Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Bukan kesalahan


__ADS_3

Suamiku akan baik-baik aja kan mas....tanya Chanda pada Rajendra yang kini sudah menjadi tempatnya dan Nayyara bersandar.


Rajendra tak sanggup menjawab karna ia tahu kondisi mahmud tidaklah baik. Rajendra hanya bisa mengeratkan dekapannya pada bahu dua orang sahabat yang kini sedang hancur itu.


Chanda dan Nayyara tahu, Rajendra tak pernah bisa berbohong. Ia akan memilih diam seribu bahasa dari pada berbohong.


Chanda dan Nayyara hanya bisa kembali terisak di pelukan Rajendra.


Chandrama yang pencemburu bahkan tak bisa melarang atau protes melihat Nayyara, istrinya bersandar pada Rajendra.


****


4 bulan sudah Mahmud mengalami coma, tak ada tanda tanda ia akan sadar dari tidur panjangnya. Namun Chanda tak pernah sekali pun menyerah, ia percaya suaminya pasti akan bangun dan bisa bersama sama dengannya dan putri mereka. Rajendra menelantarkan pekerjaannya sebagai scientist dan memilih terus berada disamping Chanda, menemaninya. Toh seorang Rajendra tak terikat contract apapun justru mereka lah para petinggi perusahan medis yang berbondong-bondong menginginkan obat ciptaan Rajendra yang terkenal selalu nomor 1.


Yah, tak hanya menjaga chanda dan mendampinginya, Rajendra juga memantau perkembangan Mahmud, walau secara medis para dokter sudah menyerah namun rajendra tak mau menyerah, baginya mahmud sama pentingnya dengan adik kembarnya Narapati.


Kemilau, balita cantik itu kini diasuh oleh adrika dan jagadta, yang sering membawa kemilau mengunjungi Chanda di RS. balita berusia 1 tahun 8 bulan itu sepertinya mengerti kondisi kedua orang tuanya hingga kemilau kecil tampak begitu tenang berbeda dengan balita seusianya. Rajendra yang sepertinya mengerti karna selalu memperhatikan kemilau dan menjaganya saat adrika datang membawa balita itu pun selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya pada balita yang ia adzan-i saat balita itu pertama kali melihat dunia. Bagi Rajendra Kemilau sudah seperti putri kandungnya sendiri.


Rajendra juga selalu mengingatkan Chanda kalau ia masih punya tanggung jawab atas Kemilau, buah hatinya yang sempat ia lupakan karna pemilik hatinya kini masih berjuang melawan maut.


Chanda sempat menyalahkan dirinya karna sempat melupakan Kemilau, namun balita itu justru selalu tersenyum dan tertawa saat melihat chanda seolah mengatakan ia tidak apa-apa. Hal yang justru membuat chanda semakin menyesali kelalaiannya.


Setelah menyadari kelalaiannya dan berusaha memperbaiki keadaan, Chanda mulai kembali menjadi dirinya yang dulu, dirinya yang kuat dan tegar.

__ADS_1


Setiap hari Chanda selalu bersama Kemilau walaupun harus membawanya ke RS, awalnya adrika sedikit tidak setuju tapi mendengar ucapan Rajendra yang mengatakan mungkin dengan kehadiran Kemilau bisa memicu kesadaran Mahmud membuat Adrika mengijinkan tapi dengan syarat Rajendra harus memastikan cucu perempuan tunggalnya itu tidak terkontaminasi virus karna selalu dibawa ke RS.


Tentu saja Rajendra menyanggupi, ia pun tak mau balita yang ia anggap sebagai putri kandungnya sendiri itu terkena penyakit.


Chanda bersyukur di saat ia terpuruk ada begitu banyak orang yang mencintai dan mendukung dirinya dan keluarga kecilnya.


Lima bulan sudah berlalu, Mahmud masih betah dalam mimpi panjangnya. Chanda wanita tegar itu terus mendampinginya bersama putri mereka kemilau. Bocah yang selalu berceloteh riang disamping mahmud yang terlelap. Yang terkadang dengan ajaibnya membuat tubuh Mahmud bereaksi. Air Mata yang tiba-tiba mengalir dari sudut sungai matanya. Jemarinya yang tiba-tiba bergerak. Namun dokter hanya berkata itu hal biasa, dan meminta Chanda untuk tak menyerah atas Mahmud.


Melihat itu saja sudah membuat Chanda bahagia walau sedikit cemburu karna Mahmud tak pernah menunjukan reaksi itu saat Chanda terus berada disisinya bercerita ini itu.


Rajendra memang selalu ada disana namun ia selalu memilih menunggu di luar kamar VVIP tempat mahmud dirawat karna ia ingin memberi keluarga kecil itu waktu lebih banyak untuk bersama dan Rajendra yakin itulah yang sangat dibutuhkan Chanda saat ini.


Kenapa gak masuk.... tanya Jagadta yang baru datang setelah pulang kantor dan kini duduk disamping Rajendra, pemuda yang sedikit ditakutinya.


Terimakasih sudah membantu Operasi kedua Mahmud, Terimakasih untuk selalu ada disamping Putri dan cucuku.... ucap Jagadta yang masih tampak sangat tampan dan gagah itu.


Om gak perlu berterima kasih, saya melakukannya untuk diri saya sendiri. Mungkin om lupa tapi bagi saya, Mahmud juga adalah adik yang sangat saya sayangi dan penting untuk saya, sama halnya dengan Nayyara dan Chanda.... ucap Rajendra.


Jagadta masih diam, hatinya menghangat, ia begitu bahagia dan bersyukur ada begitu banyak orang yang mencintai dan menyayangi putri dan menantunya itu tanpa syarat. Dan Rajendra adalah salah satunya, walau Jagadta sadar rasa sayang, dan cinta seorang Rajendra untuk Chanda lebih dari seorang kakak pada adiknya. Yah tentu saja ia tahu, karna Rajendra pernah melamar Chanda untuk ia nikahi saat Chanda masih berusia 12 tahun. Yah Rajendra yang saat itu berusia 18 tahun berkata pada Jagadta kalau ia akan menikahi putrinya sebelum ia berangkat melanjutkan studi nya di Cuba.


Jagadta sempat ingin marah, namun saat Rajendra berkata untuk tak menerima pinangannya saat itu karna ia ingin chanda tumbuh tanpa beban dan ia ingin chanda memilih sendiri cintanya, ia tak ingin mengikat chanda hanya karna sudah melamarnya lebih dulu. Ia ingin chanda bahagia dengan pilihannya namun jika sampai saat Rajendra kembali dari studinya dan chanda tak juga memiliki tambatan hati maka ia akan datang dan melamarnya, Mendengar hal itu membuat Jagadta terdiam, Rajendra yang di kenal psychopat itu tak memaksakan keinginannya pada chanda. Ia justru memberi kebebasan pada chanda. Membuat Jagadta mulai sedikit melunak pada Rajendra.


Namun setelah 10 tahun semua berubah, Chanda melabuhkan hatinya pada seorang mahmud. Yah Rajendra tentu saja patah hati, bahkan cincin lamaran yang ia beli pun masih tersimpan rapih di kotaknya, Rajendra menangis saat tahu dari mulut Chanda sendiri kalau Chanda mencintai Mahmud, Namun Rajendra tak pernah membenci mahmud ataupun Chanda. Yah Rajendra kecewa, sangat. Namun tak ada sedikit rasa benci untuk Chanda dan Mahmud dari seorang Rajendra.

__ADS_1


Kamu masih mencintainya.... tanya Jagadta sambil ikut menatap lurus pada pintu itu.


Sangat....sahut Rajendra.


Kenapa kau tak berusaha mengejarnya... tanya Jagadta, karna jika itu dirinya ia pasti akan mengejar cintanya


Karna aku tak ingin Cintaku justru melukai hatinya.... ucap Rajendra.


Ah....Jagadta lupa kalau seorang Rajendra mungkin satu-satunya pria yang tak pernah egois dalam mencintai seorang Chanda Herlambang.


Maaf.... Jagadta hanya bisa mengatakan itu saat menyadari betapa terlukanya Rajendra pastinya saat Chanda justru melabuhkan hatinya pada mahmud.


Jangan minta maaf om, tidak ada yang salah disini... Cinta Chanda untuk Mahmud bukanlah kesalahan, begitu juga Cintaku untuk Chanda..... ucap Rajendra masih lurus menatap kearah pintu itu


Kenapa kamu begitu mencintainya? Kau bahkan bisa mencari yang lebih dari putriku....tanya Jagadta lirih, bagaimana pun Rajendra juga sudah seperti putranya walau ia sempat sedikit was was dengannya.


Rajendra tersenyum lirih mendengar pertanyaan dari cinta pertama chanda itu. Ia pun menoleh


Karna disini (menyentuh letak Jantungnya) selalu berdegup untuknya, Bukan aku yang menyuruhnya (masih menyentuh letak Jantungnya) tapi ia sendirilah yang memilih untuk siapa ia berdetak.... ucap Rajendra tulus pada Jagadta, pria yang juga mencintai Chanda bahkan mungkin lebih besar darinya. Karna Chanda putri kandungnya.


Sedang di balik pintu, Chanda terdiam. Ia menutup matanya, Air matanya menetes, Ia tahu, Ia tahu sejak dulu bahwa Rajendra mencintainya bahkan sangat. Namun Chanda tak pernah tahu cinta Rajendra padanya memang nyata, karna dulu chanda sempat berfikir perasaan Rajendra padanya hanyalah Ilusi Rajendra saja, karna tak ada wanita lain didekat Rajendra. Tapi pasti akan berbeda jika ada banyak pilihan lain disampingnya.


Chanda menangis terisak menahan suaranya agar tak membangunkan Kemilau yang tertidur, ia merasa bersalah, pasti Rajendra selalu kesakitan untuknya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2