
Seminggu kemudian
Chanda sudah didandani sangat cantik dan mengenakan gaun pernikahan yang dirancang langsung oleh mamanya dan Oma Kanaya (Oma dari Rajendra) Gaun pengantin berhiaskan kristal Swarovski yang sangat indah. Membuat Chanda tampak bagai sang ratu, apalagi aura wanita dewasa yang kini muncul darinya.
Ia menatap dirinya didepan cermin sudah 7 Minggu ia tak bertemu dengan Rajendra, ia hanya sering mendengar Rajendra bicara dengan Kemilau melalui Video Call. Ya, chanda tahu dan sangat mengerti kalau Rajendra lagi-lagi memberinya waktu untuk berfikir, laki-laki itu sejak dulu selalu seperti itu, tak pernah ingin memaksakan apapun pada chanda. Ia memberi waktu untuk chanda untuk mengambil keputusan, karna Rajendra tak mau chanda menyesali keputusannya. Karna bagi Rajendra menikah adalah sekali seumur hidup. Walau ia akan selalu jadi yang kedua untuk chanda tapi bagi seorang Rajendra, seorang chanda akan selamanya menjadi yang pertama, selamanya dan takkan terganti.
Namun chanda begitu teguh dengan keputusannya, ia tak ingin menyesal dan membuang waktu dimana ia bisa berbahagia lebih lama dengan orang yang tepat, orang yang di pilihkan allah untuknya sebagai pelabuhan terakhirnya sebagai satu-satunya rumah untuk ia pulang.
….
Sah….
Air mata Chanda menetes tanpa diminta saat mendengar suara lantang seorang Rajendra Argantara menyebutkan Ijab qobul atas dirinya dan kembali menjadikan dirinya seorang istri.
Tap Tap Tap… langkah tegas Rajendra datang menghampiri Chanda yang masih duduk diruang tunggu mempelai wanita. Para sepupu yang menemani Chanda menjauh saat melihat seorang pria gagah dan tampan itu berjalan begitu gagah menghampiri chanda.
Chanda menoleh ia mendongak dengan senyum tulusnya menyambut Rajendra. Rajendra berjalan dan kini berlutut dihadapan Chanda, menatapnya penuh cinta dan takut. Takut jika chanda menyesal karna tak menolak amanah itu.
Chanda mengusap pipi tirus pria yang kini halal untuknya itu.
Mas gak jaga makan dan istirahatnya ya… ucap Chanda seraya mengusap pipi tirus dan rahang yang tegas itu.
Apa kamu menyesal?? Tanya Rajendra.
Apa mas menyesal?? Tanya Chanda balik
Mas gak akan pernah menyesal jika itu untuk kamu…. Ucap Rajendra seraya meraih tangan yang mengusap rahang tegasnya dan mengecupnya. Mata Rajendra sudah berawan dan menatap chanda penuh cinta, tatapan yang tak pernah berubah.
Apa mas jeje bahagia?… tanya chanda lagi
Sangat…ucap Rajendra jujur, hingga membuat seulas senyum hangat terlukis diwajah cantik chanda.
__ADS_1
Lalu kenapa aku harus menyesal… Aku justru akan menyesal jika aku menolak, karna aku tahu takkan ada yang bisa mencintaiku dan kemilau sebesar rasa cinta mas pada kami… ucap chanda yang kini mengecup tangan suaminya itu.
Mas tunggu apalagi, ucapkan doa itu dan tiupkan diubun-ubunku, dan bawa aku meminta restu pada orang tua kita. Tunjukkan aku pada mereka, kalau akulah ratumu. Ratu sang Rajendra Argantara… ucap Chanda sambil tersenyum menahan air matanya.
Tak bisa dipungkiri ia bahagia, sangat. Siapa yang takkan bahagia jika ia kembali menikah dan itu dengan seseorang yang mencintainya dengan begitu tulus tak perduli dengan status janda beranak satu yang ia sandang. Dan tentu saja ia sedih, karna ia tak bisa memberikan 100 % cintanya pada Rajendra karna Almarhum Mahmud yang akan selalu ada dihatinya. Ia tak tahu apa yang akan terjadi nanti tapi ia yakin Rajendra takkan pernah membiarkan ia dan Kemilau menangis dan terluka.
Rajendra tersenyum, ia bangkit dan membaca doa di ubun-ubun Chanda.
“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Setelahnya ia mengecup kening Chanda dan tanpa bisa ditahan air mata Rajendra menetes. Ia begitu bahagia, semua penantian, doa dan ketulusannya berakhir dengan baik. Chanda pun ikut meneteskan air matanya. Rajendra membawa Chanda kedalam dekapannya. Mereka terisak. Para sepupu perempuan Rajendra ikut menangis dengan yang mereka lihat. Mereka tak pernah tahu Rajendra sang psikopat itu begitu mencintai Chanda hingga sebesar itu.
Rajendra menghapus perlahan air mata di mata indah wanita yang kini hallal baginya itu. Begitu juga dengan chanda yang melakukan hal yang sama pada Rajendra.
Je, Chand udah dong meweknya…ucap Naziah yang sudah sibuk menghapus air matanya.
Ayo turun, saatnya kalian minta restu…. Ucap Naziah. Rajendra dan dan Chanda pun turun kebawah. Pesta pernikahan diadakan di kediaman utama Argantara sesuai permintaan Eyang Dimas.
Mereka pun sungkem dan meminta restu dari orang tua mereka.
Papi titip putriku, tanpa ku beri tahu pun kamu pasti tahu semua baik dan buruknya bahkan kau lebih mengenal baik dirinya dari pada kami. Papi hanya bisa bilang bahwa kalian harus bahagia, jangan fikirkan dan jangan dengarkan ucapan orang lain yang tak bertanggung jawab. Kami semua tahu dan allah pun tahu yang sebenarnya terjadi. Karna itu angkat kepalamu dan tunjukkan kalau mereka semua yang menghujat dan menilai kalian adalah salah…. Pesan Jagadta pada menantunya itu.
Mami titip putri mami ya nak. Jaga dia dan kemilau, sayangi mereka, jangan kurangi cintamu untuk kemilau jika kelak kalian memiliki keturunan lagi… mami mohon…ucap Adrika yang air matanya sudah berderai. Rajendra segera mendekap wanita yang sudah ia anggap ibu itu.
Jeje janji mi, akan selalu mencintai Chanda dan Kemilau, tidak perduli jika kelak akan ada buah hati kami yang lain, Kemilau akan selalu menjadi putri sulung kami…ucap Rajendra seraya mendekap Adrika yang kini terisak di dada bidang Rajendra.
Chanda ikut meneteskan air matanya melihat bagaimana kedua orang tuanya memberi restu. Kini giliran chanda meminta restu pada papi dan maminya.
Kamu kenapa pake nangis sih kak, liat tuh make-up kamu bisa-bisa luntur ini…omel maminya.
__ADS_1
Siapa suruh mami nangis, chanda kan jadi ikutan mi… rengek ibu dan anak itu. Jagadta tak bisa tak tersenyum melihat 2 wanita yang paling ia cintai itu, ia pun mendekap keduanya dan mengecup kening keduanya.
Jaga dan cintai menantu dan cucu sulung papi ya mas… sudah terlalu banyak luka, kesakitan dan air mata yang mengalir di pipinya. Papi tahu kamu manusia datar tapi tunjukkanlah perhatian dan cintamu pada kedua malaikat itu, hiasilah wajah cantik itu dengan senyuman bukan air mata…ucap Kaisar memberi restu
Aku Janji pi…ucap Rajendra.
Mami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian sekeluarga sayang. Berusahalah agar cinta itu tumbuh diantara kalian, jangan memaksanya, tunggulah seperti yang selalu kamu lakukan bukankah kau terbiasa ikhlas menunggunya. Mami yakin suatu saat nanti chanda akan membuka hatinya untukmu karna mami pun begitu pada papimu…Jangan pernah kau sakiti hati dan fisiknya, tapi hujani ia dengan segala perhatian dan cintamu…Jangan pernah berubah mas… untuk mami ataupun untuk zoya dan kemilau…ucap Zoya menasehati Rajendra
Jeje janji mi.. ucap Rajendra dan segera memeluk maminya,
Jangan kelamaan meluknya, mami kamu itu punya papi, jeje….ucap Kaisar protes saat akan memberikan restu pada Zoya. Membuat Rajendra dan Zoya segera melepas pelukan itu dan menatap kesal pada Kaisar. Seolah tak bersalah Kaisar segera memberi restu untuk menantunya itu.
Zoya segera tersenyum geli melihat betapa posesifnya ayah mertuanya itu pada ibu mertuanya.
Selamat datang dikeluarga kami sayang. Akhirnya kamu jadi menantu papi. Papi menang Chand. Terimakasih sudah mau menerima Rajendra dan tak menolaknya. Kamu bisa mengadu pada papi jika mas jeje mu itu melukai hati, fisik atau bahkan memaksamu… kamu tahukan kalau papi dan mami selalu berpihak sama kamu… ucap Kaisar yang memang menyayangi Chanda seperti putri kandungnya sendiri.
mm… makasih pi…. Chanda juga sayang sama papi dan mami… Terimakasih sudah menerima Chanda dan Kemilau yang seperti ini…ucap chanda.
Kamu bicara apa sayang, kamu itu berlian bagi papi dan mami… jangan pernah merasa rendah sayang…papi dan mami sayang kamu… ucap Kaisar mendekap Chanda
Jangan kelamaan peluknya, Chanda itu istrinya jeje pi… protes Rajendra yang langsung membuat Kaisar melepas dekapannya dan bibirnya manyun.
Terimakasih sayang, kamu gak berubah fikiran. Terimakasih karna sudah menerima putra psychopat mami.. mami akan selalu berdoa agar allah membantumu membuka hatimu untuk mencintai dan memberi sedikit tempat dihatimu untuk mengisinya dengan Rajendra. Mami dan Papi hanya ingin kebahagiaan kalian sayang. Kamu tak hanya memberikan mami menantu tapi kamu juga sudah memberikan mami dan papi cucu yang cantik dan lucu… Terimakasih nak… selamat datang nyonya muda Rajendra Argantara….ucap Zoya lalu mengecup kening Chanda dan mendekapnya erat.
Sudah tak terbendung lagi betapa bahagianya Chanda, ia disambut begitu baik dan hangat tak perduli status yang sempat 2 bulan itu ia sandang.
Rajendra membawa Chanda untuk duduk dipelaminan. Tak sekali pun Rajendra melepaskan genggaman tangannya dari chanda.
Terimakasih…. Ucap Rajendra.
Terimakasih kembali….ucap Chanda seraya tersenyum.
__ADS_1
Semoga aku bisa membalas cintamu secepatnya mas… amin… ucap chanda dalam hatinya mengamini.
Ya allah Ridhoi dan Restui lah pernikahan kami, jagalah kami dalam lindunganmu.... doa Rajendra dalam hati seraya menatap Chanda dengan penuh cinta.