Tiga Hati, Satu Cinta

Tiga Hati, Satu Cinta
Riang & Jenaka


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Aduhhhhh...akhhh sakittttt... raung Chanda merasakan mulas diperutnya. Sontak membuat Rajendra yang baru selesai sholat dzuhur menghampiri istrinya. Rajendra segera menggendong Chanda dan meminta kepala pelayan menyiapkan mobil dan memanggil thunder dikamarnya menginap di mansion itu.


Tuan... tuan gledek... panggil seorang pelayan menggedor pintu kamar thunder dengan keras, thunder yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya pun keluar.


Ada apa... tanyanya datar.


Tuan.. tuan... Nyonya Chanda mau melahirkan... serunya.


Tanpa babibu Thunder segera menuju kepintu keluar mansion.


Chanda...panggilnya khawatir seraya menghampiri sepasang suami istri yang menuju mobil itu dengan panik.

__ADS_1


Thunder segera membukakan pintu penumpang untuk keduanya, sedangkan Thunder segera masuk ke kursi pengemudi dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi, sedang Luka terpaksa duduk di kursi penumpang disebelah Thunder pun hampir copot karna melihat bagaimana gilanya sang kakak mengendarai mobilnya, di kursi belakang Rajendra sibuk membantu Chanda mengatur nafasnya.


Bertahan ya sayang, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit...ucap Rajendra yang setia mendampingi chanda dengan raut cemasnya, Chanda terus mengatur nafasnya, dan berusaha meraih tangan thunder, thunder yang merasa seperti ada yang mencoba meraihnya pun mengulurkan salah satu tangannya pada Chanda.


Hey...kau adik durhaka, ambil alih kemudinya...ujar Thunder yang sontak membuat mobil sedikit oleng, untung saja Luka bergerak cepat.


Stttt... sabar ya anak ayah.... ucap Thunder seraya mengelus perut chanda bersama rajendra.


Dasar mafia gila...pekik Luka shock. Thunder tak memperdulikan itu yang penting sekarang adalah chanda. Rajendra bahkan tak keberatan sedikit pun. Tak lama mereka pun tiba di RS Argantara. Nayyara & Chandrama sudah standby disana dengan stretchernya.


Melihat Chanda yang tak mau melepas tangan thunder dan rajendra, membuat chandrama memberi izin keduanya menemani chanda. Chanda menjambak dan mencakar kedua pria tampan itu. Rajendra sibuk melantunkan ayat-ayat suci al-qur'an untuk menenangkan chanda dan thunder yang sibuk mengusap dan menyemangati wanita itu.


Semangat sayang... ucap Rajendra seraya meneteskan air matanya. Thunder tak kalah, ia sudah meraung menangis melihat chanda kesakitan.

__ADS_1


Hingga akhirnya perjuangan panjang Chanda berakhir saat bayi cantik yang diberi nama Riang Putri Abrial Argantara dan adik kembarnya Jenaka Putra Abrial Argantara lahir dengan jarak hanya 3 menit.


Chanda segera dibersihkan di bawa ke ruang intensif. Sedang ke dua bayi kembar itu di bawa ke NICU, ditemani Rajendra & Thunder.


Rajendra segera mengambil wudhu lagi dan segera meng-adzani ke dua buah hatinya, sedangkan thunder sudah ditarik oleh Adrika untuk mengganti pakaiannya yang sengaja dibawakan oleh ajudannya.


Adudududuhhhhh mi... sakit mi... ringis Thunder seraya memegang erat handuknya agar tak jatuh saat Adrika menarik telinga mafia tampan itu.


Kamu itu gimana sih, bisa-bisanya kamu cuma pakai handukkk... mau ditaro dimana muka mami, masa anak lajang mami gak pake baju sih.....omel adrika/


abis gimana dong mi, aku tuh panik, tiba-tiba aja chanda mau melahirkan dan aku baru selesai mandi, mana sempet sih mikir pake baju lagi mi... rengeknya. 


Ya, mafia tampan itu entah mengapa begitu takut dan penurut pada sosok Adrika.

__ADS_1


Sedangkan Jagadta hanya bisa geleng kepala dan menatap cucu perempuan dalam gendongannya.


Jangan tiru kelakuan ayahmu ya emil... bisik Jagadta pada cucunya, sedangkan balita cantik itu masih sibuk dengan mainannya seakan tak perduli.


__ADS_2