
Malam itu setelah wirid hujan turun begitu deras, tak ada tertidur malam itu. Chanda dan yang lain tak berhenti membaca yasin dan doa-doa untuk mahmud.
Adrika berkali kali pingsan masih tak sanggup menerima kenyataan. Ia sudah kehilangan kakek dan neneknya, kehilangan Gayatri, kehilangan Danu dan kini ia juga harus kehilangan mahmud. sosok yang sudah seperti putranya itu. Hancur, hati ibu mana yang tak hancur saat kehilangan putranya. Adrika memang tak melahirkan mahmud dari rahimnya tapi ia melahirkan mahmud dari hatinya, begitu juga halnya dengan Jagadta yang matanya sudah bengkak karna menangisi kepergian putra mereka yang sejak kecil selalu dijadikan kambing hitam oleh chanda dan nayyara kecil.
Narapati kini sedang menidurkan Kemilau menggantikan Rajendra yang sedang menjaga Chanda yang saat ini memang sangat membutuhkannya.
Apa kamu keberatan?? tanya Zoya yang datang menghampiri putra bungsunya itu.
Tentu saja enggak ma, diantara kami, aku, nawashena, orion dan mas jeje, memang hanya mas jeje lah yang pantas untuk mendampingi chanda. Nara memang mencintai chanda, sangat. Namun nara juga tahu cinta nara untuk chanda itu egois, tidak seperti mas jeje yang cintanya takkan pernah mengikat. karna bagi mas jeje, rasa cemburu dan egonya tidak lebih penting dari pada senyum dan kebahagiaan chanda. Sedangkan Nara, nara pasti akan selalu cemburu karna chanda akan selalu memberikan tempat teristimewa dihatinya hanya untuk seorang mahmud.... ucap narapati sambil menepuk nepuk pelan paha mungil balita cantik itu agar semakin lelap tertidur.
Tanpa mereka tahu lagi-lagi chanda mendengar kenyataan. Tak ingin ketahuan ia pun berlalu dan kembali ke balkon dimana Rajendra masih duduk disana setelah gagal membujuk chanda untuk mengisi perutnya karna sejak siang dari rumah sakit sampai malam ini chanda tak juga mengisi perutnya.
Chanda menatap punggung lebar yang selalu ia naiki tanpa ijin itu, Bahu bidang yang selalu siap sedia menjadi tempatnya bersandar. Sosok dingin yang selalu tersenyum hangat hanya untuknya. Sosok yang tak pernah lelah untuk selalu disisinya tidak perduli betapa tidak pekanya dirinya. Chanda pun menghapus air mata yang mengalir di pipinya tanpa ia minta
Chanda mendekat dan duduk disamping Rajendra yang masih melamun dan tak menyadari hadirnya.
Aaaaaa..... ucap chanda minta disuapi. Rajendra tersentak, ia menoleh, dan menatap chanda, wanita yang sangat ia cintai.
Rajendra tersenyum semangat dan segera menyuapi chanda. Chanda tahu Rajendra pasti tadi sedang sangat mengkhawatirkannya. Chanda melahap setiap suapan Rajendra. Tidak dipungkiri ia memang lapar, tapi kesedihan seakan membuatnya lupa.
Makasih.... ucap Chanda.
Justru mas yang makasih kamu sudah mau makan, Kamu butuh tenaga, butuh istirahat, besok masih akan sangat panjang.... mas gak mau kamu sakit dan melewatkan besok...ucap Rajendra yang tak sanggup berkata "mengantar mahmud besok ke peristirahatan terakhirnya".
__ADS_1
Mmm... chanda mengangguk. Rajendra berdiri dan berlalu menuju dapur meletakan piring kotor, yang tanpa ia sadari tatapan chanda terus mengikutinya.
Chanda mengecek kemilau yang sudah terlelap dan ditemani oleh Narapati yang tertidur disamping box bayi kemilau.
Chanda pun berbalik dan kembali keruang tamu dan kembali duduk disana dan kembali membaca yasin bersama nayyara. tak lama rajendra kembali dan dengan sengaja duduk diantara keduanya lalu membawa keduanya bersandar dipundaknya untuk beristirahat.
****
Keesokan paginya
Mereka semua bersiap mengantar jenazah mahmud untuk dikebumikan. Ke empat pangeran Argantara, Orion, Nawashena, Narapati dan Rajendra membopong tandu jenazah mahmud menuju peristirahatan terakhirnya.
Tangis Chanda, Nayyara, Adrika dan Yashica tak henti mengiringi proses pemakaman itu.
Apa karna itu kamu merelakan aku dengan mas jeje?? karna cintanya padaku begitu besar?? Sejak kapan kamu tahu??? Apa itu sebabnya dulu kamu selalu menolakku???....Terimakasih sudah begitu tulus dalam mencintaiku, aku tak pernah menyesal memilihmu, kamu adalah pemilik tempat teristimewa di hatiku, selalu dan selamanya. Walau pun nanti, disini, dihati ini tak lagi hanya diisi oleh cintamu, Tapi percayalah aku selalu mencintaimu suamiku..... ucap Chanda lalu menghapus air matanya dan berjalan menuju pintu keluar pemakaman.
Rajendra sedang menunggunya dengan khawatir, pria itu selalu seperti itu tidak pernah berubah. Chanda tersenyum getir, timbul pertanyaan dihatinya sudah berapa banyak ia membuat Rajendra menunggunya seperti itu?
Mas jeje.... ucap Chanda, Rajendra menoleh dan tersenyum hangat pada chanda, senyum yang tak pernah berubah sejak pertama kali chanda berhasil membuat rajendra tersenyum.
Rajendra tak bertanya, ia hanya menghapus sisah air mata di pipi chuby chanda yang mulai tirus sejak musibah melanda keluarga kecilnya.
Jadi tirus, harus banyak makan....ucap Rajendra ambigu, namun tidak untuk chanda yang begitu mengerti setiap ucapan singkat rajendra.
__ADS_1
Nanti gemuk.... sahut chanda masih membiarkan rajendra menelisik pipi tirusnya. membuat rajendra segera menatap chanda sambil mengerutkan keningnya tidak setuju.
Cantik.... ucap rajendra.
Ah..... chanda lupa, bagi seorang Rajendra Argantara, Chanda Herlambang adalah satu-satunya wanita paling cantik untuknya.
Pulang yuk, emil pasti rewel kasihan luca sama mbak yashica...ucap Rajendra mendahului. Tapi tiba-tiba Wanita berusia 29 tahun itu naik keatas punggung Rajendra, membuat Rajendra terkejut, namun ia justru memperbaiki gendongannya.
Setelah masa idahku, kita nikah.... ucap Chanda bukan bentuk permintaan tapi perintah, dan Rajendra hanya mengangguk.
Aku cinta Mahmud, sangat. Dan mungkin setelah menikah dengan mas pun, disini, di hatiku, dia masih akan selalu menempati tempat teristimewa itu... ucap chanda lirih... Rajendra kembali mengangguk tak keberatan.
Makasih, makasih sudah mencintaiku... ucap chanda yang tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Rajendra.
Mmm...(Rajendra menggelengkan kepalanya) Justru mas yang berterimakasih, karna kamu mengajarkan mas apa itu cinta... makasih chanda.... ucap Rajendra tulus, membuat Chanda mengeratkan pelukannya dileher Rajendra.
Disudut lain, Orion, Narapati dan Nawashena tersenyum ikhlas, mereka sadar diantar mereka berempat memang hanya Rajendra yang sanggup mencintai Chanda tanpa mengekang. Sedangkan dengan mereka, mungkin chanda harus tertekan dengan sifat cemburu dan posesif mereka.
Luc.... nikah yuk, kamu udah cocok buat jadi ayah dari anak-anak kita.... ucap yashica tiba-tiba saat melihat bagaimana Luca menidurkan Kemilau yang sempat rewel.
Luca menatap Yashica lama, keningnya berkerut, ia menghela nafas berat.
Ayolah siapa yang tak akan jatuh cinta dengan gadis secantik Yashica Argantara, tak hanya cantik dan cerdas, ia juga baik hati dan pewaris dari Firma Hukum Argantara. Tapi yang jadi masalah adalah apakah seorang Yashica siap untuk tidak pernah menjadi prioritas pertama bagi seorang Luca.
__ADS_1