
15 menit kemudian Thunder kembali dengan pakaian lengkap khas casanova nya. Ia merangkul Adrika, membujuk paru baya cantik itu agar tak marah lagi padanya. Mereka berjalan menuju ruang rawat Chanda.
Kemilau segera minta digendong oleh Thunder begitu melihatnya.
Dimana Papi dan ke dua anak kembarku.. tanya Thunder pada salah satu suster.
Ah Prof. sedang di ruang NICU tuan..ucapnya.
Mi...aku permisi bawa emil ke NICU dulu ya, mau lihat anakku.. ucap Thunder.
NICU...
Dimana anak kita.. tanya Thunder pada Rajendra yang masih berdiri didepan kaca diluar ruang NICU.
Itu mereka...ucap Rajendra menoleh pada Thunder yang masih menggendong Kemilau
Wah... mereka benar-benar foto copy-mu, sebesar apa cinta dihati wanita gila itu hingga ia tak menyisahkan sedikit saja bagian dari dirinya pada wajah ke-2 anak kita....ucap Thunder terpampang jelas betapa bahagianya seorang Thunder Karabova.
__ADS_1
Kamu punya adik, sayang...cup cup cup... ucap Thunder seraya menciumi Kemilau.
Rajendra tersenyum tulus, ia bahagia ada begitu banyak orang yang menyambut kehadiran buah hatinya dengan Chanda. Rajendra pun merangkul lelaki tampan disebelahnya itu.
Mm.. anak kita memang cantik dan tampan... ucap Rajendra. Thunder menoleh padanya.
Hei.. kau menangis?? tanya Thunder
Kau juga... sahut Rajendra. Mereka pun tersenyum satu sama lain.
Luka pun datang diikuti Yashica.
Apa kau tak mau punya anak juga?? aku bisa memberimu, asal kamu mau menjadi suamiku dan ayah bagi anak-anak kita... ucap Yashica yang begitu jujur dengan perasaannya dan tak suka berbasa basi seperti papinya (Raja Argantara).
Waw!!!... coba lihat itu emil sayang, adik durhaka ayahmu ini sedang di gombali... tapi coba lihat si datar itu bahkan mengacuhkannya... sindir Thunder yang suka sekali mengejek Luka.
Rajendra hanya diam dan tetap berdiri diantara mereka.
__ADS_1
Lalu apa kabar dengan dirimu? bukankah kau harus memberi keturunan demi kelangsungan CLAN sialanmu itu...sindir Luka tak mau kalah.
Kelangsungan CLAN??
hmmmm....tanpa aku perlu berusaha pun, bukankah aku sudah punya 3 orang anak, apa kau tidak melihatnya adik durhaka-ku tercinta..ucapnya tak mau kalah.
Apa kau akan membiarkan mafia gila itu membuat anak-anak nonaku menjadi penerus CLAN-nya... ucap Luka yang melihat Rajendra tak bereaksi apapun.
Anak-anak kami bukan benda Luka, mereka manusia yang akan tumbuh dan memiliki keinginan, Ego, Rasa, dan pemikirannya sendiri, Tugasku hanya mendampinginya dan melindunginya, mengajarkannya bahwa setiap pilihan punya resikonya masing-masing...ucap Rajendra tersenyum tipis.
Kau dengar itu adik bodohku... ucap Thunder tersenyum mengejek
Dan soal si Gila itu (Chanda), sudah pasti ia tak kan perduli sekalipun akan hal itu, selama anak-anak kami tahu dan bisa bertanggung jawab atas segala pilihannya... kau tidak lupa bukan, NONA Tersayang-mu itu seorang yang amat sangat FLEXIBLE dan Cool...tambahnya.
Luka mendengus kesal, nona-nya memang sosok yang seperti itu, hingga kadang membuatnya tak habis fikir.
Bagaimana jika ke-tiga keponakan-ku itu tak mau mewarisi CLAN-mu Mr. Karabova... tanya Yashica tiba-tiba yang sejak tadi hanya mendengarkan ke tiga pria tampan menyebalkan dengan charismanya masing-masing itu
__ADS_1
Seketika, thunder tersenyum nakal.
Maka tugasmu untuk memaksa adik durhaka-ku itu memberiku keturunan... ucapnya seraya mengedipkan matanya. Luka segera menatapnya tajam. Rajendra tersenyum tipis dan mengambil emil dari gendongan Thunder dan melangkah menuju ruang rawat Chanda meninggalkan sepasang saudara dan calon ipar itu bertengkar disana.