Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Jodoh Terindah


__ADS_3

Hei Bumil...sampai kapan kau ingin terus memelukku begini... keluh Thunder yang sudah mulai kebas bahunya.


Adek bayinya masih kangen sama ayahnya... ucap Luca pada Thunder yang bahunya masih disandari chanda, Sedangkan Rajendra ikut memeluk sang Istri dari samping, Rajendra cemburu tapi ia tak marah, karna dulu pun saat Chanda mengandung Kemilau, Chanda juga seperti itu, ia selalu ingin dipeluk Rajendra, dan sepertinya si kembar dalam rahim chanda sedang membalas papinya, kini giliran chanda yang dibuat ingin terus bersandar pada Thunder yang memiliki Jantung Mahmud.


Dan kamu.... kamu kenapa nempelin aku juga?, kamu kan gak Hamil Nay?.... keluh Thunder yang kedua bahunya benar-benar kebas, sungguh ia lebih memilih ditembak musuhnya dari pada dijadikan bantal oleh kedua wanita cantik yang baru ditemuinya beberapa bulan ini, namun berkat Jantung didadanya saat ini membuatnya bisa menerima kehadiran kedua wanita cantik itu.


Thunder yang tak pernah berteman apalagi berdekatan dengan wanita kecuali di ranjang dengan para pemuas nafsunya, entah mengapa tak pernah berniat berbuat kurang ajar pada kedua wanita cantik itu, Ia bahkan begitu melindungi mereka, bahkan tanpa sepengetahuan keduanya Thunder mengutus beberapa bodyguard untuk menjaga kedua wanita cantik yang kini ia sebut sahabat itu, padahal sebelumnya ia tak pernah bermimpi untuk memiliki sahabat, apalagi itu adalah wanita cantik, bukan teman pemuas nafsu.


Kangen.... gue kangen... ucap Nayyara lirih. Thunder, pun segera membelai rambut Nayyara, ia tahu wanita itu sama dengan Chanda begitu terluka dan kehilangan bahkan mungkin hancur saat kehilangan Mahmud.


Jujur saja sebagai manusia biasa Thunder sangat iri saat mengetahui betapa banyak cinta, kasih sayang dan perhatian yang diterima Mahmud selama masa hidupnya, namun ia juga bersyukur untuk itu, karna dengan begitu ia bisa merasakan hal itu juga, hal yang tak pernah ia rasakan sejak kecil.


Thunder tahu, dimata Nayyara, dirinya adalah pengganti Mahmud. Awalnya ia benci hal itu namun ia bisa apa, saat ia justru merasa nyaman dan hatinya terasa hangat, bahkan dengan setiap ke absurdan mereka, seorang mafia russia Thunder Karabova yang terkenal berdarah dingin dan tak pernah tersenyum, bahkan pada wanita pemuas nafsunya, justru merasa bahagia dan hidup saat bersama kedua wanita cantik tapi gila itu.


Belum lagi, Adrika yang memperlakukan dirinya layaknya putra kandungnya sendiri, tanpa mengungkit soal mahmud. Menyayanginya dan memperhatikannya hal yang tak pernah ia rasakan sejak kecil, tak segan memarahinya jika ketahuan merokok, bahkan Jagad memanggilnya "Nak", saat pertama kali bertemu dengannya. Belum lagi Chandrika & Caka yang bersikap seolah Thunder memang adalah keluarga mereka tanpa pernah menyinggung dan membandingkan dirinya dengan alm. mahmud.

__ADS_1


Berbeda lagi dengan Chandrama yang suka cemburu karena Nayyara dan putra semata wayang mereka Gathan yang begitu dekat dengan Thunder. Thunder saja heran kenapa ia bisa begitu nyaman berdekatan dengan mereka apalagi anak-anak.


 


Mas kenapa nempelin chanda terus?... ucap Chanda yang heran setiap kali Thunder datang berkunjung, malamnya Rajendra pasti terus menempeli dirinya.


Mas Cemburu... Jujur Rajendra.


Cemburu?? sama siapa...? tanya Chanda


Chanda tersenyum lebar, ia bahagia.


Ya gak anehlah.... yang aneh itu kalau mas gak punya rasa cemburu ke aku... ucap Chanda lalu menciumi wajah suaminya dan duduk dipangkuan Rajendra.


Kamu gak marah yank?... tanya Rajendra polos.

__ADS_1


Aku justru bakalan marah dan kecewa, kalau mas gak cemburu sama aku... sahut Chanda. Rajendra tersenyum bahagia, menatap penuh cinta pada sang istri.


Mereka saling memandang.. hingga ibu hamil itu mengucapkan kalimat keramat.


Mas Jeje...Kangen... ucap Chanda dengan manja. Rajendra tersenyum, ia tahu apa yang diinginkan sang istri jika sudah mengucapkan kalimat keramat itu.


Entah mengapa sejak mengandung, Chanda berubah jadi lebih mesum dari biasanya dan selalu meminta perang di ranjang, bahkan sebelum hamil, Chanda rutin meminta dihamili sang suami setiap malamnya sejak malam pertama mereka dihotel dulu.


Rajendra jangan ditanya, tentu saja ia meladeni permintaan sang istri tercinta dengan suka cita, mereka bahkan tak pernah malu menunjukkan betapa mereka saling mencintai. Tak sekali pun Rajendra menolak, mengeluh atau bahkan bosan. Bahkan jika Chanda tak meminta Rajendra lah yang akan meminta. Dan Chanda pun tak pernah menolak. Hingga akhirnya Chanda mengandung bayi kembar.


Sejak hamil Chanda selalu manja pada Rajendra, bahkan ia tak mengalami morning sickness, justru Rajendra lah yang mengalaminya, Rajendra tak keberatan, ia bersyukur dirinya lah yang merasakan morning sickness itu bukan istrinya, karena jujur saja, Rajendra takkan sanggup jika harus melihat istrinya kesakitan.


Disetiap doanya Rajendra selalu meminta agar Chanda dijauhkan dari rasa sakit, dan ia bersedia menggantikannya, Begitu tulusnya doa itu hingga allah segera mengabulkannya, membiarkan Rajendra menanggung segala yang seharusnya dirasakan ibu hamil. Dan tanpa mengeluh Rajendra menikmatinya, baginya ini tak seberapa dengan Chanda yang harus mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan anak mereka nantinya.


Chanda bersyukur, allah begitu menyayanginya hingga memberikan 2 jodoh terindah dan terbaik dalam hidupnya. Dan Rajendra bersyukur menjadi salah satu jodoh yang dituliskan allah pada jalan hidup Chanda Herlambang.

__ADS_1


__ADS_2