Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Berjanjilah


__ADS_3

6 Minggu setelah Chanda tanpa sengaja mendengar isi hati Rajendra untuknya.


Malam itu, allah mengijinkan Mahmud untuk bangun dari tidur panjangnya. Chanda sangat bahagia dan bersyukur karenanya namun entah mengapa perasaanya tak enak. Bahkan Kemilau, Balita cantik, buah cinta mereka itu tampak cengeng seolah tak mau jauh dari mahmud yang sedang diperiksa dokter.


Keluarga yang lain menunggu di luar, melihat Kemilau yang menangis, sontak membuat Rajendra yang baru tiba setelah mendapat berita kalau Mahmud sadar pun segera mengambil Kemilau dari gendongan Chanda.


Ssst ssttt.... cup cup....


Rajendra menenangkan Kemilau dengan lembut. perlahan tapi pasti kemilau pun berhenti menangis, balita itu bahkan sudah memeluk erat leher Rajendra dan bersandar dipundaknya.


Chanda terdiam. ia yang ibunya saja kesulitan mendiamkan tangis kemilau, tapi rajendra begitu mudah melakukannya. Chanda menatap Rajendra sendu. Entah mengapa hatinya sakit. Ia kembali tersadar kalau Rajendra tak pernah meninggalkannya.


Rajendra menoleh pada chanda, pria hangat itu mengulurkan tangannya pada chanda yang memang sejak tadi menatapnya. Dengan perlahan chanda meraih tangan yang di ulurkan Rajendra, Rajendra membawa chanda dalam dekapannya, Di kecupnya kening Chanda untuk menenangkannya.


Semua akan baik-baik saja, dokter sedang memeriksanya, sekarang kita berdoa jangan malah bersedih begini. Mas yakin Mahmud pasti akan sedih, kalau tahu kamu justru menyambutnya dengan mata bengkak seperti ini... bujuk Rajendra.


Chanda semakin bersembunyi dalam dekapan Rajendra. Semua mata tertuju pada mereka. Adrika dan Jagadta hanya bisa terenyuh hatinya melihat bagaimana Rajendra memperlakukan Chanda dan Cucu mereka. Dan bagaimana Chanda dan Kemilau begitu bergantung pada Rajendra yang selalu menemani mereka dalam duka. Seorang Rajendra yang tak pernah mengharapkan balas atas semua kebaikannya.


tak lama dokter keluar dari ruang rawat mahmud. Dokter bernama Gibran itu tampak mengerutkan keningnya.


Waktunya gak banyak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Pasien ingin bertemu dengan keluarganya. Manfaatkan waktu yang tersisah jangan sampai ada penyesalan ucap dokter yang selama 6 bulan lebih ini menangani perkembangan mahmud.


Semua terdiam, Jagadta dan Adrika pun mendekap chanda dan membawanya pada Mahmud, sedangkan Kemilau segera menangis saat akan digendong adrika.


Mas jeje ikut aja.... ucap chanda yang tak tega melihat kemilau menjerit histeris. Nayyara dan Chandrama pun ikut masuk.

__ADS_1


mereka masuk keruang rawat mahmud. Mahmud yang masih menggunakan alat bantu nafas menoleh nanar pada wanita yang paling dicintainya itu. Ada perasaan tak rela untuk melepasnya, namun mahmud tahu sepertinya allah hanya mengijinkan mereka berjodoh sebentar, dan memintanya mengembalikan chanda pada jodoh yang sebenarnya.


Chanda, wanita yang selalu cantik itu kini tersenyum manis dengan air mata yang tak mau berhenti walau ia berusaha menahannya, wanita itu perlahan mendekat dan meraih tangan yang selalu membelai rambutnya saat tidur itu.


Aku cinta kamu chan..... aku cinta putri kita.....ucap mahmud tertatih, begitu berat baginya mengucap selamat tinggal. Sedang chanda sudah tak sanggup menahan air matanya, ia hanya terisak memilih mendengar semua yang ingin dikatakan mahmud, sahabat sekaligus cinta pertamanya.


Maafin aku, aku gak bisa nepatin janjiku untuk memberimu banyak anak, maaf aku gak bisa nepatin janjiku untuk bisa terus bersamamu...ucap mahmud pada chanda yang kini sudah memeluknya.


Kamu ingatkan, kalau kamu masih punya hutang 1 permintaan untukku....ucap mahmud pada chanda, chanda mendongak dan ia mengangguk.


Aku akan menggunakannya sekarang.... berjanjilah kamu akan menerima permintaanku, dan tidak menolak atau pun menundanya...ucap mahmud


Nayyara sontak menyembunyikan wajahnya dipelukan chandrama, ia tak sanggup mendengar ucapan perpisahan dari mahmud.


A...aku jan ji... ucap chanda terisak.


Setelah aku pergi, aku mohon menikahlah dengan Chandaku.... ucap mahmud dengan air mata berderai.


Jadilah suami dan ayah untuk putriku....pintanya.


Berjanjilah untuk selalu mencintai segala kekurangan dari chandaku. Jadilah ayah yang selalu ada untuk putriku.... karna aku tidak bisa lagi....jodoh kami hanya sampai disini.....


Maafin keegoisanku mas, tapi diantara semua hati, hanya hati mas yang bisa menerima, menjaga, mencintai dan menghargai Chandaku dan kemilau putriku.....ucap mahmud.


Chanda hanya menangis. Jagadta memeluk erat adrika yang sudah terisak, bagaimana pun bagi mereka mahmud bukan sekedar menantu, atau sahabat putrinya tapi bagi mereka mahmud adalah putra kedua mereka setelah chandrama.

__ADS_1


Mahmud, kau harus sembuh, jangan seenaknya melepas tanggung jawabmu. Chanda dan emil membutuhkan kamu.... ucap rajendra tak mau mendengar ucapan perpisahan dari bibir pucat mahmud, bagaimana pun bagi rajendra, mahmud sudah seperti adik kandungnya sendiri.


Berjanjilah padaku mas, hanya mas yang bisa aku percaya....aku mohon kabulkan lah permintaan adikmu ini mas..... ucap mahmud mengiba sambil mendekap erat istri dan putrinya dalam dekapannya sekuat tenaganya yang tersisah.


Sakit,.... hati rajendra terasa teriris, ia tak sanggup melihat mahmud mengiba seperti itu padanya. seketika air mata rajendra menetes untuk kedua kalinya.


Yang pertama saat ia merelakan Chanda menikah dengan Mahmud dan yang kedua, hari ini, hari dimana mahmud mengucapkan salam perpisahan.


Aku berjanji, aku akan menjadi suami dan ayah untuk chanda dan kemilau. Tak kan aku biarkan chanda dan kemilau menderita, Aku berjanji akan selalu mencintai mereka, melindungi mereka dan selalu menjadikan mereka sebagai prioritas utamaku.... Mas janji.... ucap Rajendra dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Terimakasih mas, mahmud sayang mas jeje.... ucap mahmud merengek. Rajendra membelai rambut mahmud.


Chanda, sayang...aku sangat mencintai kamu daan putri kita. Berjanjilah untuk membuka hatimu dan mencintai mas jeje, tapi ku mohon jangan hapus aku dari hatimu, biarkan tempat itu tetap untukku yang egois dan menyebalkan ini...... ucap mahmud.


kemilau...putri papa...putri papa....hiks hiks hiks.... maaf....maaf.... maaf.....ucap mahmud yang hanya bisa terisak seraya mengecup kening putri kecilnya yang tak mau melepas pelukannya dari mahmud.


Mas chandrama aku titip sahabatku.... ucapnya pada chandrama, chandrama mengangguk.


Pa, ma,.....terimakasih sudah menjadi orang tua buat mahmud. karna mama dan papa, mahmud gak pernah merasa yatim piatu. Terimakasih membiarkan mahmud benar-benar menjadi anak kalian, bahkan menikahi bidadari kalian. Maaf, karna jodoh kami hanya sampai disini.... mahmud sayang mama, papa, mas chandrama, chaka, Nayyara, mas jeje, kemilau......mahmud sayang kalian....ucap mahmud lalu tersenyum pada mereka.


kemudian dengan sisah nafasnya mahmud mengucap dua kalimat syahadat sebelum akhirnya kembali ke rahmatullah.


Sayang, anak mama, jangan tinggalin mama sayang...... tangis adrika histeris, bagaimana pun adrika juga ikut melihat dan membantu tumbuh kembang mahmud sejak mahmud masih SD. Jagadta memeluk istrinya erat, pria gagah itu ikut menangis merasakan putranya pergi lebih dulu darinya.


Nayyara bahkan pingsan dipelukan chandrama. Rajendra menggendong Kemilau kembali dan membiarkan dokter gibran memeriksanya.

__ADS_1


Chanda pun segera dipeluk oleh rajendra.


Tak lama, Dokter Gibran pun menyatakan kalau Mahmud telah berpulang ke Rahmatullah.


__ADS_2