
Kegelapan yang menyelimuti kota terus menjadi tantangan bagi Jayak, Mado, dan Kunta dalam pencarian mereka. Mereka terus menjelajahi jalan-jalan yang sunyi, waspada terhadap setiap suara yang muncul di tengah kegelapan. Mado terus memegang ponsel dengan bantuan power bank, siap untuk menghubungi ilmuwan jika diperlukan.
Namun, semakin lama mereka menjalani pencarian, semakin terdesak mereka merasa. Mado berkata dengan nada cemas, "Kita butuh bantuan lebih banyak. Tidak mungkin kita melacak musuh di tengah kegelapan ini tanpa bantuan eksternal."
Kunta menambahkan, "Dan waktu terus berjalan. Musuh kita mungkin semakin dekat dengan tujuannya."
Saat mereka merasa semakin terpojok, tiba-tiba cahaya senter menyinari mereka dari kejauhan. Ketiganya terkejut dan memandang ke arah sumber cahaya tersebut. Itu adalah sekelompok anak-anak dengan usia antara 10 hingga 13 tahun yang datang dengan semangat dan membawa lampu senter.
Salah satu dari anak-anak tersebut, seorang anak laki-laki dengan topi baseball dan kaos bergambar pahlawan super, berkata dengan antusias, "Halo! Kami adalah Pasukan Penyelamat Blackout! Kami mendengar ada masalah dengan listrik, jadi kami datang untuk membantu!"
Mado, Jayak, dan Kunta terkejut dengan kedatangan anak-anak tersebut, tetapi mereka segera merasa bersyukur. Mado berkata, "Terima kasih atas bantuannya! Kami membutuhkan bantuan untuk melacak musuh yang mencuri batu permata."
Anak-anak tersebut dengan cepat bergerak ke dalam aksi. Mereka menyebarkan diri mereka di sekitar tempat itu dengan lampu senter mereka yang terang benderang. Mado, Jayak, dan Kunta bergabung dengan mereka dalam mencari tanda-tanda kehadiran musuh.
Anak-anak tersebut saling berbicara satu sama lain dengan semangat. Salah satu dari mereka berkata kepada Jayak, "Anda pasti adalah pahlawan di zamannya, bukan? Anda sangat kuat!"
Jayak tersenyum dan merasa malu, "Terima kasih, anak muda. Saya adalah pendekar di zaman saya."
Sementara mereka mencari-cari jejak musuh, anak-anak tersebut terlihat sangat terkesan dengan Kunta. Salah satu anak perempuan berkata, "Tuan, Anda pasti adalah influencer yang terkenal. Boleh kami foto bersama Anda?"
Kunta merasa agak bingung, tetapi setuju dengan senyum, "Tentu, anak-anak."
Anak-anak itu dengan cepat mengeluarkan ponsel mereka dan berpose bersama Kunta sambil tersenyum lebar. Mado dan Jayak tidak bisa menahan senyum melihat interaksi yang lucu ini. Mado berkata kepada anak-anak tersebut, "Kalian sungguh berani dan luar biasa. Terima kasih atas bantuan kalian."
Anak-anak itu berterima kasih kepada Mado, Jayak, dan Kunta karena membiarkan mereka ikut membantu dalam situasi yang sulit ini. Mereka menggambarkan diri mereka sebagai "Pasukan Penyelamat Blackout" dan merasa senang bisa membantu dalam situasi darurat seperti ini.
Bersama-sama, mereka terus mencari tanda-tanda musuh. Dengan bantuan anak-anak tersebut yang penuh semangat dan lampu senter mereka yang terang, mereka semakin mendekati jejak musuh yang dicari. Kedekatan ini memberi mereka harapan bahwa mereka akan segera menemukan musuh dan mengambil kembali batu permata yang dicuri.
__ADS_1
Setelah berkoordinasi dengan baik dengan "Pasukan Penyelamat Blackout" yang semangat, Jayak, Mado, dan Kunta akhirnya berhasil melacak musuh mereka hingga ke salah satu landmark kota yang megah. Mereka tiba di sebuah taman dengan patung-patung pahlawan yang terkenal.
Kunta, yang masih menjadi pusat perhatian anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout," merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk mengambil inisiatif. Dia berkata kepada anak-anak tersebut dengan antusias, "Anak-anak, saya memiliki sebuah rencana untuk mengalihkan perhatian musuh. Saya memiliki 'burung ajaib' yang dapat kami gunakan."
Anak-anak itu mendengarkan dengan kagum, "Burung ajaib? Bagaimana itu bisa membantu?"
Kunta tersenyum dan mengeluarkan drone yang telah ia bawa sejak awal perjalanan mereka. Anak-anak itu menatap drone itu dengan tatapan takjub, mengira itu adalah sesuatu yang benar-benar ajaib. Kunta menjelaskan, "Ini adalah 'burung ajaib' dari zaman kami. Saya akan mengirimnya ke udara dan mengalihkan perhatian musuh. Ketika musuh sibuk dengan drone ini, kita akan beraksi."
Jayak dan Mado mengangguk setuju, dan Kunta mengoperasikan drone tersebut. Dengan suara mesin yang menderu, drone itu terbang ke atas dan mengitari taman landmark tersebut. Musuh yang mereka kejar segera memperhatikan drone tersebut dan terganggu oleh kedatangannya yang tiba-tiba.
Dalam kebingungan mereka, Mado, Jayak, dan anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" mulai bergerak maju untuk menyerang. Mereka bersiap untuk mengambil kembali batu permata yang dicuri. Sementara itu, drone Kunta terus mengganggu musuh dengan mengitari mereka, membuat mereka tidak fokus pada serangan yang akan datang.
Namun, kecerobohan Kunta dalam mengoperasikan drone tersebut membuat situasi semakin lucu. Ketika drone itu berusaha mendekati salah satu musuh, sayapnya secara tidak sengaja mengenai rambut salah satu musuh, dan drone tersebut terjebak.
Musuh yang terkena drone tersebut berteriak dan mencoba melepaskan drone dari rambutnya. Mereka berputar-putar dengan cemas sambil mencoba menghindari sayap-sayap drone yang masih bergerak.
Anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" juga tertawa terbahak-bahak melihat aksi lucu ini. Salah satu dari mereka berkata kepada Kunta, "Tuan, burung ajaib Anda agak rewel, ya?"
Kunta dengan malu-malu menjawab, "Saya pikir saya kurang berlatih dengan burung ini."
Akhirnya, setelah beberapa usaha, drone berhasil dilepaskan dari rambut musuh. Namun, situasi telah berubah menjadi lebih kacau. Musuh mereka terpisah-pisah dan tidak dapat berkoordinasi dengan baik.
Ini adalah kesempatan yang mereka tunggu-tunggu. Jayak, Mado, dan anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" mengambil inisiatif dan menyerang musuh dengan cepat. Dalam pertempuran yang lucu dan penuh semangat ini, mereka berhasil mengalahkan musuh dan mengambil kembali batu permata yang dicuri.
Setelah pertempuran selesai, mereka berkumpul kembali di taman landmark yang telah menjadi saksi dari pertempuran epik tersebut. Kunta, yang merasa agak terhuyung-huyung setelah pengalaman dengan drone tersebut, berkata dengan senyum, "Drone 'burung ajaib' mungkin agak rewel, tapi akhirnya, dia membantu kita memenangkan pertempuran."
Semua tertawa bersama, merasa lega bahwa misi mereka telah berhasil. Tetapi perjalanan mereka belum berakhir, karena mereka masih harus mengembalikan batu permata ke tempatnya dan mencari cara untuk kembali ke zaman mereka sendiri.
__ADS_1
Setelah pertempuran sengit yang melibatkan Kunta yang berusaha mengendalikan drone dan musuh yang terjebak, Jayak, Mado, dan anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" akhirnya berhasil mengalahkan musuh dan merebut kembali batu permata yang dicuri. Mereka melihat musuh yang terkapar di tanah, dan perasaan kemenangan meluap dalam hati mereka.
Jayak mengangkat batu permata dengan hati-hati dan berkata, "Kita berhasil. Batu ini adalah kunci kembali ke masa kita."
Mado menambahkan, "Dan kota ini aman sekali lagi."
Anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" berterima kasih kepada mereka atas bantuannya, dan Kunta, yang tetap menjadi pusat perhatian mereka, berseloroh, "Ini adalah pertempuran terbaik yang pernah saya alami bersama dengan burung ajaib ini."
Semua tertawa bersama, merasa lega karena mereka telah berhasil mempertahankan kota dan mengambil kembali batu permata yang dicuri.
Namun, saat mereka merayakan kemenangan mereka, sesuatu yang tak terduga terjadi. Lampu kota yang sebelumnya padam tiba-tiba menyala kembali dengan gemerlap. Cahaya yang terang menyinari taman landmark yang mereka berada, dan tiba-tiba, mereka menyadari bahwa pesta ulang tahun besar sedang berlangsung hanya beberapa langkah dari mereka.
Sebuah meja besar dipenuhi dengan kue ulang tahun yang indah dan berwarna-warni. Orang-orang berdandan dengan pakaian pesta bersemangat, dan musik riang gema di seluruh taman. Itu adalah pesta ulang tahun yang mewah yang sebelumnya terjadi dalam kegelapan.
Mado, Jayak, Kunta, dan anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" berdiri terkejut, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Seorang wanita yang mengenakan topi ulang tahun dan berdiri di dekat meja kue ulang tahun dengan gembira berteriak, "Selamat datang di pesta kami! Bergabunglah, mari kita merayakan bersama!"
Semua orang yang hadir di pesta itu melihat mereka dengan senyum ramah, dan segera, mereka merasa diterima dengan baik. Mado, yang merasa agak canggung, berkata kepada Kunta, "Saya kira kita bisa bergabung dalam pesta ini, setelah semua yang telah terjadi."
Kunta setuju, "Ya, mengapa tidak? Ini adalah pesta kemenangan kita juga."
Mereka bergabung dalam pesta dengan antusiasme, dan dengan cepat, semangat merayakan kemenangan mereka bergema di sekitar taman. Mereka makan kue ulang tahun yang lezat, berdansa di bawah cahaya yang cerah, dan berbicara dengan orang-orang yang hadir.
Kunta, yang masih dianggap sebagai "influencer" dari masa lalu oleh anak-anak, bahkan diminta untuk melakukan tarian yang lucu bersama mereka, dan hal ini membuat semua orang tertawa dan bergembira.
Pesta tersebut berubah dari perayaan ulang tahun menjadi pesta kemenangan yang meriah bagi semua yang hadir. Semua orang merasa bersyukur bahwa mereka selamat dari kejadian yang tidak biasa ini, dan mereka merayakan persatuan mereka dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga.
Saat malam berakhir, Mado, Jayak, Kunta, dan anak-anak dari "Pasukan Penyelamat Blackout" meninggalkan pesta tersebut dengan perasaan hangat dan lega. Mereka tahu bahwa mereka telah menjalani petualangan yang luar biasa dan kembali ke waktu mereka sendiri dengan kenangan yang tidak akan pernah mereka lupakan.
__ADS_1
Dan saat mereka berjalan menjauh dari taman landmark yang cerah dan meriah, mereka tahu bahwa tak ada yang tak mungkin jika mereka bersatu dan bekerja sama.