Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Darah Karabova


__ADS_3

Kenapa tidak kau saja?....kau lupa, kalau aku bukan seorang Karabova... ucap Luka sinis


Apa kau fikir aku Amuba bisa membelah diri?! Lagi pula belum kutemukan sosok yang bisa mengisi hidupku seperti halnya Pria Bodoh (Rajendra) dengan Si Gila (Chanda), Atau Si Pencemburu (Chandrama) dengan Si Tak Peka (Nayyara)... ucap Thunder sang casanova seraya tersenyum tipis sambil menatap lembut pada dua bayi kembar dalam ruang NICU itu.


Membuat Luka terdiam, seakan ia mengerti arti tatapan sedih dan senyum penuh ketulusan itu. Membuat hati Luka yang ingin membencinya selalu saja terenyuh karenanya.


Sebagai manusia, bohong jika ia tak merasa iri dengan mereka yang sudah menemukan pasangannya. Jujur sejak jantung mahmud memompa darahnya, Thunder menjadi lebih manusiawi dan hidupnya sedikit berwarna,


Ia bersyukur setidaknya sekarang ia tahu apa artinya memiliki keluarga, seperti apa rasanya diperhatikan & dimarahi oleh orang tua, seperti apa rasanya menyebut papi dan mami, bermanja dan selalu direpotkan oleh sahabatmu, bertengkar dengan adikmu, merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah.


Walau begitu, ada sedikit rasa takut dihatinya, apakah dirinya yang selama ini selalu bermandikan darah dan hal buruk itu, masih pantas mengharapkan untuk membangun keluarganya sendiri?, dan Adakah diantara manusia bersih yang bersedia mendampinginya?.


Thunder tak mau terlalu mengharap, baginya ditarik dan dipaksa berada diantara kehidupan Alm. Mahmud sudah cukup membuatnya bahagia. Ia tak ingin menjadi egois lebih dari ini.

__ADS_1


Dan kau jangan lupa adikku sayang... walau kau tak menginginkannya, sayangnya didalam nadimu mengalir darah seorang Karabova disana... Lihatlah betapa setianya dirimu pada Nona-mu hingga membuatmu mengabaikan gadis cantik disampingmu, itu...ucap Thunder sinis, Luka mengumpati hatinya yang sempat berempati padanya tadi. Si mr.gledek itu memang begitu pandai mengusik ego seorang Luka.


Aku cukup merasa kasihan padamu, kau tahu kenapa? walau Si Brengsek itu (Ayah Thunder & Luka, Mischa Karabova) yang membesarkanku dengan segala ajarannya yang mungkin takkan pernah bisa kau bayangkan, Tapi... setidaknya ia tak mewariskan "kesetiaan" padaku. Tapi justru mewariskannya padamu.... Ucap Thunder seraya menepuk pundak Luka kemudian beranjak menuju ruang rawat inap Chanda.


Luka sedikit kesal, namun tak bisa ia pungkiri, hal itu benar adanya. Bahkan tanpa ajaran Jordan pun, Luka sudah menetapkan Chanda sebagai Nona yang ia abdikan dirinya.


Kau sudah dengar bukan, tidak akan pernah ada tempat untukmu dalam hidupku, maka berhentilah menungguku, usia-mu sudah tak muda lagi, jangan membuatku semakin menjadi "brengsek" sepertinya (Mischa Karabova) dengan membiarkanmu tetap disampingku, menjadi milikku, dengan "AKU" yang takkan pernah menjadi milikmu....Ucap Luka pada Yashica yang masih setia disampingnya.


(Mischa Karabova dipaksa menikah dengan Putri seorang Mafia bernama Lily Sanches (Ibu kandung Thunder) demi memperluas kekuasaannya, membiarkan Lily mencintai Mischa sendiri, Menjalani kehamilan dalam kesunyian dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam kesendirian sesaat setelah melahirkan Thunder, semua karna Mischa menaruh hatinya pada seorang pelayan, Ibu dari Luka. Bahkan saat Lily meninggal pun tak ada raut penyesalan dimatanya, Ia membesarkan Thunder dengan kejam dan dingin, mengajarkan penerusnya untuk hidup dalam kegelapan)


Pendengaranku masih berfungsi dengan baik, tentu aku mendengarnya dengan sangat JELAS... ucap Yashica seolah itu bukan masalah baginya.


Luka menoleh pada gadis cantik itu dengan raut heran. Yashica menoleh, ia tersenyum.

__ADS_1


Menyukaimu, Mencintaimu, Menunggumu, dan Memilih untuk tetap disisimu, itu semua adalah HAK-ku... ucap gadis cantik itu sambil tersenyum


Apa aku pernah merengek memintamu membuka hati untukku?? tidakkan?! maka tugasmu hanya satu, tetap disana sampai kau bosan, dan memohon padaku untuk menjadikanmu "Milikku"...ucap Yashica menatap dalam ke dalam mata elang Luka.


Sepertiku yang tak pernah punya hak memintamu menjadikanku prioritas utama-mu, begitu juga dirimu yang tak punya hak untuk mengatur pada siapa aku melabuhkan hatiku..tambahnya sambil tersenyum manis, lalu mengaitkan jarinya di jari-jari Luka.


Luka terdiam, ia melirik jari mereka yang mengait, ia ingin melepasnya namun melihat Yashica yang menahannya, ia hanya bisa mengalah. Melihat Luka yang tak lagi berontak membuat Yashica tersenyum manis padanya, Sedang luka pun segera mengalihkan pandangannya dan berlalu pergi sambil membiarkan Yashica mengikuti langkah besarnya.


Mendengar langkah yashica yang kesulitan mengikutinya, membuat Luka menyamakan langkahnya dengan Yashica. Yashica pun semakin tersenyum manis.


Dasar tsundere...untung sayang.... gumam yashica yang terdengar jelas oleh Luka. Luka tersenyum tipis.


Lagi lagi Luka terpesona, dan lagi lagi Luka membohongi hatinya

__ADS_1


(kalau aku bisa memilih, tentu aku akan memilih jatuh hati padanya yang mencintaiku, tapi bahkan hatiku sendiri menghianatiku dan justru dengan seenaknya menitipkan dirinya padamu...brengsek bukan... batin Yashica bicara)


__ADS_2