
Sudah 3 Minggu Chanda menyandang status istri dari Rajendra Argantara, bahkan putri tunggalnya pun sudah menyandang nama Argantara di belakang namannya, Kemilau Putri Abrial Argantara.
Rajendra sengaja menambahkan nama belakang keluarganya karna ia ingin Kemilau tahu tidak perduli siapa ayah kandungnya bagi seorang Rajendra, Kemilau tetaplah putri sulungnya.
Selama 3 minggu itu juga Chanda kembali disibukkan dengan pekerjaannya sebagai Predis perusahaan Arsitek Abrial Design yang diwariskan suaminya, Rajendra tak keberatan atau protes.
Dipagi hari setelah solat subuh dan olahraga ia akan membantu chanda menyiapkan segala keperluan Kemilau, tak perduli chanda melarangnya karna tak enak dan merasa itu tanggung jawabnya namun satu kata dari Rajendra membuat Chanda tak bisa melarang. "Aku hanya mengurus putriku, tidak ada yang salah dengan itu". Bahkan kemilau kecil tampak begitu dekat dengan rajendra dari pada chanda hingga kadang membuat chanda sedikit cemburu.
Dan selama 3 minggu itu juga Rajendra tak pernah meminta haknya, ia bahkan memilih tidur bertiga dengan chanda dan kemilau, karna ia tahu chanda pasti masih canggung.
Malam...
Kemilau sedang memainkan rubik di pangkuan Rajendra. Entah mengapa bocah cantik itu begitu suka dengan Rubik, bahkan robot padahal ia bocah perempuan yang masih berusia 2 tahun. Rajendra tampak tersenyum memperhatikan bocah itu. Tak lama chanda yang baru selesai dengan pekerjaannya menghampiri suami dan putrinya tunggalnya.
__ADS_1
Mas...ucap chanda.
Rajendra menoleh, ia tersenyum menyambut wanita yang kini benar-benar sudah hallal untuknya itu.
Chanda duduk disamping Rajendra.
Emil ngapain nak...tanyanya, tapi bocah itu hanya menoleh dan kembali dengan mainannya.
Ih..cueknya ngalah ngalahin Chaka...gerurtu chanda. Rajendra tersenyum mendengar gerutuan istrinya.
Mmmm... mungkin masih belum terbiasa... adunya lalu masuk kepelukan rajendra. Rajendra memeluknya erat dan mengecup kening chanda. Chanda terkesiap, ia memang selalu merasa nyaman namun ia tak pernah menyadari jantungnya akan berdegub kencang hanya karna sedikit perhatian dari Rajendra.
Ditatapnya lekat Rajendra, menikmati detak jantungnya yang gak punya rambu-rambu peringatan. Perlahan Kemilau minta turun dan bermain dengan beberapa robot mainan yang dibuat Rajendra di depan TV.
__ADS_1
Chanda semakin masuk kedalam pelukan Rajendra, Rajendra sedikit terkejut dengan ke agresifan istrinya itu. Ia tahu chanda sejak kecil memang selalu seenaknya padanya namun tidak pernah seagresif ini.
Mas kenapa gak pernah minta... tanya chanda tanpa basa basi.
Rajendra tersenyum.
Bohong kalau mas gak mau. mas juga laki-laki normal, tapi mas ingin semuanya bukan karna kewajiban tapi karna dihati kamu memang sudah ada mas...ucap Rajendra lalu mengecup kening istrinya itu
Lagi pula kenapa harus buru-buru, mas sudah terbiasa menunggu kamu, dan bukanlah hal yang sulit bagi mas untuk menunggu lagi, toh kamu akan selalu bersama mas hingga akhir hayat kan?!...ucapnya tulus
Air mata chanda menggenang, ia tahu Rajendra mencintainya, tulus padanya dan selalu ada untuknya, namun ia gak pernah tahu kalau Rajendra bisa mencintainya sedalam itu, tak pernah menuntut dan hanya tahu memberi dan berkorban untuknya.
Aku sayang mas... ucap chanda lalu memeluk erat Rajendra dan menangis sesenggukkan, Chanda merasa sangat bersyukur menerima cinta yang begitu besar dari Rajendra bahkan laki-laki itu dengan besar hatinya mau menerima dirinya yang seorang janda dan memiliki putri kecil, hal yang pastinya sulit dilakukan kebanyakan pria diluar sana. Bahkan keluarga Rajendra yang membuka tangan lebar-lebar dan menyambutnya dengan hangat dan tulus.
__ADS_1
Hayo...adakah lelaki setulus dirimu mas jeje😘😘😘😘