
Setelah 3 minggu kepergian Mahmud kepangkuan Ilahi, Chanda mulai menata hatinya, ia menyibukkan dirinya dengan mengasuh Kemilau dan menjalankan perusahaan Arsitek yang dibangun almarhumah ibu mertuanya yang dulu sempat diambil alih oleh mahmud setelah Engkong Somad meninggal. Dan Kini Chanda harus mengambil alih perusahaan itu karna Mahmud mewariskannya padanya dan putri semata wayang mereka, Kemilau.
Saat itu juga Rajendra pamit, karna ia harus kembali ke Jerman untuk menyelesaikan tugas penelitiannya atau lebih tepatnya meminta Hasad, assisten nya untuk menghandle semuanya selama ia pergi, karna Rajendra sepertinya memilih untuk menetap di Indonesia, Karna ia tak mau Chanda dan Kemilau jauh dari Mahmud. Ia ingin calon istri dan calon putri sambungnya itu bisa selalu mengunjungi Mahmud dan tak melupakan Mahmud. Bagaimana pun Mahmud adalah bagian dalam hidup mereka tak perduli jika nanti Chanda tak lagi menyandang gelar sebagai nyonya Abrial tapi berganti menjadi Nyonya Rajendra Argantara. Rajendra tak ingin satu pun dari mereka melupakan Mahmud. Tidak boleh. Karena bagi seorang Rajendra, Mahmud Abrial adalah adik yang sangat ia sayangi.
German, Dublin.
Willkommen junger Meister (Selamat datang tuan muda)… sambut Hasad
Bring alle meine Zimmerberichte mit (Bawa semua laporan keruanganku)…ucap Rajendra, masih jelas tersirat raut kesedihan dan kelelahan di wajah dingin itu.
Ich habe alles in Ihrem Zimmer vorbereitet, Sir (Sudah saya siapkan semuanya di ruangan anda, tuan)…sahut Hasad.
__ADS_1
Rajendra masuk keruangannya setelah melewati koridor Panjang dimana para ilmuan lain yang bekerja padanya sedang melakukan pekerjaanya. Tak sedikit yang mengucap salam padanya saat Rajendra lewat, namun pria dingin itu bahkan tak menghiraukannya.
Bulan depan aku akan menikah dan menetap di Indonesia, aku sudah memindahkan semua ke laboratoriumku disana… untuk urusan disini kau bisa menghandlenya, dan mami ku akan mengontrolnya juga… ucap Rajendra datar, Hasad sedikit terkejut namun sebagai orang yang sudah bekerja pada Rajendra sejak 15 tahun itu, ia sudah terbiasa dengan jawaban singkat, sikap dingin dan wajah datarnya.
Baik tuan muda…ucap Hasad yang memang sudah mengerti tuannya hanya bisa menuruti semua ucapan Rajendra, setidaknya Rajendra tak lebih menyeramkan dari Zoya, sang nyonya besar, Scientist yang paling diincar dan ditakuti itu. Kalau saja Zoya bukan seorang psycopat mungkin sudah entah berapa kali ia diculik atau bahkan dibunuh.
Namun siapa yang berani mengganggu seorang Zoya Androma, Sang nyonya dari seorang Kaisar Argantara yang di kenal tak hanya cantik tapi juga sadis.
4 Minggu kemudian.
Mmm…kayaknya dia sedang menyelesaikan segala urusan disana…ucap Chanda yang sedang berkutat dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Mmmm…chand? Ucap nayyara terputus
Mm?? …sahut chanda heran.
Kamu yakin setelah masa idahmu, kamu akan menikahi Mas Jeje…? Tanya Nayyara. Gerakan tangan Chanda yang sejak tadi menari di atas keyboard terhenti.
Kenapa?? Tanya Chanda lalu kembali pada kesibukannya.
Aku tahu ini amanah dan permintaan dari Mahmud, tapi chand…bagaimana dengan hatimu, apa kau bisa membukanya untuk mas jeje?? Tanpa perlu bertanya aku tahu dengan jelas mas jeje amat sangat mencintaimu, ia bahkan orang pertama yang bahagia saat melihat kau dan mahmud bahagia. Sama seperti kamu dan mahmud yang sangat berharga bagiku, mas jeje juga sangat berharga bagiku, Aku gak sanggup kalau harus melihat permintaan terakhir mahmud justru hanya akan melukai mas jeje dan kamu, terutama Kemilau yang pastinya akan menganggap Mas Jeje ayahnya, karna mas jeje lah yang akan menemanimu membesarkan dan mendidik Kemilau…ucap Nayyara yang tak ingin Chanda dan Rajendra terluka karna menuruti sebuah amanah.
Yah yang Namanya Amanah dari seorang yang sudah meninggal memang harus dilaksanakan namun tak sedikit diantara amanah itu hanya berakhir dengan melukai si penerima amanah, apalagi yang Namanya pernikahan itu bukanlah permainan.
__ADS_1
Aku sayang Mas Jeje… Mungkin aku masih belum mencintainya saat ini, namun akan kuhabiskan sisah hidupku untuk belajar mencintainya dan menghargai setiap detik waktu yang akan kami lalui bersama, aku gak akan membiarkan ada sedikit saja waktu yang terbuang tanpa kebahagian didalamnya, Kau tahu, mungkin diduania ini hanya mas jeje yang bisa mencintaiku tanpa memaksa untuk jadi yang utama dihatiku. Hanya dia saja yang pantas untuk menjadi ayah sambung dari putri kami. Dan aku yakin dia adalah jodoh kedua dan terakhir yang dikirimkan allah untuku…dan aku berjanji kami akan bahagia…hanya itu yang bisa dikatakan chanda.
Amin...ucap Nayyara mengaminkan