Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Nyonya Rajendra Argantara


__ADS_3

Malam itu Chanda harus menghadiri acara penghargaan sebagai penulis terbaik berkat karya-karyanya yang masih saja digandrungi oleh para pembaca setianya. Sedangkan Rajendra menghadiri acara penghargaan bagi para ilmuan ternama yang diadakan di hotel yang sama. 


Awalnya Chanda mau menemani Rajendra, namun pria itu malah bilang chanda boleh datang kalau acara penghargaan Chanda sudah selesai, ia tak ingin chanda melewatkan acaranya hanya untuk dirinya. Chanda pun menurut karna memang ia sendiri sudah berjanji pada editornya sudah lama sekali hingga ia tak bisa membatalkan janji itu.


Chanda pun menerima penghargaan sebagai penulis of the year untuk yang ke 5 kalinya, tentu ia bangga namun ia ingin segera menyusul sang suami, entah mengapa perasaannya tak enak saat tadi ditoilet wanita ia tak sengaja mendengar seorang wanita menyebut nama Rajendra saat bicara ditelfon.


Setelah mengucapkan pidato singkatnya, chanda segera turun dan bergegas menuju ballroom sebelah dimana suami dan ibu/ ayah mertuanya berada. 


Chanda yang hadir dengan tube long dress berwarna hitam dengan riasan elegan membuatnya mencuri perhatian para ilmuan muda dan tua baik wanita maupun pria.


Mata indahnya memindai, mencari dimana suaminya berada, sedang disudut lain Zoya & Kaisar tersenyum melihat kedatangan menantunya itu. 

__ADS_1


Tak lama Chanda menemukan suaminya dengan wajah khas datar & dinginnya yang kini justru dikelilingi banyak ilmuan muda disekitarnya.


Namun senyum Chanda segera sirna berganti dengan tatapan tajam saat melihat seorang wanita yang tadi ia temui di toilet wanita. Benar saja firasat chanda memang tak pernah salah. 


Dengan wajah cantiknya yang kini justru mengeluarkan aura menakutkan, ia berjalan layaknya sang Ratu menjemput Rajanya.


Begitu sampai tepat dihadapan sang suami yang sedang dikerubungi, chanda menepuk pundak salah seorang ilmuan muda yang mengerubungi suaminya itu. Pemuda itu menoleh hendak marah namun segera menyingkir saat disuguhi senyum manis chanda, sampai akhirnya chanda berdiri tepat dihadapan Rajendra.


Rajendra terkejut, ia pun segera menjulurkan tangannya seraya tersenyum. Chanda menghambur masuk ke pelukan Rajendra dan dengan sengaja mengecup bibir Rajendra tepat dihadapan para undangan lain yang menatap mereka.


Mi... mupeng ni....bisik Kaisar pada Zoya yang sedang tersenyum lebar melihat tingkah chanda yang menunjukkan kalau dirinyalah pemilik seorang Rajendra Argantara. Zoya melirik tajam "Lengkuas Bangkotan" limited edition miliknya itu, tapi yang ditatap justru tersenyum genit dan kini malah bergelayut manja pada tubuh "Jahe muda" yang sudah memberinya 2 pangeran tampan itu.

__ADS_1


Betapa terkejutnya mereka melihat sesosok wanita cantik dengan seenaknya datang dan mencium seorang Rajendra yang dikenal menakutkan. Tak sampai disitu yang paling mengagetkan adalah bagaimana seorang Rajendra justru menyambut dan membalas perlakuan itu dengan lembut.


Maaf Prof, sebenarnya siapa gadis cantik ini... tanya seorang ilmuan muda.


Dia Nyonya Rajendra Argantara.... jawab Zoya yang tiba-tiba sudah didekat mereka bersama "permen karet" yang terus mengekorinya.


Nyonya Rajendra Argantara.... semua berbisik tak menyangka seorang rajendra sudah menikah dan istrinya seorang yang sangat cantik dan menggemaskan.


Iya...dia menantu kami, dan sekarang mereka bahkan sedang menunggu anak kedua mereka...makanya tolong harap maklum ya, jika menantu kami ini jadi agak manja...ucap Kaisar sengaja, agar para wanita muda & rekan ilmuan lain yang berusaha menyodorkan putri mereka mundur teratur.


Zoya menatap suaminya sambil tersenyum. Kaisar merasa di awan, ia pun berbisik pada zoya.

__ADS_1


Aku mau 10 ronde... bisiknya lalu mendekap Zoya yang kini justru menatapnya tajam.


Sedang Rajendra kini sedang mendekap Chanda dan satu tanganya justru terus mengusap perut datar sang istri, seolah membenarkan kalau chanda memang sedang mengandung. Chanda? jangan ditanya, justru dia sangat senang, apalagi saat melihat wajah kesal para wanita yang menggeram marah karna kecewa.


__ADS_2