tiba kak Ferdi
menghentikan mobilnya."Kamu suka sama dia?"Suka? Aku tidak tau. Karena Bryan
baru menyatakannya tadi dan aku
baru ingin membuka hatiku untuk
Bryan."Belum kak." Jawabku akhirnya."Jangan suka dia. Suka aku aja."Deg. Apa? Aku bingung. Tiba-tiba,
__ADS_1
otakku kok berhenti berfungsi gitu."Kaila, menikahlah denganku."
Apa?!! MENIKAH? Aku terdiam.Kak Ferdi juga diam. Kemudian,
kak Ferdi melajukan mobilnya dan
mengantarku pulang.
-
Terimakasih kak tumpangannya." Aku
segera turun dari mobil."Kaila, aku serius. Aku tunggu
jawabannya."Aku langsung menutup pintu mobil
dan masuk ke rumah. Hari ini aku
dua kali jantungan. Tapi yang terakhir
membuatku jantungan sengaja mati.Menikah? Apa kak Ferdi serius? Aku
masih sekolah dan aku bahkan belum
kerja. Sedangkan Bryan baru meminta
pedekate bukan pacaran.
Gimana nih, aku bingung.Aku tidak tau apa yang harus
tidur dari pada belajar hari ini. Hari ini
hari yang lelah.
-
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.
Aku siap-siap untuk turun makan
malam. Tiba-tiba ada suara line
masuk. Aku melihat isi pesannya dari
notifikasi HP.Dari: BryanKaila.Udah pulang?Ah, aku lupa memberi kabar pada
Bryan. Kemudian masuk line lagi.
Dari: kak Ferdi
Kaila.
Lagi ngapain?
Biasanya, Lineku yang hanya notif dari
__ADS_1
akun official, kini malah dapat notif
dari dua orang yang menyukaiku.
- Rabu, 13 Januari 2016 -
Kepada: Bryan
Udah yan, sorry gk ngabarin.
Dari: Bryan
Bryan mengirim stiker.
Untuk pesan Kak Ferdi, aku tidak
membalasnya. Entah mengapa terasa
aneh. Aku dilamar oleh orang yang
belum aku kenal dekat.Meski merasa bersalah karena aku
tidak sengaja membunuh ibunya. Aku
tetap merasa ini tidak benar.Aku mengacak rambutku. Sial. Ini
tambah rumit aja. Kenapa aku harus
dilema soal cinta?
-
- Kamis, 14 Januari 2016 -
"Pagi!"Aku berada di pagar rumahku. Di
hadapanku berdiri seorang pria yang
kuhindari pesannya.Kak Ferdi."Pagi kak." Balasku senyum seadanya."Ini buat kamu, sekalian aku
antar kamu ke sekolah." Kak Ferdi
memberiku sebatang coklat."Makasih kak. Gakpapa kak,
ngerepotin. Sekolahku dekat aja kok
kak." Aku menerima coklatnya. Saat ini
aku sangat canggung."Biarkan aku antar kamu, Kaila. Aku
besok udah harus kerja lagi." Kak Ferdi
membuat mukanya sedih dibuat-buat.Aku juga tidak enak hati sih. Udah
datang kesini, tapi aku tolak.
__ADS_1
-