Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Dimana pun sama saja.


__ADS_3

4 bulan kemudian.


Apa kamu yakin? kita gak harus pindah chand. Buat mas, mau dimana pun kita tinggal mas gak keberatan, asal ada kamu dan emil di sana...ucap Rajendra yang tiba-tiba memeluk chanda dari belakang saat chanda sedang sibuk mengepak pakaian mereka.


Ya, chanda memutuskan untuk pindah dan menetap di Botanical Garden, kediaman mereka yang baru. Bukan hanya karna eyang dimas yang memintanya, tapi juga ia ingin membangun kebahagian yang baru dengan Rajendra dan Kemilau tanpa harus selalu terbayang akan Mahmud.


Selama ini mereka masih tinggal dikediaman Almarhum Mahmud dan Engkong Somad, semua karna chanda masih belum merelakan kepergian mahmud. dan berkat kesabaran dan ketulusan Rajendra membuat Chanda perlahan tapi pasti mulai meniti hidupnya kembali.


Selain itu chanda tahu selama ini Rajendra sengaja tak meminta haknya karna tak mungkin ia melakukan itu dirumah yang dipenuhi dengan kenangan chanda bersama almarhum mahmud. Rajendra tak mau mengusik sedikit saja kenangan indah antara mahmud dan chanda di rumah itu.


Hal itulah yang membuat chanda memilih untuk pindah, bagaimana pun kini ia sudah menjadi Nyonya Rajendra Argantara, ia harus bersikap adil, ia harus bangkit dan meraih kebahagiaannya, bukankah ia sudah mencintai Rajendra?! Untuk itu ia tak mau membuat Rajendra menunggu lebih lama lagi, Ia tak mau menyesal karna menyianyiakan waktu untuk bahagia bersama orang yang dicintainya. Sudah cukup ia selalu menorehkan luka tak terhingga selama ini pada Rajendra yang selalu mencintainya dalam diam & tak pernah menuntut.


Aku yakin, aku ingin membangun keluarga kita mas, aku pingin kasih adik yang lucu-lucu untuk emil dan buah hati untuk kita...aku ingin kita gak menyianyiakan waktu lagi mas...aku ingin setiap detikku dengan mas semuanya indah walau mungkin akan ada sedikit pertengkaran selama pernikahan kita nanti...ucap Chanda yang berbalik lalu memeluk suaminya sambil mendongak, menatap Rajendra dengan sayang dan tersenyum manis.


Rajendra menatap dalam mata indah Chanda, mencari seberkas saja sorot keterpaksaan, namun nihil, Rajendra tahu chanda memang sudah mencintainya, membalas rasa yang ia pendam dan ia biarkan tumbuh setiap detiknya selama bertahun-tahun tanpa berniat membunuh rasa itu dan menggantinya dengan yang lain. Sungguh, Rajendra sungguh merasa sangat bahagia, ia bersyukur dan berjanji takkan pernah menyianyiakan kebaikan tuhan padanya karna sudah mengijinkan cinta tumbuh dihati chanda untuknya.


Aku cinta kamu dan putri kita chand...ucap Rajendra lirih, mata rajendra menatap chanda penuh cinta. Chanda tersenyum, ia pun berjinjit dan mencium setiap inci wajah dingin yang selalu tersenyum hangat hanya padanya saja itu. Rajendra membiarkan chanda berbuat sesukanya toh ia memang milik chanda sejak dulu. Tak lama Rajendra menoleh kebawah saat dilihatnya kemilau kecil sedang memeluk erat kaki rajendra dan menatapnya dengan bola mata inda nan menggemaskan yang sama dengan chanda, istrinya. Rajendra tak bisa menahan senyum, ia pun membawa kemilau dalam gendongannya lalu mencium kedua pipi balita itu dengan gemas, kemudian ia menoleh pada chanda dan dikecupnya pula kedua pipi tirus yang kini mulai berisi itu.


Bahagia...hanya satu kata itu yang bisa menggambarkan perasaan dihati pyschopath tampan itu.


***


Botanical Garden.

__ADS_1


Sebuah mobil Pajero putih pun berhenti berhenti di sebuah gerbang besar yang menjulang tinggi. Rajendra menekan sebuah remot, gerbang itu pun terbuka lebar. 15 menit perjalan menggunakan mobil dari pintu gerbang menuju kediaman utama, sepanjang perjalanan terbentang ribuan tanaman obat, bunga, pepohonan dan danau, sebuah bangunan megah yang sulit untuk dikatakan rumah, karna bangunan itu begitu megah. Ya, eyang dimas memang sengaja membuatnya begitu, karna tempat itu juga akan menjadi tempat Rajendra bekerja sebagai scientis.


Begitu mereka turun dari mobil mereka sudah disambut oleh beberapa pelayan kepercayaan keluarga Argantara turun temurun.


Selamat datang nyonya...ucap seorang wanita paruh baya yang sudah cukup chanda kenal.


Bi Darmi...ujar chanda girang dan segera memeluk kepala pelayan itu.


Bi Darmi hanya tersenyum tipis. Ya Bi Darmi memang pengasuh Rajendra kecil, namun Bi Darmi tak pernah berhasil membuat Rajendra dekat dengannya, tapi chanda kecil lah yang bisa dengan mudah membuat Rajendra dekat dengannya.


Tuan muda, Nyonya muda..mari saya antarkan ke kekamar anda...ucapnya.


Tuan muda, biar saya saja yang menggendong nona kemilau...ucapnya lagi.


Tidak perlu, tunjukan saja jalannya...ucap Rajendra datar, apalagi melihat kemilau yang tak suka disentuh orang tak dikenal.


Eyang Dimas sengaja menunjuk Bi Darmi sebagai pengasuh khusus Rajendra kecil yang menunjukkan kecenderungan psychopath, Eyang Dimas khawatir jika orang lain yang mengasuh Rajendra maka rajendra akan lepas kendali, tapi tak ada yang menyangka justru boca nakal bernama Chanda Herlambang lah yang bisa membuat Rajendra tumbuh menjadi Rajendra yang sekarang.


Tak lama mereka sampai di kamar utama. Tempat tidur Super Big Size berada ditengah-tengah ruangan itu.


Rajendra melihat sekeliling ruangan.


Siapkan perlengkapan tidur dan bermain kemilau dikamar ini...pinta Rajendra.

__ADS_1


Nona kecil sudah memiliki kamarnya sendiri Tuan.. ucap Bi Darmi.


Jangan buat aku mengulangi kalimatku Bi Darmi... ucap Rajendra dingin hingga membuat Darmi menurut.


Maaf ya bi, soalnya kemilau gak bisa bobo kalau gak dikelonin papa nya...ucap chanda mencairkan suasana. Bi Darmi mengangguk dan tak lama segala keperluan kemilau sudah ikut menghias kamar utama tersebut.


Tiba-tiba Chanda menerima telpon dan harus balik kekantor. Luca pun datang menjemput Chanda. Chanda pamit pada Rajendra, ia diantar Luca keperusahaannya.


Ya sejak kecelakan berencana yang diterima mahmud hingga merebut nyawanya, Luca tak lagi mau saat chanda memintanya tak lagi mengabdi padanya.


Sudah cukup saya gagal menjaga tuan mahmud untuk anda, saya tidak mau kalau sampai gagal menjaga anda dan nona muda...begitulah yang diucapakan Luca dengan wajah tanpa ekspresinya membuat chanda mengalah dan membiarkan Luca melakukan yang ia mau. Hingga suatu hari mungkin Luca bisa memaafkan dirinya sendiri.


Sepeninggalan Luca & Chanda. Rajendra masih menggendong Kemilau diatas pangkuannya.


Ada berapa maid disini...tanya rajendra.


Ada 15 Maid/pengurus kebun, 30 pengawal dan 2 orang Asisten (Luca, asisten Chanda. & Moe, asisten Rajendra/putri tunggal Hasad) tuan...sahut Bi Darmi.


Mereka semua adalah mantan prajurit khusus yang dipilih khusus oleh tuan besar (Eyang Dimas)...lanjut Bi Darmi.


Sebagai seorang ilmuan dan putra dari seorang Zoya Andromeda dan Kaisar Argantara, sejak kecil Rajendra selalu menjadi incaran banyak orang gila yang haus akan memanipulasi seseorang. Tak jarang Rajendra diculik bahkan hampir terbunuh tapi berkat penjagaan ketat sang eyang dan kegilaan zoya, kesadisan Rajendra kecil, Rajendra selalu bisa selamat dari semua marabahaya.


Bersikap sewajarnya, jangan membuat istri dan putriku tak nyaman...ucap Rajendra

__ADS_1


Baik Tuan muda..ucap Bi Darmi, lalu ia pun berlalu.


Maafin papa ya nak, kamu jadi harus hidup didalam sangkar emas ini. papa hanya gak mau kamu dan bundamu terluka sedikit saja..ucap Rajendra lembut. Seakan mengerti ucapan Rajendra, kemilau kecil tersenyum dan mencium pipi Rajendra, seakan mengatakan ia tak keberatan.


__ADS_2