
"Terima kasih telah berkunjung selamat membaca"
Polisi itu akhirnya menghembuskan
nafas dan menyerah menanyai
pertanyaan berulang itu.Orang yang merekam kejadian tadi,
sudah bersaksi dan menyerahkan
video bukti kepada polisi. Jadi,
ternyata orang-orang tidak
membantuku karena mengira aku
selingkuhan suami wanita gila
tadi. Hari pertama sekolah yang
menyedihkan. Aku harus bagaimana
T.T1 jam aku menunggu, ayah akhirnya
datang.Aku berlari dan memeluk ayah. "Ayah,
aku gak membunuh. Ayah, aku gak
membunuh."Ayah mengelus kepalaku. "Kenapa
nak? Sebenarnya apa yang terjadi?"
Aku kembali diam, polisi mungkin
tidak percaya yang ku katakan, tapi
ayah pasti percaya padaku. "Tadi, ada
wanita seusia ibu datang menampar
dan menjambakku yah. Lalu aku
membela diri untuk lepas dari dia,
aku mendorongnya, dia jatuh ke jalan
dan kemudian dia...dia... dia... dia...
ditabrak truk ayah! Aku nggak kenal
siapa dia."Akhirnya, aku menangis.
Mengeluarkan air mata yang
seharusnya keluar sejak tadi. Ayah
__ADS_1
memelukku dan menenangkanku.Polisi mendengar keteranganku dan
mencocokkan semua bukti."Permisi pak, begini, anak bapak telah
melakukan pembunuhan secara tidak
sengaja terhadap korban. Korban
berusia 47 tahun dan sudah mendapat
gangguan iiwa seiak umur 29 tahun."
Polisi memberikan keterangan kasus
pembunuhanku tadi pagi.Ternyata polisi percaya padaku,
sepertinya hanya ingin mendapatkan
keterangan dariku saja."Bagaimana bisa anak saya saja pak?
Bukannya harusnya supir truk yang
melakukan pembunuhan secara tidak
sengaja? Karena dia yang menabrak
korban!" Ayah emosi mendengar
keterangan polisi."Tenang pak! Saya mengerti, supir truk
sudah kami amankan dan ditindak
emosi yang ingin meledak lagi. "Jadi,
bagaimana solusi dari kalian?"Polisi itu kemudian tersenyum,
"Begini pak, menurut hukum, anak
bapak akan ditahan dan melakukan
sidang di pengadilan. Tetapi tentu
perlu menyewa pengacara dan biaya
lainnya.""Pasti ada cara lain kan selain anaksaya harus melewati itu semua?"Polisi tersenyum kemudian
menyodorkan semua kertas.
"Bagaimana pak? Setelah ini, saya
anggap kasusnya selesai sampai
disini"Maksudnya? Aku bebas? Tapi kertas
apa itu? Kenapa kasusku selesai?Ayah kemudian memencet
__ADS_1
handphonenya. Tidak berapa lama
kemudian, handphone polisi itu
kemudian berbunyi.Polisi itu memeriksa handphonenya
dan tersenyum lebih lebar.
Terimakasih atas kerjasamanya. Dik,
kamu sudah boleh pulang. Ingat selalu
berhati-hati ya dik!"Aku menganggukkan kepala dan pergi
bersama ayah. Aku mengerti, ayah
pasti memberi uang kepada pak polisi
tadi.Di dalam mobil,"Ayah, aku minta maaf.""Tidak apa-apa nak. Ini bukan salah
kamu.""Berapa tadi yah? Pasti banyak ya?"Ayah hanya diam dan fokus
mengemudi. Aku diam dan menatap ke
depan. Hari ini, aku sudah membuat
ayah mengeluarkan sesuatu yang gak
perlu dariku.
-Senin, 4 Januari 2016-Sesampai di rumah, ibu yang duduk di
teras berlari menghampiri mobil yang
baru saja diparkir ayah. Aku segera
turun untuk menghampiri ibu."Ibu!!!" Aku berlari, memeluk ibu erat.
Aku menangis.Ibu membelai rambutku danmembalas pelukanku."Ayo, kita masuk dulu." Ayah
mengatakannya dan masuk ke dalam
rumah.bu menuntunku hingga ke kamarku."Istirahat dulu ya nak, ganti baju dulu
lalu tidur."Tbu langsung menutup pintu dan pergi
menemui ayah. Ini kebiasaan orang
tuaku. Membicarakan sesuatu yang
rahasia tanpaku. Menyuruhku tidur.Biasanya aku akan nurut tidur, tapi
kali ini berbeda. Aku tau apa kira-
kira yang akan dibahas orang tuaku.
__ADS_1
Membahas kasus pembunuhanku.
-