Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Menggoda atau Tergoda??


__ADS_3

Setahun kemudian.


Hubungan Rajendra dan Chanda semakin hangat, Rajendra juga tak malu menunjukan kemesraan mereka. Belum lagi bangganya Rajendra melihat kemilau tumbuh menjadi anak yang cerdas dari hari ke hari, Zoya, Adrika, Chandrika dan Nayyara juga selalu mengunjungi mereka.


Chand kapan kasih adek buat Emil...tanya adrika yang sudah bisa merelakan kepergian mahmud.


pengennya sih cepet tapi mas jeje nya tuh gak minta minta, chanda kan gengsi mi...jujur chanda.


mereka pun tertawa geli, terutama Zoya.


Maaf ya sayang, suami kamu itu nurunin sifat mamimu ini 98 % sisahnya ya dari papi kaisar..... yaudah sih kalau si jeje gak minta, ya kamu aja yang kasih chand, pahala loh...ucap zoya, mertua chanda


Maunya sih gitu mi, tapi takut mas jeje ilfil karna chanda yang minta, ntar dikira mupeng lagi, padahal emang iya sih... aku chanda.

__ADS_1


mereka tertawa geli.


Chanda perlahan kembali menjadi dirinya yang dulu, semua berkat rajendra yang tak pernah memaksanya.


Yaudah kalo gengsi, ya kamu pancing aja chand...ucap chandrika


Aku sering kok mancing si papa, kalo dia gak ngerti...ucap chandrika malu malu.


***


2 Minggu Setelah pembicaraan itu, Chanda selalu memikirkan ucapan adik iparnya itu.


"Haruskah ia memancingnya"..batin chanda bimbang.

__ADS_1


Sejak hari itu juga chanda sering melirik suaminya itu, jujur rajendra sedikit heran & tak mengerti, ada apa dengan istri nakalnya itu, kenapa akhir-akhir ini gelagatnya aneh. Rajendra juga sudah bertanya pada Luca, namun sang "shadow" itu bahkan tak mau memberi sedikit saja petunjuk.


Ya, bagaimana luca mau memberi tahu, itu kan masalah ranjang mereka, kalau pun dia seorang bodyguard bukan berarti ia juga berhak mengurusi masalah ranjang pasangan suami istri itu.


Chanda mulai sering menempeli dan menggoda Rajendra, namun rajendra terlihat tak terusik, bahkan jika tiba-tiba chanda datang dan duduk dipangkuannya saat ia sedang duduk didepan tv menemani Kemilau yang bermain dengan robot-robot kecil yang sengaja dibuatkan oleh Rajendra untuk putri semata wayangnya itu.


Mas... ucap chanda yang tiba-tiba naik keatas pangkuan Rajendra. Rajendra menoleh lalu mengusap dan mengecup pipi istrinya, hal yang memang selalu dilakukan rajendra pada chanda sejak chanda resmi menjadi istrinya.


Chanda menatap Rajendra dalam, ia ragu berucap saat melihat tatapan polos suaminya itu. Saat itu chanda baru tahu, kalau suaminya itu tak cukup peka dengan pancingan chanda, atau mungkin karna rajendra terbiasa dengan segala tindak tanduk nyeleneh sang istri. Hal itu membuat chanda pasrah dan hanya bersandar pada pundak rajendra.


Rajendra tersenyum tipis, sebenarnya ia tahu chanda sedang memancingnya, sejak Luca tak mau memberitahunya, ia pun mengecek CCTV dirumahnya saat itu ia tahu dengan jelas pembicaraan chanda dengan ibu, ibu mertua dan iparnya.


Jujur Rajendra sedikit malu, sebagai laki-laki normal tentu ia menginginkannya, apalagi chanda kini sudah membalas rasanya, namun ia ingin semua terjadi dengan natural. Selain itu melihat istri nakalnya itu salah tingkah merupakan hal yang menyenangkan bagi Rajendra.

__ADS_1


Kenapa... bisik Rajendra di telinga chanda yang sanggup membuat chanda merinding, jujur chanda tak pernah tahu kalau mendengar suara Rajendra begitu dekat bisa membuat dirinya merinding dan jantungnya marathon ditempat, tak bisa dipungkiri, wajah chanda merona seketika. Ia menahan rasa malunya dengan menyembunyikan wajahnya di ceruk Rajendra.


Rajendra begitu sempurna dalam menyembunyikan senyum geli-nya akan sikap sang istri. Melihat sang bunda yang sedang bermanja-manja dengan sang ayah, membuat kemilau cemburu lalu ikut naik kepangkuan Rajendra dan ikut memeluk Rajendra. Akhirnya Rajendra pun tersenyum dan tertawa geli melihat 2 orang malaikat yang sangat dicintainya itu. Rajendra selalu berdoa agar kebahagiannya ini tak pernah berubah.


__ADS_2