
Russia, Thunder Mansion
Thunder sampai di mansion-nya, semua pelayan menyambutnya. Thunder hanya melewati mereka begitu saja.
Sesampainya di kamar, ia segera menanggalkan pakaiannya dan bergegas membersihkan dirinya. Setelah puas membersihkan diri dan berendam, ia pun keluar dengan hanya mengenakan bathrobe, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Sejenak perhatiannya terusik pada amplop coklat yang diletakkan butler-nya di atas meja kerjanya dikamar itu.
Perlahan Thunder pun duduk dan membuka amplop coklat itu. Ia membaca semua data yang sudah dikumpulkan Michael. Semua data tentang Mahmud sang pemilik jantungnya, Chanda, Kemilau, dan Rajendra.
Ia membaca semua data tentang seluk beluk kehidupan Mahmud, Chanda dan Nayyara. Mulai dari pendidikan, profesi hingga latar belakang keluarga Mahmud.
Dan matanya seketika melebar saat melihat foto Chanda, wanita yang tak ia kenal namun selalu muncul disetiap mimpinya.
Hatinya terenyuh mengetahui betapa tulus cinta antara mahmud dan chanda.
Tanpa thunder sadari air matanya menetes saat melihat photo chanda yang tersenyum bersama mahmud dihari pernikahan mereka.
Lalu ia melihat poto Rajendra yang sedang memeluk Chanda dan kemilau. Thunder mengamati, tidak ada kebencian disana, hanya sedikit rasa...yang entahlah thunder sendiri tak mengerti.
Thunder membaca dengan teliti semua data tentang Rajendra Argantara. Betapa kagetnya Thunder saat mengetahui Mahmud menitipkan Istri dan putri semata wayangnya pada seorang psikopat.
Thunder, manusia yang tak suka ikut campur hal yang bukan urusannya tapi entah mengapa ia begitu peduli dengan hal yang akan terjadi pada Istri dan Anak sang pemilik jantungnya. Hingga ia memutuskan untuk mengawasi kehidupan Chanda, Kemilau, dan Rajendra dari jauh.
3 bulan kemudian, Jakarta.
Siang itu Rajendra datang lagi mengunjungi makam Mahmud. Ya, tanpa sepengetahuan chanda, Rajendra rutin menjenguk Mahmud, sahabat, adik, dan rival cintanya itu.
Rajendra duduk disamping makam Mahmud, Ia selalu bercerita semua hal hal yang ia lalui dengan Chanda, soal tumbuh kembang Kemilau, dan juga calon bayi mereka yang baru 4 bulan.
Kamu tahu dek, aku sangat bahagia, chanda membalas cintaku, Kemilau, putri kita semakin tumbuh menjadi anak yang lucu seperti chanda, baik hati dan tulus sepertimu. dan sekarang kami sedang menunggu kedatangan malaikat lain ditengah-tengah kami. Saat ia hadir aku akan mengenalkan kamu padanya, ia harus tahu kalau ia bukan hanya anakku dan chanda tapi ia juga anakmu. seperti kemilau...ucapnya sumringah. Lalu tiba-tiba air mata Rajendra menetes.
__ADS_1
Maaf, maaf,.... lirih Rajendra, ya Rajendra merasa sedikit bersalah, karna kini dirinyalah yang bahagia dan membahagiakan chanda dan kemilau. Bagaimana pun dia juga sangat menyayangi Mahmud. Selama ini Rajendra menahan tangis dan kesedihannya karna kehilangan Mahmud, namun ia tak pernah menunjukkannya karna ia harus kuat dan tegar agar ia bisa selalu kokoh dan mampu melindungi, menjaga dan mencintai Chanda dan Kemilau. Membiarkan mereka tahu dan percaya kalau dia akan selalu menjaga dan mencintai mereka.
Tiba-tiba tangan kecil menghapus air mata di pipi Rajendra. Rajendra terkejut saat menemukan kemilau lah yang sedang menghapus air matanya.
Emil...gumam Rajendra terkejut.
Yayah tatan tanis.....hiks hiks hiks.... ucap bocah cantik itu. Rajendra meraih tangan mungil itu lalu menarik Kemilau dalam pelukannya, ya malaikat kecil yang dititipkan Mahmud itu, bagaikan pengganti Mahmud dihati Rajendra, Hati seorang abang yang kehilangan salah satu adik yang sangat dikasihinya.
Mas curang harusnya kalau mau ketemu Mahmud tuh ajak ajak aku sama emil dong, kami kan juga kangen... ucap Chanda sambil tersenyum dengan air mata yang menggenang. Rajendra mendongak, tanpa perlu bertanya ia tahu kalau istrinya itu sepertinya sudah tahu kalau ia sering mengunjungi Mahmud. Rajendra memilih tak bertanya ia hanya mengulurkan tangannya dan Chanda menyambutnya sambil tersenyum lalu memeluk suami keduanya itu
Ya chanda menutupi kenyataan kalau ia tahu selama ini suami keduanya itu sering mengunjungi Makam mahmud untuk bercerita pada Mahmud yang sudah bersemayam dengan tenang.
Setelah mengirim doa untuk mahmud. Rajendra pun pergi berjalan jalan dengan Kemilau dan chanda di taman. Rajendra dan Chanda membiarkan Kemilau bermain di taman sambil mengejar capung dan kupu-kupu.
Rajendra dan Chanda duduk berdua di bench memperhatikan Kemilau dari tempat mereka duduk. Mereka tak bicara, Chanda bersandar di bahu suaminya dan Rajendra mendekapnya dan mengusap bahu mungil chanda, tangan yang lain ia gunakan untuk mengelus perut Chanda yang mulai membesar.
Tiba-tiba Kemilau terjatuh, sontak Rajendra hendak berdiri.
Sayang tunggu disini sebentar.... ucap Rajendra lalu mengecup kening chanda dan segera berlari cepat mengejar menghampiri putrinya dengan khawatir.
Terimakasih ya allah, terimakasih pemilik separuh hatiku...kau mengirimkan cinta yang begitu besar untukku dan kemilau hingga kami bisa menjalani ini semua.... lirihnya lalu mengusap air matanya di pipi dengan sebuah sapu tangan yang tiba-tiba terulur padanya.
Terimakasih..ucap Chanda yang berfikir kalau Luca lah menyodorkannya.
Apa pria itu menyakitimu hingga kau menangis... ucap seseorang yang tiba-tiba dengan lancang duduk disamping Chanda yang sedang menghapus air matanya.
Ya, sudah sejak sebulan lalu Thunder menginjakkan kaki di indonesia, kali ini bukan untuk mencari adik satu ayah beda ibunya, tapi untuk mengamati Chanda dan Kemilau dari jauh, atau lebih tepatnya menjaga mereka. Entah mengapa Thunder ingin selalu menjaga mereka.
Seperti sore itu, Thunder mengikuti kemana Chanda dan Kemilau, ia bahkan menyaksikan bagaimana Rajendra sang psikopat itu begitu mencintai dan mengasihi Chanda dan Kemilau juga almarhum Mahmud.
Awalnya Thunder ingin pergi, namun melihat air mata jatuh dari mata indah wanita yang entah mengapa selalu membuat jantungnya marathon ditempat setiap kali melihatnya dan begitu rindu jika tak melihatnya, membuat Thunder tak kuasa untuk tak melangkah menghampirinya.
__ADS_1
Chanda menoleh saat mendengar suara yang tak ia kenal. Chanda dan Pria asing itu saling bertatapan. Yah orang itu Thunder Karabova. Thunder menatap mata indah Chanda yang masih basah. Hatinya berdegub kencang. tidak, lebih tepatnya jantungnya lah yang berdegub kencang. Rindu.
Chanda menatap mata Thunder dalam, seakan ada kerinduan didalamnya.
Apa ia menyakitimu.... tanya pria itu lagi.
Chanda menggeleng, lalu tersenyum,
Aku tidak tahu jika orang lain, tapi dia yang kau tunjuk dan pemilik separuh hatiku tak pernah sekalipun menyakitiku.... mereka menghujaniku dengan cinta dan kasih sayang...memberiku hari-hari indah yang selalu ku-syukuri setiap detiknya..... ucap Chanda jujur yang entah mengapa ia bisa bicara begitu bebas pada sosok yang baru ia temui itu.
Tatapan mata mereka masih tidak terputus. Hingga Rajendra datang bersama Kemilau di gendongannya menghampiri Chanda yang sedang bicara dengan Pria asing.
Sayang...panggil Rajendra, Chanda dan Thunder pun menoleh. Rajendra menatap Pria itu saat Pria itu tiba-tiba berdiri dan mengulurkan tangannya hendak memperkenalkan dirinya.
Rajendra seorang yang anti sosial itu, entah mengapa menyambut uluran tangan itu dan berkenalan dengan pria asing itu.
Thunder Karabova... ucap thunder memperkenalkan diri.
Rajendra Argantara, ini istriku Chandra Argantara dan Ini putri sulung kami Kemilau Putri Abrial Argantara... ucap Rajendra tenang
Thunder terdiam mendengar nama lengkap Bocah cantik dalam gendongan Rajendra yang entah mengapa ingin ia gendong, Rajendra tak membuang nama belakang Mahmud ia bahkan menambahkan nama keluarganya di belakang nama anak itu.
Yayah yayah yayah... ucap Kemilau dan meronta ingin digendong Thunder. Thunder mematung jantungnya berdegub kencang saat mendengar bocah lucu itu memanggilnya yang hanya orang asing dengan sebutan Ayah.
Inikah ikatan darah... batin Thunder bicara. Ya bocah cantik itu seolah tahu kalau sosok asing dihadapannya adalah pemilik jantung atas almarhum ayah kandungnya.
Maukah anda mencoba menggendongnya..?? ucap Rajendra. Thunder mendongak ia terkejut saat mendengar ucapan Rajendra, bagaimana bisa pria itu mengijinkan orang asing menggendong anaknya, Namun tanpa menolak dengan kikuk Thunder membawa Kemilau dalam gendongannya. Kemilau tertawa bahagia sama seperti dirinya yang ikut tertawa melihat tawa dan senyum balita cantik dalam gendongannya itu.
Chanda pun sedikit bergeser dan bersembunyi di balik punggung kekar Rajendra. Chanda menahan isak-nya, Sebelah tangan Rajendra menggenggam tangan Chanda berusaha memberikan kekuatan. Tanpa diberitahu, Chanda tahu pria bernama Thunder itu adalah Pria yang menerima donor jantung dari Pria yang sangat ia cintai dan mencintainya, sang pemilik separuh hatinya.
Ya Chanda tahu siapa Thunder, karna ia melihat data-data Thunder di meja kerja Rajendra yang memang mencari tahu data penerima donor jantung Mahmud, bukan untuk mengawasi tapi Rajendra mencari tahu siapa Thunder saat mengetahui seseorang mencari jejak Mahmud, Chanda dan Kemilau juga dirinya, yang justru mengarahkannya pada Thunder Karabova sang penerima Donor Jantung Mahmud.
__ADS_1
Syukurlah Syukurlah, terimakasih ya allah, dia masih berdetak.... lirih Chanda terisak. Ia bahagia mengetahui mahmud-nya masih hidup walau dengan sosok yang lain dan tak bisa ia raih karna hatinya sudah mencintai Rajendra, ia berharap dan berdoa dalam hatinya semoga Thunder hidup dengan bahagia dan sehat.
Mm... syukurlah... lirih Rajendra yang juga menatap sendu penuh kerinduan pada Thunder yang sedang tertawa dengan Kemilau. Rajendra tak takut jika suatu hari chanda berpaling darinya dan memilih bersama Thunder, seperti biasa ia tak ingin memaksa, ia mencintai chanda dan kemilau, sangat. hingga ia tak ingin mengikatnya, ia ingin cintanya bebas dan bahagia tanpa terkekang. Namun ia tak pernah tahu Chanda tak pernah sekali pun berfikir berpaling darinya karna dihatinya kini sudah bertahtah seorang Rajendra disana.